
Richie berjalan meninggalkan Dora yang terlihat masih takut-takut. Ia berjalan menuju meja nya, meletakkan tasnya di dalam laci meja, lalu ia pun duduk. Wajahnya masih terlihat kesal memandang ke arah Dora yang sedang berjalan mengarah ke arah tempat duduknya.
" Cathrine.. kenapa kamu gak ngebantuin aku...?", tanya Dora sambil menghempaskan pinggulnya di kursi dengan kasar.
"Ngapain aku bantuin kamu..bikin jelek reputasi ku di depan Richie aja.", jawab Cathrine dengan santainya.
" Tapi kan kamu yang nyuruh aku untuk ngerjain Senja..", sentak Dora kesal.
Cathrine hanya mengangkat pundaknya tanpa menjawab apa pun. Dora benar-benar kesal di buatnya.
Richie menatap wajah senja dari samping. Ketika Senja melirik, Richie segera membuang pandangannya. wajahnya sedikit berubah.. mungkin ia malu karena kedapatan sedang memandangi Senja secara diam-diam.
" Terima kasih Ric..kamu udah bantuin aku.",ujar senja lembut.
" Sama-sama.." jawab Richie singkat sambil tersenyum tipis.
" Mas Richie tersenyum..?", seru Zevania dengan mata terbelalak.
" Apa sih..", sentak Richie dengan wajah kesal.
" Tadi mas senyum kan?", tanya Zevania lagi.
" Siapa yang senyum, kamu salah lihat kali.", jawab Richie tetap dengan wajah kesalnya.
" Aku gak salah lihat kok.", ujar Zevania kekeuh.
" Gak ada....", jawab Richie.
" Adaaaaa..", ujar Zevania lagi.
" Kalian kenapa sih, ribut gara-gara senyum. Emang aneh ya kalau Richie senyum.?", sela Zhafran yang terlihat mulai kesal melihat pertengkaran Twins tersebut.
" Gak aneh sih, tapi ajaib. Soalnya mas Richie wajahnya selalu datar dan dingin. Dia jarang mau senyum sana orang lain.", jawab Zevania dengan menggebu-gebu.
Mendengar jawaban Zevania, Zhafran jadi terdiam.
Matanya lalu beralih menatap Richie. Richie pura-pura tak melihat.
Zevania dan Senja tertawa melihat tingkah Richie.
" Selamat pagi murid-murid..", sapa Bu guru bahasa Indonesia yang tiba-tiba telah berada di depan kelas tanpa mereka sadari.
__ADS_1
" Selamat pagi juga Bu guruuu..", jawab semua murid serentak.
Suasana kelas hening seketika. Karena pelajaran akan segera di mulai.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sementara itu, Alex dan Ratu berjalan menuju ruang wali kelas Twins, Miss Susan. Ratu akan memperkenalkan suaminya pada wali kelas sekaligus orang kepercayaan papanya tersebut. Miss Susan tidak hanya bertugas menjadi wali murid anaknya, tapi juga memastikan keselamatan anaknya . Seluruh penjuru sekolah ini di bawah pengawasan Miss Susan. Walau pun sekolah itu sendiri telah mempunyai jaringan cctv-nya..Tapi untuk menjaga dari segalakemubgkinan buruk, Miss Susan meminta untuk di pasang cctv-nya yang monitor nya ada di ruangannya.
Miss Susan menyambut kedatangan bosnya tersebut dengan sopan.
" Ini Miss Susan mas..orang kepercayaan papa sekaligus wali murid Twins. Ia yang akan slalu memastikan keamanan untuk anak-anak kita.", Ratu memperkenalkan Miss Susan pada Alex.
Alex mengangguk sambil tersenyum hangat. Miss Susan mengulurkan tangannya pada Alex, Alex pun menyambutnya dengan ramah.
" Terima kasih Miss..udah menjaga anak-anak ku.", ujar Alex.
" Sama-sama pak..", jawab Miss Susan sambil tersenyum.
Lalu Miss Susan mempersilahkan kedua tamu kehormatan nya tersebut untuk duduk.
Mereka lalu duduk di sofa, sambil membahas tentang banyak hal.
Setelah hampir 30 menit mereka berbincang, Alex dan Ratu pun berpamitan karena mereka harus ke kantor. Apa lagi hari ini adalah hati pertama Alex kembali ke kantor.
Sambil berjalan menuju parkiran, tangan Ratu slalu di genggam oleh Alex..seakan takut akan terlepas. Ratu hanya tersenyum melihat dan mendapatkan perlakuan manis dari Alex.
Setibanya di parkiran, bodyguard telah menunggu mereka di samping mobil. Rio segera membuka kan pintu mobil untuk Alex, tapi sebelumnya Alex telah membuka untuk mobil sebelah kiri untuk Ratu.
Alex yang akan menyetir mobilnya. Mereka gak nyaman bila harus menggunakan sopir. Dan para bodyguard mengikuti mobil mereka dari belakang menuju kantor Alex. Tadinya Alex ingin mengantar Ratu terlebih dahulu, tapi ternyata hari ini gak ke kantor.. ia ingin menemani Alex di hari pertama kembali menjadi pemimpin di perusahaannya.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Bel istirahat telah berbunyi.. Anak-anak pun berebutan kabur dari kelas menuju kantin. Termasuk Twins, dan juga Zhafran... Tapi Senja tak beranjak sedikit pun dari tempat duduknya. Ia hanya menatap ketiga temannya yang hendak pergi menuju kantin.
" Nja.. kamu bawa bekal?" tanya Zevania.
Senja tak menjawab, ia hanya menggelengkan kepalanya.
" Ayo ke kantin kalau begitu...", ajak Zevania kemudian.
" Gak Ze, kalian pergi aja. Aku masih kenyang.", jawab Semua sambil tersenyum manis.
__ADS_1
Richie mengernyitkan alisnya mendengar jawaban Senja. Apa lagi tiba-tiba terdengar perut Senja berbunyi.
Richie kemudian berjalan mendekati tempat duduk Senja. Di pegang ya lengan Senja, lalu di bantunya berdiri. Setelah senja berdiri, ia pun menarik tangan Senja. Senja hanya mengikuti Richie tanpa mengeluarkan sepatah kata pun
Zevania dan Zhafran pun mengikuti langkah keduanya dari belakang. Sesampainya di kantin, Richie menarik Satu buah kursi, dan mendudukkan Senja di sana. Ia menarik kursi satu lagi, lalu menarik adiknya Zevania untuk duduk di kursi yang telah ya sediakan di samping Senja. Setelah itu, barulah ia duduk.
Ketika Richie telah mendudukkan pinggulnya di kursi, matanya menatap ke sekeliling.. ternyata semua murid menatap ke arah mereka. Melihat hal tersebut, Richie menatap kesemua siswa dengan tatapan tajamnya. Hingga seluruh siswa dan siswi yang tadi menatapnya kini kembali ke aktivitas mereka masing-masing.
Seorang pelayan kantin datang menghampiri meja mereka sambil membawa buku menu.
" Silahkan Non, Den mau pesan apa.", tanya pelayan tersebut dengan sopan.
" Nama saya Richie, ini adik saya Zevania, itu Senja dan ini Zhafran. jadi cukup panggil kami dengan panggilan nama aja ya mbak." ujar Richie sambil memperkenalkan orang-orang di mejanya satu persatu.
" Baik lah mas Richie." jawab pelayan tersebut sambil tersenyum.
Zevania tersenyum melihat tingkah mas nya yang sangat anti di panggil den.
"Kalian mau pesan apa?" tanya Zhafran.
" Aku Ice lemon tea sama chicken wing tanpa nasi.",ujar Richie.
" Aku orange juice sama chicken wing juga. Tanpa nasi juga..",timpal Zevania sambil tersenyum ke arah Richie. Richie hanya diam tanpa kata sedikit pun.
" Aku Indomie goreng pakai bakso dan minumnya lemon tea.", ujar Zhafran sambil tersenyum.
Sementara Senja hanya terdiam sambil menundukkan wajahnya.
" Nja..kamu mau pesan apa?", tanya Zevania lembut.
" Aku gak bawa uang Ze..", jawab Senja pelan. Mendengar jawaban dari Senja, pelayan kantin terlihat terdiam sambil menatap senja.
" Samain aja sama punya ku mbak.", sela Richie sambil menatap wajah pelayan kantin tersebut.
Pelayan kantin tersebut mengangguk,lalu ia menulis menu yang di pesan. Setelah itu ia pun pergi menuju dapur.
" Nja.. kamu gak papa makan sayap ayam?", tanya Richie sambil menatap wajah Senja.
Senja mengangguk sambil tersenyum.
" Aku suka sayap ayam..apa lagi ayam bakar madu.. pasti enak banget.
__ADS_1
" Syukurlah kalau begitu..", jawab Richie dengan Napas lega.
BERSAMBUNG.