
Mereka telah berkumpul di ruang tamu sambil bercengkrama santai.
Ratu melirik ke arah arlojinya. Waktu sudah menunjuk kan pukul 17.30 menit. Ia lalu menatap ke arah lantai dua, ke kamar Zevania.
Pintu kamar sang princess tersebut masih tertutup rapat.
" Richie.. susul adik mu, nanti keburu adzan Maghrib." titah Ratu pada Richie.
Richie menganggukkan kepalanya sambil berdiri. Ia lalu berjalan menaiki tangga dan menuju kamar Zevania.
Tanpa mengetuk terlebih dahulu dia langsung masuk aja.
" Udah siap belum dek, semua udah nungguin di bawah.", ujar Richie ketika telah berhadapan dengan adik kembarannya tersebut.
" Bentar Mas.. aku lagi masangin jilbab ku.", jawab Zevania sambil tangannya sibuk menjepitkan Bros imut berbentuk butterfly di sisi jilbabnya.
Richie akhirnya duduk di sisi tempat tidur sambil menunggu adiknya sedang berdandan.
" Yaaaa .. akhirnya siap juga. Ayo Mas..", ujar Zevania dengan wajah cerianya.
Richie segera berdiri, mengikuti langkah sang princess untuk keluar dari kamarnya.
Mereka berdua jalan bergandengan. Tepatnya Zevania yang menggelayut manja di lengan Richie.
Langkah kaki Sang Twins membuat atensi para orang tua yang sedang ngobrol ringan terpancing untuk melihat.
" Wowww.. anak Mommy cantik dan ganteng banget.", seru Ratu sambil berdiri.
" Siapa dulu Daddy nya.", jawab Alex tak mau kalah.
" Iya..iyaa.. Daddy nya ganteng.", ujar Ratu sambil tersenyum.
Alex pun berdiri sambil tertawa. Di rangkul tubuh istrinya dengan lembut. Sebuah ciuman mendarat manis di pucuk kepala Ratu yang tertutup kerudung berwarna putih juga, senanda dengan warna baju yang ia pakai.
" Terima kasih telah menjadi istri ku dan juga Ibu dari anak-anak ku.", Ucap Alex sambil menatap Ratu dengan tatapan lembut.
" Sama-sama sayang.", jawab Ratu sambil membalas tatapan Alex dengan binar penuh kebahagiaan.
" Terima kasih juga telah menjadi Mommy dan Daddy kami.", sambung Richie sambil mendekat.
Ratu dan Alex berjongkok serta mengembangkan tangannya, lalu mereka pun berpelukan. Suasana menjadi penuh haru dan bahagia.
Ayu menyandarkan tubuhnya pada Elang. Ia ikut bahagia melihat kebahagiaan rumah tangga sahabatnya tersebut.
" Semoga Allah senantiasa melimpahkan Rahmat dan kebahagiaan buat keluarga kecil kalian.", ucap Ayu tulus.
Belum sempat Ratu dan Alex menjawab, kedua anaknya telah melepaskan pelukan mereka dan berlari kedalam pelukan Elang dan Ayu.
" Terima kasih Aunty dan Uncle. Terima kasih juga telah menyayangi kami layaknya anak sendiri. Udah waktunya kalian juga bahagia.", ucap Zevania sambil mencium pipi Ayu dan Elang.
" Menikah lah Aunty, kami sudah besar. Jadi Aunty gak usah khawatir lagi.", sambung Richie sambil mengelus pipi Ayu.
Ayu tak mampu menangis tangisnya.
" Jangan menangis Mama, air mata mu membuat ku bersedih. Aku tau, Mama belum mau menikah hingga hari ini karena mengkhawatirkan kami. Kami bukan anak kecil biasa Mama. Sekecil ini kami udah bisa jaga diri. Itu lah alasannya kami mau belajar ilmu beladiri. Agar Mama tak khawatir lagi.
Menikah lah Mam..", lanjut Richie dengan lembut.
Di hapus nya air mata yang membasahi pipi Ayu dengan jari-jari kecilnya.
" Mamaa?", tanya Ayu sambil menatap Richie.
" Iya Mama. Aunty Ayu adalah Mama ku, setelah Mommy Ratu yang melahirkan aku. Karena nyaris seluruh hidup kami di jaga oleh Mama. Bolehkan?", jawab Richie dengan mata berkaca-kaca.
Ayu kembali menangis. Di peluk dan di ciumnya wajah Richie dan Zevania.
" Boleh Nak, boleh banget..", ujar Ayu sambil menangis bahagia.
Ayu benar-benar terharu, ia tak menyangka bila anak asuhnya ini menyayanginya sebegitu besarnya.
" Yeeeyy... sekarang Zeze punya dua pasang orang tua. Ya Allah.. nikmat mana lagi yang hendak didustakan.", tiba-tiba Zevania berseru sambil melompat.
Sontak semua kaget mendengar teriakan Zevania. Tapi kemudian mereka semua tertawa.
" Aku setuju sama yang di bilang Richie dan Zevania. Menikah lah, umur kalian lebih dari cukup untuk menikah.", ujar Alex sambil memandang Elang dan Ayu.
__ADS_1
" Kalau aku dari dulu juga sudah ingin menikahi Ayu, tapi dia belum siap.", jawab Elang sambil melirik ke arah Ayu.
" Ayolah Mam..tunggu apa lagi.", desak Zevania pada Ayu.
Ayu memejamkan matanya. Di tariknya nafas dalam-dalam, lalu di hembusannya secara perlahan.
" Baiklah.. aku mau menikah dengan mu.", jawab Ayu sambil tersenyum.
" Haaahhh, benaran?" tanya Elang kaget.
" Iya sayang, aku mau menikah dengan mu.", jawab Ayu dengan lembut tapi tegas.
" Alhamdulillah ya Allah ..", ucap Elang sambil mengusap wajahnya.
Zevania dan Richie pun saling berpandangan, lalu mereka berdua berpelukan.
Ayu dan Alex pun tersenyum bahagia.
" Baiklah.. kita tunda dulu ngomongin nikahnya. Kita pergi ke rumah Jasmin dulu.
let's go.", ucap Ayu sambil berdiri.
Mereka semua tertawa, karena nyaris saja mereka melupakan tujuan mereka berkumpul sekarang.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Sementara itu di rumah Jasmin, Rangga dan beberapa orang karyawan The Beach Cafe sedang menata makanan di meja prasmanan.
Empat meja telah terisi penuh oleh berbagai macam makanan dan kue. Bahkan masih banyak lagi stok makanannya di rumah Jasmin.
Ratu sengaja meminta karyawan nya untuk masak banyak, agar semua bisa makan dengan puas.. bahkan bisa di bawa pulang juga.
Rangga sedang berdiri memperhatikan anggotanya yang sedang mengatur kursi untuk tempat duduk para tamu nanti.
Tanpa sengaja, matanya melihat seorang gadis kecil yang juga sedang memperhatikan kesibukan para anggotanya.
Rangga lalu menghampiri nya. Sadar ada yang mendekatinya, gadis kecil tersebut langsung menatap ke arah Rangga.
" Haloo..nama mu siapa?", sapa Rangga dengan ramah.
" Oh.. kamu anggota keluarga almarhum ya? ", tanya Rangga lagi.
" Iya Om, yang meninggal kakek ku.", jawab Jasmin pelan.
" Turut berduka cita ya.. jangan bersedih. Kakek mu udah bahagia di alam sana.", hibur Rangga sambil mengelus lembut pucuk kepala Jasmin.
" Iya om, makasih.", jawab Jasmin sambil berusaha untuk tersenyum.
Rangga mengangguk sambil tersenyum. Ia menyukai gadis kecil ini, begitu tegar dan sabar.
" Jasmin.. siap-siap dulu Nak, bentar lagi Maghrib.", ujar Nek Aminah yang tiba-tiba telah berdiri di dekat mereka.
" Iya Nek.", jawab Jasmin.
" Om aku pamit ke dalam dulu ya.", ucap Jasmin pada Rangga.
" Oh ya silahkan sayang.", jawab Rangga sambil tersenyum.
Setelah Jasmin masuk kedalam rumah, Nek Aminah lalu menyalami Rangga.
" Terima kasih ya, udah membantu acara tahlilan Kakek." ujar Nek Aminah sambil tersenyum.
" Ya Nek, sama-sama.", jawab Rangga sopan.
" Ya udah, nenek juga siap-siap dulu.", pamit Nek Aminah kemudian.
" Oh ya silahkan Nek.", jawab Rangga sambil tersenyum.
Setelah Nek Aminah masuk, Rangga pun berjalan menuju kearah jalan masuk ke gang rumah Nek Aminah.
Sampai di dekat mobilnya yg terparkir, Rangga duduk di atas kap mobil sambil mengotak-atik smartphone nya.
Saking asiknya ia bermain dengan smartphone nya, sampai tak menyadari ada dua mobil mewah yang terparkir berjejer di sebelah mobilnya.
Sang pemilik mobil langsung keluar dari mobil, dan mendekati Rangga.
__ADS_1
" Assalamualaikum..", sapa Ratu.
" Wa'alaikum salam..", jawab Rangga dengan mimik wajah kaget nya.
" Oh maaf Mbak, aku gak lihat Mbak datang.", ucap Rangga sungkan karena di sapa duluan oleh bosnya.
" Gak apa-apa.", jawab Ratu sambil tersenyum.
Setelah menyalami Alex dan juga Elang. Rangga kembali mendekati Ratu.
" Gimana, udah siap semuanya?", tanya Ratu lagi.
" Udah Mbak..ini tinggal nunggu Mbak datang aja lagi.", jawab Rangga.
" Oke..mari kita lihat.", ujar Ratu sambil berjalan terlebih dahulu ke arah rumah Nek Aminah.
Alex, Twins, Ayu dan juga Elang berjalan di belakang mereka.
Sesampainya di meja prasmanan, Ratu mengecek semua kesiapan nya. Wajah Ratu terlihat senang, ia tersenyum puas.
" Semuanya udah rapi. Oke, kamu boleh kembali ke Cafe.", titah Ratu sambil tersenyum.
" Baik Mbak.. saya mohon pamit.", jawab Rangga sambil membungkukkan sedikit badannya.
Rangga memberi isyarat pada semua anggotanya untuk mengajak mereka kembali ke Cafe.
Setelah berpamitan pada Ratu dan keluarga nya, mereka segera menuju parkiran dan pulang kembali ke Cafe.
☘️☘️☘️☘️☘️
Yasinan baru saja selesai di lakukan. Sekarang para tamu sedang menikmati hidangan yang telah tersedia.
Bahkan para ibu-ibu setelah selesai menikmati hidangannya di suruh bungkus untuk bawa pulang juga oleh Nek Aminah.
Para ibu-ibu terlihat antusias memilih makanan yang hendak di bawa pulang. Kemudian setelah itu mereka pamitan pulang pada tuan rumah.
Tapi tak lama kemudian, para ibu-ibu tersebut datang kembali.. kali ini mereka hanya memakai pakai rumahan.
Ratu dan Ayu saling berpandangan heran, kenapa mereka balik lagi kesini.
" Maaf Mbak kami balik lagi. Kami mau bantuin beres-beres." ujar Bu Ida tetangga sebelah rumah Nek Aminah pada Ratu.
" Oh iya bu..terima kasih.", jawab Ratu sambil tersenyum.
Ratu terharu dengan kekompakan para ibu-ibu tetangga Nek Aminah.
Setelah itu para ibu-ibu tersebut mulai membereskan bekas-bekas para tamu yang makan.
Tak sampai satu jam, semua udah beres. Dan mereka pun berpamitan kembali.
☘️☘️☘️☘️☘️
" Tadi setelah kami pulang kamu ada tidur?" tanya Richie ketika mereka sedang duduk di salah satu kursi di dalam tenda.
" Iya.. tadi aku tidur cukup lama." jawab Jasmin sambil tersenyum.
" Syukurlah..jaga kesehatan ya." ujar Richie sambil mengelus rambut Jasmin yang tertutupi oleh kerudung yang ia pakai.
Jasmin mengangguk tanda mengerti. Lalu Jasmin menatap ke arah Richie, tanpa ia sadari ternyata Richie pun sedang menatap nya.
Mereka bertatapan hingga beberapa saat. Dan mereka memiliki bola mata yang sama, Sama-sama coklat terang.
" Mata mu benar-benar indah.", ujar Richie dengan lembut.
Jasmin menunduk dan tersipu malu mendengar ucapan Richie.
Richie tertawa pelan melihat Jasmin tersipu malu.
BERSAMBUNG.
JANGAN LUPA BANTU LIKE, KOMEN DAN JUGA VOTE YA..TERIMA KASIH.
OH YA MAU TANYA, TEMAN-TEMAN DI SINI ADA YANG ARMY JUGA GAK?
UDAH DENGAR LAGU JUNGKOOK YG DI PRODUSERI OLEH SUGA? GILA MYY.. LAGU NYA MERAJAI CHART I-TUNES DUNIA.. WOWW.
__ADS_1
SALUT BUAT MAKNAE BTS TERSEBUTT..