ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.

ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.
PUNYA NYALI UNTUK MEMBENTAK KU?


__ADS_3

Neka telah datang bersama pak RT. Tapi nek Aminah belum sadar juga. Ratu terus membaluri tubuh dan hidung nek Aminah dengan mu tak kayu putih. Berharap dengan cara itu ia cepat sadar.


Benar saja, tak lama kemudian nek Aminah membuka matanya perlahan-lahan. Tapi ia kembali menangis ketika ingat bahwa Jasmin belum di temukan.


" Nek.. minum dulu air ini, biar agak tenang.", ujar Ratu sambil menyodorkan segelas air putih pada nenek Aminah..


Dengan tangan gemetaran, nek Aminah meminum habis air di gelas tersebut.


" Nek.. itu hari Jasmin pernah cerita sama aku, kalau ada seorang ibu-ibu yang mengajak Jasmin untuk tinggal di rumahnya. Nenek ingat siapa nama ibu-ibu tersebut?", tanya Richie ketika melihat nek Aminah udah sedikit tenang.


Nek Aminah tidak langsung menjawab, tapi terdiam untuk beberapa saat. Sepertinya ia sedang berusaha mengingat sesuatu.


" Namanya Bu Evi, ia tinggal dikontrakkan pak haji Samad", jawab Bu Aminah setelah ia mengingat sosok perempuan tersebut.


" Tapi ia tak terdata di lingkungan RT ini Nek. Karena saya gak tau ada nama tersebut dikontrakkan beliau.", sela pak RT.


" Sekarang kita langsung bergerak ke rumah itu aja . Biar aku, Elang dan pak RT yang pergi. Kalian tunggu di rumah aja.", ujar Alex sambil berdiri.


Ia tau, waktu sangat berharga saat ini. Karena hal buruk bisa saja terjadi.


Ratu mengangguk tanda ia mengerti. Begitu juga dengan anak-anak semuanya mengangguk.


Setelah mereka berangkat ke rumah Bu Evi, suasana di rumah tersebut kembali hening.


" Untuk sementara waktu, kita tunggu aja dulu kabar berita dari orang-orang kita dan juga mas Alex. Setelah selesai pengajian, kita mulai bergerak kalau belum ada kabar baik dari mereka.", ucap Ratu memecah keheningan di dalam ruangan tersebut.


Nenek Aminah dan Ayu mengangguk. Karena saat ini, di depan rumah tepatnya di bawah tenda.. karyawan dari The Beach Cafe udah mulai sibuk menyiapkan segala keperluan untuk tahlilan nanti malam.


Ratu mengambil smartphone dari dalam tasnya. Lalu ia mencari nomor seseorang. Setelah ketemu dia langsung melakukan panggilan. Tak menunggu lama, panggilan tersebut segera tersambung.


" Hallo mas Bimo..masih di kantor?" tanya Ratu.


" Masih Mbak..", jawab Bimo.


" Mas.. tolong share photo yang akan ku kirim ini ke seluruh jaringan hotel kita. Ingatkan seluruh bagian keamanan untuk memantau CCTV selama 24 jam. Segera beri laporan bila ada sesuatu yang mencurigakan.


" Baik mbak.."


" Terima kasih.."


Ratu segera mengakhiri panggilannya. Dan segera mengirimkan photo Jasmin pada Bimo.


Dan Ratu sekali lagi melakukan panggilannya pada Aldi. Salah satu orang kepercayaannya di PT Richie Company.


" Halo Mbak, ada yang bisa saya bantu?", jawabnya.


" Tolong share photo yang akan ku kirim pada setiap jaringan hotel kita. Minta bagian keamanan untuk memantau CCTV selama 24 jam. Dan segera beri laporan secepatnya bila ada sesuatu yang mencurigakan.


" Baik mbak.. tapi maaf kalau boleh tau dia siapa?", tanya Aldi sedikit penasaran.


" Namanya Jasmin, calon menantu ku.", jawab Ratu singkat.


" Haahh..Oh iya Mbak, siap.", jawab aldi sedikit kaget.


Ratu menutup panggilannya sambil tersenyum. Ia bisa membayangkan wajah bingung Aldi mendengar kata-kata calon menantu.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Adzan Maghrib baru saja berkumandang, ketika Alex, pak RT dan juga Elang sampai di rumah.


Sayang sekali, Bu Evi udah pindah kemarin sore menurut keterangan pemilik kontrakan.


Jadi mau tidak mau, mereka untuk sementara waktu menghentikan pencarian Jasmin sampai selesai tahlilan


Setelah selesai tahlilan, Zhafran dan Senja segera di antar ke rumah masing-masing. Agar orang dewasa bisa fokus untuk mencari Jasmin.


Ratu dan ayu udah membujuk nek Aminah untuk tinggal di mansion milik Ratu atau pun Ayu, tapi nek Aminah menolak.


Nek Aminah tetap ingin menunggu di rumahnya, berharap bahwa Jasmin akan pulang atau ada seseorang yang mengantarkan nya.


Dengan berat hati akhirnya mereka meninggalkan Nenek Jasmin sendiri. Tapi Alex memutuskan untuk meninggalkan dua orang bodyguard di rumah nenek jasmin. Agar bila ada sesuatu, bisa segera menghubungi yang lain.

__ADS_1


Mereka baru saja tiba di mansion. Semua berkumpul di ruang tamu. Ada yang duduk di sofa dan ada sebagian yang selonjoran di karpet.


Richie dan Zevania pun duduk bersama orang tuanya di sana. Ratu dan Alex slalu melibatkan anak-anak nya dalam segala hal. Tujuannya, agar anak-anak tersebut terbiasa menghadapi masalah seberat apa pun. Dan akan slalu melibatkan keluarga dalam mencari solusinya.


Ketika mereka sedang diskusi, handphone dari dalam tas Ratu berdering.


Dengan buru-buru Ratu segera menyambut panggilan tersebut.


" Hallo..", sapa Ratu.


" Halo Mbak..anak kecil yang photo nya Mbak share tadi baru saja masuk ke hotel bersama dua orang laki-laki dan satu ibu-ibu.


" Benarkah.. apakah pihak keamanan udah bergerak Ben?", tanya Ratu.


" Sudah Mbak..mereka menunggu perintah selanjutnya.", jawab Beno.


" Baik.. cepat masuk kedalam kamar tempat mereka menginap dan jauh kan anak tersebut dari mereka. Kami akan segera kesana.", setelah mengucapkan kata tersebut Ratu segera berdiri.


" Ada apa Mom?" tanya Richie dengan wajah tegang.


" Jasmin udah di temukan, sekarang berada di The Beach Hotel. Barusan Beno ngabarin aku.", terang Ratu.


" Alhamdulillah..", ucap mereka serentak.


" Ayo kita kesana sekarang.", ujar Alex segera berdiri dan di ikuti oleh yang lain.


Setengah berlari mereka keluar dari Mansion tersebut menuju ke mobil yang kebetulan masih berada di teras.


Alex mengemudikan mobil sport nya tersebut dengan kecepatan tinggi. Di ikuti oleh Alex dan juga para bodyguard.


Tak ada seorang pun yang mengeluarkan suara. Mereka tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing.


Hanya memakan waktu dua puluh menit, mereka telah tiba di The Beach Hotel.


Mereka memarkirkan kendaraan mereka asal-asalan. Setelah kendaraan terparkir, mereka segera berlari menuju lobby hotel. Beno telah menunggu di depan pintu lift khusus.


Ketika mereka datang, Beno segera menekan tombol lift dan pintu lift pun terbuka.


Ratu mengangguk, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


Pintu lift terbuka, beranda mereka telah sampai di tujuan.


Beno segera keluar terlebih dahulu karena dialah yang akan menunjukkan di mana kamarnya.


Ketika di depan kamar, Beno menghentikan langkahnya.


" Anak tersebut ada di kamar sebelah.. ada baiknya mas Richie sama Mbak Zevania di sana aja.", terang Beno.


" Kita ke tempat Jasmin aja dulu untuk memastikan bahwa itu benaran dia atau bukan", ucap Ayu.


" Iya benar..", jawab Ratu sambil melangkah ke arah kamar yang ada Jasmin nya.


Richie dan Zevania sudah tak sabaran, ketika Beno membuka handle pintunya. Mereka langsung menyelonong masuk.


" Jessy..", pekik Zevania sambil berlari ke arah Jasmin yang sedang di beri minum oleh keamanan hotel tersebut.


" Zeze...", Setu Jasmin sambil merentangkan tangannya untuk meluk Zevania.


Mereka berdua saling berpelukan dan juga bertangis-tangisan. Zevania menciuminya wajah Jasmin berkali-kali. Ia benar-benar bersyukur Jasmin di temukan.


Tak ada satu kata pun yang terucap, mereka hanya mengungkapkan semua rasa lewat tangisan.


" Nak.. gimana keadaan mu.", sapa Ayu sambil mengelus rambut Jasmin.


" Mamaaa..", seru Jasmin sambil mengurai pelukan Zevania dan beralih memeluk Ayu.


"Aku takut Ma.. takut banget.", ucapnya sambil terisak.


" Iya sayang, Mama tau. Maaf Mama terlalu sibuk, hingga gak sempat menjaga mu.", jawab Ayu sambil menangis.


" Mama janji, akan memberi pelajaran pada mereka.", lanjut Ayu sambil menghujani pucuk kepala Jasmin dengan ciuman.

__ADS_1


" Ada yang sakit nak? Apa yang udah mereka lakuin sama kamu?", tanya Ratu sambil mendekat ke arah mereka.


" Tadi ibu jahat itu tampar pipi ku Tante. Karena aku melawan terus.", jawab Jasmin dengan air mata berlinangan.


Memang ada memar di pipi sebelah kiri Jasmin. Dan juga ada darah yang telah mengering di sudut bibirnya.


Mendengar jawaban Jasmin, mata Ayu menjadi beringas. Ayu segera berdiri dan mengurai pelukan Jasmin.


" Tunggu di sini ya sayang, sama Zeze dan Richie. Mama mau ketemu sama mereka dulu.", ucapan Ayu sambil mencium kening Jasmin.


Jasmin mengangguk tanda mengerti.


Setelah mengucapkan kata tersebut, Ayu keluar, di ikuti oleh Ratu, Elang dan juga Alex. Sementara Beno menjaga anak-anak, karena para keamanan yang membantu mengevakuasi Jasmin tadi berjaga di luar.


" Bawa mereka ke ruang bawah tanah. Ingat, jangan sampai ada yang tau.", titah Ratu pada bodyguard yang ada di depan kamar.


" Baik Mbak.", jawab Leo sang bodyguard.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️


" Siram mereka dengan air.", titah Ayu pada bodyguard.


Bodyguard tersebut segera mengambil satu ember air dan menyiramkan pada ketiga orang tersebut.


Mereka bertiga yang tadi nya pingsan langsung sadar. Mereka kaget ketika sadar mereka telah berada di kursi dengan tangan terikat.


" Apa yang kalian lakukan pada kami?", tanya perempuan tersebut.


" Siapa nama mu.", tanya Ayu tanpa mengindahkan pertanyaan nya.


" Nama ku Evi, orang memanggil ku Bu Evi.", jawab nya yang ternyata benaran Bu Evi.


" Bingo.. ternyata memang benaran kamu yang udah mengincar anak ku.", ucap Ayu sambil menyeringai.


" Anak mu yang mana yang telah ku culik?", bentak Bu Evi marah.


" Punya nyali juga ya kamu membentak ku.", ucap Ayu sambil berdiri dari kursinya dan perlahan mulai mendekati Bu Evi.


" Jasmin adalah anak ku.", bisik Ayu sambil menjambak rambut Bu Evi dengan keras.


Mata Bu Evi melotot mendengar jawaban Ayu. Ia meringis menahan sakit dari rambutnya yang di Jambak. Ayu kemudian melepaskan jambak kan nya.


" Siapa yang udah memukul pipi anak ku?", tanya Ayu dengan lembut. Tapi justru terasa menyeramkan.


" Dia yang memukulnya. Tugas kami berdua hanya menculiknya.", terang laki-laki di samping Bu Evi .


Wajahnya udah benar-benar ketakutan. Ia telah menyadari, bahwa mereka telah berurusan dengan orang yang salah.


" Benar begitu Bu Evi?", tanya Ayu.


" Iya, aku hanya nyuruhnya diam.", jawab Bu Evi masih juga kelihatan pongah.


" Tangan mana yang memukulnya?", tanya Ayu.


" Tangan ini.. ", jawabnya sambil mengulurkan tangan kanannya yang terawat dengan baik.


" Baik...", jawab Ayu sambil mengelus tangan tersebut.


" Kraaakkk....aaauuuuuuuuu", suara teriak Bu Evi berbarengan dengan suara tulang pergelangan tangannya yang bergeser dan menyebut di balik kulit.


Dua laki-laki yang bersama Bu Evi, bergidik ngeri. Wajah mereka mulai pucat pasi. Apa lagi ketika mereka melihat wajah kesakitan dari Bu Evi.


" Plaakk..plaakk.", dua tamparan mendarat di pipi Bu Evi.


" Kali ini cuma segini, kalau kalian ulangi lagi sama siapa pun.. aku membunuh kalian.", ancam Ayu dengan mata yang menukik tajam.


Ratu, Alex dan juga Elang hanya menonton tanpa melakukan apa pun. Hinga kemudian ajakan pulang keluar dari bibir Ayu.


" Bawa mereka keluar dari sini. Dan pastikan semuanya aman.", pesan Ratu pada bodyguard nya.


" Baik Mbak..", jawab mereka serentak.

__ADS_1


__ADS_2