
Setelah Nafa dan Utari pergi, mereka melanjutkan acara makan nya sambil mengobrol ringan.
Sambil sesekali Ratu mengingatkan para bodyguard untuk menambah orderan makanannya bila merasa gak cukup. Karena Ratu gak mau, orang yang kerja sama keluarganya merasa segan untuk tambah, hingga mereka gak cukup kenyang.
" Mom.. kita langsung pulang ya?"tanya Zevania.
" Balik ke hotel dulu untuk ngambil barang kita, habis itu langsung ke bandara." jawab Ratu.
" Kenapa? Kamu masih ingin pergi kemana?" tanya Ratu sambil memandang wajah putrinya.
" Oh gak Mom, cuma tanya aja.", jawab Zevania sambil tersenyum.
Ratu hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya.
" Kalian masih ada yang mau di beli?" tanya Ratu pada bodyguard-bodyguardnya.
" Gak mbak.", jawab mereka nyaris serentak.
" Okelah.. kalau begitu, selesai makan kita langsung balik hotel untuk packing barang. Habis itu kita langsung pulang.", titah Ratu pada semuanya.
Mereka semua mengangguk setuju. Melanjutkan kembali makan, sayang makanannya kalau gak di habisin.
🍀🍀🍀🍀🍀
" Haaaahh...akhirnya selesai juga.", ujar Zevania sambil merebahkan tubuhnya di kasur.
Senja hanya tersenyum melihat Zevania sepertinya kelelahan. Senja pun telah selesai mengemas barang-barangnya kedalam koper.
Senja membuka kamar mandi, lemari pakaian dan juga setiap sudut kamar mereka. Untuk memastikan bahwa tak ada barang mereka yang tertinggal. Setelah di rasa semua telah beres, ia pun ikut merebahkan tubuhnya di samping Zevania.
" Ze..apa perusahan Tante gak akan rugi kerjasama dengan perusahaan keluarga papa ku yang hampir bangkrut tersebut?" tanya Senja.
Zevania tersenyum mendengar pertanyaan Senja yang penuh dengan ke khawatiran tersebut.
" Gak Nja'. Mommy udah memperhitungkan semuanya.. termasuk kemungkinan terburuk sekalipun.
" Dan lagian, bukan perusahaan Mommy yang kerjasama dengan perusahaan itu..tapi perusahaan Mas Richie. Yang saat ini memang masih di handle oleh Mommy. Tak sampai menguras setengah dari kekayaan Richie Company. Jadi kamu gak usah khawatir.", sambung Zevania sambil mengelus pundak Senja.
" Apa kamu gak keberatan Richie masih seusia kita tapi udah di warisi perusahaan oleh Tante dan om?", tanya Senja sedikit kepo.
" Gak.. aku gak tertarik untuk mengelolah perusahaan. Kelak, aku hanya ingin menjadi istri yang baik buat anak dan suami ku.", jawab Zevania sambil tersenyum manis.
Senja tertawa mendengar jawaban Zevania. Ia pun ingin seperti Senja, hanya ingin mengurus suami dan anaknya kelak.
" Syukurlah kalau begitu Ze..aku jadi tenang", jawab Senja sambil tersenyum manis.
" Sebenarnya perusahaan itu gak ada sangkut pautnya dengan keluarga Abraham. Itu kata mommy. Karena yang punya saham di perusahaan tersebut Om Alvarez menantunya.", terang Zevania dengan gamblang.
" Oh begitu...!!!", jawab Senja sambil manggut-manggut.
Zevania ikut menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
" Tok..tok..tok.." pintu kamar mereka di ketuk dari luar.
" Masuk..", seru Senja sambil bangkit dari tempat tidur. Di susul oleh Zevania.
Pintu pun di buka dari luar. Ternyata yang datang Neka sang bodyguard tampan nan pendiam.
" Maaf mbak..udah di tunggu .", ujarnya sambil membungkuk sopan.
" Oke mas.. terima kasih ." jawab Zevania sambil tersenyum.
" Bisa tolong bawa koper kami mas?", pinta Zevania dengan sopan.
" Ia mbak..", jawab Neka sambil masuk kedalam kamar.
Mereka bertiga keluar dari kamar tersebut, dengan Neka yang menarik 2 koper mereka.
Melihat Neka menyeret 2 koper, Candra pun langsung menghampiri untuk membantu.
Sementara bodyguard yang lain sedang menyusun barang-barang di dalam bagasi.
" Udah siap semua? Ayo kita berangkat.",ujar Alex sambil menggandeng tangan Ratu menuju mobil.
Zevania dan Zhafran langsung mengikuti kedua nya. Sementara Richie dan Senja satu mobil dengan Ayu dan Elang.
Para bodyguard pun udah masuk kedalam mobil. Mengikuti mobil majikan mereka dari belakang.
🍀🍀🍀🍀
Senja sedang menyamankan dirinya di bawah selimut. Ia sangat mengantuk, ingin tidur sebentar.
Kebetulan Richie pun ada kerjaan. Ia ingin membahas masalah investasi mereka di perusahaan Mendung Sejati.
Banyak hal yang Richie tanyakan tentang perusahaan tersebut. Karena memang baru kali ini Richie terlibat penuh dalam perusahaan. Di usianya yang bahkan belum genap 10 tahun.
Tapi ia tidak merasa terbebani, justru merasa tertantang. Ia ingin membuktikan pada Ratu, bahwa ia adalah anak yang bisa di banggakan dan di andalkan.
Alex terkagum-kagum melihat Richie bertanya dengan antuasias tentang perusahan tersebut. Bahkan, tidak hanya bertanya.. ia juga memberikan pendapat.
" Kamu hebat banget nak..", puji Alex penuh rasa haru.
Richie tersenyum sambil memandang wajah papanya.
" Aku belajar banyak dari Mommy Dad. Mommy memimpin beberapa perusahaan dengan bijak dan tegas. Hingga perusahaan berada di level teratas. Dan suatu hari nanti, aku juga ingin membuat Mommy dan Daddy beristirahat dengan tenang. Karena anak-anak Mommy dan Daddy bisa di andalkan.", jawab Richie dengan bijak.
Ratu dan Alex tersenyum haru sekaligus bangga mendengar jawaban anak laki-laki nya tersebut.
" Mommy dan Daddy akan menunggu saat itu tiba nak.", jawab Ratu sambil mencium pucuk rambut anak laki-lakinya tersebut.
" Ya udah.. istirahatlah. Nanti aja di rumah kita bahas lagi masalah kerjaan.", ujar Alex pada Richie.
Richie pun menganggukkan kepalanya ia lalu bangkit dan menuju tempat duduknya semula. Ia membetulkan selimut adiknya yang saat itu telah tertidur ketika ia melewatinya.
__ADS_1
Ia berhenti di samping Senja yang telah tertidur. Di elusnya rambut Senja dengan lembut. Di pandangi wajah cantik Senja yang polos bagaikan malaikat. Ia beruntung, karena di berikan kesempatan untuk bertemu Senja dari sekarang.
" Aku akan lakukan apa pun untuk membuat mu bahagia. Membuat mu bangga berdiri di sisi ku kelak. Membuat diri mu di hargai oleh semua orang. Kamu tak perlu melakukan apa pun, cukup berdiri di samping ku. Mendampingi ku menuju puncak kesuksesan.", bisik Richie lembut.
Richie kemudian berjalan menuju tempat duduknya.. merubahnya menjadi tempat tidur. Lalu ia pun membaringkan tubuhnya nya. Berusaha untuk memejamkan matanya.
🍀🍀🍀🍀
Mereka telah tiba di bandara kota impian. Ayu dan Elang dan juga Richie.. langsung mengantar Senja ke rumahnya.
Sementara Ratu dan Alex dsn juga Zevania mengantar Zhafran.
Kedua anak tersebut udah terlalu lama ninggalin rumah. Apa lagi Senja, mamanya pasti sangat merindukannya.
Sesampainya di rumah Senja, Bu Maria segera keluar rumah ketika terdengar suara mobil berhenti di depan rumahnya.
Senja langsung turun dari mobil dan berlari untuk memeluk mamanya.
" Maaa... Nja' kangen." seru Senja sambil berlari.
Bu Maria segera memeluk putrinya tersebut dengan erat. menghujaninya dengan ciuman
" Mama juga kangen nak.",jawab Bu Maria.
Ia menangis karena rindunya. Karena baru kali ini Senja jauh dari nya.
Richie turun dari mobil, di ikuti oleh Elang dan juga Ayu.
" Makasih ya mbak..mas.. udah menjaga anak saya.", ujar Bu Maria sambil membungkukkan badannya.
" Sama-sama Bu.", jawab Ayu. Sementara Elang hanya mengangguk.
" Richie..makadihbudah menjaga senja.', ujar Bu Maria sambil memandang wajah Richie.
" Iya Tante, sama-sama.", jawab Richie sambil tersenyum.
" Ya udah.. kami pamit dulu ya." ujar Ayu sambil mengelus rambut Senja.
" Ya Aunty.. makasih ya udah antar Senja.", jawab Senja sambil mencium tangan Ayu. Ayu tersenyum sambil mengangguk.
" Makasih ya om..", ujar Senja pad Elang.
Elang hanya mengangkat tangannya sambil tersenyum.
" Rich.. makasih ya.", ujar Senja sambil menyentuh tangan Richie.
Richie mengangguk sambil mengelus rambut Senja.
" Istirahatlah... kami pulang dulu.",ujar Richie sambil berjalan ke arah Bu Maria dan mencium tangannya.
Bu Maria tersenyum. Ia sangat menyukai Richie. Tidak hanya wajah yang tampan, tapi juga mempunyai attitude yang baik. Bu Maria begitu terpesona melihat pangeran dari keluarga Sultan ini.
__ADS_1