
Ayu yang sedang melintas di depan kamar Richie terkejut ketika ia mendengar tawa kedua anak asuhnya tersebut.
Ia penasaran akan isi pembicaraan keduanya. Ia menempelkan telinganya di balik pintu, Tapi ia tak mendengarkan apa pun kecuali tawa. Dari pada mati penasaran, akhirnya Ayu mengetuk pintu kamar dan memutuskan untuk bergabung bersama keduanya.
Ayu langsung masuk ke kamar dan duduk di Sofa samping tempat tidur. Lalu ia memandang ke arah dua anak asuhnya tersebut dengan wajah serius.
Richie dan Zevania saling berpandangan. Mereka heran melihat ekspresi wajah Aunty Mereka tersebut.
" Aunty kenapa?", tanya Zevania sambil mengernyitkan dahinya.
Ayu belum menjawab, di pandangi ya wajah Zevania dengan tatapan menyipit.
" Aunty kenapa sih, jangan nakutin dong..", seru Zevania terlihat ketakutan.
Ayu masih terdiam, belum ada kata yang terucap.
" Mommyyyyyy... Daddyyyyyyy... Aunty kesurupannn..", teriak Zevania tiba-tiba sambil memeluk tubuh Richie. Ia benar-benar terlihat ketakutan.
Richie hanya balas memeluk adiknya tersebut sambil menatap tajam ke arah Ayu.
Suara langkah kaki terdengar cukup banyak mendekat ke kamar tersebut. Ratu, Elang dan juga Alex tiba di kamar tersebut dengan wajah panik.
" Ada apa sayang..", tanya Ratu pada Zevania sambil menarik tubuh mungil gadis kecilnya tersebut kedalam pelukan nya.
" Aunty kesurupan Mom..", jawab nya dengan nada ketakutan.
Ratu langsung menatap tajam ke arah Ayu. Ayu balas menatap dengan tatapan tajam.
" Kamu kesurupan?" tanya Ratu pada Ayu.
" Gak..", jawab Ayu singkat.
" Terus kenapa kamu bikin anak mu ketakutan?", omel Ratu kesal.
" Aku gak ngapa-ngapain kok, cuma mandangin mereka aja.. eh malah di teriakin kesurupan.", jelas Ayu dengan wajah datar.
" Ya jelas aja aku ketakutan, orang Aunty di tanya gak mau jawab.. diam aja. Malahan kayak mau makan aku bulat-bulat.", giliran Zevania yang mengomel.
" Sebenarnya ada apa sih mas?", tanya Ratu pada Richie.
" Gak tau Mom.. aku pusing melihatnya.", jawab Richie yang semakin membuat Ratu bingung.
Elang dan Alex hanya melihat tanpa berbicara sepatah kata pun.
" Ayyy.. jelasin, ada apa?", desak Ratu pada Ayu.
__ADS_1
Ayu menarik napas dalam-dalam, lalu mengembuskan nya dengan keras.
" Tadi..waktu aku lewat mau masuk ke kamar ku, tiba-tiba ku dengar suara tawa kedua bocah ini. Aku berusaha untuk menguping pembicaraan mereka, tapi mereka gak ngomong apa-apa lagi. Mereka hanya tertawa kegirangan. Jadi aku penasaran, makanya aku masuk. Tapi pas aku masuk, kedua bocah ini langsung terdiam. Jadi aku makin curiga.", jelas Ayu sambil matanya menatap kedua anak asuhnya tersebut bergantian.
" Oalah dalaaaaa..", ujar Ratu sambil tertawa. Di ikuti oleh Alex dan Elang.
Ratu benar-benar gak habis pikir dengan kelakuan Ayu.
Tapi kedua bocah tersebut hanya terdiam, tak ada tawa di bibir mereka.
" Ya ampun aunty.. kenapa sih kok kepo banget..? ", Zevania menggerutu sambil menggaruk kepalanya.
" Emang kalian cerita apa sayang?", tanya Alex setelah berhasil menghentikan tawanya.
Zevania memandang wajah Richie, seakan meminta persetujuan. Richie mengangguk, tanda menyetujui permintaan Zevania.
" Kami mau adik bayi Daddy... Boleh?." tanya Zevania dengan wajah polos.
Mendengar jawaban sekaligus pertanyaan, Zevania, mata Ratu terbelalak seketika. Tapi tidak dengan Alex, wajah langsung sumringah.
" Yess.. tentu saja boleh sayang.", jawab Alex dengan semangat.
Mulut Ratu menganga mendengar jawaban Alex yang main yes no yes no aja.
Kepala Ratu mendadak pusing mendengar permintaan kedua anaknya.
" Tunggu 5 tahun lagi ya nak.." bujuk Ratu sambil mengelus rambut Zevania.
Zevania cemberut mendengar jawaban Ratu.
" Aku maunya sekarang Mommy..", desak Zevania sambil merengek.
" Ya Allah nak.. tunda dulu ya, kerjaan Mommy banyak, apa lagi kita baru investasi yang cukup besar di Batam.", Ratu yang sedang berusaha memberi pengertian pada Anak-anak nya.
" Masalah perusahaan Mendung Sejati gak usah Mommy pikirkan, aku akan langsung terjun untuk menghandle perusahaan tersebut bersama Aunty Ayu.", sela Richie yang membuat Zevania bertepuk kegirangan.
Ratu kaget setengah mati mendengar ucapan Richie. Dia melupakan satu hal, kalau Richie bukan anak kecil biasa. Ia tak mempunyai alasan untuk menolak, karena ia juga yakin akan kemampuan Richie.
" Udah yank.. turutin aja .", bujuk Alex dengan senyum menggoda.
" Gak Daddy nya, gak anaknya sama aja. Udah aku mau istirahat dulu." omel Ratu yang kandung berdiri dari tempat duduknya.
Tapi tetap aja tak lupa Ratu mencium kedua belah pipi anak kembarnya tersebut lalu ia pun pergi.
Setelah Ratu pergi, Zevania langsung lompat-lompat kegirangan..
__ADS_1
Richie, Alex, Elang dan juga Ayu akhirnya tertawa terbahak-bahak...
" Udah.. sekarang kalian bobok ya,udah malam.", ujar Alex sambil meminta Zevania untuk berhenti melompat-lompat.
Zevania kangsung berhenti, dan berbaring di Richie.
Setelah bergantian mereka mencium Baby Twins, akhirnya mereka pun keluar dari kamar tersebut.
🍀🍀🍀🍀
Ketika Alex masuk kamar, Ratu baru aja selesai melaksanakan sholat isya. Sambil melipat mukenah, Ratu pun mulai membuka pembicaraan pada Alex.
" Yank..apa udah siap kita punya bayi lagi?", tanya Ratu pada Alex dengan wajah memelas.
" Udah sayang, siap lahir dan batin.", jawab Alex dengan mantap.
" Tapi kerjaan di kantor sedang banyak-banyaknya.", ujar Ratu masih berusaha menggoyahkan iman Alex.
" Gak usah di pikirin, ada banyak karyawan-karyawan terbaik kamu." jawab Alex sambil tersenyum.
Ratu hanya terdiam, ia kehabisan kata.
" Baiklah.. kita akan segera program hamil.", jawab Ratu lemah.
" Tenang aja yank, sering-sering aja kita bercinta.. bulan depan di jamin langsung melendung.."ujar Alex dengan pongahnya.
Mata Ratu langsung mendelik mendengar ucapan suaminya yang terdengar sangat mesum.
" Itukan mau mu...", cibir Ratu sambil berjalan menuju meja rias.
Alex tertawa mendengar ucapan Ratu. Walau ia harus mengakui, kalau dia benar-benar tergila-gila dengan sawah sepetak yang Ratu punya. Udah berkali-kali di garap, tapi tetap aja rapet dan menggigit.
Membayangkan sawah sepetak milik Ratu, di Bram kembali terbangun. Di Bram terlihat sedang berusaha untuk membrontak keluar dari kandangnya.
Mata Ratu langsung terbelalak melihatnya, dan badannya langsung lemas. Sepertinya, sawahnya akan kembali di garap oleh si Bram.
Alex segera mengunci pintu kamar. Ia kemudian membuka stelan jas nya. Dan meletakkannya di tempat pakaian kotor. Lalu dengan tidak tau malunya ia berjalan menuju kamar mandi dengan tubuh full naked.
Di Bram yang telah mengacung sempurna terlihat Mengangguk-angguk karena langkah Alex. Melihat hal itu, Ratu tertawa, suaminya memang benar-benar luas biasa. Baru berapa jam yang lalu ia di hajar hingga sawahnya terasa panas dan kebas . Kini di Bram telah terbangun kembali, sepertinya siap untuk menghajarnya kembali.
Membayangkan sawahnya akan di hajar oleh di Bram, nafsu Ratu langsung terpancing. Tanpa sadar Ratu menggigit bibirnya..
Entahlah, author pun bingung, yang mesum Ratu apa Alex.. ??
BERSAMBUNG.
__ADS_1