ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.

ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.
JANGAN PIKIRKAN APA PUN.


__ADS_3

Adzan Subuh berkumandang dengan merdu. Menyapa lembut setiap hati manusia. Menyiratkan kerinduan pada sang khalik.


Richie membuka matanya perlahan-lahan. Ia menggeliatkan tubuhnya, untuk merenggangkan otot-ototnya agar matanya mudah untuk di buka.


Setelah beberapa menit, akhirnya Richie pun bangkit dari tempat tidur. Ia langkahkan kakinya menuju kamar mandi.


Setelah mencuci muka dan gosok gigi..ia pun mengambil air wudhu. Dibasuhnya anggota tubuhnya dengan teliti satu persatu sesuai urutannya. Setelah selesai ia pun keluar dari kamar mandi. Mengambil kain dan baju koko dari dalam Walk In Closed . Menggelar sajadahnya di samping tempat tidur, lalu ia pun mulai melakukan sholat Subuh.


Ia sholat dengan khusyuk nya. Di bacanya bacaan sholat dengan perlahan dan penuh penjiwaan. Hingga dua rakaat berlalu tanpa terasa.


Selesai mengucapkan salam, ia tak langsung bangkit dari tempat duduknya.. tapi mulai berdoa, memohon dan meminta pada sang khalik.


Selesai berdoa, Richie pun bangkit. Melipat sajadahnya dan juga baju Koko serta kain yang ia pakai...lalu menyimpannya kembali di tempatnya semula.


Selesai sholat, ia duduk di meja belajarnya. Membuka kembali pelajaran yang pernah di pelajari di sekolah. Bahkan ia belajar pada bagian yang belum di ajarkan oleh gurunya di sekolah.


Richie bertekad, bahwa ia akan menyelesaikan sekolahnya sebelum usianya 18 tahun. Beruntunglah, ia mewarisi kepintaran dari keluarga Diningrat dan keluarga Mahardika sekaligus. Sepertinya hal tersebut bukan hal yang susah buatnya.


Hampir satu jam Richie berkutat dengan buku-buku pelajaran nya. Setelah di rasa cukup, ia pun merapikan kembali meja belajarnya.


Setelah di rasa rapi, ia pun beralih merapikan tempat tidur. Ratu selalu mengajarkan anak-anak nya untuk terbiasa melakukan hal tersebut . Jangan merepotkan orang lain bila bisa di lakukan sendiri.


Merasa semuanya udah beres, Richie segera menuju kamar mandi. Biar pun hari libur, ia terbiasa mandi pagi sebelum berkumpul bersama keluarganya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Sementara itu, sang princess telah selesai mandi dan berpakaian. Ia terlihat cantik dengan celana jeans dan kaos putih polosnya.


Rambutnya yang panjang di biarkan tergerai indah. Setelah di rasa cantik, ia pun keluar dari kamar.


Sebelum turun, ia mampir dulu ke kamar Richie. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, ia langsung masuk. Karena kebetulan, Richie tak pernah mengunci kamarnya bila ia tidur.


Zevania celingak-celinguk mencari sosok kembarannya tersebut. Kamar tersebut kosong, tapi terdengar suara air dari kamar mandi.


Setelah yakin kembarannya tersebut sedang di kamar mandi, Zevania merebahkan tubuhnya di sofa.


Sambil nunggu, ia bermain game dari handphone Richie. Game Hay Day adalah game favoritnya. Dan kebetulan, Richie pun menyukai game tersebut.


Sekitar sepuluh menit kemudian, Richie keluar dari kamar mandi.. dengan handuk membungkus badannya.

__ADS_1


Zevania hanya melirik, lalu melanjutkan main game kembali.


Richie lewat di samping Zevania.. sambil mengelus rambut kembarannya tersebut dengan lembut.


" Good morning my princess..", sapa Richie sambil tersenyum.


" Morning my prince..", jawab Zevania sambil matanya tetap fokus ke latar handphone nya.


Richie hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala.


Ia lalu melanjutkan langkahnya menuju Walk In Closed untuk ganti pakaian.


Karena Zevania pakai baju kaos warna putih, Richie pun memakai baju kaos warna hitam. Sangat kontras dengan warna kulitnya yang putih.


Setelah di rasa cukup, ia lalu keluar dari Walk In Closed dan menyisir rambutnya di depan cermin.. lalu setelah rapi ia pun untuk menghampiri Zevania.


" Ayo dek.." ujarnya pada Zevania.


" Ayo.." jawab Zevania sambil berdiri .


Di gandeng nya tangan Zevania sambil keluar dari kamar dan menuruni tangga.


" Selamat pagi semuanya..", sapa kedua kompak.


" Selamat pagi juga Twins...", jawab mereka pun kompak. Terasa bagaikan di taman kanak-kanak .


Sang Twins menghampiri Nenek Ningrum. lalu mereka berdua mencium pipi wanita yang masih terlihat cantik di usia senjanya tersebut.


" Eyang semalam kemana?" tanya Zevania sambil mendudukkan tubuhnya di samping nenek Ningrum.


" Semalam Eyang main ke rumah Eyang Nancy. Tapi Aunty Ayu kalian telepon, meminta Eyang untuk gak nginap di sana. Ya udah akhirnya Eyang pulang walau pun udah malam." jawab Nenek Ningrum.


" Oh gitu. Oh ya Eyang...bukan Aunty tapi Mama. Karena kami berdua sekarang manggil Aunty Ayu jadi Mama Ayu." terang Zevania sambil melirik ke arah Ayu.


" Serius Ayu..?", tanya Nenek Ningrum kaget sambil memandang Ayu.


Ayu mengangguk sambil tersenyum.


" Iya Nek, mereka manggil Mama. Dan bukan hanya itu, mereka juga lah yang memaksa Ayu untuk nikah.", papar Ayu sambil tersenyum manis.

__ADS_1


" Alhamdulillah...", ucap Nenek Ningrum.


" Dan lagian kamu nunggu apa lagi..? Memang seharusnya kamu udah nikah dari kemarin-kemarin.", lanjut Nenek Ningrum sambil memandang ke arah Ayu dan Elang bergantian.


" Iya Nek.. kami akan menikah di bulan ini juga.", jawab Elang tegas.


Semua orang melongo mendengar ucapan Elang.


" Kok mendadak gini yank? Banyak hal yang harus kita persiapkan untuk menikah.", jawab Ayu bingung.


" Udah, persiapkan aja diri kalian. Yang lainnya biar menjadi urusan kami.",timpal Ratu.


" Tapi Ay...", belum selesai kalimat Ayu, udah di potong duluan oleh nenek Ningrum 7


" Udah.. benar yang di bilang Ratu, Persiapkan diri kalian aja. Terutama Ayu, Kamu harus ziarah ke makam kedua orang tua mu dan juga Nenek mu.",ujar Nenek Ningsih lembut.


Ayu mengangguk sambil menangis. Ia lalu berdiri dan menghampiri Nenek Ningrum. Diciumnya punggung tangan nenek Ningrum. Lalu ia menjatuhkan kepalanya di pangkuan Nenek Ningrum. Nenek Ningrum mengelus rambut Ayu dengan lembut.


" Nek... terima kasih untuk semuanya. Aku gak tau apa yang akan terjadi dengan hidup ku andai kita tak pernah bertemu.", ucap Ayu sambil menangis.


" Udahlah, semuanya udah berlalu. Allah telah merencanakan semua ini. Nenek juga berterima kasih sama kamu, karena udah menjadi anak yang baik, amanah dan setia.", jawab nenek Ningrum sambil menarik tubuh Ayu untuk duduk di sampingnya .


Zevania mengalah pindah dan duduk di pangkuan Alex, ketika Ayu duduk di samping nenek Ningrum.


" Gak perlu mikirin apa-apa lagi. Yang penting persiapkan hati dan fisik kalian. Mulai besok kamu minta cuti sama Ratu. dan Elang juga gitu. Agar kalian busa mempersiapkan semuanya.", titah nenek Ningrum.


Mendengar ucapan Nenek Ningrum, Ratu langsung mengangguk.


" Siap Nek, mereka boleh cuti mulai dari besok.", jawab Ratu sambil tersenyum.


" Tapi Ay, kerjaan mu pasti bakalan banyak banget.", ujar Ayu merasa khawatir.


" Udah.. kamu tenang aja. Ada Aldi dan juga mas Bimo yang membantu aku." jawab Ratu tegas.


" Kamu juga bisa langsung cuti mulai besok Lang."ujar Alex pada Elang.


" Siap bos.." jawab Elang dengan gaya kocaknya.


Semua orang tertawa mendengar ucapan Elang.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2