ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.

ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.
LUPAKAN LAH..


__ADS_3

Ratu sedang mengelus rambut putrinya dengan lembut. Tapi sudut matanya bisa menangkap sesuatu dari kejauhan.. tepatnya di depan ruang meeting mereka barusan.


Ya, di sana terlihat Mr Alvarez dan sang asisten sedang memperhatikan meja mereka.


Sepertinya Mr Alvarez cukup terkejut melihat keberadaan Senja bersama mereka.


Tapi Ratu tak mau ambil pusing, ia ingin Mr Alvarez berasumsi sendiri.


Rio sang bodyguard mengikuti pandangan sang majikan. Ia dapat melihat dengan jelas Mr Alvarez yang sedang memperhatikan mereka. Tapi melihat Ratu santai dan seolah-olah tak perduli, ia pun bersikap demikian.


" Mereka udah pergi.", ucap Ayu sambil tersenyum.


Ratu pun ikut tersenyum. Ternyata semua yang berada di meja tersebut menyadari bahwa mereka sedang di perhatikan.


" Mr Alvarez melihat keberadaan Senja bersama kita Mom. Apa itu gak apa-apa?", tanya Richie terlihat khawatir.


" Gak ada yang perlu di khawatir kan nak... Mr Alvarez orang baik. Mommy yakin, dia akan bijak dalam berpikir. Toh perjanjian kerjasama udah di tanda tangani.. gak bisa di cancel lagi.", jawab Ratu dengan tenang.


" Tapi Senja gimana Mom..? Apa keluarga papa nya tak semakin mempersulit mereka..?", tanya Richie lagi.


" Setelah kita pulang ke kota impian, Aunty Ayu akan mengurus semuanya. Mama Senja akan kerja di perusahaan kita. Aunty Ayu akan mendidik dia, agar dia siap berhadapan dengan keluarga Abraham.", jawab Ratu dengan nada lembut.


" Tak akan ada satu perusahaan atau siapa pun akan mengusik mereka. Karena mama Senja berada di lingkungan perusahaan kita.",sambung Ratu.


" Kalau mereka nekat?", sela Zevania.


" Bersiap untuk hancur...dan tak akan pernah bangkit lagi.", jawab Alex dengan santai.


Zevania, Richie dan Zhafran tersenyum mendengar penjelasan dan jawaban dari Ratu dan Alex.


Sementara hanya menatap dengan tatapan haru.


" Om.. Tante...terima kasih untuk semua kasih sayang dan perhatiannya buat Senja dan mama Senja.", ucap Senja dengan penuh rasa haru.


Alex mengangguk sambil tersenyum, begitu juga dengan Ratu.


" Senja kan calon mantu Tante. Jadi udah kewajiban kami untuk menjaga dan melindungi kalian..", jawab Ratu sambil mengedipkan matanya.


Wajah Senja langsung memerah mendengar ucapan Ratu. Richie hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala atas tingkah usil mommy nya.


Ayu dan Elang juga tertawa melihat wajah Senja memerah.


" Udah nak.. gak usah di dengarkan. Calon mertua mu emang usil." timpal Alex sambil tertawa.


Ucapan Alex sukses membuat Senja semakin malu.


" Mommy.. Daddy..udah dong, kasihan Senja.", Seru Richie yang gak tega melihat Senja yang semakin grogi dan malu.

__ADS_1


Tapi harus di akui, wajah Senja semakin cantik dengan wajah merah merona.


Untung lah, waiters datang membawa pesanan mereka. Hingga Senja selamat dari keusilan calon mertuanya.


" Maaf mas.. Bu Nafa nya ada di office?",tanya Ratu pada waiters tersebut.


" Iya Mbak, Beliau baru datang... ", jawab waiters tersebut tersebut dengan sopan


" Bisa tolong sampaikan pada beliau.. kalau tamu dari jauh mengunjunginya.", ujar Ratu pada waiters tersebut.


" Baik mbak.. akan saya sampaikan." jawab waiters tersebut tetap dengan sikap yang sangat sopan.


" Terima kasih..", ujar Ratu sambil menyelipkan beberapa lembar uang ratusan.


" Sama-sama mbak. Tapi maaf, saya gak bisa terima ini.", tolak Sang waiters tersebut sambil mendorong tangan Ratu dengan halus.


" Kenapa?", tanya Ratu heran.


" Saya gak mau mbak berpikiran bahwa kami pamrih.. padahal itu udah tugas kami." jawabnya dengan kepala tertunduk.


Mendengar jawaban sang waiters, Ratu tertawa.


" Jangan salah paham. Ini sebagai hadiah, karena mas udah membantu saya.. dan memberikan pelayanan yang terbaik untuk kami.", ujar Ratu sambil tersenyum.


" Ambillah.. kalau mas gak mau ambil, saya akan tersinggung.", sambung Ratu dengan tegas.


Waiters tersebut mengambil uang dari tangan ratu. Nertapa terkejutnya ia ketika ia lihat uang tersebut cukup banyak..


"Ambillah, itu rezeki buat mu.", jawab Ratu sambil tersenyum.


Setelah mendengar hal tersebut, sang waiters pun mengucapkan terima kasih lalu pergi, ia akan langsung keruangan bos mereka... menyampaikan amanat Ratu.


🍀🍀🍀🍀🍀


Ratu tercenung melihat daging sapi lada hitam. Itu makanan favoritnya ketika ia datang ke restauran ini 6 tahun yang lalu.


Ada kenangan pahit dan manis setelah itu.


Melihat Ratu melamun, Alex menyentuh rambut istrinya dengan lembut.


" Ada apa sayang?", tanya Alex dengan lembut.


" Aku jadi ingat peristiwa 6 tahun yang lalu. Sebelum ke Shafire Island kita makan di sini. Waktu itu, aku juga lagi ngidam sapi lada hitam." kenang Ratu sambil matanya menerawang jauh.


Hatinya terasa nyeri bila ingat hal itu. Rasa sakit itu kembali terasa.


Alex mengelus rambut istrinya dengan lembut. Ia mengerti, luka itu masih terasa.

__ADS_1


" Jangan di ingat yank... lupakan lah.", ujar Alex sambil menatap lembut wajah istrinya.


Ratu tersenyum mendengar ucapan Alex. Ia tak boleh larut dalam luka masa lalu. Toh Allah udah menggantinya dengan berlipat-lipat ganda kebahagiaan.


" Iya sayang.. maafin aku.", jawab Ratu sambil tersenyum.


Zevania dan Richie saling berpandangan. Mereka ingat, setiap malam mereka mendengar tangisan Mommy mereka yang sedang mengadu pada sang khalik. Meminta pada sang khalik untuk melindungi dan menjaga Daddy mereka. Hingga tiba masanya Daddy kembali.


Karena mereka berdua pun melakukan hal yang sama. Mereka berdua pun turut menyambung doa pada sang khalik. Tangan-tangan kecil mereka tak pernah lelah berdoa.. agar Daddy mereka kembali.


" Assalamualaikum..", seseorang mengucapkan salam. Membuat perhatian mereka semua jadi teralih.


" Wa'alaikum salam.", jawab mereka serentak sambil memandang ke arah asal suara.


Ternyata Nafa lah yang datang mengucapkan salam. Nafa terlihat semakin cantik.


Ia datang bersama seorang gadis kecil, yang mungkin berusia 8 atau 9 tahun.


Ratu bangkit, Ia lalu menyambut Nafa dengan pelukan. Begitu juga dengan Ayu, ia pun langsung memeluk Nafa. Sementara Alex dan Elang hanya menyalami.


Richie, Zevania, Zhafran dan juga Senja ikut menyalami dan mencium tangan Nafa.


Mata Nafa membelalakkan lebar ketika melihat Richie dan juga Zevania.


" Mereka Baby Twins mu..?", tanya Nafa pada Ratu.


Ratu mengangguk sambil tersenyum.


" Yes... Richie dan Zevania nama mereka.", jawab Ratu sambil tertawa.


" Wow.. Amazing. Mereka cantik dan juga tampan.", puji Nafa sambil mengelus rambut Richie dan Zevania.


" Terus yang 2 ini?" tanya nya sambil memandang ke arah Zhafran dan Senja.


" Mereka teman sekolah anak-anak ku.", jawab Ratu sambil tersenyum.


Nafa manggut-manggut mendengar penjelasan Ratu.


" Ini anak mu?", Ratu balik bertanya.


" Yupz.. ini Utari. Ia kelas 2 SD sekarang.", terang Nafa sambil menyentuh pundak anaknya dengan lembut.


" Kamu cantik banget sayang.", jawab Ratu sambil mencium pipi Utari.


Utari hanya tersipu malu mendengar pujian Ratu.


" Baiklah.. silahkan di lanjut makannya. Aku harus pergi dulu. Terima kasih udah berkunjung ke sini lagi.", ujar Nafa sambil tersenyum hangat.

__ADS_1


" Mari, silahkan.", jawab Ratu sambil tersenyum.


Sebelum berlalu, Nafa menyentuh pundak Ayu dengan halus. Ayu tersenyum pada nya. Setelah itu, Nafa pun pergi.


__ADS_2