
Wajah Ayu terlihat begitu bahagia. Senyum manis tak hilang-hilang dari bibir Semerah Cherry nya.
" Ay.. Kamu serius dengan ucapan mu tadi?", tanya Ratu sambil memiringkan tubuhnya ke arah kanan.
" Yupz..aku serius." Jawab Ayu dengan tenang.
" Kamu gak minta pendapat Mas Elang dulu? " tanya Ratu lagi.
" Kayaknya gak perlu. Aku hanya akan cerita kalau aku mau adopsi Jasmin. Dan bukan untuk meminta persetujuan dia.", jawab Ayu tegas.
" Kalau seandainya dia keberatan gimana?", cecar Ratu.
" Aku gak perduli. Berarti dia harus siap kehilangan aku.", jawab Ayu dengan enteng.
" Oke..oke..Semoga keputusan mu adalah yang terbaik.", ujar Ratu sambil tersenyum simpul.
Ayu balas tersenyum. Ia tak takut semua orang akan menentang keputusan nya. Toh , ia telah memikirkan dampak terburuk yang akan ia terima.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Ayu dan Ratu turun dari mobil lalu masuk ke dalam Mansion. Mansion yang terlihat berdiri dengan megah, seakan ingin dunia tau pada sang pemilik bangunan tersebut.
" Assalamualaikum..", Ayu dan Ratu mengucapkan salam secara bersamaan.
" Wa'alaikum salam..", jawab suara dari dalam.
Zevania berlari menyambut Ayu dan Ratu, mencium tangan kedua.
Sementara Richie tetap duduk di sofa.. Tapi ketika Ayu dan Ratu mendekat ia langsung berdiri dan mencium tangan keduanya.
" Mommy sama Aunty dari rumah Jasmin ya? ", tanya Zevania sambil menggelayut manja di lengan Ayu.
" Iya sayang..", jawab Ayu sambil mencubit gemas hidup Zevania yg Bangir.
" Pasti Jasmin sedih banget ya Mom..", tanya Zevania pada Ratu.
" Iya Nak. Jasmin dan Nek Aminah tak hanya kehilangan sosok kakek, tapi juga figur seorang ayah.", jawab Ratu sambil mengelus rambut panjang anaknya.
" Mom.. gimana kalau Jasmin Mommy adopsi aja.", saran Zevania dengan mata berbinar. Sepertinya ia sangat berharap Ratu menyambut niat baiknya.
" Gak.. aku gak setuju.", jawab Richie tiba-tiba.
Ratu, Ayu dan juga Zevania serentak memandangi ke arah Richie.
" Kenapa Mas..? ", tanya Zevania heran.
" Pokonya Mas gak setuju.", jawab Richie sambil berdiri dan berjalan menaiki tangga. Sepertinya ia menuju ke arah kamarnya.
" Mas Richie kenapa Mom?", tanya Zevania semakin tak mengerti.
__ADS_1
Ratu dan Ayu saling berpandangan..lalu keduanya tersenyum.
Melihat hal tersebut, Zevania makin kebingungan. Kenapa semua orang mendadak aneh di matanya.
" Au ach.. aku mau bobok aja lagi.", ujar Zevania sambil berdiri dan menghentakkan kaki nya kelantai dengan keras.
" Kaki nya sakit nanti sayang.. pelan-pelan jalannya.", seru Ratu sambil tertawa.
" Terserahhhhh...", pekiknya dari depan kamarnya.
Blaaaammmm..
Pintu kamarnya di banting dengan keras. Sepertinya Zevania benar-benar kesal.
Kemudian, meledak lah tawa Ratu dan Ayu.
" Emmm.. sepertinya status kita akan berubah jadi besan bestie..", ujar Ratu di sela tawa nya.
" Yo'i Bestiee...", jawab Ayu sambil tertawa semakin ngakak.
Setelah lelah tertawa, akhirnya kedua mulai berbicara serius.
" Ay.. setelah tujuh hari Nenek Aminah, kamu segera lah urus persyaratan adopsi Jasmin. Kalau gak mau ribet suruh pak Ferdinand aja.", saran Ratu.
" Iya.. Tapi nanti aku gak tinggal di sini lagi. Aku tinggal di mansion ku.", jawab Ayu sambil memandang wajah Ratu.
" Iya gak apa-apa..Jasmin dan neneknya harus mendapatkan kehidupan yang layak."ujar Ratu sambil menepuk lembut pundak Ayu.
Ratu hanya mengangkat sebelah alisnya sambil tersenyum.
" Kamu tau gak say, melihat Jasmin sekarang.. seakan melihat diri ku 21 tahun yang lalu.", ujar Ayu dengan suara lirih.
" Dulu aku hanya anak yatim piatu miskin dan tak punya apa-apa. Beruntunglah kemudian nenek ku kerja di tempat Nenek Ningsih. Aku di sekolah kan oleh nek Ningsih di sekolah yang sama dengan mu. Nek Ningsih meminta aku untuk menjaga mu. Saat itu aku berjanji, kalau aku akan menjaga mu dengan nyawa ku.", lanjut Ayu dengan air mata mulai membasahi pipinya yang tirus.
Ratu pun ikut larut dalam suasana sedih. Hingga ia pun ikut menangis.
" Itulah sebabnya aku giat ikut belajar ilmu beladiri. Sering di ajak nek Ningsih meeting dengan client . Aku udah di persiapkan untuk mendampingi mu." lanjut Ayu sambil tersenyum.
" Nah sekarang aku ingin Jasmin pun seperti itu. Mendapatkan pendidikan yang layak. Tempat tinggal yang layak dan lingkungan yang layak. Aku akan didik dia menjadi wanita sukses dan kuat.", terang dengan nada penuh semangat.
" Terus kalau dia menjadi menantuku dan mengharuskan dia hanya ada di rumah gimana?", tanya Ratu dengan mimik serius.
" Gak masalah.. Setidak-tidaknya, ia adalah gadis yang layak dan pantas untuk bersanding dengan Richie.", jawab Ayu dengan tegas dan yakin.
Ratu tertawa mendengar jawaban Ayu.
" Baiklah.. persiapkan anak gadis mu dari sekarang. Karena sepertinya, kita akan menjadi besan sebelum umur 40 tahun.", ujar Ratu sambil tertawa.
Ayu mengangguk sambil tertawa. Rasa bahagia memenuhi ruang hatinya. Harapnya.. Semoga Elang mendukung keputusannya.
__ADS_1
" Ayo kita mandi dulu.. terus siap-siap.", ujar Ratu sambil berdiri.
" Ayolah..", jawab Ayu sambil ikut berdiri.
" Eh.. anak-anak tadi gimana?" tanya Ayu dengan wajah khawatir.
" Udah , biarkan saja. Anggap aja ini kejutan buat mereka nanti.", jawab Ratu dengan santai.
Ayu hanya mengangguk mendengar ucapan Ratu.
Mereka berdua berpisah dan menuju ke arah kamar masing-masing.
☘️☘️☘️☘️☘️
Zevania duduk di pinggir tempat tidurnya dengan wajah cemberut. Ia benar-benar kesal, karena gak ada yg mendukung permintaannya.
Padahal ia telah berharap kalau dia akan mempunyai tempat sekamar.
" Kenapa sich mas Richie gak setuju? Bukan kah bagus kalau Jasmin tinggal sama kita. Aaacchhh..gak tau lah, aku kesal." teriak Zevania sambil melempar boneka Cooky warna pink nya.
" Eh kenapa Cooky yang aku lempar... Aduh sayang, maafin Zeze ya.." ujar Zevania sambil menggambil Cooky dan menciumnya.
Sambil mencium Cooky, Zevania ngelamun. Ia masih mikirin nasib malang Jasmin. Entahlah kenapa ia begitu menyayangi Jasmin.
" Mandi ajalah.. nanti kan mau ke rumah Jasmin, mau yasinan.", ucapnya sambil berdiri dan meletakkan boneka Cooky di tempat tidurnya.
Setelah itu, sambil nyanyi-nyanyi kecil, ia menuju ke kamar mandi.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Richie telah selesai mandi, kini ia tengah mencari baju Koko untuk ikut pengajian nanti malam.
" Pakai yang warna apa ya?", ucapnya kebingungan di depan walk in closed nya.
" Tanya Mommy aja dulu ach."katanya sambil berjalan menuju Nakas dan mengambil handphone nya. lalu ia mencari nomer Mommy nya.. setelah ketemu, ia langsung melakukan panggilan.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya panggilannya tersambung.
" Halo..ada apa nak?" tanya Ratu lembut.
" Halo Mom..kita mau pake baju warna apa?", tanya Richie.
" Warna putih aja nak." jawab Ratu.
" Oke Mom..thank you." ujar Richie sambil memutuskan panggilan telponnya.
Setelah memutuskan panggilan telponnya, ia bergegas kembali ke walk in closed nya. Mengambil baju Koko warna putih, dan langsung memakainya.
BERSAMBUNG.
__ADS_1
AYO KENAPA RICHIE GAK SETUJU RATU MENGADOPSI JASMIN..ADA YG TAU JAWABANNYA?