ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.

ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.
RASA BERSALAH.


__ADS_3

"Assalamualaikum..", Richie dan Zevania mengucapkan salam sambil berlari ke dalam Mansion.


"Wa'alaikum salam..", jawab suara dari ruang tamu bersamaan. Sepertinya ramai sekali.


Zevania segera berlari ke ruang tamu.


" Zeze, jangan lari sayang, nanti jatuh.", seru Grandma seraya berdiri menyambut cucunya tersebut.


" Grandmaaaaa...", seru Zevania sambil menyongsong pelukan Nyonya Rara.


Nyonya Rara menggendong Zevania seperti Koala. Di cium nya seluruh wajah Zevania hingga gadis kecil tersebut tertawa cekikikan.


" Princess Grandma udah gede banget ya..", ucap Nyonya Rara yang tak bosan-bosannya mencium pipi chubby Zevania.


" Iya dong Grandma..kan di kasih makan sama Mommy dan Daddy.", jawab Zevania di sela tawanya.


Semua orang gemes mendengar jawaban polos Zevania.


" Jadi cuma Grandma aja yang di peluk.. Grandfha gak?", ucap tuan Diningrat seraya membuang wajahnya kesamping seolah-olah sedang merajuk.


Mendengar ucapan tuan Diningrat, Zevania meminta turun dari gendongan nyonya Rara. Nyonya Rara pun menurunkan tubuh princess kecilnya tersebut.


" Cepat rayu Grandfha, dia jelek kalau merajuk.", bisik nyonya Rara di di telinga Zevania.


Zevania tertawa pelan sambil menutup mulutnya mendengar bisikan nyonya Rara.


Pelan-pelan Zevania mendekati tuan Diningrat, kemudian tiba-tiba Zevania melompat ke pangkuan tuan Diningrat. Bukan hanya tuan Diningrat kaget, tapi semua orang yang di sana tersentak kaget melihat tingkah Zevania.


Beruntunglah gadis kecil tersebut langsung merangkul leher Grandfha nya, bila tidak bisa saja ia terjatuh.


Zevania menciumi seluruh wajah tuan Diningrat sambil tertawa. Tuan Diningrat pun tak mampu menahan tawanya setelah ia menguasai keterkejutannya.


Semua orang di sana hanya senyum-senyum melihat interaksi keduanya.


Sementara itu Richie yang dari tadi hanya melihat drama yang terjadi di depannya.. mendudukkan tubuhnya di samping Nyonya Rara, tentu saja setelah ia mencium tangan seluruh orang yang berada di ruangan itu.


Nyonya Rara merangkul tubuh Richie yang terlihat jauh tinggi dari usia anak seumurannya.


" Gimana kabar Prince Grandma?", tanya nyonya Rara sembari mencium pucuk nya.


" Alhamdulillah baik Grandma. Grandma sama Grandfha gimana kabarnya? terus kapan datangnya?", ucap Richie dengan pertanyaan yang bertubi-tubi.


" Kami berdua Alhamdulillah sehat sayang. Baru sekitar satu jam yang lalu.", jawab Nyonya Rara yang kembali sembari mendaratkan ciuman pipi Richie.


" Tinggal lah beberapa hari disini Grandma. Kami masih sangat merindukan mu.", pinta Richie dengan wajah penuh harap.


Nyonya Rara terdiam, dirangkulnya tubuh cucunya tersebut dengan penuh rasa sayang. Di pejamkan matanya untuk menahan air mata yang mulai memaksa hendak keluar.


Richie berbeda dengan Zevania, yang akan berbicara apa pun. Richie hanya berbicara seperlunya aja. Dan ketika ia meminta sesuatu, berarti memang itu sudah benar-benar sangat ia inginkan.

__ADS_1


Ratu dan Alex hanya terdiam ikut menunggu jawaban apa yang akan di berikan boleh Mamanya.


Begitu juga dengan Elang dan juga Ayu. Karena selama ini, Nyonya Rara dan tuan Diningrat seperti magnet yang akan slalu menempel di mana pun dan dalam keadaan apa pun.


Hanya Nyonya Rara yang tuan Diningrat butuhkan.


Tuan Diningrat dan Zevania pun menunggu, keputusan apa yang akan di ambil oleh wanita yang masih terlihat sangat cantik di usia lima puluh tersebut.


" Baiklah.. Grandma akan tinggal di sini sampai selesai pernikahan Aunty Ayu di gelar.", putus Nyonya Rara setelah ia menarik napas panjang.


" Yeeeyyy ...", sontak Richie dan Zevania melompat secara bersamaan.


" Terima kasih Grandma..", ucap Richie dan Zevania bersamaan. Mereka berdua mencium pipi Grandma mereka.


Nyonya Rara mengangguk sambil tersenyum.


Semua orang di sana menarik napas lega sambil tersenyum, berbeda reaksi tuan Diningrat yang wajahnya langsung cemberut.


" Terus aku gimana?", tanya nya dengan wajah memelas.


" Tenang sayang, ada Alvin asisten mu yang tersayang kan?", jawab Nyonya Rara sambil tertawa.


" Haahh.. nasib ku kok gini amat ya..", ucap tuan Diningrat sambil menepuk jidatnya dan menjatuhkan tubuhnya di sandaran sofa.


Zevania tertawa terbahak-bahak. Ia terlihat sangat bahagia melihat tuan Diningrat tersiksa. Berbeda dengan Richie ia hanya tersenyum simpul.


" Grandma.. Grandfha.. kami mandi dulu ya,gerah banget rasanya..", pamit Zevania pada keduanya.


Richie tak mengeluarkan sepatah kata pun, tapi ia mengekor dari belakang adiknya.


" Mama udah melewatkan banyak waktu. Mama baru sadar, mereka udah besar. Dan bentar lagi, mereka udah gak bisa Mama peluk. Karena mereka udah punya dunia sendiri.", ucap Nyonya Rara setelah Twins hilang dari pandangan nya.


Tuan Diningrat mengangguk mengamini ucapan istrinya.


" Kita terlalu sibuk dengan dunia kita. Hingga kita melupakan keberadaan mereka yang sebenarnya sangat merindukan kita berada di sampingnya. Hal sederhana aja. Melepaskan kepergian mereka ke sekolah. Menunggu mereka pulang kembali dari sekolah. Mendengarkan celoteh mereka tentang apa yang mereka temui di luar sana. Achh.. Kita udah melewatkan banyak hal.", ucap Nyonya Rara sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Tuan Diningrat menggeser kan tubuhnya, untuk bisa memeluk tubuh istrinya.


Nyonya Rara menangis di pelukan suaminya. Ia merasa telah mengabaikan kedua cucunya selama ini. Rasa bersalah itu tiba-tiba membuat dadanya terasa sakit.


" Jangan menangis. Tinggal lah berapa lama pun yang kamu mau. Aku gak apa-apa. Ada Alvin yang akan mengurus semuanya.", ucap tuan Diningrat sambil mencium pucuk kepala istrinya.


Ia tau, selama ini.. istrinya akan sangat mengkhawatirkannya dirinya bila mereka jauh. Itu lah sebabnya, ia akan mengikuti kemana pun dirinya pergi. Walau pun ia harus mengakui akan terasa beda bila istrinya tak di samping. Tapi dia tak boleh egois.


" Tapi aku khawatir Mas sama kamu.", jawab Nyonya Rara merasa dilema.


" Gak apa-apa sayang. Alvin akan memastikan semuanya akan baik-baik saja ", jawab tuan Diningrat sambil tersenyum.


" Syukurlah kalau begitu.", ucap Nyonya Diningrat sambil menjatuhkan tubuhnya di dada suaminya.

__ADS_1


Ayu dan Ratu saling melempar pandang. Setelah 29 tahun menikah, Tuan Diningrat dan Nyonya tetap romantis. Bahkan, Nyonya Rara pun terkadang masih bersikap seperti ABG. Dan tuan Diningrat akan selalu jadi buncinnya.


☘️☘️☘️☘️☘️


Sementara itu, Zevania sedang berada di kamar Richie. Mereka duduk di tempat tidur, tapi sama-sama terdiam. Seakan tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing.


" Mas..tumben Grandma mau tinggal sama kita lebih lama ya?" ucap Zevania memecah keheningan di antara mereka.


" Kita kan gak pernah meminta selama ini.", jawab Richie singkat.


" Oh iya ya..", ucap Zevania seakan baru menyadarinya.


" Senang banget rasanya.. rumah ini gak akan sepi lagi.", ucap Zevania sambil tersenyum bahagia.


Richie menatap wajah kembaran nya tersebut dengan tatapan lembut. Sesungguhnya karena Zevania ia melakukan ini. Secara tak sengaja mendengar keluh kesahnya Zevania pada Senja siang tadi, membuat Richie melakukan ini. Ia tak mungkin meminta Mommy nya untuk tetap tinggal di rumah. Sementara ada ribuan karyawan yang menjadi tanggung jawab Mommy nya. Jalan satu-satunya memang Grandma nya. Karena cuma Grandma nya yang tak punya tanggung jawab sama orang lain. Tapi hanya sama Grandfha nya.


" Aku akan melakukan apa pun untuk membuat mu bahagia. Agar kamu tak merasa kesepian lagi.", ucap Richie sambil menyentuh tangan Zevania.


Zevania mengangkat wajahnya. Menatap kedalam bola mata saudara kembarnya tersebut. Mata zevania langsung berkaca-kaca.


" Mas tau aku merasa kesepian?", tanya nya dengan suara pelan.


" Iya, Mas tau. Mas tadi siang tak sengaja mendengar cerita mu sama Senja.", jawab Richie jujur.


Zevania kembali menangis, ia tak mampu menahan air matanya lagi.


" Maaf Mas, aku egois.", jawab Zevania sambil menundukkan wajahnya.


" Hei.. kamu gak salah, aku ngerti banget. Kita di berikan harta yang berlimpah, tapi kurangnya waktu mereka sama kita membuat kita kesepian. Ia walau pun kita tau, mereka sangat menyayangi kita. Tetap aja ada yang kurang rasanya. Aku juga merasakan itu.", jawab Richie panjang lebar agar Zevania tak merasa bersalah.


Zevania masih terdiam, ia masih asik menyusut titik bening yang terus mengalir di pipinya.


"Itulah sebabnya, aku ingin cepat menyelesaikan sekolah ku. Agar bisa segera mengambil tanggung jawab Mommy. Biar Mommy punya waktu buat kita, buat istirahat di rumah. Nanti kita udah besar, siapa tau tuhan kasih kita adik lagi. Nah ku harap mereka tak merasakan apa yang kita rasakan.", lanjut Richie sambil mengelus pundak adiknya dengan lembut.


" Tapi kamu ingat ya sayang, orang tua kita melakukan ini untuk kita. Jangan pernah menyalahkan mereka.", pesan Richie. Ia tak mau adiknya jadi berpikir yang tidak-tidak.


" Iya Mas aku ngerti. Sebenarnya aku bangga bangat sama kedua orang tua kita. Tapi tetap aja rasanya ada yang kurang.", ujar Zevania sambil mencoba untuk tersenyum.


" Iya.. iya, aku ngerti.", ucap Richie sambil tersenyum.


" Udah mandi sana, kamu bau.", ucap Richie sambil mendorong pelan tubuh Zevania.


Zevania sontak cemberut mendengar ucapan Richie. Tapi ia langsung turun dari tempat tidur Richie.


Tanpa berkata-kata, ia langsung pergi meninggalkan kamar kembarannya tersebut.


Richie hanya tertawa melihat tingkah Zevania. Yang terkadang kekanakan, tapi juga terkadang sangat dewasa.


"

__ADS_1


BERSAMBUNG.


🌷Bab ini, ku dedikasikan untuk anak-anak yang harus hidup mandiri di rumah, sementara orang tua sibuk mencari nafkah di luar. Ingat lah duhai ayah dan ibu, luang kan lah waktu mu untuk buah hati mu. Karena waktu begitu cepat berlalu.🌷


__ADS_2