ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.

ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.
JANJI RICHIE.


__ADS_3

Richie mendekati Bu Maria.


" Tante... nanti kalau aku sudah besar, aku boleh nikahin Senja..?", tanya Richie dengan wajah seriusnya.


Ayu dan Bu Maria terkejut mendengar pertanyaan Richie. Bu Maria bengong sejenak. Tapi kemudian ia tersenyum.


" Boleh.. tapi Richie harus janji, kalau Richie akan slalu menjaga dan menyayangi putri Tante.", jawab Bu Maria sambil mengelus rambut Richie dengan lembut.


" Iya Tante.. aku janji. Janji akan slalu menjaga dan menyayangi Senja.", ujar Richie dengan yakin nya.


Bu Maria mengangguk sambil tersenyum.


" Terima kasih ya nak, semoga Allah merestui niat baik mu.", doa Bu Maria a terharu.


" Aamiin...", Richie dan Ayu mengaminkan doa Bu Maria.


Ayu tersenyum.. Ia tak tau, apakah itu hanya janji seorang anak kecil, atau janji seorang laki-laki pada calon mertuanya. Entahlah.. tapi Ayu merasa bangga melihat Richie begitu dewasa di usianya masih sangat dini.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Cukup lama anak-anak tersebut bermain-main. Ayu sengaja membiarkan mereka bebas kejar-kejaran. bahkan baju Richie dan Zevania telah kotor semua.


Mereka bermain dengan penuh riang gembira. Karena begitulah dunia anak-anak, Dunia bermain.


Ayu pun turut tertawa, ketika Zevania dengan jahilnya menyiram air yang senja pakai buat nyiram bunga ke pakaian Richie. Richie terlihat kelabakan..tapi ia tak membalas, ia hanya tertawa sambil geleng-geleng kepala.


Handphone Ayu berdering. Ayu pun segera mengeluarkan handphone dari dalam tasnya. Ayu tersenyum melihat nama yang tertera di layar handphone nya.


Ayu merubah panggilann telponnya dari panggilan suara ke video call. Ayu segera mengarahkan camera handphone nya ke arah anak-anak yang sedang bermain dengan riang gembira.


" Ya ampun Ay..kalian lagi dimana?", tanya Ratu sambil matanya tetap mengawasi anak-anak dari layar handphone nya.


" Di rumah Senja. Tadi mereka pulang bareng..jadi begitulah, akhirnya mereka main-main dulu.", jawab Ayu sambil tersenyum.


Ratu tertawa melihat Zevania kembali menyiram Richie dengan air di dalam teko untuk menyiram tanaman.


" Okelah... selamat bersenang-senang ya.. tau tetap awasi mereka ya..", ujar Ratu sambil mengedipkan matanya.


" Oke sayang.", jawab Ayu.


Panggilan Ratu pun berakhir. Ayu kembali menyimpan handphone di dalam tasnya.


" Bu.. sibuk gak?", tanya Ayu pada Bu Maria.


" Gak mbak.", jawab Bu Maria sambil memandang wajah Ayu.


.


" Aku pengen mengajak anak jalan-jalan. Tapi ibu ikut juga ya..", pinta Ayu pada Bu Maria.


Bu Maria terlihat berfikir sejenak.

__ADS_1


" Apa gak merepotkan mbak Ayu?"tanya Bu Maria terlihat sungkan.


" Gak mbak. Ayolah siap-siap.", titah Ayu pada Bu Maria.


" Anak-anak.. ayo mandi dulu, habis ini kita jalan-jalan.", perintah Ayu pada keempat anak-anak tersebut.


" Yeyyyy...kita jalan-jalan.", teriak Zevania dengan penuh semangat.


Mereka berempat segera berlari mendekati Ayu.


" Ayo gantian ke kamar mandi..Aunty ambil handuk dan baju buat kalian dulu.", perintah Ayu sambil ia beranjak menuju ke arah mobilnya.


Zevania dan Senja masuk duluan kedalam rumah untuk mandi. Sementara Zhafran dan Richie masih menunggu di teras.


Ayu mengambil 4 pasang pakaian di dalam bagasi mobilnya. Ayu slalu meletakkan beberapa pasangan pakaian di dalam bagasi. Termasuk sepatu dan juga sandalnya.


Kebetulan, keempat anak tersebut memiliki tubuh yang hampir sama.


Ayu menyerahkan baju ke Zhafran dan Richie. Richie tersenyum ketika Zhafran menerima baju dari Ayu.


" Makasih ya udah mau meminjamkan baju mu ke aku.", ujar Zhafran sambil tersenyum.


" Sama-sama. Aunty emang slalu nyiapin baju di bagasi. Jadi kalau mau ganti pakaian gak perlu repot-repot harus ke mall atau pulang ke rumah dulu.", Terang Richie sambil tersenyum.


" Tapi baju ini kayaknya belum pernah di pakai ya?", tanya Zhafran karena melihat masih ada bandrol harga di baju tersebut.


Richie mengangguk Seraya menggamit tangan Zhafran mengajak ia masuk kedalam rumah.


Sementara itu, Ayu sedang ngobrol dengan Bu Maria di ruang tamu.. menunggu Senja dan Zevania yang sedang mandi bersama.


" Belum Bu.. aku belum sempat untuk nikah, karena musibah yang menimpa keluarga si Twins.", jawab Ayu dengan santai.


" Musibah?", tanya Bu Maria kaget.


" Iya.. Alex, papa Twins.. dia sempat hilang selama 6 tahun. Karena terdampar di suatu pulau di kepulauan Riau sana. Saat itu,Ratu benar-benar terpuruk. Jadi aku mendampingi Ratu hingga hari ini.", jawab Ayu. Ayu pun menjelaskan semuanya dari awal hingga akhir. Bu Maria mengangguk-angguk tanda mengerti.


" Syukurlah akhirnya sekarang ia telah berkumpul kembali bersama anak dan istrinya.", ujar Bu Maria lega. Ia bisa bayangkan gimana perasaan Ratu, karena hal tersebut pun terjadi padanya.


" Aunty..", panggil Zevania yang telah selesai mandi. Tubuh mungilnya di balut dengan handuk berwarna pink kesukaan. Begitu juga dengan Senja, tubuhnya pun di balut dengan handuk berwarna putih yang telah sedikit memudar. Tapi tak mengurangi kecantikannya.


" Ayo ganti baju dulu sayang... ", ujar Ayu sambil menggiring kedua gadis kecil tersebut ke kamar Senja yang telah di beritahukan oleh Bu Maria tadi.


Baju yang akan mereka pakai telah di letakkan di sana. Senja terpaku melihat 2 pasang baju-baju cantik tergeletak di tempat tidurnya.


" Yang warna pink punya Zeze, yang warna hijau punya Senja. Ayo di pakai bajunya.", perintah Ayu kepada 2 orang gadis kecil tersebut.


Zevania segera mengambil pakaiannya dan segera memakai nya. Sementara Senja masih bengong.


" Sayang.. ayo pakai bajunya.", ujar Ayu sambil menyerahkan baju tersebut pada Senja.


" Serius Aunty baju ini buat ku?", tanya nya lagu seakan tak percaya.

__ADS_1


" Iya sayang.", jawab Ayu sambil mengelus rambut Senja.


" Terima kasih Aunty..bajunya cantik banget. Terima kasih Zeze..", ujarnya sambil membungkukkan tubuhnya.


Zevania memeluk tubuh Senja.


" Mulai sekarang, apa yang menjadi milik ku.. akan menjadi milik mu. Kamu kan calon kakak ipar ku...", ujar Zevania dengan lucunya.


Ayu senyum-senyum mendengar ucapan Zevania.


Senja menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Ia pun mulai memakai pakaiannya. Ternyata baju tersebut sangat pas di tubuhnya. Ia terlihat benar-benar cantik..


" Wahhh..kamu cantik banget.", seru Zevania bersemangat.


Senja tersipu malu mendengar pujian dari Zevania.


" Pantes aja mas Richie suka sama kamu dan ingin menjadi kan kamu istri.", lanjut Zevania menggebu-gebu.


Ayu hanya bisa senyum-senyum mendengar celotehan Zevania.


Ayu kemudian mengambil sisir, bedak dan juga lotion di dalam tasnya. Ia mulai mendandani kedua gadis tersebut bergantian.


Setelah memastikan kedua gadis tersebut telah rapi dsn cantik. Ayu pun mengajak mereka berdua keluar dari kamar.


Di ruang tamu, Richie dan Zhafran telah pun siap. Mereka berdua juga udah rapi dan ganteng.


Richie memandangi Senja dari ujung kaki hingga ujung rambut. Rambutnya yang panjang di buatkan tergerai indah,hanya di beri jepit kecil sebagai pemanis.


Sepatu yang ia pakai pun sangat kontras dengan baju dan juga kulitnya.


Zevania pun tak kalah cantik.. baju warna pink slalu cocok dengan kulitnya yang berwarna kemerah-merahan. Tambutnya yang panjang di buatkan tergerai indah. Bandana berwana putih menghiasi rambut pirangnya. Ia benar-benar cantik.


Bu Maria keluar dari kamarnya. Bajunya yang sederhana tak mampu menutupi kecantikannya. Ia terpanah melihat bertapa cantik putrinya kini dengan baju yang ia pakai. Tanpa sadar, setitik air mata jatuh dari sudut matanya.


" Kamu cantik banget nak..",bisiknya sambil memeluk Senja.


" Maafin mama ya, yang tak pernah bisa beliin baju baru buat mu.", lanjutnya.


Senja pun turut meneteskan air mata. Ia tau, bertapa menderitanya mama nya selama ini.


" Gak papa ma, aku mengerti keadaan mama.", jawab Senja dengan lembut. di usapnya pipi mamanya dengan lembut..lalu di ciumnya.


" Aku lah yang akan membahagiakan mana. Tak ada seorang pun yang bisa menyakiti mana lagi.", ujar Senja sambil mengelus pipi mamanya.


Richie berdiri mendekati ibu dan anak tersebut.


" Aku janji akan menjaga Tante dan Senja.", ujar Richie sambil merangkul pundak Senja dan sambil mengelus pipi Bu Maria.


Bu Maria terharu mendengar ucapann Richie.


" Terima kasih nak.", jawabnya sambil merangkul tubuh Richie dan Senja bersamaan.

__ADS_1


Ayu hanya terdiam melihat adegan tersebut. Ia merasa, masalah Bu Maria sangat berat. Ada sesuatu yang terjadi pada keluarga kecil ini. Ayu ingin mencari taunya.


BERSAMBUNG.


__ADS_2