ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.

ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.
SENANG BERBAGI KEBAHAGIAAN DENGAN MU.


__ADS_3

Mobil yang mereka tumpangi baru terparkir. Tapi Zevania dan Senja langsung membuka pintu mobil dan lari keluar.


"Mbak Zeze... hati-hati, nanti terjatuh.", seru Neka dengan wajah khawatir.


Tapi keduanya tak perduli, malah langsung lari masuk ke gang rumah Jasmin.


Richie hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah adiknya terkadang terlalu hiperaktif.


" Udah Om, biar aja. Paling kalau jatuh lecet.", ucap Richie sambil tersenyum simpul.


" Nah itu masalahnya mas, saya gak mau mbak Zeze lecet.", jawab Neka sambil mengacak-acak rambutnya yang sedikit gondrong.


Richie dan Zhafran tertawa mendengar jawaban Neka yang terdengar seperti orang frustasi.


" Ayo kita masuk..", ucap Richie pada Zhafran.


Mereka berdua keluar dari mobil, meninggalkan Neka di dalam mobil sendirian.


Sementara itu, kedatangan Zevania dan Senja membuat Jasmin kaget. Ia langsung memeluk keduanya. Dan ternyata di sana ada Gibran. Mereka berdua sepertinya sedang belajar, atau tepatnya Gibran sedang mengajari Jasmin.


" Eh ada Gibran..", sapa Senja sambil tersenyum.


" Iya Nja', kami sedang belajar.", jawab Gibran sambil tersenyum.


Jasmin lalu mengajak keduanya untuk duduk sama-sama di lantai. Tapi Zevania terlihat celingak-celinguk seperti mencari sesuatu.


" Kamu nyari apa Ze?", tanya Jasmin.


" Nenek kemana?", tanya Zevania.


" Oh nenek ke pasar sama mamanya Gibran.", jawab Senja sambil tersenyum.


" Oh pantesan kalian cuma berdua di rumah.", ucap Zevania sambil tersenyum.


Tak lama kemudian, Richie dan Zhafran pun masuk. Mata Richie dan Gibran langsung berpandangan. Mereka sama-sama diam tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


" Jasmin.. turut berduka cita ya..", ucap Zhafran .


" Iya terima kasih Fran.", jawab Jasmin sambil tersenyum.


" Permisi Mbak.. ini barang-barangnya tadi.", tiba-tiba Neka datang membawa pakaian dan juga makanan yang udah mereka beli tadi.


" Oh ya Om, makasih.", ucap Zevania sambil mengambil paper bag yang berisi pakaian mereka.


Zevania menyerahkan pakaian yang telah ia beli untuk Jasmin pada Jasmin.


Jasmin menerima paper bag tersebut sambil mengernyitkan dahinya.


" Kamu beliin aku baju?", tanya Jasmin.


" Iya.. Mommy suruh.", jawab Zevania sambil tersenyum manis.


" Acchh... makasih.", ucap Jasmin sambil memeluk Zevania.


Zevania hanya mengangguk sambil tertawa.


Ia lalu menarik tangan Jasmin menuju kamar, sambil membawa paper bag miliknya di ikuti oleh Senja yang juga menenteng paper bag yang berisi pakaiannya.


Senja langsung menutup pintu kamar setelah mereka semua masuk.


" Aku mau ganti baju.", ucap Zevania sambil membuka pakaian sekolahnya dan mengeluarkan baju santainya di dalam paper bag.


Ia mengeluarkan satu stel baju yang berisi celana jeans dan juga baju kaos bermotif hello Kitty.


Zevania melirik ke arah Senja yang udah memakai pakaian yang sama dengannya, tapi bajunya kaos putih polos.


" Aku juga beliin kamu baju dan celana kayak kami, tapi bedanya kaosnya berwana pink dengan motif kelinci.", ucap Zevania pada Jasmin.


Jasmin segera mengeluarkan pakaian dari dalam paper bag. Matanya indah berbinar ketika melihat sepasang busana muslim dan juga satu stel pakaian santai.


Ia langsung menatap ke arah Zevania dengan mata berkaca-kaca.


" Makasih Ze..kamu baik banget sama aku.", ucapnya sambil memeluk Zevania.


Zevania membalas pelukan Jasmin.


" Aku senang bisa berbagi kebahagiaan dengan mu.. karena aku menyayangi mu.", ucap Zevania tulus.


" Udah.. jangan nangis. Aku tadi pesan pesan ikan bakar dan sate buat mu sama nenek.. yuk ku temenin makan.", ucap Zevania sambil mengurai pelukannya.

__ADS_1


Mereka bertiga keluar dari kamar, tentu saja setelah Senja menggantung baju sekolah mereka dengan hanger.


Ketika mereka keluar kamar, ternyata Zhafran dan Richie pun udah ganti baju.


" Ini lauknya, kalian makan dulu.", ucap Senja sambil menyerahkan kantong plastik yang berisi makanan pada Jasmin.


Jasmin menerimanya. Ia lalu membawa bungkusan tersebut ke dapur, meletakkannya di atas piring.. lalu membawanya lagi ke depan


" Ayo kita makan dulu ", ajaknya pada semua orang di sana.


" Kami udah makan.. kamu makan lah sama Gibran. Kami duduk di luar ya..", ucap Zevania sambil menarik tangan Senja. Yang di ikuti oleh Richie dan juga Zhafran.


Mereka duduk di kursi bawah tenda sambil main handphone.


Zhafran dan Richie main game, sementara Zevania gan Senja nonton film kartun.


Tapi keasikan mereka terganggu ketika melihat beberapa orang anak-anak yang sedang berlarian seperi mengejar sesuatu .


Tanpa di komando mereka berempat pun ikut berlari. Ingin tau apa yang sebenarnya terjadi.


Rupa-rupa anak-anak tersebut berlari mengejar layangan yang putus.


Dan yang lucunya lagi, Richie, Zhafran, Zevania dan juga Senja pun ikut mengejar.


Bukan hanya itu, para bodyguard pun ikut mengejar.


Sontak saja hal tersebut menjadi perhatian warga kampung tersebut.


Pelarian mereka semua berhenti di sebatang pohon besar dan rindang. Ternyata layangan tersebut tersangkut di sana.


Napas mereka semua terengah-engah dan badan mereka pun bercucuran peluh. Bukan hanya itu, wajah Zevania, Richie, Zhafran dan juga Senja udah seperti kepiting rebus.. merah.


" Mana layangan nya?", tanya Neka sambil mengatur napasnya.


" Itu Om, nyangkut.", jawab Zevania sambil menunjuk ke atas.


" Oalah.. itu gak bisa di ambil. Posisinya ada di ujung ranting.", ujar Neka sambil melihat keatas.


" Yaa Om, kita gak ada layangan lagi. Padahal kita masih ingin main.", ucap salah anak yang mengejar layangan tersebut dengan wajah sedih.


" Emang gak ada yang jual lagi?", tanya Zhafran.


" Ada, tapi kami mana punya duit mau beli.", jawabnya dengan raut wajah murung.


" Haahh..serius Mbak?", tanya Neka kaget.


" Iya om..beli 12 biji layangan.", ucap Zevania setelah ia selesai menghitung anak-anak yang di sana.


" Kenapa banyak banget?", tanya Neka heran.


" Enam buat mereka dan enam nya lagi buat kami.", jawab Zevania.


" Gak, gak boleh. Kalian gak boleh main layangan.", jawab Neka sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


" Ayo lah Om, kami juga pengen ngerasain kayak anak yang lain.", Rajuk Zevania dengan wajah melasnya.


" Tolong lah Mbak..jangan bikin masalah. ", ucap Neka memohon.


Zevania akhirnya terdiam. Ia tau, percuma ia memohon, Karena bodyguard nya tersebut pasti akan tetap melarang.


" Udah lah dek.. itu terlalu berbahaya buat kita. Sekarang ini kita udah dalam bahaya.", ujar Richie memberikan pengertian pada adiknya.


Mata Zevania berkaca-kaca. Ia sepertinya benar-benar kesal. Kenapa ruang gerak nya slalu di batasi.


Senja memeluk tubuh Zevania.. mengelus pundaknya.


" Om, beli aja layangan buat mereka. Aku gak ikut main layangan, tapi aku hanya ingin menonton.", ucap Zevania akhirnya.


Neka pun tersenyum lega. Ia senang, Zevania akhirnya mau mengerti.


Neka memberikan dua lembar uang ratusan kepada salah satu anak. Anak tersebut terlihat kaget.


" Om.. kebanyakan, ini aja masih banyak sisanya.", ucap anak tersebut sambil mengembalikan selembar uang ratusan tersebut pada Neka.


" Om, tambah aja empat ratus lagi. Biar mereka bisa bagi rata.", titah Richie pada Neka.


Neka pun segera merogoh sakunya,dan memberikan Empat lembar lagi uang ratusan.


Anak-anak tersebut menerimanya dengan tangan gemetaran.

__ADS_1


" Benaran ini buat kami?", tanya nya lagi untuk sekedar meyakinkan.


" Iya benaran..kalian bagi lah selembar-selembar. Udah itu beli layangan dan kalian main layangan di sini. Kami tunggu di sini.", jawab Neka sambil menatap wajah anak-anak tersebut bergantian.


Anak-anak tersebut berpamitan untuk pergi membeli layangan.


Pohon rindang tersebut dekat sebuah lapangan yang cukup luas. Dan di bawah pohon tersebut terdapat sebuah bale-bale yang terbuat dari bilah bambu.


Di sanalah mereka sekarang, duduk di bale-bale sambil menunggu anak-anak tadi membeli layangan.


Richie mengelus rambut adiknya dengan lembut.


" Masih kesel princess?", tanya sambil menatap wajah Zevania.


Zevania menggeleng sambil tersenyum.


" Gak mas.. untuk apa aku kesal berlama-lama, toh tak akan merubah keadaan. Ketika aku udah SMU nanti, aku ingin hidup di luar, hidup sebagai orang biasa.", jawab Zevania sambil menatap ke arah langit.


" Maksud mu?", tanya Richie tak mengerti.


" Aku ingin merasakan hidup di luar, tanpa embel-embel nama besar keluarga kita. Aku ingin mandiri..", jawab Zevania sambil tersenyum.


Richie menganggukkan kepalanya, ia mengerti apa yang adik nya rasakan.. karena ia pun merasakan begitu. Tapi mau gimana lagi, takdir mereka memang harus seperti ini.


" Kalian tau gak...ada banyak anak-anak di luar sana yang ingin berada di posisi kalian.", ucap Senja sambil tersenyum.


" Tapi mau gimana lagi, takdir mereka seperti itu.", lanjut Senja.


" Senja benar.. hidup seperti kalian adalah impian semua orang.", timpal Zhafran.


Richie dan Zevania saling berpandangan. Mereka berdua merasa tak enak hati, karena hidup kurang bersyukur.


" Maafkan kami.", ucap Richie sambil menundukkan wajahnya.


" Iya, aku juga minta maaf. Tapi tetap keinginan ku untuk hidup seperti orang-orang lain akan kulakukan setelah aku masuk SMU.", timpal Zevania dengan penuh keyakinan.


Mereka semua hanya menarik napas berat mendengar tekat dan keinginan gadis cantik yang lahir memakai sendok emas tersebut.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Sementara itu, setelah Gibran di jemput oleh orang tuanya. Jasmin pun memutuskan untuk menyusul teman-temannya.


Ia sempat bertanya pada anak-anak yang lewat di gang depan rumahnya. Apakah mereka melihat ciri-ciri teman-teman nya atau tidak. Dan di luar dugaan, tenyata mereka mengatakan kalau teman-teman nya saat ini berada di lapangan.


Jasmin menyusuri pinggir aspal sambil bernyanyi kecil. Hingga tanpa ia sadari, sebuah mobil dari tadi mengikutinya.


Setelah dekat, mobil tersebut langsung berhenti tepat di samping Jasmin. Jasmin pun terkejut ketika pintu mobil tersebut di buka dan orang di dalam mobil tersebut segera menarik tubuhnya ke dalam mobil. Hingga tanpa sadar sendal yang ia pakai terjatuh satu.


Jasmin memberontak sekuat tenaga. Ia menjerit memanggil neneknya dan juga Richie. Entah kenapa, saat seperti ini yang dia ingat adalah Richie.


Jasmin terus memberontak, hingga laki-laki tersebut kewalahan. Dengan susah payah ia mengambil sapu tangan dari dalam kantongnya, dan menutupkan nya ke hidung Jasmin.


Setelah mencium sapu tangan tersebut, Jasmin langsung terkulai lemas.


Dan mobil tersebut langsung melesat meninggalkan tempat tersebut.


☘️☘️☘️☘️


Zevania, Senja, Richie dan juga Zhafran sedang fokus melihat anak-anak Yang sedang menerbangkan layangan.


Tangan mereka sangat mahir menarik ulur benang layangan.


Tapi tiba-tiba Richie memegangi dadanya. Entah mengapa, bayangan Jasmin berkelebat di pikiran nya.


" Kenapa Rich?", tanya Zhafran.


" Entah kenapa aku kepikiran Jasmin.", jawab Richie jujur.


" Oh mungkin dia lagi ngomongin kamu.", jawab Zhafran sekenanya.


" Iya juga kali ya...", jawab Richie berusaha untuk menenangkan dirinya.


Tapi entah mengapa, perasaannya gusar dan gelisah.


" Om.. bisa tolong jemput Jasmin gak, bawa dia kesini?", ucap Richie pada Satrio sang bodyguard.


" Baik mas.. saya akan menjemputnya.", ia pun langsung beranjak meninggalkan tempat tersebut.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


JANGAN BOSAN-BOSAN BANTU VOTE DAN Like YA..


AKU CINTA KALIAN😘😘😘


__ADS_2