ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.

ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.
MALAM YANG MELELAHKAN.


__ADS_3

Rumah tersebut jadi begitu ramai. Ratu berencana untuk mengadakan syukuran karena Alex telah kembali dalam keadaan sehat wal'afiat.


Tamu telah berdatangan, baik dari relasi perusahaan atau pun keluarga sendiri.


Rumah besar tersebut telah di hias dengan begitu cantik. Lantai-lantai telah di lapisi dengan karpet bulu yang halus dan lembut.


Malam ini akan di adakan pengajian sebagai ucapan syukur.


Setelah para tamu undangan telah datang semua, pak ustadz pun memulai pengajiannya. Di mulai dengan MC yang membawakan susunan acaranya.


Yang berperan sebagai MC malam itu adalah Elang. Elang cukup mahir menjadi MC. Ia membawakan acaranya dengan baik.


Tiba saatnya pembacaan kitab suci Alquran yang akan di bawakan oleh Ustadzah Dyan. Richie dan Zevania yang meminta. Mereka berdua yakin bila Bu Ustadzah mereka punya suara yang bagus. Benar saja, ketika Ustadzah Dyan mulai mengaji, semua orang terdiam. Menikmati setiap lantunan ayat suci tersebut.


Selesai sudah acara syukuran malam itu. Yang tertinggal sekarang hanya pihak keluarga dan juga teman-teman Alex dan Ratu.


" Bro.. aku senang banget, akhirnya kamu bisa kembali.", ujar Elang ketika mereka sedang berkumpul di taman belakang Rumah.


" Iya bro.. Rasanya aku seperti di kasih kesempatan kembali oleh Allah untuk hidup." jawab Alex sambil tersenyum.


" Lah kamu kan emang masih hidup.", celetuk Agus.


" Hidup seperti mati. Otak ku tak bisa di ajak berpikir. Yang ada di dalam otak ku hanya ada rasa lapar dan ngantuk. Selebihnya lagi, aku hanya bisa merasakan kerinduan ku pada Ratu hanya di dalam mimpi. Aku sulit membedakan antara ilusi dan kenyataan. Ahhhh... benar-benar sesuatu yang menakutkan.", jawab Alex dengan mata terpejam. Kenangan buruk itu seakan bermain di otaknya.


Semua orang terdiam mendengar cerita Alex. Mereka bisa bayangan keadaan Alex pada saat itu. Sunyi, sepi, dan menyedihkan.


Ratu memeluk tubuh Alex dengan erat. Meyakinkan Alex, bahwa semuanya telah berlalu.


" Makasih ya sayang, kamu tak pernah putus asa untuk mencari ku. Tetap yakin bahwa aku masih hidup.", ujar Alex sambil balas memeluk Ratu dan mencium pucuk rambutnya.


" Aku ingat janji mu.. bahwa kita akan membesarkan anak kita bersama-sama. Kita akan menua bersama.", jawab Ratu sambil tersenyum.


Suasana menjadi haru, ikut merasakan apa yang Ratu dan Alex rasakan.


"Mom..Dad..", ujar Zevania sambil memeluk kedua orang tuanya. Alex pun melepaskan pelukannya pada Ratu. Ia lalu mengangkat tubuh mungil anak gadisnya tersebut Dan mendudukkannya di pangkuannya.


" Zeze bahagia banget.. Akhirnya Zeze punya Deddy.", ujar Zevania dengan polosnya.


" Iya sayang, Daddy pun senang banget akhirnya kita bisa berkumpul. Maafkan papa atas semua waktu yang hilang slama ini.", jawab Alex sambil menciumi pipi Zevania. Air matanya tak mampu ia bendung. Rasa sesak karena ia tak melihat tumbuh kembang anak nya slama ini.


" Mereka harus membayar mahal atas terenggut nya waktu ku bersama keluarga ku. Mereka juga harus membayar mahal atas air mata istri ku slama ini..", ucap Alex dengan rahang mengeras. Matanya memancarkan kemarahan yang teramat sangat.


Ratu menyentuh tangan Alex dengan lembut dan berkata.


" Kita akan memberikan pelajaran berharga buat mereka. Agar jangan pernah coba-coba mengambil sesuatu yang bukan hak mereka."


" Kapan kita akan datang kesana lagi?", tanya Beno yang dari tadi hanya terdiam.


" Besok kita akan berangkat kesana.", jawab Ratu.


" Ya udah, kalau begitu kami pulang dulu. Kasihan mas Alex harus istirahat juga.", ujar Beno sambil menyalami Alex. Alex lalu memeluk tubuh Beno dengan erat.


" Makasih ya Ben.. kamu telah ikut menjaga keluarga ku ketika aku tak ada.", ujar Alex.

__ADS_1


" Mereka juga keluarga ku mas. Mbak Ratu bukan hanya bos untuk ku, tapi juga saudaraku.", jawab Beno sambil tersenyum.


Ratu dan Alex tersenyum haru mendengar jawaban Beno.


" Makasih Ben..", ujar Ratu sambil mengelus pundak Beno. Beno mengangguk sambil tersenyum.


Tiara pun ikut menyalami Ratu dan Alex, setelah itu mereka pun pulang.


" Aku juga mau istirahat duluan ya..mata ku udah sempet banget rasanya.", ujar Cilla sambil berdiri.


Cilla hendak masuk kedalam rumah, karena memang Cilla menginap di rumah Ratu.


" Cill..", panggil Alex.


Cilla pun menghentukan langkahnya dan berbalik memandang Alex.


" Iya Lex...", jawabnya.


Alex mendekati Cilla. Lalu ia pun memeluk Cilla. Cilla membalas pelukan Alex sambil tertawa.


" Makasih ya Cil, aku udah nemanin istri ku untuk mencari ku. Dan juga, kamu udah menjaga nenek dan anak dan istri ku selama aku gak ada.


" Sama-sama Lex, aku bahagia bisa melakukan ini buat keluarga mu. Bukan kah kamu tau, yang ku punya di dunia ini hanya Tante, keluarga mu dan juga teman-teman kita.", jawab Cilla dengan sambil tersenyum.


Alex mengangguk sambil tersenyum.


" Terima kasih karena mau menjadi saudari ku.", ujar Alex sambil dengan jahil nya mengacak-acak rambut Cilla.


" Ya ampun Lexxx..rambut cantik ku jadi rusak.", Cilla menggerutu karena rambutnya di acak-acak Alex.


" Yaaaaaaa.. ni laki bini main keroyok.", seru Cilla sambil kabut kedalam rumah.


Alex memandangi wajah istrinya sambil tersenyum. Di ciumnya pucuk rambut istrinya dengan lembut.


Rasa haru dan bangga menyeruak kedalam hatinya. Setetes air mata jatuh di sudut pipinya.


Ia nyaris kehilang sosok perempuan istimewa ini dalam hidupnya.


" Hei.. kok nangis? kenapa? ", tanya Ratu sambil menghapus air mata suaminya dengan ujung jarinya.


" Gak papa sayang. Mas merasa bersyukur aja, kita masih di kasih kesempatan untuk bersama. Di kasih kesempatan untuk mendampingi perempuan istimewa seperti diri mu.", jawab Alex sambil kembali memeluk tubuh Ratu dengan erat.


Ratu membalas pelukan suaminya. Tak ada kata terucap, tapi berjuta rasa syukur ia panjatkan pada sang pemilik kebaikan.


" Ehem.. kalau begitu, kami bubar dulu ya..dan kalian lanjut di kamar aja mesra-mesranya.", sindir Dimas gemes melihat tingkah pasangan yang satu ini.


Eva mencubit pinggang Dimas dengan keras, melihat tingkah usil Dimas yang tak ada habis-habisnya.


" Makanya, cepatan di halalin.. biar bisa kayak gini.", ujar Alex sambil mencium pipi Ratu.


Dimas memanyunkan bibirnya. Ia segera menarik tangan Eva. Tanpa berpamitan lagi pada Alex dan Ratu. Ia segera kabur dari rumah sahabatnya tersebut. Eva hanya menurut saja sambil tertawa terbahak-bahak.


" Momm.. Dadd..aku tidur duluan ya, udah ngantuk.", ujar Richie berpamitan. Ratu dan Alex segera mencium pipi anaknya tersebut.

__ADS_1


" Zeze gak bobok juga?", tanya Ratu pada Zevania.


" Iya ini mau bobok, tapi giliran di ciumnya.", jawab Zevania sambil nyengir.


Alex lalu menggendong gadis kecilnya tersebut. Di ciumnya wajah Zevania bertubi-tubi. Hingga Zevania tertawa kegelian.


" Cukup Dadd.. geli.", rengek Zevania minta di lepaskan dari gendongsn Deddy nya tersebut.


Alex menurunkan Zevania dari gendongan. Setelah minta di cium sama Mommy nya, Zevania pun segera kabur menuju kamarnya sambil tertawa.


" Good night Aunty sayang.", seru Zevania pada Ayu. Ketika ia udah di depan kamarnya dan ia melihat Ayu.


Ayu tak sempat membalas ucapan dari anak asuhnya tersebut, karena si ansk asuh telah masuk kamar dan menutup pintunya.


🍃🍃🍃🍃🍃


Alex merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Ia masih dengan baju Koko dan sarungnya. Sementara Ratu sedang berada di kamar mandi untuk bersih-bersih.


Tak berapa lama, Ratu keluar dari kamar mandi Dengan lingerie berwarna hitam kesukaan Alex. Mata Alex terpaku tak berkedip... dengan susah payah ia menelan ludah. Ia yang tadinya berbaring kini memduduksn tubuhnya.


Ratu menatap Alex dengan mimik heran. ia lalu berjalan ke arah Alex.


"Hei.. Kamu kenapa?", tanya Ratu sambil duduk di pangkuan Alex.


Alex menatap wajah Ratu dengan tatapan penuh gairah.


" Kamu cantik banget yank." jawab Alex sambil mencium bibir Ratu. Ratu lalu mengalungkan tangannya di leher Alex, agar Alex leluasa menciumnya.


Bibir mereka saling bertaut, tak ada kata yang terucap.. hanya suara bibir yang berdecak.


Tangan Alex telah menjelajah ke mana-mana. Tubuh Ratu menggelinjang menahan semua hasrat yang terpendam selama ini.


Alex lalu mengangkat tubuh Ratu, lalu pelan-pelan di baringkan nya di tempat tidur.


Di elusnya rambut istrinya dengan lembut. Di ciumnya pipi istrinya yang terlihat lebih tirus.


Ciuman terus merambat ke leher dan tulang selangkanya yang terlihat begitu menonjol.


" Kamu kurus banget yank..", ujar Alex sambil memandang tubuh istrinya.


" Selama 6 tahun ini mas.. aku kurang bisa tidur dengan baik. Makan juga begitu.. hidup ku kurang teratur." jawab Ratu sambil tersenyum.


Alex mencium kening istrinya dengan mata terpejam. Ia bisa merasakan apa yang istrinya rasakan pada saat itu. Rasa sakit, rasa sedih dan rasa kecewa bercampur menjadi satu.


" Cukup sekali ini kita terpisah. Dan kita akan terpisah kembali bila memang maut yang memisahkan.", bisik Alex lembut. Ratu mengangguk.


Alex lalu kembali menyambar bibir Ratu yang terlihat begitu menggairahkan. Ratu membuka mulutnya, membuatkan Alex menjelajahi rongga mulutnya. Mengabsen satu persatu giginya.


Tangan Alex pun menjelajahi puncak bukit kembar Ratu yang telah menjulang sempurna. Ciuman Alex beralih ke puncak bukit kembar, mengisap nya bagaikan bayi.


Ratu tak mampu lagi menahan lenguhan dan rintihannya. Yang membuat Alex semakin bergairah. Sepertinya, malam ini.. akan menjadi malam yang panjang dan melelahkan buat Ratu.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


HAI READERS SAYANG..MAAF YA, GAK UP BEBERAPA HATI..ADA ACARA DI RUMAH. TAPI INSYA ALLAH HATI INI KU USAHKAN UP 3X.


TERIMA KASIH


__ADS_2