
Sepulang sekolah Twins dan juga Senja, di ajak oleh Ayu ke rumah Jasmin. Untuk melihat keadaan nya dan memastikan kembali apa Jasmin dan Nenek Aminah mau tetap tinggal di rumah mereka sendiri atau mengikuti Ayu dan tinggal di Mansion Ayu.
Sampai di sana, Jasmin baru saja pulang sekolah. Bahkan Jasmin belum sempat ganti pakaian.
Melihat kedatangan Ayu dan teman-temannya Jasmin langsung berlari untuk menyambut.
Ia benar-benar terlihat bersemangat dan bahagia.
" Assalamualaikum..", Ayu mengucapkan salam ketika hendak masuk ke dalam rumah Jasmin.
" Wa'alaikum salam..", jawab Nek Aminah sambil menyambut uluran tangan Ayu.
.
" Lagi ngapain Bu...", tanya Ayu.
" Ibu?", ulang nek Aminah bingung.
" Iya ibu.", tegas Ayu sambil tersenyum.
" Gak salah Nak?", tanya Nek Aminah.
" Ya gak lah Bu.. udah sepatutnya aku manggil ibu. Soalnya Jasmin kan cucu ibu.", jawab Ayu sambil tersenyum.
Mata Nek Aminah berkaca-kaca. Setelah ia kehilangan suaminya, tadi nya ia berpikir bahwa ia akan melewati hari tuanya bersama cucunya satu-satunya. Tapi ternyata Allah mengirimkan Ayu sebagai penggantinya.
Melihat Nek Aminah hanya menatapnya dengan tatapan haru, Ayu pun berinisiatif untuk memeluk tubuh ringkih Nek Aminah terlebih dahulu.
Mereka berdua bertangis-tangisan. Ayu yang telah lama kehilangan kedua orang tuanya. Dan nek Aminah pun telah kehilangan anaknya. Mereka di pertemukan oleh Allah dengan cara yang indah.
" Ma.. Nek, jangan nangis.", ucap Jasmin sambil menyentuh baju keduanya.
Ayu yang tersadar terlebih dahulu dengan cepat menguasai hatinya dan melepaskan rangkulan pada Nek Aminah. Ia tak mau membuat Jasmin ikutan menangis.
" Iya sayang, maaf ya.", ucap Ayu sambil mengelus rambut Jasmin.
Sementara Richie, Zevania dan juga Senja.. mereka hanya menjadi penonton. Tapi ingin merusak momen indah yang sedang berlangsung di depan mata mereka.
" Gimana Bu.. pindah ke rumah ku ya. Biar mudah aku menjaga kalian." ucap Ayu setelah mereka duduk dan sambil menikmati secangkir teh bunga melati.
" Kalau ibu terserah Jasmin. Ibu ngikut aja. Buat ibu yang penting jasmin bahagia.", ucap Nek Aminah seraya menatap ke arah Jasmin.
Mendengar namanya di sebut, Jasmin pun menatap keduanya bergantian.
" Gimana Nak?", tanya Ayu dengan lembut.
" Iya ma.. aku mau." jawab Jasmin sambil tersenyum.
" Alhamdulillah..", tanpa sadar Ayu, Senja, Zevania dan juga Richie mengucapkan hamdalah bersamaan.
" Ya udah.. bawa baju-baju dan yang penting-penting aja. Yang lainnya biar aja di sini.", ucap Ayu sambil mengelus pundak Jasmin.
Nek Aminah dan Jasmin mengangguk.
Anak-anak pun heboh membantu Jasmin dan Nek Aminah untuk mengemasi pakaian mereka.
__ADS_1
" Bu..rencana ku, rumah ini mau ku renovasi. Itung-itung investasi buat Jasmin. Sementara gak di tempati, bisa di sewakan. Uangnya di tabung buat Jasmin.", ujar Ayu ketika ia membantu Nek Aminah untuk memasukan di pakaiannya ke dalam tas.
" Gak usah Nak.. biaya nya pasti mahal banget. Dan lagian, kamu kan perlu uang karena mau menikah.", jawab Nek Aminah sambil tersenyum.
" Ibu jangan khawatir, merenovasi rumah ini gak akan bikin budget ku untuk nikah berkurang. Lagian semuanya udah di atur sama Mama dan juga Papa.", jawab Ayu sambil tersenyum.
Nek Aminah terdiam mendengar ucapan Ayu. Bukan kah orang tua nya Ayu sudah meninggal..? Tapi kenapa dia bilang udah di urus semua oleh orang tuanya.
" Kenapa Bu?", tanya Ayu heran melihat nek Aminah terdiam.
" Orang tua mu masih ada?", tanya Nek Aminah dengan ekspresi bingung.
" Oh itu..udah meninggal Bu, yang aku maksud Mama sama Papa adalah orang tuanya Ratu. Beliau udah ku anggap pengganti orang tua ku.", jawab Ayu sambil mengelus lengan Nek Aminah.
Nek Aminah akhir nya tersenyum. Ia tentu tak melupakan hubungan baik Ayu dan Ratu. Yang terlihat seperti saudara kembar.
Setelah selesai membereskan semuanya, Ayu meminta para bodyguard untuk membawa pakaian mereka ke mobil.
Beres semuanya, mereka pun meninggalkan rumah tersebut. Tentu saja setelah Nek Aminah berpamitan dengan tetangga dan juga pak RT.
☘️☘️☘️☘️☘️
Menempuh perjalanan yang tak begitu lama, mereka kini telah berada di parkiran Mansion Ayu. Mansion tersebut terlihat megah dan cantik.. walau tak sebesar Mansion yang di miliki oleh Ratu.
Mata Jasmin dari tadi jelalatan. Ia benar-benar kagum melihat Mansion tersebut.
" Kita akan tinggal di sini Ma?" tanya Jasmin.
" Iya sayang, mari kita masuk. Kamar mu dan kamar ibu ada di lantai dua.", ucap Ayu sambil menggandeng tangan Nek Aminah.
" Bukan rumah ku Nja'.. rumah Mama.", ralat Jasmin sambil tersenyum manis.
" Iya tapi kamu kan udah jadi anaknya Mama Ayu.", timpal Zevania.
Senja mengangguk untuk mengamini ucapan Zevania.
Sementara Richie, ia berkeliling di taman mansion tersebut. Taman bunga dan juga kolam air mancur nya terlihat indah.
Richie tersenyum, akhirnya ia bisa bernapas dengan lega. Setidak-tidaknya sekarang, Jasmin dan nenek nya bersama orang yang tepat. Lagian jarak Mansion ini dengan Mansion nya hanya di batasi dua Mansion yang lain. Ya walau sangat jauh bila harus jalan kaki.
Mereka masuk kedalam Mansion, menuju ke lantai dua. Ketika mereka sedang menyapukan pandangan mencari kamar Jasmin. Senja justru melihat sebuah tulisan di depan sebuah pintu. Room princess Jasmine.
" Itu kamar mu Jessy.", seru Senja.
Mereka segera berlari ke arah pintu tersebut untuk memastikan. Setelah yakin itu kamar buat Jasmin, Mereka pun masuk.
Ketika pintu tersebut di buka, terlihat kamar yang yang begitu besar dan mewah. Terdapat tempat tidur yang berukuran Queen. Kamar mandi yang bagus serta walk in closed. Kamar tersebut juga mempunyai balkon. Dan di balkon terdapat sofa panjang, meja dari kaca dan juga Ayunan yang berbentuk sangkar burung.
" Kamarnya cantik bangettt..", jerit Jasmin tak mampu membendung rasa senangnya.
" Maaaaa..", teriaknya sambil berlari keluar kamar.
" Iya sayang ada apa?" tanya Ayu yang terlihat terburu-buru menghampiri Ayu.
" Maaa.. kamar ku bagus bangett.", ujarnya sambil menggoyangkan tangan Ayu.
__ADS_1
Ayu tersenyum mendengar pernyataan anak angkatnya tersebut.
" Mama ingin yang terbaik buat mu sayang.", ucap Ayu lembut sambil mensejajarkan tinggi badannya dengan Jasmin.
Jasmin menghambur kedalam pelukan Ayu. Tangis bahagia tak mampu ia bendung lagi.
Nenek Aminah menghampiri mereka berdua. Mengelus rambut Ayu dan Jasmin dengan lembut. Nek Aminah pun tak mampu menahan jatuh air matanya.
Suasana berubah menjadi penuh haru. Zevania dan Senja pun turut menangis. Menangis bahagia melihat sahabat mereka akhirnya bersama orang yang tepat.
☘️☘️☘️☘️☘️
Mereka sekarang sedang menikmati makan siang di gazebo samping mansion. Rupanya, ketika mereka hendak pulang ke Mansion, Ayu telah meminta Bik Ina untuk memasak.
Ikan Bakar dan Cumi bakar beserta lalapan. Itulah lauk yang di pesan oleh Ayu. Ia tau, anak-anak nya ini penyuka seafood semua.
" Ma.. Cumi bakarnya enak banget.", ucap Jasmin sambil mengigit potongan Cumi hingga bumbu dari cumi bakar tersebut meleleh di sudut bibirnya.
Ayu tertawa sambil mengangguk. Ia mengambil tisu lalu membersihkan bibir anak gadisnya tersebut.
Richie tersenyum simpul melihat Jasmin makan. Ia senang melihat binar bahagia dia mata Jasmin.
" Kalau kamu pengen makan Cumi bakar lagi besok, minta di bikinin aja sama Bik Ina.", ucap Ayu sambil menatap lembut wajah Jasmin.
" Iya ma.. makasih ya.", ucap Jasmin sambil tersenyum manis.
" Gak usah bilang makasih. Kamu putri mama, ini kan rumah mu. Kamu lakukan apa pun yang kamu mau. Minta aja sama mereka bila ingin sesuatu.
" Dan ibu juga, jangan sungkan-sungkan untuk meminta sesuatu dari mereka.", ucap Ayu sambil mengalihkan tatapannya pada Nek Aminah.
" Iya Nak.", jawab Nek Aminah sambil tersenyum.
Mereka akhirnya melanjutkan acara makannya kembali. Sambil sesekali di iringi canda tawa mereka.
Selesai makan, Bik Ina dan Bik Esy segera mengemasi piring bekas mereka makan. Tentu saja di bantu oleh anak-anak.
" Bik.. sini dulu.", panggil Ayu ketika Bik Ina dan Bik Esy mau masuk kedalam Mansion.
" Iya Bu..", jawab mereka sambil mendekat.
" Bik.. kenalin ini Jasmin anak ku dan ini ibu ku.. Bu Aminah. layani mereka dengan baik, sebagaimana kalian melayani aku.", ucap Ayu sambil menatap tajam ke arah asisten rumah tangga nya tersebut.
" Baik Bu..", jawab mereka kompak.
" Iya udah, lanjutkan kerjaan nya. Jangan lupa makan dulu.", ujar Ayu sambil tersenyum.
" Iya Bu, terima kasih. Kami lanjut kerja dulu.", jawab mereka sambil berlalu dari hadapan Ayu.
" Mulai sekarang, ibu istirahat aja. Gak usah melakukan apa pun. Biar semuanya di kerjain oleh mereka", ujar Ayu sambil menyentuh jari keriput Nek Aminah.
Nek Aminah tertawa. Ia tak yakin kalau dia akan betah hanya berdiam diri.
Selesai membantu membawa piring-piring kotor ke dapur, anak-anak langsung bermain di lapangan depan gazebo. Mereka bermain petak umpet. Padahal mereka baru saja selesai makan. Tadi nya Ayu ingin melarang, tapi setelah di pikir-pikir takut bikin mereka kesal.. akhirnya Ayu membiarkan.
BERSAMBUNG.
__ADS_1