
Ratu dan Alex saling berpandangan melihat cara Richie memperlakukan Senja.
Mereka merasa bahwa Richie dewasa sebelum waktunya. Caranya memperlakukan Senja layaknya seorang kekasih.
" Yank..kayaknya 10 tahun lagi kita punya mantu...", bisik Ratu.
" Iya.. aku merasa Richie benar-benar menyukai Senja seperti layaknya orang dewasa.", jawab Alex sambil berbisik.
Mereka berdua tertawa pelan. Takut Richie dan Senja mendengar.
Setelah berhasil meredam rasa yang menggelitik hati nya.. Ratu segera menghampiri Senja dan Zhafran.
Melihat Ratu mendekat, Senja terdiam. Memperhatikan Ratu dari ujung rambut sampai ujung kaki. Mommy Richie benar-benar cantik, bersih dan terawat.
Ratu mengulurkan tangan nya. Dan Senja pun menyambut uluran tangan Ratu, lalu ia pun menciumnya.
" Kamu cantik banget nak..Pantesan Richie ingin segera menikahi mu setelah kalian lulus nanti.", ujar Ratu sambil mengelus rambut Senja.
Mata Senja membulat mendengar ucapan Ratu. Wajah nya langsung tertunduk. Semburan merah mulai merona di wajah nya. Ia benar-benar malu dan salah tingkah.
" Momm..please,jangan menggoda Senja. Kasihan dia jadi salah tingkah gitu.", Bisik Richie pada Ratu.
Tadi sebenarnya Richie langsung mindahin barang Senja ke mobil Ratu. Tapi Richie segera meletakkan barang nya ketika ia mendengar Mommy nya sedang menggoda Senja.
Ratu mengangguk sambil mengedipkan matanya. Tapi bukan Ratu namanya kalau gak jahil.
" Ayo calon mantu.. ikut Tante ke mobil.", ajak Ratu sambil menggandeng tangan Senja. Senja hanya menurut sambil menundukkan kepalanya.
Sementara itu Richie hanya geleng-geleng kepala melihat kelakukan Mommy nya.
" Kenapa sayang?", tanya Alex tiba-tiba karena melihat Richie geleng-geleng kepala sambil memandang ke arah Ratu dan Senja yang sedang berjalan menuju mobil.
" Itu Dad.. Mommy godain Senja. Sampai pipi Senja merona gitu.", jawab Richie sambil nyengir masam.
Alex hanya tertawa mendengar jawaban Richie.
" Yang sabar ya sayang..",ujar Alex sambil menepuk lembut bahu anaknya.
Richie hanya tersenyum masam seraya mengikuti langkah Daddy nya menuju mobil.
🍀🍀🍀🍀🍀
Mereka baru saja tiba di bandara. Setelah turun dari mobil, langsung menuju pesawat yang telah menunggu mereka.
Senja terdiam untuk beberapa saat, melihat pesawat yang akan membawa mereka. Melihat hal tersebut, Richie menggenggam telapak tangan Senja.. lalu menuntun nya pelan untuk menaiki tangga pesawat.
Senja mengikuti langkah Richie sambil menatap tangannya yang sedang di genggam Richie.
Ratu yang sedang di gandeng oleh Alex sontak menghentikan langkahnya. Begitu juga dengan Ayu dan Elang.. Sejenak perhatian mereka tertuju pada dua bocah tersebut.
Mereka saling berpandangan, tak ada kata yang terucap.. tapi tatapan mereka mengungkapkan segalanya.
__ADS_1
sambil tersenyum, Alex dan Ratu kembali melangkah menaiki tangga pesawat. Di susul oleh yang lainnya.
Kini mereka telah duduk di dalam pesawat. Sama seperti sebelumnya, Richie di samping Senja. Seakan mereka adalah dua magnet yang kuat yang tak bisa di pisahkan.
Orang dewasa di dalam pesawat tersebut hanya terdiam melihat mereka.
" Apa kamu suka naik pesawat?", tanya Richie pada Senja.
" Iya, aku suka. Apa lagi pesawat nya bagus begini.", jawab Senja dengan mata berbinar.
"Nanti kalau kita udah besar, aku akan membawa mu keliling dunia. Mengunjungi tiap negara yang punya pantai dan laut yang indah. Kamu mau?", tanya Richie sambil matanya menatap ke wajah Senja yang sedang bersemi merah.
" Aku mau..", jawab Senja sambil menundukkan wajahnya.
" Kamu kenapa?", tanya Richie khawatir.
" Apa kamu gak malu bawa aku keliling dunia?",tanya Senja dengan wajah sendu.
"Malu..?", tanya Richie sambil mengerutkan keningnya
" Iya malu! Aku orang miskin , papa ku aja malu punya anak kayak aku...!!" jawab Senja sambil tersenyum sedih.
Hati Richie terasa sakit, jantungnya terasa di remas. Di sisihkan nya anak rambut yang menutupi wajah Senja, mengunakan ujung jarinya.
" Aku bangga dan bersyukur bisa mengenal dan menyayangi mu. Jadi mulai sekarang, aku gak mau dengar kamu ngomong kayak gitu lagi. Berjanjilah sama aku, kalau kamu akan menjadi orang yang kuat, tegas dan percaya diri. Kamu milik ku.. apa yang ku punya adalah milik mu. Jadi mulai sekarang, angkat wajah mu.. tunjukan pada dunia, bahwa kamu pantas untuk di sanjung dan di hargai.", jawab Richie dengan pelan. Tapi
kata-kata nya terdengar tegas dan tak main-main.
Richie mengangguk sambil tersenyum lembut.
" Bobok lah.. nanti kalau udah sampai di Batam ku bangunin.", titah Richie pada Senja.
Senja mengangguk, lalu membetulkan posisinya. Di bantu oleh Richie agar posisi istirahat nya semakin nyaman. Setelah itu Richie pun mengistirahatkan tubuhnya.
🍀🍀🍀🍀🍀
Perjalanan dari kota impian ke Batam hanya memakan waktu 2 jam. Kini pesawat mereka telah mendarat mulus di bandara Hang Nadim Batam. Mobil yang akan menjemput mereka telah menunggu di parkiran.
Mereka masuk ke dalam mobil dan langsung menuju salah satu Resort terbaik di pulau Batam. Sengaja Alex meminta Elang untuk booking Resort yang dekat dengan tujuan mereka.. agar tidak membuang-buang waktu. Toh, tujuan mereka berada di seberang Resort tempat mereka menginap.
Senja satu kamar dengan Zevania, sementara Richie dengan Zhafran. Kamar mereka berhadap-hadapan. Untuk memudahkan mereka untuk bertemu.
Setelah melihat kondisi kamarnya, Senja langsung keluar menuju kolam renang yang langsung berbatasan dengan laut.
Karena khawatir, Zevania mengikuti langkah.
" Nja... Kamu mau kemana? ", tanya Zevania.
" Aku ingin lihat kolam renang,.kamu mau gak berenang sama aku?", tanya Senja sambil menatap takjub ke arah kolam renang yang langsung berbatasan dengan buatan laut.
" Gak.. aku mau istirahat aja.", jawab Zevania sambil melangkah meninggalkan Senja.
__ADS_1
Senja tersenyum mendengar jawaban Zevania. Ia lalu melanjutkan langkahnya ke arah tujuan nya semula.
Matanya membulat sempurna ketika melihat hamparan kolam renang, yang berdinding bantuan besar-besar alami. Seolah-olah kolam renang tersebut adalah buatan alam.
Baru saja kaki hendak menyentuh air kolam, terdengar suara sesuatu yang terjatuh kedalam air.
Dengan refleks kepalanya melihat ke asal suara. Seorang anak laki-laki terjatuh kedalam kolam, dan parahnya lagi sepertinya ia tak bisa berenang.
Tangan anak laki-laki tersebut menggapai-gapai ke atas meminta pertolongan.
Senja langsung berlari ke arah anak tersebut jatuh. Lalu setelah dekat tanpa berpikir panjang ia langsung menyembur kan dirinya.
Tangannya yang Mungil dengan sekuat tenaga menarik tubuh anak tersebut ke arah pinggir.
Setelah sampai di pinggir, ia segera mendorong tubuh anak laki-laki tersebut ke pinggir kolam walau dengan sudah payah karena badannya kalah besar dengan anak tersebut.
Dengan buru-buru Senja langsung menaik ke pinggiran kolam renang. Ia segera menghampiri tubuh anak tersebut. Anak tersebut sepertinya pingsan.
Senja menekan dada anak tersebut, berharap air yg ia minum bisa keluar dan ia segera sadar. Tapi usaha Senja belum berhasil.
Terdengar derap kaki berlarian ke arah Senja dan anak tersebut. Senja segera berdiri agar orang-orang yang datang tersebut bisa mendekati anak laki-laki itu.
" Andra.. Andra.. bangun nak, apa yang terjadi?", teriak perempuan tersebut histeris melihat anak laki-laki yang di panggil Andra tersebut hanya diam.
" Apa yang lalu lakukan pada anak ku?", teriak perempuan tersebut pada Senja.
Senja tersentak kaget mendapat bentakan tersebut. Ia tak mampu berkata, air matanya berlinang. Ia benar-benar takut saat itu.
" Jawabbbbbb..kenapa kau diam aja?", bentak ibu tersebut kembali. Sambil mendorong tubuh Senja dengan keras. Hingga Senja terjengkang kebelakang.
Sebelum tubuhnya terjatuh, seseorang menyambar tangannya.
Richie saat itu sedang memeluk tubuh Senja yang hampir saja terjatuh. Mata Richie menatap tajam ke arah ibu tersebut. Di ibu makin marah melihat tatapan Richie.
Ketika tangan ibu tersebut hendak menampar wajah Richie, seseorang menahan tangannya dari belakang.
" Jauh kan tangan mu dari anak ku.", suara Ratu yang pelan tapi terdengar sarat dengan kemarahan.
Di ibu tersebut langsung berbalik menghadap ke arah Ratu. Wajahnya terlihat kaget ketika melihat wajah Ratu.
Sementara Ratu tak menggubris tatapan ibu tersebut. Ia segera menggandeng tangan Richie dan Senja. Dan hendak meninggalkan tempat tersebutlah.
" Hei.. kalian mau kemana? Tanggung jawab pada anak ku.", teriak perempuan itu kembali.
" Anak mu tenggelam.. di tolong oleh anak gadis ku. Tapi malah kau tuduh dia tak beralasan. Kamu urus lah anak mu, kalau ada apa-apa Silahkan cari aku.", ujar Ratu dengan wajah dingin.
Ibu tersebut segera mengangkat tubuh anak tersebut, di bantu oleh 2 orang laki-laki yang datang bersamanya. Dengan kaki di atas kepala di bawah.
Akhirnya anak tersebut terbatuk dan mengeluarkan banyak air mulutnya. Anak tersebut akhir sadar. Ia menangis sambil memeluk ibu tersebut.
BERSAMBUNG.
__ADS_1