ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.

ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.
MENGAGUMINYA KEDUANYA.


__ADS_3

Ayu telah tiba di parkiran Internasional School. Menunggu kedua anak asuhnya keluar dari kelas.


Sambil menunggu, Ayu berkeliling di Internasional School. Ia berhenti di lapangan olahraga yang sangat luas. Cukup banyak anak-anak yang sedang berolahraga. Walau pun jam sekolah hampir berakhir.


Di sekolah ini, lapangan olahraga nya memang di buka sampai jam 12 malam. Tujuannya, agar anak-anak yang menyukai olahraga tak perlu berolahraga di tempat lain. Ada lapangan futsal, ada lapangan basket dan bahkan ada gedung olahraga untuk badminton dan volley ball berserta tribun penonton.


Anak-anak begitu di manjakan dengan fasilitas. Tak heran bila sekolah ini adalah sekolah terbaik di kota impian.


Puas berkeliling, akhirnya Ayu kembali ke parkiran. Setelah sampai di parkiran, ia langsung saja masuk kedalam mobil.


Sementara bodyguard yang menjaga Richie dan Zevania masih setia di dalam mobil, menunggu anak bosnya pulang sekolah.


Ketika melihat Zevania, Richie, Zhafran yang di ikuti oleh Senja keluar dari kelas mereka, Neka segera keluar dari mobil.. menyabut ke empatnya dan mengantar mereka ke mobil.


Membuka pintu mobil samping Ayu untuk Richie dan pintu belakang sisi sebelah kanan untuk Zevania. Sementara Zhafran dan Senja langsung masuk ke mobil tanpa menunggu untuk di buka kan.


Sebenarnya, Richie dan Zevania sering protes untuk gak usah di layani seperti itu, tapi para bodyguard tersebut berdalih.. untuk keselamatan mereka. Karena malas berdebat, akhirnya mereka berdua mengalah.. membiarkan sang bodyguard melakukan tugasnya.


" Udah siap semuanya?", tanya Ayu sambil melirik ke arah Richie dan juga orang belakang melalui kaca spion.


" Ready Auntyyyy..let's we go..", seru Zevania sambil tertawa.


Semua orang tertawa melihat tingkah kocak Zevania... begitu juga dengan Ayu.


Ayu pun segera menjalankan kendaraan nya. Mobil mewah berisikan keturunan keluarga Diningrat dan Mahardhika itu pun melaju santai di jalan raya.


" Zhafran.. kita mau ke rumah sakit, kamu mau ikut juga?", tanya Ayu.


" Iya Aunty...aku udah telpon orang di rumah. Dan mereka udah ngizinin.", jawab Zhafran sambil tersenyum.


" Baiklah kalau begitu.. jadi Aunty gak khawatir lagi.", ujar Ayu sambil balas tersenyum.


Ayu pun menambah kecepatan mobilnya. Beruntunglah, jalan cukup sepi.. jadi kendaraan bisa sedikit ngebut.


Ketika melihat toko buah, Richie meminta Ayu untuk berhenti.


" Aunty.. kita beli buah dulu ya.", pinta Richie pada Ayu.


Ayu mengangguk. " Ayo kita turun." ujarnya pada Richie.


Mereka akhirnya turun semua. Ayu membebaskan mereka untuk membeli buah apa pun. Untuk di bawa pulang ke rumah dan buah tangan untuk Jasmin.


Richie melambaikan tangannya, memanggil para bodyguardnya. Tio pun turun dari mobil ketika melihat lambaian Richie.


" Ada apa mas.. ada yang bisa di bantu?", tanya Tio dengan santun.


" Oom..ambil lah buah yang ingin di makan dan di bawa pulang ke rumah. Kasih tau juga sama yang lain." ujar Richie pada Tio.


" Gak usah mas, terima kasih.", tolak Tio dengan halus dan sopan.


" Udah ambil aja..Kalau gak aku marah ni.", ujar Richie dengan wajah dinginnya.


" Oke.. oke.. mas, aku ambil.", jawab Tio sambil tersenyum.


Ia Lalu memanggil anak buah nya, menyuruh mereka mengambil buah untuk di bawah pulang ke rumah. Bergantian mereka mengambil buah dan menghitung harganya di kasir.


Tio memberitahukan pada kasir, bahwa yang membayar nya adalah Ayu. Kasir tersebut mengangguk tanda mengerti.

__ADS_1


Para anggota bodyguard setelah selesai membeli buah langsung kembali ke mobil. Kecuali Tio, ia tetap berada di sisi Zevania. Membantu Zevania dan Ayu mengangkat buah-buahan yang akan mereka beli.


Sementara Richie dan Zhafran bersama Senja sedang memilih buah. Senja mengambil buah Kesemek dan Plum merah. Melihat Senja mengambil Plum merah, Richie menahannya, ia mengganti nya dengan yang berwarna hitam.


" Kenapa kalau yang berwarna merah?", tanya Senja penasaran.


" Yang berwarna merah agak asam, sedangkan yang warna hitam itu manis.", jawab Richie sambil menatap senja dengan lembut.


Senja mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti. Tapi kemudian ia tersenyum manis ketika matanya bertatapan dengan Richie.Tatapan lembut Richie padanya membuat hatinya menghangat, merasakan perhatian dan kelembutan Richie padanya.


" Cuma dua macam itu aja?", tanya Richie sambil melirik ke arah buah yang sedang Senja pegang.


" Iya Rich.."jawab Senja sambil tersenyum.


" Ambil lagi lah kalau mau yang lain, itu biar aku yang pegang.", ujar Richie sambil menarik kantong plastik buah yang berada di tangan Senja.


" Gak Rich, udah cukup.", jawab Senja kembali tersenyum lembut.


" Ya udah.. biar aku yang bawa ini.", ujar Richie sambil membawa kantong buah di tangannya ke kasir


Kebetulan, Ayu dan Zevania pun telah selesai. Cukup banyak buah yang mereka beli. Ada apel, leccy, Anggur dan juga buah Pir. Zhafran juga udah nunggu di kasir dengan sekantong besar buah Anggur. Setelah selesai di scan oleh kasirnya, Zhafran segera mengambilnya. Zhafran meminta pelayan di toko buah tersebut untuk mencuci buah Anggurnya. Karena ia ingin segera memakannya di mobil.


Karena melihat Zhafran ganteng dan imut.. pelayan toko tersebut langsung menuruti.


Setelah buah tersebut di cuci, sambil mengucapkan terima kasih.. Zhafran menyelipkan selembar Uang Ratusan pada pelayan tersebut.


Awalnya pelayan tersebut menolak, tapi ketika melihat ketulusan dari Zhafran akhirnya ia pun mengambilnya.


Setelah selesai membayar buah yang mereka ambil. Ayu dan yang lain segera masuk kedalam mobil. Menyusul Zhafran yang telah terlebih dahulu duduk di mobil.


Setelah mereka duduk, Zhafran langsung memakan buah Anggurnya. Tak lupa ia menawarkan buah Anggur tersebut pada yang lain. Akhirnya mereka semua makan buah Anggur.


Berapa puluh menit kemudian, kini mereka telah berada di parkiran rumah sakit. Sambil menenteng buah tangan buat Jasmin, mereka langsung masuk kedalam rumah sakit.


Para Security membungkuk hormat ketika mereka lewat. Begitu juga dengan perawat dan dokter yang berpapasan dengan mereka.


Mereka langsung menuju lift khusus para Dokter dan Perawat. Kenapa lift nya di pisah dengan lift umum? Tujuannya agar para Dokter dan Perawat nya terhindar dari virus yang di bawa oleh para keluarga pasien dan juga pasiennya.


Sebenar setiap lantai rumah sakit tersebut ada Eskalator. Tujuannya untuk memudahkan para keluarga pasien selain lift. Untuk menjaga kemungkinan lift yang slalu penuh.


Setibanya di depan kamar ruang inap nenek Aminah, Zevania segera membuka pintunya.


" Assalamualaikum..", ucap Zevania dan yang lain.


" Wa'alaikum salam..", jawab nenek Aminah.


Senyum nenek Aminah langsung merekah ketika melihat Richie, Zevania, Ayu dan juga Zhafran dan Senja.


Mereka segera menyalami nenek Aminah, begitu juga dengan Ayu.


" Gimana kabarnya nek?", sapa Ayu ramah. Sambil meletakkan buah tangan di meja samping Brankar nenek Aminah.


" Alhamdulillah udah baikan nak.", jawab nenek Aminah sambil tersenyum.


" Syukurlah nek.. Oh ya nek, nama ku Ayu." ujar Ayu memperkenalkan diri.


" Secantik dan seAyu orangnya." puji nenek Aminah sambil tersenyum.

__ADS_1


" Tapi cantikan aku kan nek?", sela Zevania tiba-tiba.


" Cantik dua-duanya.", jawab nenek Aminah sambil tertawa.


Ayu dan Zevania pun ikut tertawa.


" Oh ya nek, Jasmin mana?", tanya Zevania ketika menyadari bahwa ia tak melihat Jasmin.


" Lagi mandi sayang..", jawab nenek Aminah sambil mengarahkan jempolnya ke arah kamar mandi.


" Ooh.. ", jawab Zevania sambil manggut-manggut.


Tak lama kemudian, Jasmin pun keluar dari kamar mandi. Ia kaget ketika melihat ada banyak tamu yang datang. Untunglah, ia telah memakai baju yang di belikan oleh Zevania semalam.


Zevania segera menarik Jasmin. Di putar-putar nya tubuh Jasmin. Hingga rok dress yang ia pakai ikut terbang.


" Kamu cantik banget pake dress ini.", puji Zevania pada Jasmin yang memakai dress berwarna hitam.


" Terima kasih Zeze.", ucap Jasmin sambil tersenyum manis pada Zevania.


" Iya sama-sama Jessy.", jawab Zevania sambil balas tersenyum.


" Oh ya.. kenalin teman-teman sekolah ku.", ujar Zevania sambil menarik Jasmin untuk bersalaman dengan Zhafran dan Senja.


" Hai.. nama ku Zhafran." sapa Zhafran ramah.


" Hai juga.. aku Jasmin.", jawab Jasmin sambil tersenyum.


Setelah itu ia juga bersalaman dengan Senja.


" Hai kenalin.. aku Senja.", sapa Senja ramah.


" Hai juga..aku Jasmin. Kamu cantik banget.", pujinya tulus pada Senja.


" Terima kasih.. kamu juga cantik banget.", jawab Senja sambil memeluk Jasmin. Jasmin membalas pelukan Senja dengan hangat.


Kedua perempuan tersebut berpelukan. Perilaku mereka tak lepas dari mata Richie. Richie mengagumi keduanya. Sama-sama cantik dan baik. Mereka berdua punya nilai plus masing-masing.


Tapi hingga saat ini, hatinya masih untuk Senja. Ya akan belajar lebih keras lagi, agar ia segera memenuhi janjinya pada Mommy nya. Untuk segera mengambil alih kepemimpinan Richie Company.


" Mereka berdua cantik ya mas..?", bisik Zevania tiba-tiba.


Richie mengangguk tanpa menjawab.


" Terus mas mau pilih yang mana?", goda Zevania masih sambil berbisik.


" Tetap pada tujuan mas semula.", jawab Richie yakin.


Zevania mengangkat jempolnya tanda setuju.


BERSAMBUNG.


PARA RAIDERS GIMANA, SETUJU JUGA GAK?😁😁😁


TERIMA KASIH BUAT YANG SLALU SETIA MENDUKUNG KU. JANGAN LUPA BANTU VOTE, LIKE DAN KOMEN YA..


SALAM CINTA😘😘😘

__ADS_1


.


__ADS_2