
Adzan Subuh berkumandang memecah keheningan pagi. Suara adzan mengalun dengan indah, seakan ingin semesta tau, bertapa sang khalik merindukan kita untuk bersujud.
Richie menggeliat tubuhnya yang terasa begitu enggan untuk di ajak terbangun. Matanya masih menutup dengan sempurna. Tapi akal sehatnya berkata, ia harus bangkit.. untuk menyambut kerinduan sang khalik.
Ia pun perlahan bangkit dari tempat tidur. Mencari saklar lampu, lalu dinyalakannya lampu di kamar tersebut. Kini kamar tersebut terang benderang.
Lalu ia melangkah menuju kamar mandi. Ia ingin mandi sekalian, sepertinya lebih segar dan menyehatkan.
Selesai ritual mandi dan berpakaian, Richie segera mengerjakan sholat Subuh. Ia melakukannya dengan khusyuk. Membaca setiap bacaan sholat dengan pelan. menikmati setiap pujiannya pada sang khalik.
Usai melaksanakan sholat subuh, ia segera melipat kembali sajadah dan sarungnya.. serta menyimpan kembali kedalam lemari.
Setelah itu ia membuka kembali buku pelajarannya. Mengulang kembali setiap pelajaran yang telah di pelajari nya di sekolah.
Sedang asik belajar, pintu di ketuk dari luar.
Richie mengalihkan pandangan nya pada pintu kamarnya. Menunggu siapa yang akan muncul di balik pintunya.
Ternyata yang muncul Alex. Alex terlihat semakin tampan dengan baju Koko dan pecinya.
" Udah sholat nak?", tanya Alex sambil menghampiri Richie.
" Udah Daddy.." jawab Richie sambil tersenyum.
" Wah..kamu lagi belajar ya?", tanya Alex sambil memandang ke arah buku yang di pegang oleh Richie.
" Iya Daddy.. mengulang kembali pelajaran yang udah di kasih sama guru di sekolah.", jawab Richie sambil ikut memasang buku yang tengah ia baca.
" Ya udah, Daddy keluar dulu. Kamu lanjutkan belajar nya. Nanti turun sarapan ya..", pesan Alex sambil mengelus sayang rambut anak laki-laki nya tersebut.
Setelah Daddy nya pergi, Richie kembali melanjutkan belajar nya. Setelah hampir tiga puluh menit ia berkutat dengan buku pelajarannya, merasa telah menghapal semua pelajaran nya.. Richie menyimpan kembali bukunya di rak.
Setelah itu ia memakai pakaian seragam sekolahnya. Setelah merasa udah rapi, ia mengambil tas yang berisi buku mata pelajaran hari ini.
Ia kemudian keluar dari kamarnya, tapi sebelum ia turun ke bawah ia sempatkan untuk mampir di kamar adiknya. Untuk mengajak sekalian adiknya untuk sarapan.
Ternyata Zevania pun telah rapi dengan tas gendongnya. Zevania tersenyum manis pada saudara kembarnya tersebut.
" Selamat pagi mas Richie ku yang ganteng?", sapa Zevania dengan genit.
" Selamat pagi juga adik ku yang cantik.", jawab Richie sambil tersenyum.
Mereka berdua tertawa, lalu bergandengan tangan sambil turun dari tangga.
__ADS_1
Di ruang tamu, duduklah Ratu, Alex dan juga Ayu. Sepertinya mereka sedang membahas masalah pekerjaan. Tapi mendengar langkah kaki menuruni tangga, ketiganya pun serentak memandang ke arah asal suara.
Mereka bertiga tersenyum haru melihat si kembar sedang bergandengan tangan sambil tertawa. Bertapa si kembar saling menyayangi.
Si kembar berjalan ke arah mereka yang sedang duduk sambil memperhatikan keduanya.
" Selamat pagi semuanya..?", sapa Zevania sambil mencium pipi Daddy nya, Ratu lalu kemudian Ayu. Di ikuti oleh Richie di belakang nya.
" Pagi juga sayang..", jawab ketiganya nyaris berbarengan.
" Hari ini siapa yang antar kami ke sekolah?", tanya Zevania sambil duduk di pangkuan daddynya.
" Aunty yang antar kalian.", jawab Ayu sambil tersenyum.
" Yeyyy..nanti kita ke rumah sakit ya Aunty?", ujar Zevania sambil memandang Ayu.
" Iya sayang.", jawab Ayu.
" Emangnya Aunty tau siapa yang sakit?", tanya Zevania heran.
" Tau dong.. nenek sama kakeknya Jasmin kan?", jawab Ayu sambil mengedipkan matanya.
" Haaahh...kok Aunty bisa tau?", tanya Zevania keheranan.
" Oooh.. iya juga ya.", jawabnya sambil memanyunkan bibirnya. Sepertinya ia baru menyadari kepolosannya.
" Hahaha..udah yuk, kita sarapan. Daddy banyak kerjaan hari ini di kantor." Alex menjadi penengah buat keduanya.
Mereka semua akhir nya berdiri, lalu berjalan bersama menuju meja makan. Hari ini, Mereka hanya sarapan roti dan segelas susu.
Setelah selesai sarapan, mereka pun langsung berangkat menuju mobil masing-masing.
Ratu hari bawa mobil sendiri, begitu juga dengan Alex. Jadi mereka pergi masing-masing.
Anak-anak juga udah berada di dalam mobil Ayu. Dan para bodyguard pun telah standby di mobil masing-masing.
Salah satu mobil bodyguard yang di kendarai oleh Neka langsung jalan duluan. Lalu di ikuti oleh mobil Ayu dan berapa mobil bodyguard yang lain.
Kini mereka telah berada di jalan raya. Jalanan belum begitu ramai. Karena hari masih begitu pagi.
" Aunty.. kita jemput Senja dulu kan?", tanya Zevania.
" Gak nak.. Senja dia antar Mommy nya."jawab Ayu sambil matanya tetap fokus ke jalan.
__ADS_1
" Mereka udah punya mobi", tanya Zevania kaget.
" Iya.. itu fasilitas yang di berikan kantor untuk Bu Maria Mommy Senja.", jawab Ayu sambil tersenyum.
" Oh syukur lah.. jadi Senja bisa bareng sama Mommy nya ..", ujar Zevania bernafas lega.
Tak terasa mobil mereka telah memasuki parkiran Internasional School.
Begitu juga dengan mobil yang di kendarai oleh Bu Maria dan Senja.
Bu Maria terlihat semakin cantik dan mempesona. Pakaian yang ia gunakan pun telah mengikuti mode fashion terkini.
Tak ada lagi wanita lugu dan kucel, kini yang ada wanita cantik dan berstatus sosial yang cukup di perhitungkan.
Apa lagi posisi yang ia punya tidak main-main di proyek ini. Entah apa yang akan terjadi, bila ayah kandung Senja melihat Bu Maria yang sekarang..!!!
Jadi penasaran apa yang akan ia lakukan.
🍀🍀🍀🍀🍀
Dari tadi, Zevania terus bercerita tentang Jasmin. Entah mengapa, ia ingin Senja dan Zhafran tau tentang teman barunya itu.
Bibir Senja sedikit cemberut. Jujur, ia merasa tersaingi. Selama ini, belum ada yang mampu menggoyahkan atensi sahabatnya itu dari dirinya.
Tapi sepertinya, aura Jasmin begitu kuat.. hingga langsung membuat Zevania menyingkirkan sedikit posisi Senja.
" Nanti pulang sekolah aku sama mas Richie mau ke tempat Jasmin.. kalian mau ikut?", Zevania menawari kedua sahabatnya tersebut.
Senja dan Zhafran mengangguk. Sepetinya keduanya sama penasarannya tentang sosok bernama Jasmin tersebut.
Richie hanya terdiam melihat adiknya bercerita tentang Jasmin. Perasaan nya menghangat ketika ia memikirkan Jasmin.
Gadis kecil yang kuat dan mandiri.
" Kenapa kamu melamun?", tanya Zhafran sambil menyikut lengan Richie.
Richie menatap wajah Zhafran, lalu ia pun menggelengkan kepalanya.
" Aku gak apa-apa.", jawab Zhafran singkat.
Zhafran hanya mengedikkan bahunya. Sepertinya percuma menanyakan sesuatu pada Richie, karena ia tak akan pernah mengakuinya. Kecuali jika ia yang ingin bercerita. Pribadinya terlalu tertutup.
BERSAMBUNG.
__ADS_1
.