ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.

ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.
GAK MAU MOMMY SAKIT.


__ADS_3

Richie naik ke tempat tidur, ia lalu membaringkan tubuhnya di samping kembarannya tersebut.


" Mas..telpon Mommy yuk, aku pengen dengar suara Mommy." ujar Zevania sambil merubah posisinya yang tadinya berbaring menjadi duduk.


" Bentar..", Richie pun mengambil handphone yang berada di atas nakas samping tempat tidurnya.


Sebelum Richie sempat untuk membuka aplikasi handphonenya, kamarnya di ketuk dari luar dan seseorang pun masuk.


" Ni Baby Twins.. Mommy kalian video call.", ternyata Ayu yang masuk kedalam kamar mereka sambil menyerahkan handphone nya.


Richie pun segera duduk, lalu Ayu menyerahkan handphone nya pada kedua bocah kembar tersebut.


" Assalamualaikum Mommy..", sapa Richie dan Zevania berbarengan.


" Wa'alaikum salam anak Mommy." jawab Ratu dengan lembut.


" Kalian udah mau tidur?", tanya Ratu dengan mata penuh kerinduan.


" Belum Mom, kami baru aja mau telpon Mommy..eh Mommy udah telpon duluan." jawab Zevania dengan tampang lucu.


Richie tak bicara apa pun, ia hanya memandangi wajah Mommy nya. Sejuta makna yang ia sampaikan lewat tatapan matanya.


" Mas Richie kenapa?", tanya Ratu lembut.


" Gak apa-apa Mom. Mommy baik-baik aja di sana kan?", jawab Richie sambil tersenyum.


" Alhamdulillah Mommy baik-baik Saja. Gimana sekolahnya? Terus, tadi kalian ngaji?" tanya Ratu.


" Iya Mom, tadi kami ngaji. Di sekolah cukup menyenangkan.", jawab Zevania dengan gayanya yang lucu.


" Syukurlah, jangan nakal ya nak. Jadilah seseorang yang baik pada siapa pun, tanpa melihat status sosial mereka.", pesan Ratu kepada anak-anak nya tersebut.


" Iya Mommy.", jawab Richie dan Zevania berbarengan.


" Mom.. kalau Mommy lelah pulang lah, jangan di paksakan. Aku gak mau Mommy sakit.", ujar Richie dengan suara bergetar. Ia sedih melihat Mommy nya begitu kelelahan. Rasa Lelah itu terpancar dari wajah cantiknya Mommy nya.


Hati Ratu menghangat mendengar ucapan anaknya. Setitik Air mata jatuh di sudut bibirnya. Richie memang berbeda, ia jarang bicara.. tapi ketika ia berbicara, itu tandanya ia tak mampu untuk menyimpannya lagi. Ia tau, sekecil itu.. Richie telah mewarisi sifat Alex dan Richie Andreas almarhum. Pendiam, dingin, cuek, tapi penuh kasih sayang.


" Iya sayang, kalian jangan khawatir. Bantu Mommy dengan doa ya." jawab Ratu sambil tersenyum.


Ingin rasanya ia memeluk kedua anaknya tersebut, untuk mendapatkan kekuatannya kembali yang terkadang hilang dari dalam dirinya.


" Iya Mom." jawab Richie dan Zevania berbarengan.


" Ya udah kalian bobok ya.. udah malam. good night sweetheart.. sweet dreams. Assalamualaikum.", ujar Ratu sambil memberikan ciuman buat kedua buah hatinya.


" Wa'alaikum salam Mommy..", jawab Richie dan Zevania berbarengan.


Panggilan telpon Ratu pun berakhir. Zevania memberikan handphone nya pada Ayu. Ayu menerima handphone, sambil mengelus kepala kedua anak anak asuhnya tersebut.


" Aunty.. apa Mommy baik-baik aja di sana?", tanya Zevania dengan mata berkaca-kaca.


" Iya sayang, Mommy kalian adalah wanita yang kuat. Dia baik-baik aja di sana. Kalian jangan khawatir ya", jawab Ayu sambil merangkul kedua bocah tersebut.


" Iya Aunty." jawab Zevania sambil terisak kecil.

__ADS_1


Richie mengelus pucuk rambut adiknya. Ia pun merasakan perasaan yang sama. Tapi ia tak boleh menangis, itu akan membuat adik nya semakin sedih.


Ayu mencium kening kedua anak tersebut, setelah menyelimuti mereka berdua.. Ayu lalu keluar dari kamar mereka.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Pagi-pagi sekali Ratu telah bangun. Setelah sholat subuh ia sempatkan diri untuk berenang di kolam renang yang terdapat di pinggir pantai. Ia berenang kesana kemari, hingga tak menyadari Eva dan Cilla telah duduk di kursi pinggir kolam renang.


" Sejak kapan kalian di sana?" tanya Ratu sambil menepikan tubuhnya di pinggiran kolam renang.


" Dari tadi, dari pertama kamu mencebur ke kolam. ", jawab Cilla sambil membaringkan tubuhnya di kursi.


" Ayolah renang.", ajak Ratu pada mereka berdua.


" Dingin banget say... ogah gw.", jawab Eva sambil ikutan membaringkan tubuhnya lalu memejamkan matanya.


Ratu hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah kedua sahabatnya. Ia lalu melanjutkan kembali acara berenangnya. Setelah hampir 1 jam berenang Ratu segera keluar dari kolam. Di lihatnya kedua sahabatnya yang terlihat tidur dengan pulas. Ratu mengambil handuk dan kimono. Lalu ia pun balik menuju kamarnya.


Satu jam kemudian, Ratu telah keluar dengan pakaian rapi. Ia kembali menuju kolam renang, ternyata kedua sahabatnya masih tertidur.


Ratu lalu membangunkan keduanya.


" Va, Cil.. bangun. Pindah kamar kalau mau tidur, mau kalian di perkosa orang-orangan laut?", ujar Ratu menakuti mereka berdua.


Eva bangun terlebih dahulu, ia kaget melihat Ratu telah rapi.


" Jadi perginya?", tanya Eva.


" Iya, pagi ini. Jadi nanti siang kami udah balik lagi kesini.", jawab Ratu sambil mengedipkan matanya.


" Gak usah, kalian di sini aja.", jawab Ratu ssmbil tersebut.


Ratu berjalan menuju kedalam Villa, di ikuti kedua sahabatnya. Dewa udah ganteng, dengan seragam pilotnya. Begitu juga dengan co-pilot nya.


" Ayo kita sarapan dulu, habis itu langsung berangkat." titah Ratu pada pilot dan co-pilot.


Mereka lalu menuju ruang makan. Di atas meja, telah terhidang berbagai macam menu sarapan.


Ratu hanya minum susu dan 2 potong roti bakar.


Setelah mereka selesai sarapan, Ratu, Dewa dan juga Hafizh segera menuju landasan pesawat. Mereka akan segera berangkat ke Batam.


" Mbak.. aku ikut.", pinta Beno yang tiba-tiba telah berada di dekat mereka.


" Ayolah.", jawab Ratu sambil melangkah menuju tangga pesawat.


Mereka sekarang telah berada di dalam pesawat. Ratu berusaha memejamkan matanya. Perjalanan cukup jauh, 1 jam 15 menit.


Tak berapa lama, Ratu pun tertidur. Beno mengambil selimut.. lalu ia menyelimuti Ratu dengan selimut yang telah tersedia di pesawat tersebut.


Beno pun ikut membaringkan dirinya di kursi yang telah di aturnya hingga menjadi tempat tidur.


Tak terasa, perjalanan mereka telah sampai di bandara hang Nadim Batam.


Setelah turun dari pesawat, orang yang telah di hubungi sebelumnya telah menjemput mereka. Mereka masuk kedalam mobil, mobil pun berangkat menuju jembatan 1 Barelang.

__ADS_1


1 jam perjalanan dari Bandara Hang Nadim ke jembatan Barelang. Mereka udah sampai di Restauran Seafood Barelang. Dari sana mereka bisa sewa speed boat untuk ke pulau tempat Atuk Soleh dan Nek Siti tinggal. 25 menit kemudian, speed boat telah menyadar di pelabuhan. Pelabuhan yang dulu sederhana kini telah bagus. Sepertinya kehidupan pulau tersebut semakin maju. Terlihat dengan banyaknya orang yang datang kesana.


Ratu, Beno, Dewa dan juga Hafizh segera menuju ke rumah Atuk Soleh. Atuk Soleh telah berdiri di teras rumahnya. Sepertinya ia telah tau, Ratu akan datang.


" Nek.. Dia udah datang." Seru Atuk Soleh sambil melambaikan tangannya ke dalam rumah.


Nek Siti keluar dari rumah dengan langkah tergesa-gesa.


" Assalamualaikum Atuk, Nek.", sapa Ratu sambil mencium tangan laki-laki yang terlihat semakin tua.


" Wa'alaikum salam ..", jawab Atuk Soleh dan Nek Siti berbarengan.


Ratu langsung meluk Nek Siti. Tangis Ratu pecah di pelukan perempuan yang sepertinya telah menunggu kedatangannya.


" Ayo masuk dulu.. kita bicara di dalam.", ajak Atuk Soleh sambil menyalami Beno, Dewa dan juga Hafizh.


Mereka semua masuk kedalam rumah. Toko sembako dan kedai makanan yang ada di sebelah rumah Atuk Soleh terlihat ramai. Tapi ada banyak karyawan yang bekerja di tempat usaha mereka.


Mereka semua segera duduk. Seorang perempuan langsung mengantarkan teh dan juga cemilan khas Melayu.


" Mari silahkan di minum." ujar Atuk Soleh.


" Iya Tuk, makasih." jawab Dewa sambil tersenyum.


" Ratu.. minum dulu nak, habis ini kita langsung pergi.", ujar Atuk Soleh sambil memandang ke arah Ratu.


" Pergi? pergi kemana Tuk?"tanya Ratu heran.


" Iya ke Pulau Tujuh.", jawab Atuk Soleh sambil tertawa.


" Atuk udah tau tujuan ku sini?", tanya Ratu heran.


" Insya Allah Atuk udah tau. Kenapa kamu baru datang sekarang?", jawab Atuk Soleh sekaligus bertanya.


" Maaf kan aku Tuk, aku terlalu terpuruk selama ini. Aku berusaha mengikhlaskan.. tapi ternyata tak bisa. Apa lagi bila melihat anak-anak ku menangis.. rasanya dunia ku jungkir balik.", jawab Ratu sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan nya.


" Ya udah, setelah habis teh ini.. kita pergi." ujar Atuk Soleh sambil berdiri. Ia masuk kedalam kamarnya. Tak lama kemudian, ia keluar dari kamar dengan celana berwarna hitam komprang dan baju kaos berwarna putih yang di rangkap dengan jaket warna putih juga.


Rambut putih di kepalanya di tutup dengan peci berwarna hitam.


" Alhamdulillah nak.. berkat bantuan kalian, warga di sini ekonominya semakin membaik. Tak ada lagi pengangguran, tak ada lagi anak yang putus sekolah. Terima kasih nak.. Atuk mewakili seluruh warga di sini." ujar Atuk Soleh dengan tulus.


" Sama-sama Tuk, aku bersyukur bila sedikit rezeki yang kami bagi dulu bermanfaat untuk semua warga di sini.", jawab Ratu sambil tersenyum.


" Iya Tuk, sekarang ku lihat yang datang makin ramai ya..?", sela Beno.


" Iya nak Beno.. alhamdulillahhh." jawab Atuk Soleh.


Setelah mereka ngobrol hampir satu jam, akhirnya Ratu pun berpamitan pada Nek Siti. Karena Atuk Soleh akan ikut dia ke Shafire Island.


Nek Siti mengangguk sambil memeluk Ratu. Ia juga sebenarnya ingin ikut.. tapi keadaan tidak memungkinkan.


Mereka menggunakan Speed boat milik Atuk Soleh. Setelah sampai kembali di Restauran Seafood Barelang.. Atuk Soleh menitipkan Speed boat pada manager Restauran tersebut. Setelah itu mereka langsung masuk mobil dan meluncur ke bandara lagi.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2