ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.

ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.
TEMAN BARU.


__ADS_3

Dari tempatnya duduk, Dora sesekali melirik ke arah Catherine. Ia tau, mantan teman baik nya tersebut telah membencinya bahkan sangat membencinya.


Apa lagi kini ia malah bergabung dengan orang-orang yang sangat dia benci.


Sejujurnya ia takut, Catherine akan berbuat nekat padanya. Tapi ia berusaha menutupi rasa takutnya itu dengan memasang wajah setenang mungkin.


Dan hal tersebut tak lepas dari pandangan Richie. Richie tau jika Catherine merencanakan sesuatu pada Dora, tapi ia hanya diam. Ingin melihat, sampai di mana Catherine bertindak.


" Aku ke toilet sebentar ya..", pamit Dora pada teman-teman nya.


" Mau ku temani?", tanya Senja.


" Gak usah Nja'..kalian makan aja. Aku cuma ingin buang air kecil aja.", jawab Dora sambil menepuk pelan pundak Senja.


" Okelah.", pungkas Senja sambil tersenyum.


Dora pun berdiri menuju toilet. Tak lama kemudian, Catherine pun menyusul ke toilet di ikuti oleh teman-temannya.


Melihat hal tersebut, Zevania dan Senja pun langsung berdiri untuk menyusul Dora. Saat ini mereka mengkhawatirkan Dora.


Di sebuah toilet, setelah membuang hajatnya Dora pun berencana hendak keluar.. tapi dia kaget karena pintunya gak bisa di buka.


Ia telah mencoba menarik-narik handle pintu kamar mandi tersebut, tapi selalu gagal.. pintunya seperti nya di kunci dari luar.


" Tolong..tolong buka pintunya!", teriak Dora dengan nada kesal dan juga takut.


" Hahaha..rasain tu, makanya gak usah belagu.", jawab seseorang dari luar kamar mandi tersebut.


" Catherine..cepat buka pintunya. Apa yg kamu lakukan?", teriak Dora dengan nada kesal.


" Nikmati hukuman mu bodoh.. ini belum seberapa.", balas Catherine sambil tertawa puas.


" Ambil tempat sampah itu, buang ke atas kepalanya.", perintah Catherine pada salah satu temannya.


Tanpa menjawab, temannya tersebut langsung mengambil tempat sampah tersebut.


Ia lalu naik ke atas closet dan berencana untuk menumpahkan sampah dari atas.


Tapi sebelum itu terjadi, seseorang masuk ke dalam kamar mandi tersebut sambil tepuk tangan.


" Prok..prok..prok..lakukan lah, aku ingin lihat", ujar Zevania sambil tepuk tangan. Suara Zevania menggema di dalam ruangan tersebut.


Di iringi dengan Senja yang saat itu sedang membawa handphone yang sepertinya sedang merekam video .


Anak yang hendak membuang sampah ke atas kepala Dora tadi segera turun.. wajahnya pucat, ia benar-benar terlihat ketakutan.


" Kenapa berhenti, cepat lakukan..aku ingin lihat.", bentak Zevania dengan tatapan marah.


" Kamu kenapa selalu ikut campur urusan ku?", Catherine ikut membentak.


Muka Zevania langsung memerah mendengar bentakan Catherine.


Zevania pun mendekat, lalu..


" Plak.. plak..", dua tamparan mendarat mulus di pipi Catherine Hingga memerah.


Catherine menangis mendapat tamparan tersebut. Teman-temannya hanya mampu melongo tanpa bisa melakukan apa pun.


" Kenapa kau menampar ku?", bentak Catherine sambil mengulurkan tangannya hendak menarik rambut panjang Zevania.


Zevania menepis tangan tersebut dengan kasar, hingga Catherine hampir terjatuh.


" Mau aku berbuat lebih dari pada ini?" ucap Zevania sambil mencengkram rahang Catherine.


Air mata Catherine mulai berjatuhan, sungguh.. cengkraman Zevania gak main-main.. ia benar-benar kesakitan.


" Jangan pernah ku lihat kau lakukan ini lagi pada siapa pun..ingat ini baik-baik.", sentak Zevania sambil mendorong tubuh Catherine hingga dia jatuh terduduk.


Zevania lalu memutar kunci pintu kamar mandi, di mana Dora terkurung.


Dora langsung keluar ketika pintu terbuka, lalu ia segera memeluk Zevania. Jujur, tadi dia benar-benar ketakutan.


" Makasih Ze..", bisik nya pelan.


" Kamu teman ku..udah kewajiban ku melindungi dan menjaga mu.", jawab Zevania lembut.


Ia lalu menarik tangan Dora untuk keluar dari ruangan tersebut, di iringi oleh Senja yang masih setia dengan camera handphone di tangannya.


Sebelum keluar dari pintu ruangan tersebut, Zevania berbalik.


" Renungi kesalahan mu. Jika masih ingin tetap sekolah di sini.", ucap Zevania dengan nada tegas.


Tanpa menunggu jawaban dari Catherine, mereka langsung keluar.

__ADS_1


Tetapi mereka terkejut, karena di luar ada Richie, Zhafran dan juga Neka.


Ketiga laki-laki tersebut menatap Zevania dengan tatapan bangga.


" Tuan putri kita udah besar ternyata.", goda Neka pada Zevania.


Zevania hanya tersenyum malu-malu mendengar ucapan Neka. Apa lagi ia mendapat tatapan memuja dari Zhafran, makin merah merona lah wajah sang princess.


" Mas bangga pada ku.",ujar Richie sambil menarik tubuh adiknya ke dalam pelukannya.


Zevania membalas pelukan saudara kembarnya tersebut.


Teng..


Teng..


Teng..


Lonceng tanda masuk kelas berbunyi, bertanda waktu istirahat mereka telah habis.


" Ayo kalian kembali ke kelas.. ini minuman kalian tadi dan juga sisa pizza nya.", ujar Neka sambil menyerahkan tiga cup Orange Juice dan juga satu kotak kecil pizza.


Dora mengambil minumannya sementara Zevania menenteng kantong pizza nya.


Mereka berjalan menuju kelas.. kebetulan, guru bahasa Indonesia yang mengajar belum masuk kelas.. hingga mereka bisa melanjutkan makan dan minumnya di dalam kelas.


" Dora..kamu duduk di bangku belakang ku aja, kebetulan.. yang duduk di belakang ku masih sendiri.", ujar Richie pada Dora.


Dora mengangguk, ia lalu memindahkan tas nya ke meja di belakang Richie.


Tak lama kemudian, orang yang akan duduk di samping Dora tiba. Ia terlihat kaget melihat Dora duduk di sampingnya.


" Maaf Gerald, apa aku boleh duduk di sini.", ucap Dora dengan suara pelan.


" Bo-boleh..", jawabnya ajak tergagap.


" Makasih.", jawab Dora sambil tersenyum.


Geraldine hanya mengangguk dan tersenyum kikuk.


Dora lanjut menghabiskan makanan dan minuman yang ada di tangannya .


Saat mereka sedang makan pizza, masuk lah Catherine dan teman-temannya ke dalam kelas. Wajah Catherine terlihat memerah, bekas tamparan dan cengkraman Zevania terlihat jelas di wajahnya yang putihnya.


Wajah Catherine menjadi perhatian anak-anak di kelas tersebut, tanpa berani bertanya. Karena mereka enggan berurusan dengan Catherine yang terkenal angkuh, sombong, sok berkuasa dan seenaknya sendiri.


Tak lama kemudian, Miss Susan wali kelas mereka datang.


" Selamat siang anak-anak.", sapa nya dengan gaya santai sambil tersenyum.


Ia meletakkan setumpuk kertas di atas meja.


" Selamat siang Miss Susan.", jawab murid-murid serentak.


" Hari ini Bu Mardiana berhalangan hadir, jadi Miss yang akan menggantikan beliau.", ujar sambil menatap satu persatu wajah murid-murid nya.


" Baiklah, kalian keluarkan pena kalian, Kita akan ulangan mendadak hari ini. Miss ingin tau seberapa serius kalian belajar selama ini.


Anak-anak terdengar grasak-grusuk.. banyak yang mengeluh, karena tak menyangka akan ada ulangan mendadak.


Yang terlihat tenang hanya Richie dan teman-temannya. Karena Richie, Zevania, Senja dan juga Zhafran adalah termasuk murid-murid pandai di kelas tersebut.


Termasuk juga Geraldine. Tapi kalau Dora hanya pas-pasan. Itu sebabnya ia juga terlihat panik.


Geraldine tak mampu menahan senyum nya melihat wajah panik Dora.


" Kamu kenapa?", tanya Geraldine dengan suara pelan.


" Aku gak pernah belajar di rumah selama ini.", jawabnya dengan putus asa.


" Udah tenang aja, nanti ku bantu.", ujar Geraldine mencoba untuk menenangkan Dora.


Dora tersenyum manis mendengar ucapan Geraldine.


" Benaran yaa..", ucap Dora sambil menatap Geraldine dengan wajah penuh harap.


" Iya.. ", jawab Geraldine gemes.


Mereka berdua tertawa pelan. Cukup menarik perhatian Zevania. Tapi ia senang, Dora udah berubah.


Kini mereka mulai serius, karena Miss Susan mulai membagikan soal-soal yang harus mereka kerjakan.


Tak banyak, hanya lima puluh soal. Tiga puluh pilihan ganda dan dan dua puluh lagi esai.

__ADS_1


Miss Susan benar-benar tengah menguji murid-murid yang mana dirinya yang menjadi wali kelas.


Setelah menerima kertas soalnya anak-anak mulai mengisi dan menjawab lembaran soal tersebut.


Kelas tersebut mulai hening, sangat hening. Bahkan ada semut bernapas pun akan terdengar.


Miss Susan berkeliling dari satu meja ke meja. Ia akan sedikit membantu ketika muridnya kesulitan untuk menjawab soal tersebut.


Tapi wajahnya langsung sumringah ketika melewati meja Richie dan juga Zevania. Twins tersebut menjawab soal tersebut tanpa kesulitan apa pun. Bahkan hanya beberapa menit, Richie hampir menyelesaikan soal-soal nya.


Tapi matanya agak menyipit ketika melihat ke arah Dora. Gadis kecil tersebut terlihat berkeringat, mungkin karena terlalu tegang.


" Dora.. kamu kenapa?", tanya Miss Susan sambil berdiri di samping Dora.


" Maaf Bu.. saya kurang mengerti soal nomor dua puluh.", jawabnya dengan mata berkaca-kaca.


Miss Susan tersenyum. Ia lalu menjelaskan soal tersebut dengan bahasa yang lebih sederhana dan gampang di mengerti.


Dora manggut-manggut bertanda ia mulai paham. Wajahnya kini mulai di hiasi senyum.


" Kamu udah mengerti?", tanya Miss Susan.


" Sudah Miss..terima kasih.", jawab Dora sambil tersenyum tulus.


Miss Susan menganggukkan kepalanya.


" Lanjutkan kalau begitu.", ucap Miss Susan sambil berlalu. Tak lupa dielusnya pucuk rambut Dora dengan lembut.


Hati Dora menghangat. Begini rasanya jadi orang baik, ia akan di cintai oleh semua orang. Mulai saat ini, Dora berjanji kalau ia kan memperbaiki diri dan juga belajar lebih giat lagi.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Dua jam telah berlalu tanpa terasa, lonceng berbunyi bertanda waktunya untuk pulang.


Miss Susan pun berpamitan. Setelah Miss Susan keluar, anak-anak pun berhamburan keluar.


Yang tertinggal hanya Richie dan teman-temannya dan di tambah Dora dan juga Geraldine.


" Kamu pulang di jemput Dora?", tanya Zevania.


Dora menggeleng. Sesungguhnya ia bingung mau pulang dengan siapa, karena orang tuanya gak bisa jemput. Selama ini, ia akan pulang bersama Catherine tapi sekarang Catherine membencinya.


" Orang tua mu?", tanya Senja ikut menimpali.


" Mereka kerja semua.", jawabnya lemah.


" Ya udah, pulang bareng kami.", ujar Zevania sambil berdiri dan tempat duduknya.


" Dora pulang bareng aku aja, kebetulan rumah kami searah.", jawab Geraldine sambil tersenyum.


" Beneran?", tanya Zhafran.


" Iya..kami searah. Dia akan sampai dengan selamat.", jawab Geraldine sambil tertawa.


" Baik-baik lah.. kami titip Dora ya.", pungkas Zevania.


" Siap princess.", jawab Geraldine sambil membuat gerakan ala tentara.


Zevania mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan Geraldine.


Senja dan dan Dora hanya tertawa. Sementara Richie dan juga Zhafran hanya menatap malas ke arah Geraldine.


Mereka berenam akhirnya keluar dari kelas, menuju parkiran di mana jemputan mereka telah menunggu...


" Dora.. jangan lupa belajar.", seri Zevania sambil masuk ke dalam mobil.


Dora mengacungkan jari jempolnya ke arah Zevania sebagai jawaban.


" Kalian udah ngasih tau orang tua kalian?", tanya Richie pada Zhafran dan juga Senja.


" Udah.", jawab keduanya nyaris bersamaan.


" Ya udah om, kita ke rumah Jasmin.", titah Zevania.


" Udah ngabarin Bu Ratu?", tanya Neka.


" Udah Om. Tumben manggil ibu..?", tanya Zevania heran.


"Mulai sekarang, saya akan memanggil Mbak Ratu dan Mas Alex dengan panggilan ibu dan bapak. Biar saya bisa manggil kalian dengan panggilan Mas dan Mbak.", terang Neka sambil tersenyum.


" Baiklah kalo begitu.", jawab Zevania pasrah.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


AKU MAU RAJIN UP LAGI, TAPI TOLONG BANTU VOTE DAN JUGA LIKE YA.. ITU BIKIN AKU SEMANGAT MENULIS. JANGAN PELIT NGASIH LIKE DAN KOMEN, WALAU CUMA TITIK-TITIK AJA. ITU BERPENGARUH BANGET SAMA SEMANGAT KAMI PARA AUTHOR RECEH.


SALAM CINTA 😘😘😘😘


__ADS_2