ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.

ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.
KASIHAN DIRI MU NAK.


__ADS_3

Selesai makan.. anak-anak ingin berenang. Alex gak keberatan, begitu juga dengan Ratu. Toh pantai di daerah sini masih bersih banget. Air nya pun berwarna biru kehijauan.


Saat anak-anak bermain air, Ratu, Alex, Elang dan juga Ayu berbicara serius.


"Say.. kemarin, aku udh ngobrol sama mamanya Senja. Ia sekarang lagi menganggur dan tak ada satu perusahaan pun yang mau memperkerjakan dia. Itulah sebabnya, Senja dan mamanya hidup dalam kekurangan." ujar Ayu membuka pembicaraan.


" Kenapa bisa begitu?" tanya Ratu heran. Begitu pun Alex dan Elang. Mereka terlihat ikut mengernyitkan dahi.


" Itu semua ulah dari mantan suaminya dan keluarga besarnya. Terutama nenek nya Senja. Sepertinya ia tak akan membiarkan hidup Senja dan mamanya tenang dan bahagia.", jawab Ayu.


" Lahhh.. Alasan nya apa?", tanya Ratu terlihat mulai kesal.


" Karena Bu Maria, mamanya Senja berasal dari keluarga miskin.", jawab Ayu lagi.


" Siapa sih keluarganya keluarga dari papa nya Senja?", tanya Ratu penasaran.


" Keluarganya adalah pemilik PT Bima Satria.", jawab Ayu.


" Jangan bilang papanya Senja adalah Iwan Abraham?", tanya Ratu dengan mata melotot.


" Iya.. Emang dia.", jawab Ayu dengan wajah kesal.


" Brengsekk.. aku tak menyangka, manusia yang terlihat santun tersebut tak lebih dari binatangg..", umpat Ratu dengan wajah memerah.


" Setelah kita pulang dari Batam.. bawa Bu Maria ke Richie Company. Aku ingin Bu Maria membalas perlakuan keluarga pak Iwan.", titah Ratu.


" Oke say..", jawab Ayu sambil tersenyum. Ia tau.


Sementara' Alex terdiam, ia tak menyangka.. ada manusia seperti papanya Senja. Yang demi harta rela kehilangan anak dan istrinya.


" Ingat ya mas Elang.. apa pun yang terjadi, anak dan istri adalah segalanya. Jangan pernah menyia-nyiakan keluarga mu.", pesan Rayu pada Elang.


Elang hanya mengangguk, ia bingung.. kenapa pada akhirnya ia yang kena?


🍀🍀🍀🍀🍀


"Anak-anak udahan dulu yuk mainnya. Kita mau pulang", teriak Ratu.


Anak-anak segera berlarian keluar dari dalam air ketika Ratu memanggil.


Mereka segera pulang ke rumah Atuk Soleh. Sampai di rumah, mereka segera mandi. Untunglah Sebelum pergi Ratu udah nyiapin pakaian buat ganti.


Senja mandi barengan dengan Zevania, sementara Richie dan Zhafran gantian. Zamiri udah mandi di dekat sumur.


Sambil menunggu anak-anak selesai mandi, Ratu kembali menawarkan pada pak Najib dan istrinya untuk ikut ke kota impian.


Tapi sepertinya mereka akan tetap pada pendirian mereka.. akan tetap tinggal di pulau ini.


Buat mereka, udara kota, suasana kota tak cocok dengan mereka. Mereka menyukai birunya laut dan putihnya pasir di pantai.


Tapi mereka berjanji, akan menyuruh Zamiri untuk ke kota impian membantu Richie bila waktunya telah tiba.


Anak-anak udah selesai mandi. Ratu dan Ayu membantu Zevania dan Senja untuk ganti pakaian dan mengikat rambut panjang mereka. Tentu saja setelah rambutnya di keringkan terlebih dahulu.


Kedua gadis kecil tersebut telah berdandan rapi. Kedua-duanya sangat cantik. Begitu juga Zhafran dan Richie..mereka juga telah selesai mandi, pakaian dan udah ganteng


" Pak, Bu.. kami pulang dulu. Kalau ada waktu, main lah ke kota kami.", ujar Richie berpamitan pada pak Najib dan Bu Sutini.


" Iya nak...insya Allah.", jawab pak Soleh sambil mengelus rambut Richie dengan lembut.


Bu Sutini memeluk dan mencium Richie. Bu Sutini sangat menyukai anak-anak Alex dan Ratu. Mereka sangat sopan dan baik hati. sepertinya, orang tuanya telah berhasil mendidiknya.

__ADS_1


Zevania pun ikut berpamitan.. setelah mencium tangan Bu Sutini. Ia lalu pun mencium tangan pak Najib. Di iringi oleh Senja dan Zhafran.


" Mas Zam.. aku pulang dulu ya, kami tunggu di kota impian.", ujar Zevania sambil menyalami tangan Zamiri. Zamiri menyambut tangan Zevania.


" Insya Allah kami akan Mein kesana.", jawab Zamiri sambil tersenyum.


Melihat tangan Zevania di genggam cukup lama oleh Zamiri, Zhafran merasa kesal.


" Tangannya jangan kelamaan di genggam,, entar lecet.", celetuk Zhafran dengan mimik kesal.


Zevania segera menarik tangannya dari genggaman Zamiri. Ia lalu tersenyum pada Zhafran yang terlihat kesal.


Di tarik nya tangan Zhafran.. ia segera mengajak Zhafran untuk pergi dari sana, dan langsung menyusul Richie yang sedang berpamitan pada Atuk Soleh dan Nek Siti.


Atuk Soleh sedang menasehati Richie.


" Nak..bersabarlah jika masalah datang pada mu. Jangan gegabah dalam mengambil tindakan. Karena laki-laki yang baik adalah laki-laki yang berpegang teguh pada pendiriannya.", nasehat Atuk Soleh sambil mengelus pundak Richie.


Richie mengangguk sambil tersenyum.


" Terima kasih Atuk atas semua pesan dan nasehat nya.


Richie lalu mencium tangan Atuk Soleh. Setelah itu barulah ia berpamitan dengan Nek Siti. Nek Siti hanya mencium dan memeluk Richie tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Kini giliran Senja yang mendapat wejangan dari Atuk Soleh.


" Nak.. paras mu begitu rupawan. Atuk yakin, begitu juga dengan hati mu. Bersabarlah ketika menemui ujian.. karena ujian hanya akan datang pada orang-orang terbaik.. yang Allah yakin ia mampu untuk memikul nya. Allah akan menaikkan derajat untuk hambanya yang mampu melewati setiap cobaan yang di berikan padanya.


Senja mengangguk kan kepalanya.


" Terima kasih Atuk. Aku akan slalu ingat pesan Atuk.


Senja lalu mencium tangan Atuk Soleh. Atuk Soleh pun mengelus rambut Senja dengan lembut.


Kini giliran ia berpamitan dengan Nek Siti.


Nek Siti kembali memeluk dan mencium pipi Senja.


" Jaga diri mu ya nak. Allah bersama orang-orang yang sabar.", pesan Bek Siti.


Senja mengangguk sambil mengucapkan terima kasih.


kini giliran Zevania dan Zhafran yang berpamitan. Tapi tak ada pesan khusus dari Atuk Soleh dan Nek Siti.


Setelah itu barulah Ratu, Alex, Ayu dan juga Elang serta semua bodyguard berpamitan pada Atuk Soleh dan semua warga.


Ratu mengundang mereka untuk datang ke kota impian. Semua warga terlihat antusias mendapat undangan dari Ratu.


Selesai berpamitan, mereka semua segera naik ke Speed boat. Matahari telah merembang sore ketika speed boat membelah laut yang terlihat tenang.


Mereka pergi meninggalkan pulau itu dengan berjuta kenangan di dalam hati.


25menit kemudian.. speed boat telah merapat di pelabuhan Resort tempat mereka menginap. Rona bahagia terpancar dari wajah mereka.. Walau tak bisa di pungkiri, mereka kelelahan.


Setelah sampai di kamar, mereka langsung ganti pakaian tidur. Mereka berencana akan tidur, Sampai waktu Maghrib tiba.


🍀🍀🍀🍀🍀


Adzan Maghrib berkumandang di masjid milik salah satu milik batalyon infanteri angkatan darat.


Senja langsung membuka matanya dan beranjak menuju kamar mandi. Di tempat tidur yang terpisah, terlihat Zevania masih terlelap. Tapi ketika Senja menyalakan lampu kamar mandi, ia pun terbangun.

__ADS_1


" Aku sholat duluan ya..", ujar Senja ketika ia selesai berwudhu dan berpapasan dengan Zevania di pintu kamar mandi.


" Oke..", jawab Zevania sambil tersenyum.


Setelah keluar dari kamar mandi, Zevania pun segera melaksanakan sholat Maghrib menyusul Senja yang telah sholat terlebih dahulu.


Setelah selesai sholat, kedua gadis kecil tersebut keluar kamar. Mereka berdua menuju kamar Richie dan Zhafran.


Baru saja Zevania hendak mengetuk pintu, pintu kamarnya di buka dari dalam. Richie keluar dari kamar di ikutin oleh Zhafran.


" Kalian udah sholat?", tanya Richie sambil memandang wajah Zevania dan Senja bergantian.


" Udah mas..", jawab Zevania sambil tersenyum. Senja mengangguk mengamini ucapan Zevania.


Mendengar jawaban tersebut, Richie tersenyum. Lalu mengajak mereka untuk berkumpul di lobby. Karena Ratu ingin anak-anak menentukan kemana mereka akan makan malam ini.


Setelah sepakat apa yang akan mereka makan. Mereka pun segera menuju mobil, begitu juga dengan semua bodyguard.


Tapi sebelum makan... Ratu, Ayu, Senja dan juga Zevania.. berencana hendak shoping di salah satu mall terbesar di Batam. Mencari oleh buat orang-orang di rumah.


Mall tersebut cukup ramai malam ini.. mungkin karena weekend kali ya.


Senja yang memang jarang ke mall terlihat takjub melihat orang begitu ramai.


Hingga tanpa sadar, ia menabrak seseorang. Untung ada Zevania di sampingnya, hingga ia tak sempat terjatuh.


" Jalan pakai mata..", sentak suara perempuan yang tadi bertabrakan dengan Senja.


" Maaf Bu.. aku gak sengaja.", jawab Senja sambil menundukkan wajahnya.


" Enak aja.. kamu hampir bikin aku jatuh", sungut perempuan tersebut.


Ia lalu mengajar wajah Senja yang sedang tertunduk.


Melihat hal itu, Zevania segera menepis tangan perempuan tersebut.


" Jangan sentuh saudara ku.", sentak Zevania.


" Hei tunggu.. kamu anak yang udah hampir bikin anak ku celaka kan?", Tanya nya dengan wajah terlihat semakin marah.


Senja menatap perempuan di depannya. Entah dari mana datangnya, keberaniannya tiba-tiba muncul.


" Ibu gak tau terima kasih.. Aku yang menolong anak ibu yang tenggelam, tapi ibu bilang aku yang udah mencelakai anak ibu. Kenapa ibu gak tanya sana anak ibu, apa yang terjadi sebenarnya!!!", sentak Senja dengan marah.


Zevania tersenyum melihat Senja begitu berani.


Lain lagi dengan reaksi ibu tersebut..ia semakin marah. Keributan tak bisa dielakkan.


Keributan yang tak seimbang sedang terjadi. 2 orang gadis kecil, melawan ibu-ibu yang egois.


Beruntunglah.. sebelum terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, para bodyguard datang ke tempat tersebut.


Para bodyguard tersebut terlihat sangat merasa bersalah, karena mereka telah lalai menjaga tuan mereka.


" Stop Bu.. jangan perpanjang masalah ini. Jangan sampai ibu menyesal nanti.", ujar bodyguard tersebut dengan wajah menahan marah.


" Kalian pikir aku takut sama kalian?", tantang perempuan tersebut dengan bringas.


Melihat keributan yang terjadi, security mall tersebut segera turun tangan. Mereka segera mengamankan ibu tersebut ke pos. Agar tak memancing perhatian pengunjung yang lain.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


SIAPA SEBENARNYA IBU-IBU TERSEBUT?


KENAPA SEPERTINYA IA SENGAJA MEMPERSULIT SENJA...?


__ADS_2