ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.

ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.
KITA ADALAH KELUARGA.


__ADS_3

Sepanjang jalan, Zevania dan Senja tak habis-habisnya bercerita tentang segala hal. Dari ngebahas tentang Dora yang kini berubah jadi baik. Yang akhirnya di bully oleh mantan sahabatnya.


Tentang Geraldine yang tiba-tiba jadi baik Sama Dora. Tak lupa juga mereka memuji kalau Geraldine cukup ganteng.Yang membuat Zhafran dan Richie pura-pura muntah.


" Ganteng dari mana nya, ganteng juga aku.", celetuk Richie dengan ketus.


" Iya, gak jauh lebih ganteng dari aku juga", timpal Zhafran gak mau kalah.


" Ini kan menurut sudut pandang kami dari parah cewek.", sangkal Zevania tak mau kalah.


" Gak.. pokoknya ganteng aku.", pungkas Richie Keukeh.


" Terserahhhhh...", jawab Zevania kesal.


Senja dan Neka hanya tertawa melihat pertengkaran yang unfaedah banget.


" Om...mampir ke mall bentar ya, kami gak bawa baju buat tahlilan entar malam.", pinta Zevania pada Neka.


" Siap princess.", jawab Neka sambil berbelok ke arah mall terbesar di kota impian tersebut.


Dan mereka pun mampir di mall terbesar di kota tersebut.


Tapi sebelum nya Richie menghubungi Mommy nya


Setelah panggilannya tersambung, Richie pun langsung mengutarakan keinginannya.


" Mom..aku sama Zeze, Zhafran dan juga Senja mau ke rumah Jasmin.. tapi kami gak bawa baju ganti dan juga baju buat tahlilan entar malam. Ini kami mau ke mall, Mommy transfer uangnya sama Om Neka ya..", terang Richie sambil berjalan masuk ke dalam mall.


" Oke..beliin Jasmin sekalian ya, dan tolong kasih handphone nya sama Om Neka.", pinta Ratu.


" Baiklah..ni Om.", ujar Richie sambil menyerahkan handphone nya pada Neka dan Neka pun langsung menempelkan smartphone canggih tersebut ke telinganya.


" Iya hallo Bu..", sapa Neka dengan sopan.


" Hallo Nek, kamu tolong temenin anak-anak belanja ya.. aku udah transfer ke rekening mu lima puluh juta. ", titah Ratu pada Neka.


" Baik Bu..", jawab Neka singkat.


" Ya udah, handphone nya ku tutup ya.Titip anak-anak .", pungkas Ratu tanpa menunggu jawaban dari Neka Ratu memutuskan panggilannya secara sepihak.


Neka menyerahkan kembali handphone nya pada Richie.


Lalu ia mengambil handphonenya sendiri dari dalam kantongnya.


Terdapat notifikasi dari aplikasi mobile banking nya bahwa ada uang yang masuk keningnya sebesar lima puluh juta.


Bibirnya tersenyum lalu memasukkan lagi handphone nya kedalam kantong celananya.


" Mas Richie, uangnya udah Ibu kirim ke rekening saya sebesar lima puluh juta.", terang Neka pada Richie yang sedang berjalan di samping nya.


" Oke..", jawab Richie singkat sambil tersenyum tipis.


Mereka kemudian masuk ke dalam toko pakaian anak-anak.


" Kalian ambil bajunya sebanyak dua pasang. Baju santai dan juga busana muslim. Dan Zeze, kamu ambil juga pakaian buat Jasmin.. itu pesan dari Mommy." ujar Richie sambil memandang wajah kedua teman dan juga adiknya bergantian.


" Okee..", jawab mereka serentak.

__ADS_1


Zevania dan Senja ke tempat baju anak-anak cewek dan Zhafran serta Richie ke tempat baju anak-anak cowok. Sementara Neka mengawasi mereka dari dekat meja kasir, dan bodyguard yang lain berpencar. Ada yang di depan pintu masuk toko dan juga ada yang pura-pura belanja di dalam.


Sekitar satu jam mereka sibuk mencari baju tersebut, setelah semuanya mendapatkan bajunya.. mereka segera meletakkan nya di kasir.


Kasir mulai menghitung barang yang mereka beli. Dan totalnya dua puluh lima juta lebih.


Senja kaget mendengar ucapan kasir yang menyebut nominal barang yang mereka ambil.


" Ze..kok mahal banget ya..", bisik nya di telinga Zevania.


" Iya Nja', ini kan toko pakaian anak-anak Brand Branded.", jawab Zevania balas berbisik juga.


" Ohhh...nanti Tante marah?", tanya Senja lagi dengan wajah panik.


" Gak .. bahkan Mommy sanggup beli mall ini dengan sekali kedip mata.", gurau Zevania sambil ketawa.


Wajah Senja yang tadinya panik kini jadi tersenyum. Ia lupa, kalau yang berdiri di depannya ini adalah pewaris dari keluarga Mahardika dan juga Diningrat. Terlahir dari sendok emas.


" Kalau begitu aku gak segan-segan lagi untuk belanja barang-barang mahal kalau sama kalian.", bisiknya lagi sambil tertawa.


" Huuh.. dasar cewek matreee.", ledek Zevania sambil tertawa juga.


" Biarin weekk..", jawab Senja sambil menjulurkan lidahnya.


Mereka berdua tanpa sadar tertawa dengan keras, hingga semua orang langsung memandang kearah keduanya.


Richie dan Zhafran hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah absurd keduanya.


Setelah menyelesaikan pembayaran, mereka pun segera keluar dari toko tersebut.


" Om Neka.. kita makan aja dulu yuk, udah lapar kan?", ujar Richie pada Neka yang berjalan di sampingnya.


" Mas Richie kita makan ikan bakar aja yuk.. ngidam ikan bakar ni.", sela salah satu bodyguard yang bernama Satrio.


Richie memandang ke arah bodyguard yang sedang berbicara tersebut. Karena merasa di tak enak hati, di rasa udah kurang sopan bodyguard tersebut menundukkan wajahnya.


" Ayo.. kita ke Saung Sunda.", jawab Richie sambil tersenyum kearah Satrio sang bodyguard tersebut.


Satrio langsung mengangkat wajahnya dan bernapas dengan lega. Ia langsung membalas senyum Richie dan mengangguk.


Richie hanya tersenyum melihat wajah takut dan gugup Satrio tadi.


Mereka lalu berjalan beriringan menuju lift. Karena tempat makan di mall tersebut berada lantai lima.


Kini mereka telah keluar dari lift dan menuju ke arah Saung Sunda. Restauran saung Sunda tersebut cukup ramai. Dan kedatang mereka sontak mancing para pengunjung.


Tapi Mereka berusaha untuk tak perduli dan cuek.


Para pelayan Saung Sunda segera mengarahkan mereka ke VVIP restauran tersebut.


Tadinya Zevania hendak protes, karena dia ingin makan bergabung dengan banyak orang. Tapi Richie membisikkan sesuatu. Hingga ia menurut untuk masuk ke ruang VVIP tanpa protes lagi.


" Memang harus kayak gini ya mas?" tanya Zevania setelah mereka semua duduk mengelilingi meja yang masih kosong.


" Iya dek.. kita gak tau, apa yang akan terjadi di luar sana. Mungkin ada saja yang mengenali kita lalu ingin mencelakai kita. Bukan berprasangka buruk, tapi jaga-jaga.", terang Richie sambil mengelus sayang kembaran nya tersebut.


Zevania mengangguk tanda ia mulai mengerti. Syukurlah Zevania mudah untuk di berikan pengertian.

__ADS_1


Tak lama kemudian, para pelayan mulai membawa trolley makanan. Dan mulai menatanya di atas meja. Kini meja tersebut telah terisi penuh dengan makanan.


Setelah pelayan tersebut pergi, Richie menyipitkan matanya ke arah bodyguard yang masih berdiri berjaga di dekat pintu bahkan di belakang mereka.


" Kenapa masih berdiri?", tanya Richie sambil memandang kearah para bodyguard tersebut satu persatu.


" Selamat menikmati Mas Richie..kami nanti aja, setelah Mas selesai makan.", jawab Neka sambil tersenyum.


" Gak ada cerita begitu.. duduk, kita makan sama.", titah Richie tegas.


Mereka salin berpandangan seakan saling meminta pendapat.


" Udah duduk Om, kita makan sama. Kita itu keluarga, gak ada istilah majikan dan bos.", terang Zevania sambil tersenyum.


Zhafran dan Senja kembali tersenyum bangga melihat Twins tersebut memperlakukan para bodyguard nya.


" Terima kasih mas, mbak.", ujar Neka di ikuti oleh yang lain.


Mereka pun langsung duduk dan mengelilingi meja makan.


" Sebelum makan mari kita berdoa dulu. "Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa 'adzaa bannar". Aamiin.", jawab mereka serentak mengamini doa yang di pimpin oleh Richie.


Setelah itu mereka mulai mengeksekusi makanan yang sangat menggiurkan di atas meja.


Mereka makan dengan lahap. Bahkan tiga bakul nasi di atas meja tandas, ikan bakar dan ayam bakar tinggal tulang belulang. Sate kambing dan Ayam hanya tersisa tusuknya yang menumpuk di samping piring mereka. Lalapan hanya tinggal batang dan tangkainya lagi. Dan yang paling hebat, sambalnya pun hanya tersisa mangkok.


Tampak mereka semua sedang menyandarkan tubuhnya di kursi karena kekenyangan.


Tanpa mereka tau, Neka melakukan panggilan video sama Ratu. Memperlihatkan para bodyguard , Twins dan juga temannya yang sedang kekenyangan.


Ratu tertawa terbahak-bahak melihat pemandangan tersebut. Ia senang, anak-anak nya menikmati waktu bersama teman-teman dan para bodyguard yang sudah seperti keluarga bagi mereka.


Setelah mengakhiri panggilan videonya sama Ratu, Neka lalu mengalihkan padangan pada Richie dan juga Zevania.


" Gimana.. kita pulang sekarang?", tanya Neka.


" Om.. pesanin sate ayam dua bungkus, sate kambing dua bungkus dan ikan bakar yang besar dua ekor. Untuk di bawa ke tempat Jasmin ", ujar Zevania pada Neka.


Neka pun mengangguk ia lalu berdiri menuju pintu. Kemudian tubuhnya menghilang di balik pintu.


Sambil menunggu Neka memesan makanannya Richie mengeluarkan handphone dari dalam kantongnya. Ia ingin main game.


Ia melirik ke semua orang di dalam ruangan tersebut, semua sibuk dengan handphone masing-masing.


Mereka tenggelam di dunia mereka masing-masing. Hingga tanpa terasa, Neka telah datang dengan menenteng makanan yang akan di bawa ke tempat Jasmin.


" Ayo kita pulang.", ujar Neka menyadarkan mereka.


Mereka semua berdiri, para bodyguard membantu untuk membawakan barang-barang yang telah mereka beli tadi.


Para pelayan Saung Sunda membungkuk hormat ketika mereka jalan. Beruntunglah, restauran tersebut udah sepi pengunjung.


Hingga mereka tak menjadi pusat perhatian lagi.


Kini mereka telah berada di dalam mobil yang akan membawa mereka ke rumah Jasmin.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


MULAI CHAPTER BERIKUTNYA AKAN MASUK KONFLIK.


SELAMAT MEMBACA, JANGAN LUPA BANTU VOTE DAN JUGA LIKE YA .


__ADS_2