ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.

ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.
BERITA BAGUS.


__ADS_3

Tak terasa bel tanda waktunya untuk istirahat berbunyi. Anak-anak segera menyimpan kembali buku-buku nya di dalam laci meja.


Zevania menggeliatkan tubuhnya, meregangkan otot-otot tubuh nya yang terasa sedikit kaku karena di paksa untuk ikut berpikir.


" Kantin yuk.. ", ujar Dora sambil menatap ke arah Zevania dan Senja.


" Ayo...", jawab Zevania sambil tersenyum.


Zevania berdiri dari tempat duduknya, di ikuti oleh Senja dan juga Dora. Mereka bertiga berjalan sambil bergandengan. Di ikuti oleh Richie, Zhafran dan juga Gerald.


Jarak dari kelas mereka ke kantin lumayan jauh. Maklum lah, sekolah tersebut memang benar-benar luas.


Sambil berjalan mereka bercerita, tepatnya hanya para cewek yang cerita yang cowoknya cuma jadi pendengar. Ada-ada aja yang jadi bahan cerita mereka. Dari cerita lucu sampai cerita sedih.


Dora cerita, dia lagi sedih.. karena neneknya sakit di kampung. Cuma karena dia sekolah, jadi dia gak bisa ikut pulang kampung.


Zevania dan Senja berusaha untuk menghibur nya. Dengan mengatakan, nanti Dora bisa pulang kalau udah libur sekolah. Karena sebentar lagi kan ujian ulangan semester. Dan juga terus berdoa agar neneknya di kampung di berikan kesembuhan.


Tak terasa mereka udah sampai di kantin. Sekarang udah duduk melingkar di sebuah meja bulat.


Zevania bilang biar dia yang order, tanpa menanyakan teman-temannya mau makan apa.


Dora heran sih, tapi dia diam aja. Dia tau, Zevania pasti kasih yang terbaik buat mereka.


" Happy birthday to you.. happy birthday to you.. happy birthday happy birthday, happy birthday Dora...


Tiba-tiba suara nyanyian terdengar di belakang Dora, refleks Dora langsung membalikkan tubuhnya.


Terlihat Zevania yang sedang membawa kue tart ulang tahun yang di hias begitu cantik. Mata Dora terbelalak kaget, ia tak menyangka akan mendapatkan kejutan seperti ini.


" Zeze...kok kamu tau aku ulang tahun hari ini?", tanya Dora dengan mimik muka yang tak bisa menyembunyikan keheranan nya.


" Udah.. gak usah kamu pikirin aku tau dari mana, yang penting kamu senang kan kami kasih surprise?" jawab Zevania sambil tersenyum. Dora mengangguk kan kepalanya mendengar ucapan Zevania.


Zevania berjalan dan meletakan kue tart nya di atas meja.


" Makasih ya Ze ."ucap Dora sambil merangkul tubuh Zevania.


Zevania mengangguk sambil tertawa.


" Ayo teman-teman, gabung sini. Kita nyanyiin lagu ulang tahun buat Dora.", seru Zevania pada anak-anak yang sedang makan di kantin tersebut.


Anak-anak yang sedang makan di kantin tersebut pun dengan antusias segera berdiri dan bergabung mengelilingi kue ulang tahun untuk Dora.


Lagu ulang tahun mulai di nyanyikan. Gak hanya anak kelas satu yang bergabung, kakak-kakak kelas mereka pun ikut bergabung.


" Tiap lilinnya tiup lilinnya sekarang juga..sekarang juga.."


" Make a wish dulu Dor..", ucap Zevania.


Dora pun menutup matanya untuk make a wish. Setelah selesai, Dora pun meniup lilinnya.


Anak-anak bertepuk tangan dengan riang dan gembira. Dora langsung memotong kuenya, dan memberikan potongan pertamanya pada Zevania. Zevania menerima kue tersebut sambil mencium pipi Dora. Selanjutnya Senja, lalu Richie, kemudian Zhafran dan yang terakhir Gerald.


Setelah teman-teman menerima kue nya, Dora mempersilakan anak-anak yang lain untuk mengambil sendiri.


Suasana jadi ribut dan ricuh. Semua berebut. Hingga tanpa sengaja, kakak kelas mereka menjatuhkan kue tersebut.


Semua terdiam, memandang ke arah yang menjatuhkan kue tersebut dengan tatapan kesal. Sementara yang menjatuhkan kue tersebut hanya bisa menggaruk lehernya yang tidak gatal karena malu.


Melihat hal tersebut, Zevania segera berkata.

__ADS_1


" Udah..udah..kalau udah jatuh gimana lagi. Sebagai gantinya, kalian boleh makan dan minum apa aja sampai puas.. saya yang traktir.", ucapnya dengan lantang.


Suasana kembali' riuh. Setelah mengucapkan terima kasih mereka langsung order makan dan minuman.


Dora menarik napas lega. Tadi dia bingung harus melakukan apa. Tanpa di komando mereka berlima langsung tertawa, hanya Richie yang cuma tersenyum.


" Ze... makasih banget, kamu udah ngasih surprise..bayarin anak-anak.", ucap Dora sambil menyentuh tangan Zevania.


" Sama-sama Dor, kamu teman ku.. berhak dapat yang terbaik.", jawab Zevania sambil mengedipkan matanya.


Dora kembali terharu mendengar ucapan Zevania.


☘️☘️☘️☘️☘️


Bel tanda pelajaran berakhir berbunyi . Guru yang tadi tengah menerangkan mata pelajaran yang mereka ajarkan langsung menghentikan kegiatannya.


Anak-anak pun mulai mengemas buka mereka dan menyusunnya kembali ke dalam tas.


Setelah berdoa, anak-anak di izinkan untuk pulang meninggalkan kelas.


Sampai di parkiran, mereka pun berpisah. Dora udah di jemput Abangnya. Zhafran d dan Gerald di jemput oleh sopir. Sementara Senja ikut Zevania dan Richie pulang ke Mansion. Karena Bu Maria sibuk gak bisa jemput Senja.


Mereka hari ini rencananya akan pergi latihan beladiri. Sekalian ngajak Jasmin.


Tapi tentu saja setelah mereka ganti pakaian dan juga pulang ke rumah.


Sesampainya di Mansion, Richie dan Zevania heran..karena mobil kedua orang tua mereka ada di parkiran. Bahkan ada mobil Ayu dan Elang juga.


Karena penasaran, mereka berlari masuk ke dalam rumah sambil mengucapkan salam.


" Assalamualaikum..kami pulang.", ucap Zevania sambil berlari ke ruang tamu.


Zevania, Richie dan juga Senja segera menghampiri Ratu dan Alex. Mencium tangan dan juga mencium pipi keduanya.


Setelah itu ke tuan Diningrat dan Nyonya Rara dan yang terakhir Ayu dan juga Elang.


" Jessy mana Ma?", tanya Zevania.


" Di kamar mu.. kayaknya tidur.", jawab Ayu sambil tersenyum.


" Ya udah, aku mau langsung naik ke atas." ucap Zevania sambil hendak berlalu.


" Eh tunggu dulu sayang.. Mommy punya berita bagus buat kalian.", ujar Ratu.


" Apa tu Mom..", Zevania sambil mendekati Ratu yang di ikuti oleh Richie.


Sementara Senja duduk di samping Ayu, sambil menyandarkan tubuh mungilnya.


" Kalian akan punya adek kembar.", ucap ratu sambil tersenyum.


Richie dan Zevania hanya terdiam.


mereka saling pandang. Tak mengerti apa yang di ucapkan oleh Ratu.


" Maksud Mommy?" tanya Richie sambil mengerutkan keningnya.


" Kalian akan punya adek, di perut Mommy ada baby nya.", terang Ratu sambil mengelus perutnya yang masih rata.


Zevania dan Richie membelalakkan matanya, mulut mereka menganga. Begitu juga dengan Senja.


" Mommy hamil?", teriak Zevania sambil mengelus perut Ratu.

__ADS_1


" Iya sayang.", jawab Ratu sambil tersenyum.


" Yessss..aku punya adek.", ucap Richie sambil mengepalkan tangannya dan melompat.


Semua orang tertawa melihat tingkah Richie dan Zevania yang hiperbola.


Zevania mencium perut Mommy berkali-kali.


" Adek bayi, jangan nakal ya..kasihan Mommy.", ucap Zevania sambil mencium dan mengelus perut Ratu dengan lembut.


Richie pun tak mau kalah, ia mencium perut Ratu bertubi-tubi.


" Mom.. adiknya laki-laki apa perempuan?", tanya Zevania.


" Belum tau sayang ..belum kelihatan jenis kelaminnya.", jawab Ratu.


Nyonya Rara dan tuan Diningrat hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah cucunya tersebut.


" Aku mau adik cowok. Biar ada teman ku untuk ngurus perusahaan.", ujar Richie.


Mendengar ucapan Richie mereka tertawa terbahak-bahak. Sepertinya mereka sadar, bahwa Richie usah bisa membayangkan bertapa besarnya tanggung jawab ia kelak bila ia hanya sendirian saja sebagai cucu laki-laki.


" Aku mau cewek, biar ada yang nemanin Mommy.", ucap Zevania yang membuat orang heran.


" Maksudnya Zeze gak mau mau nemanin Mommy gitu?", tanya Ratu dengan tatapan tajam.


" Bukan begitu Mom... nanti, kalo udah SMU aku ingin hidup di luar.. tanpa orang tau siapa aku. Aku ingin berbaur dengan masyarakat luas.", ucap Zevania dengan mimik serius.


" Emang kalau tinggal di sini kenapa rupanya?", cecar Ratu dengan nada serius.


" Mom.. aku ingin orang melihat ku bukan sebagai aku yang seperti ini. Tapi sebagai Zevania yang lain. Yang seperti orang kebanyakan ." jawab Zevania dengan penuh keyakinan.


Ratu terdiam mendengar ucapan Zevania. Apa dia tega membiarkan gadis kecilnya tersebut hidup di luar tanpa embel-embel keluarga Mahardhika dan Diningrat.


" Biarkan saja nak.. Papa yakin, anak mu bisa.", sela tuan Diningrat. Ketika melihat ada keraguan di wajah anaknya.


Ratu menatap jauh kedalam manik mata anak gadisnya tersebut. Melihat kesungguhan hatinya. Ia melihat keyakinan yang begitu kuat di sana.


" Boleh ya Mom..", rayu Zevania sambil memeluk Ratu.


Setelah menarik napas panjang, akhirnya dengan berat hati Ratu mengangguk.


" Yeyyy..makasih Mom. Mommy yang terbaik.", seru Zevania sambil lompat-lompat.


" Tapi Daddy tak mengizinkan!", ujar Alex sambil menatap tajam ke arah Zevania.


" Yaaah... Daddy, jangan gitu dong.. gak asik banget.", cicit Zevania dengan mimik sedih.


Di dekatinya Alex, lalu dielusnys rahang tegas milik laki-laki cinta pertamanya tersebut dengan lembut.


" Boleh ya Dad..", rayu Zevania.


" Dengan satu syarat.", ucap Alex.


" Apa itu Dad..", seru Zevania semangat kembali.


" Kamu harus bisa jaga diri, kayak Mommy mu. Jangan bikin kami khawatir", ujar Alex.


" Yess..itu pasti Dad. Mulai sekarang, aku akan belajar beladiri lebih giat lagi.", jawab Zevania dengan mata berbinar.


Ratu dan Alex hanya bisa menarik napas panjang melihat raut wajah bahagia Zevania.

__ADS_1


__ADS_2