ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.

ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.
ADA HUBUNGAN APA.


__ADS_3

Setelah cukup lama menunggu akhirnya Richie selesai juga ganti pakaian nya. Kini ia telah rapi dengan stelan kemeja dan celana jeans. Ia terlihat semakin dewasa.


" Aku udah siap Mom..", ujar Richie nb pada Ratu.


Ratu pun mengangguk dan Ratu memandang ke arah Ayu.


" Ayo Ay..semakin cepat semakin baik.", ujar Ratu pada Ayu.


" Oke.. kita berangkat.", jawab Ayu sambil berdiri.


Setelah berpamitan, mereka bertiga segera keluar menuju parkiran.


Ayu segera menyalakan mesin mobil. Di iringi oleh Ratu yang duduk di sampingnya dan Richie duduk di belakang.


" Kamu udah telpon Mr Alvarez Sanjaya.", tanya Ratu.


" Udah..dengan asisten nya. Sekarang mereka sedang menunggu di Fiesta Restauran.", jawab Ayu sambil tersenyum.


" Ahay.. jadi pengen makan sapi lada hitam", ujar Ratu sambil tertawa.


" Apa kabar Nafa ya say..?", tanya Ayu sambil matanya tetap fokus ke jalan.


" Oh ya ya.. setelah hari itu kita gak pernah tau kabarnya lagi.", jawab Ratu.


" Aku telpon mas Alex lah.. suruh nyusul ke Fiesta Restauran. Habis membahas masalah kerjaan aku ingin makan siang bersama di sana sebelum kita balik ke kota impian.", ujar Ratu sambil mengambil handphone dari dalam tasnya.


Ayu hanya mengangkat bahu nya. Ia tak memberikan tanggapan apa pun.


🍀🍀🍀🍀


45 menit dalam perjalanan, kini mereka telah tiba di Fiesta Restauran.


Turun dari mobil, mereka langsung masuk kedalam restauran. Mereka telah di sambut oleh seorang waiters... Yang sepertinya telah di minta untuk menyambut dan mengarahkan Ratu dan Ayu.


Waiters membawa mereka ke lantai 2 Restauran tersebut. Di lantai 2 terdapat Restauran VVIP. Yang biasanya di pakai buat meeting atau pun acara acara private lainnya.


Mereka masuk keruangan tersebut, yang mana Mr Alvarez Sanjaya dan asistennya udah menunggu.


Melihat mereka masuk, Mr Alvarez dan asistennya langsung berdiri.


Mr Alvarez mengulurkan tangannya, menjabat tangan Ratu.


" Selamat pagi Bu, Perkenalkan saya Alvarez Sanjaya...", ujar Mr Alvarez memperkenalkan diri dengan sopan dan ramah.


" Selamat pagi juga Mr Alvarez. Saya Nindya Maharatu.", jawab Ratu dengan wajah ramah. Senyum tak pernah lepas dari bibirnya.


Setelah itu, Ratu, Ayu dan juga Richie di persilahkan untuk duduk.


Setelah mereka duduk semua, Ayu segera membuka percakapan.


" Mr Alvarez, kami dari perusahaan Richie Company..ingin melakukan kerjasama terhadap perusahan Mendung Sejati.", ujar Ayu.

__ADS_1


Mr Alvarez tersenyum sambil mengangguk.


" Richie Company perusahaan yang besar. perusahaan yang cukup di perhitungkan di negeri ini.", jawab Mr Alvarez sambil tersenyum.


" Kami akan menerima kerjasama ini. Kebetulan, pemegang saham yang lain telah menyerahkan semua keputusan nya pada saya.", lanjut Mr Alvarez.


" Baiklah.. perusahaan kami akan berinvestasi sebesar lima puluh persen dari saham perusahaan ini. Gimana, apa Mr Alvarez setuju..?", tanya Ayu dengan wajah serius.


Sementara Ratu dan Richie hanya diam, mereka hanya memperhatikan kedua orang tersebut dengan tenang.


Mr Alvarez terkejut mendengar ucapan Ayu. Ia tak menyangka, bila Richie Company berani berinvestasi sebesar ini.


" Begini Bu.. sebenarnya saya senang perusahan ibu mau berinvestasi di perusahaan kami. Tapi masalahnya, perusahan Mendung Sejati nyaris bangkrut. Pembangunan hotel di pulau stop di tengah jalan karena terkendala masalah dana. Pembangunan Villa Mas sebanyak 40 unit ikut terhenti. Satu-satunya yang masih tetap berjalan hanya MS Mall. Itu pun tak mampu menutupi kerugian perusahaan.", terang Mr Alvarez Sanjaya dengan wajah sedih.


" Saya akan berivestasi sebesar tujuh puluh persen. Tapi dengan satu syarat, masalah keuangan akan di kelola oleh Richie Company. Gimana?", sela Ratu dengan wajah datar.


Tak hanya Mr Alvarez, Ayu pun terkejut. Tapi kemudian Ayu tersenyum, karena ia tau pasti Ratu udah pikirkan itu dengan matang.


" Baiklah.. deal!", jawab Mr Alvarez dengan wajah berseri-seri.


Ratu, Ayu dan juga Richie tersenyum. Mereka senang karena rencana mereka berhasil.


Tapi tidak dengan asisten Mr Alvarez, ia cukup terkejut ketika Mr Alvarez langsung menerima tawaran tersebut.


Tapi ia hanya seorang asisten, tak ada daya untuk bicara.


Mr Alvarez meminta asisten nya untuk menyerahkan berkas perusahaan pada Ratu untuk di baca dan di pelajari.


Sementara Ayu, mengirimkan Email pada Mr Alvarez untuk mempelajari tentang PT Richie Company. Karena mereka memang tak bawa data perusahaan menggunakan kertas..tapi pakai laptop.


Akhirnya kedua pihak tanda tangan digital. Setelah surat kerjasamanya di buat oleh Ayu dan juga asisten Mr Alvarez.


Ayu segera mengirim surat perjanjian kerjasama tersebut pada pengacara perusahaan Richie Company. Untuk di perkuat secara hukum.


Dan sertifikat perusahaan tersebut kini telah di tangan Ayu.


Akhirnya kerjasama tersebut berakhir dengan tenang. Masing-masing wajah menyimpan senyum.


Mr Alvarez tersenyum bahagia karena perusahaan nya yang udah nyaris gulung tikar akan bangkit kembali. Sementara Ratu dan Richie tersenyum karena rencana mereka berhasil.


Mr Alvarez menawarkan pada Ratu untuk datang ke kantor perusahaan. Tapi Ratu menolak, dengan alasan mereka akan kembali ke kota impian hari ini juga.


Ratu berjanji akan mengirim kan seseorang secepatnya ke perusahaan tersebut. Untuk membantu perusahaan tersebut dalam mengatur dan mengelola perusahaan tersebut.


Setelah selesai semua, mereka pun segera meninggalkan tempat tersebut.


Tepat di saat mereka keluar ruangan meeting, Handphone Ratu berdering. Alex yang melakukan panggilan.


" Assalamualaikum yank.", sapa Ratu.


" Wa'alaikum salam. Yank kami udah menunggu di tempat kita dulu.", jawab Alex.

__ADS_1


" Oke sayang.", jawab Ratu sambil tersenyum.


Alex pun segera mengakhiri panggilannya.


" Ada apa Mom?" tanya Richie.


" Daddy udah menunggu di tempat biasa.", jawab Ratu sambil mengelus rambut anaknya dengan lembut.


" Mommy sering kesini?", tanya Richie penasaran.


" Dua kali lah. Kebetulan yang punya restauran ini teman sekolah SMU Daddy sama om Elang." jawab Ratu sambil tersebut.


" Oooo..", jawab Richie manggut-manggut.


Mereka kini telah tiba di tempat yang telah di Janjikan.


Restauran ini semakin keren dan elegan. Bangunannya dan dekorasinya semakin mewah.


Di sana telah menunggu Alex, Elang, Senja, Zhafran dan juga Zevania.


Sementara para bodyguard mengambil meja lain. Tepat di samping meja mereka. Sebenarnya tadi mau jadi satu meja, tapi mejanya tak cukup besar untuk menampung banyak orang.


" Gimana kerjasama yank?", tanya Alex setelah Ratu duduk di sampingnya.


" Perusahaan tersebut nyaris bangkrut. Proyek nya banyak terpaksa di hentikan karena kekurangan dana.", jawab Ratu sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi.


" Terus..?", kejar Alex penasaran.


" Tadinya aku mau investasi sebesar lima puluh persen, sebelum aku tau masalah yang terjadi pada perusahaan tersebut. Tapi ketika Mr Alvarez menjelaskan apa yang terjadi pada perusahaan.. aku menambah dana investasi nya sebesar tujuh puluh persen.", jawab Ratu sambil tersenyum.


" Wow.. kamu nyaris membeli perusahaan tersebut...!!", ujar Alex tercengang.


" Yupz..benar banget.", jawab Ratu.


Alex tertawa mendengar jawaban istrinya.


Ia tau, investasi sebesar itu.. tak mengeruk sampai lima persen keuangan Richie company.


Sementara itu Richie sedang memandang Senja yang tepat berada di sampingnya. Senja terlihat cantik dengan pakaian kasualnya.


Senja hanya menunduk, karena malu terus-terusan di pandangi oleh Richie.


Disaat mereka sedang asik bercanda sambil menunggu pesanan datang. Mr Alvarez keluar dari ruangan tempat merek meeting tadi.


Tak sengaja matanya menyapu ke sudut ruangan. Pandangannya langsung terhenti ketika melihat Ada Ratu, Richie dan juga Ayu bersama Senja.


" Senja..? Ada hubungan apa Richie Company dengan Senja?", gumamnya.


Wajahnya benar-benar terkejut. Ia tak tau, perasaannya mendadak jadi tak enak. Tapi dia berusaha untuk tidak berprasangka buruk. mungkin juga ini hanya kebetulan.


Tapi mengingat apa yang terjadi pada istrinya di mall, ia yakin.. ada campur tangan orang yang hebat.

__ADS_1


Sementara itu, sang asisten nya mengikuti pandangan tuannya. Perasaannya jadi benar-benar kacau, felling dia benar-benar terjadi.


BERSAMBUNG.


__ADS_2