ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.

ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.
JASMIN SI BUNGA MELUR.


__ADS_3

Jasmin kini duduk di kursi sisi Brankar tempat neneknya. Ia terus mengelus tangan neneknya dengan lembut. Tampak rasa khawatir yang begitu besar terpancar lewat matanya.


" Nek.. kamar tempat nenek di rawat sangat bagus. Ini pasti mahal ya nek?", tanya Jasmin.


" Iya sayang.. Rumah Sakit ini milik orang yang menolong nenek.Jadi nenek gratis di rawat di sini, begitu juga dengan semua biaya perawatan kakek mu.", terang nenek Aminah.


Mulut Jasmin menganga dengan mata melotot. Ia benar-benar tak percaya, bahwa semua ini gratis.


" Ya ampun nek, beneran begitu?", tanya nya tak percaya.


" Iya sayanggg..", jawab nenek Aminah sambil mencubit hidung cucunya yang Bangir tersebut dengan gemas.


" Mereka baik banget nek! Mereka pasti udah tua ya nek? Jadi ingin berbuat baik sebelum meninggal.", ujar Jasmin sambil tersenyum.


Mendengar ucapan Jasmin, nenek Aminah tak mampu menahan tawanya. Nenek Aminah tertawa terbahak-bahak.


" Kenapa nenek tertawa?", tanya Jasmin bingung sambil mengernyitkan dahi nya.


Nenek Aminah masih tertawa, sepertinya ia kesulitan menghentikan tawanya.


" Mereka benar-benar baik.. kalau pun mereka meninggal sekarang, mereka pasti Husnul khotimah. Mereka beda banget sama tetangga kita ya nek, kaya.. tapi pelitnya minta ampun. Jambu airnya yang udah jatuh ke tanah aja gak boleh di ambil. Dia ambil sendiri, terus di makan sendiri.", Jasmin terus mengoceh sambil menopang dagunya di sisi Brankar nenek Aminah.


Omongannya udah ngelantur kemana-mana.


" Heiii.. jangan doakan mereka meninggal dulu. Yang punya rumah sakit ini masih muda dan cantik. Anaknya juga masih seusia kamu.", sergah nenek Aminah sambil memukul pelan tangan Jasmin.


Jasmin tersentak kaget mendengar ucapan neneknya.


" Beneran nek?", tanya nya meyakinkan.


" Iya Bunga Melurrrr..", jawab nek Aminah gemas.


" Nenekkkk ..nama ku jasmine, bukan Bunga Melurr.", protesnya dengan bibir cemberut.


Nenek Aminah kembali tertawa, ia puas tertawa karena udah berhasil bikin cucunya tersebut kesel. Habisnya dari tadi omongannya ngelantur entah kemana-mana.


🍀🍀🍀🍀


Nenek dan cucu tersebut masih ngobrol. Nek Aminah menjelaskan tentang Ratu dan juga Alex. Ia juga bercerita tentang si Twins Richie dan Zevania.


Jasmin mendengarkan nya dengan antusias.


Tapi tak lama kemudian, wajahnya berubah murung.


" Ada apa sayang?", tanya nek Aminah lembut. Ia menyadari perubahan wajah Jasmin.

__ADS_1


" Nek.. mereka pasti tak mau berteman dengan ku.", ujar Jasmin dengan nada sendu.


" Semoga saja mereka tidak seperti itu ya nak. Tak melihat status sosial kita.", jawab Nenek Aminah berusaha menenangkan hati Jasmin.


Jasmin mengangguk pelan.. masih terlihat jelas ke khawatiran di wajahnya.


Saat mereka masih terdiam dengan pikiran mereka masing-masing.. terdengar suara adzan Maghrib dari masjid dekat Rumah Sakit.


" Nek.. aku mau sholat di mana?", tanya Jasmin kebingungan.


" Ada mukena di dalam lemari itu. Arah kiblatnya kamu lihat aja petunjuk itu.", ujar nenek Aminah sambil menunjuk ke arah lemari dekat tempat tidur untuk yang menjaga pasien di kamar tersebut.


" Ya udah aku sholat dulu.", ujar Jasmin sambil berdiri dan berjalan menuju kamar mandi untuk wudhu.


Setelah selesai wudhu, Jasmin segera membuka lemari.. memang benar, di sana ada seperangkat Mukenah, Sarung, Baju koko, dan juga Sajadah.


Di bagian yang lain ada handuk dan juga selimut.


Setelah selesai memakai Mukenah, Jasmin segera menggelar sajadah sesuai petunjuk arah kiblat. Dan ia pun mulai mengerjakan sholat Maghrib.


Nek Aminah tersenyum, ia bangga pada gadis kecilnya tersebut. Ia telah belajar mengerjakan sholat dari umur 4 tahun. Slalu konsisten tempat waktu hingga saat ini.


🍀🍀🍀🍀🍀


Nenek Aminah baru saja selesai sholat di tempat tidur . Ketika pintu di buka dari luar.


Alex meletakkan bawaannya di atas meja, lalu setelah itu ia bergabung kembali bersama mereka.


" Nenekkk..", seru Zevania sambil mencium tangan nenek Aminah.


" Iya sayang..", jawab nenek Aminah sambil menyerahkan mukenah nya pada Jasmin.


Jasmin langsung mengambilnya.. Setelah di lipatnya lalu di letak kan kembali di lemari.


Jasmin berjalan lambat kembali ke sisi samping Brankar Nek Aminah. Ia menundukkan wajahnya.


Melihat Jasmin, Zevania langsung mendekatinya.


" Hai kenalin, nama ku Zeze.. kamu pasti Jasmin kan?", sapa Zevania sambil mengulurkan tangan.


Jasmin menyambutnya dengan ragu.


" Hai juga.. iya nama ku Jasmin.", jawab Jasmin pelan.


Zevania langsung merangkul Jasmin, Jasmin gelagapan di buatnya. Ia benar-benar kaget atas sambutan hangat dari Zevania.

__ADS_1


" Kamu jangan takut. Kamu mau berteman dengan ku?", ujar Zevania ketika menyadari Jasmin yang tampak takut-takut padanya.


Jasmin mengangguk sambil tersenyum.


Zevania pun ikut tersenyum gembira.


Setelah Zevania melepaskan pelukannya. Jasmin langsung menyalami Ratu, Alex dan juga Richie.


Ia menatap Ratu dengan sorot mata kagum. Begitu juga ketika ia memandang wajah Alex.


" Ternyata Om dan Tante masih muda banget. Pantesan nenek ketawa tadi ya..", gumam Jasmin pelan. Tapi bisa di dengar oleh Richie, karena Richie saat itu tepat berada di sampingnya.


" Emangnya tadi kamu pikir gimana?", tanya Richie setengah berbisik.


Jasmin langsung terkejut ketika mendapat bisikan tiba-tiba dari Richie.


" Ma-maaf..", jawab Jasmin tergagap. Ia langsung menundukkan wajahnya kembali.


Nek Aminah tersenyum melihat Jasmin menunduk malu. Ia melihat apa yang terjadi barusan.


" Ayo kita makan dulu, nanti makanannya keburu dingin..", ujar Alex sambil menggandeng tangan Ratu.


Ratu mengikuti Alex dengan manis. Jasmin tersenyum melihat hal tersebut. Ia jadi membayangkan andaikan yang sedang bergandengan tangan itu adalah orang tuanya.. ia pasti akan sangat bahagia.


Zevania merangkul pundak Jasmin yang sedang memandangi orang tua sambil melamun.


" Ayo Jasmin..", ajak Zevania. Mereka berdua pun langsung bergabung dengan Ratu dan Alex di meja makan.


Kamar inap tempat nenek Aminah di rawat ada President Suite. Fasilitas nya benar-benar lengkap.


Ratu sengaja meminta pihak management rumah sakit untuk memberikan kamar ini buat nenek Aminah. Ia tau, kedua anaknya akan lebih sering lagi kemari. Agar kedua bocil tersebut bisa istirahat juga saat di sini.


Setelah menyiapkan makanan buat anak-anak dan suaminya, Ratu lalu memberikan satu mangkok soup ikan beserta nasi pada nenek Aminah serta satu gelas air putih dari dispenser.


Nenek Aminah memang tak di larang makan apa pun oleh dokter, karena sebenarnya ia hanya lemas karena kaget. Dan hanya luka lecet dikit.


Nek Aminah tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih. Ratu hanya mengangguk sambil tertawa.


Setelah memastikan nenek Aminah makan dengan baik, Ratu pun ikut bergabung di meja makan.. ia pun menyendok nasi dan mengambil satu mangkok soup seafood. .


Tak ada suara yang terdengar, masing-masing sedang menikmati santap malamnya.


Jasmin pun menikmati makanan yang tersedia. Apa lagi makan tersebut, sangat jarang bisa ia nikmati.


Maklumlah, ia hidupnya pas-pasan dengan kedua kakek dan neneknya. Jangankan untuk makan yang enak, beli baju aja hanya setahun sekali.

__ADS_1


Tapi ia tak pernah mengeluh, ia menikmati dan bersyukur atas semua yang telah Tuhan berikan untuknya.


BERSAMBUNG.


__ADS_2