ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.

ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.
NGAMBIL JATAH.


__ADS_3

Mereka segera meninggalkan kediaman Senja. Elang membawa kendaraan tersebut dengan kecepatan sedang. Ia ingin orang yang ia bawa merasa nyaman dan tak terganggu. Apa lagi ketika ia melirik ke bangku belakang, sang tuan kecil sedang menyamankan dirinya. Ia terlihat begitu lelah..


Ayu pun sedang terkantuk-kantuk, Elang hanya bisa tertawa pelan melihatnya.


Tak lama kemudian, mobil telah membawa mereka di kediaman Ratu.


Setelah memarkirkan kendaraannya, Elang beranjak turun dari balik kemudi. Pelan-pelan ia membuka pintu mobil yang di samping Richie.


Tapi baru saja ia menjulurkan tangan untuk menggendong Richie, Richie telah terbangun.


" Mau ngapain om?", tanya Richie yang sukses membuat Elang tersentak kaget.


" Astaghfirullah Richie.. kamu bikin om jantungan.", ujar Elang sambil mengelus dadanya.


Ayu tertawa terbahak-bahak, sementara Richie hanya tersenyum simpul.


" Aku bukan anak kecil lagi om.", ujar Richie sambil loncat keluar dari mobil.


" Iya tau.. tapi gak usah lompat-lompat juga, keseleo ntar kaki mu.",jawab Elang dengan wajah khawatir.


" Iya Oom bawel.", ujar Richie sambil berlari kedalam rumah.


Ayu hanya geleng-geleng kepala melihat anak asuhnya yang suka banget bikin Elang kesal.


Ayu kemudian turun dari mobil dan menghampiri Elang.


" Mau masuk dulu yank?" tanya Ayu pada Elang.


" Gak lah.. aku mau pulang dulu, mau tidur.", jawab Elang sambil mengelus rambut Ayu dengan lembut.


" Okelah sayank.. hati-hati ya.", pesan Ayu sambil beranjak masuk kedalam rumah.


Elang pun masuk kedalam mobil. Baru saja ia menyalakan mesin mobilnya, Alex memanggil sambil berjalan untuk keluar dari rumah.


" Brayy.. mau kemana?".


" Pulang, ngantuk.",jawab Elang sambil menjalankan kendaraan nya.


" Eiiii.. urusan kerjaan gimana ni, kita udah terlalu lama ninggalin kantor?"seru Alex.


" Tidur dulu, Besok aja ngurusin kerjaan. Otak gue buntu Boss.", jawab Elang sambil tancap gas.


" Ohhh dasar asisten laknat.", teriak Alex kesal.


Ayu dan Ratu tertawa terbahak-bahak. Rupanya ketika melihat Alex keluar.. Ratu pun ikut keluar. Apa lagi ketika ia mendengar teriakan Alex. Ayu pun menghentikan langkahnya. Jadilah kedua perempuan tersebut menjadi saksi, bertapa Alex tak ada artinya di hadapan Asisten tercintanya.


Wajah Alex di tekuk masam. Ratu jadi gemes melihatnya.


" Udah.. biarkan dia istirahat dulu. Besok kita baru mikirin kerjaan.", ujar Ratu sambil membingkai wajah Alex dengan kedua tangannya.

__ADS_1


" Tapi aku kesel di cuekin ana Elang.", jawab Alex.


" Udah, gak usah di pikirin. Ke kamar yuk.. ngambil jatah.", ujar Ratu sambil melirik ke arah Ayu.


Mendengar kata jatah, wajah Alex langsung sumringah.


" Woiii..Ada gue di sini. Gue denger kalian bilang apa!!!.", seru Ayu dengan nada kesal.


Ia benar-benar kesal, karena Alex dan Ratu bicaranya terlalu vulgar.


Ratu dan Alex tak menggubris sana sekali, Mereka berdua berlalu dari hadapan Ayu sambil berjalan dan saling merangkul.


Ayu semakin kesal di buatnya. Ia mencak-mencak tak karuan.


" Ayu sayang.. jangan lupa hubungin Bu Maria, besok suruh ke kantor.", Seru Ratu sebelum ia menutup pintu kamarnya.


Ayu semakin kesal di buatnya. Tapi ia tetap menuruti perintah Ratu. Ia mengambil handphone dari dalam tasnya, lalu ia pun menghubungi Bu Maria mamanya Senja.


Tak menunggu lama, panggilan nya pun tersambung.


" Assalamualaikum...", sapa Bu Maria dengan lembut.


" Wa'alaikum salam..", jawab Ayu.


" Bu..Besok ikut saya ke kantor ya. Saya jemput jam 7 pagi. Kita berangkat sama-sama." sambung Ayu.


" Baik mbak..", jawab Bu Maria dengan nada gembira. Ia tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya.


" Wa'alaikum salam.", jawab Bu Maria sambil tersenyum.


" Terima kasih ya Allah.. Kau kirimkan orang baik untuk hamba dan anak hamba. Terima kasih..", ucap Bu Maria dalam hati.


Tanpa ia sadari, air mata jatuh di sudut bibirnya.


" Maaa..mana kenapa?", tanya Senja tiba-tiba muncul di sampingnya..


Maria langsung memeluk tubuh anak nya sambil menangis.


" Terima kasih nak.. berkat kamu, Besok mama mulai kerja di perusahaan orang Keluarga Richie.', jawab Bu Maria sambil menciumi pipi Senja.


" Alhamdulillah ma.. semoga ini menjadi awal yang baik untuk keluarga kita.


" Oh ya ma..perusahan keluarga Richie kerjasama dengan perusahaan Om Alvarez.


" Kok bisa? Dari mana kamu tau?"


" Pagi tadi Tante Ratu dan Om Alvarez melakukan perjanjian kerjasamanya. Bahkan, perusahaan keluarga Richie melakukan investasi sebesar tujuh puluh persen saham di perusahaan itu. Menurut Zeze, secara mutlak, sebenarnya itu perusahaan itu udah menjadi milik keluarganya.", jelas Senja dengan penuh semangat.


" Syukurlah kalau begitu. Dengan begitu, yang mengelola perusahan tersebut adalah team management dari perusahaan keluarga Richie. Jadi mereka gak bisa seenak jidatnya mengatur perusahaan tersebut.", jawab Bu Maria sambil menarik nafas lega.

__ADS_1


Senja tersenyum melihat ada binar bahagia dari wajah mamanya. Ia berharap, tak ada lagi air mata yang ia lihat menetes di pipi mamanya.. kecuali air mata bahagia.


Itulah sebabnya, ia tak memberitahu tentang accident di Batam. Ia tak mau mamanya khawatir.


" Maaa.. masuk yuk, aku pengen bobok... pengen di peluk sama mama.", ujar Senja sambil menarik tangan mamanya dengan manja.


Bu Maria tersenyum lembut. Ia sangat bahagia memiliki putri seperti Senja. Bisa menjadi seperti apa pun. Kadang ia dewasa, mampu meredam kesedihannya. Tapi terkadang ia manja.. seperti saat ini.


" Ayolah sayang.", jawab Bu Maria sambil mengikuti langkah Senja dari belakang.


🍀🍀🍀🍀🍀


Pagi itu, udah begitu dingin. Karena hujan baru saja berhenti.


Senja dan Bu Maria telah terbangun, telah rapi. Saat ini mereka berdua sedang menikmati sarapan.


Senja tak bosan-bosannya memandangi wajah mamanya. Mamanya terlihat sangat berbeda.


" Ada apa sayang?", tanya Bu Maria heran.


" Mama cantik banget dengan model rambut katak gitu.", ujar Senja sambil menunjuk ke rambut mamanya.


" Oh.. ini nama model Beach Waves. Biar rambut mama kelihatannya tebal..", terang Bu Maria sambil tersenyum.


" Oh begitu. Jadi mulai sekarang, mama harus slalu tampil cantik. Karena Tante Ratu dan Aunty Ayu juga slalu tampil cantik.", ujar Senja sambil tersenyum.


Bu Maria ikut tersenyum.. ia begitu bahagia, karena mampu membuat putrinya bangga hari ini. Ia janji, kalau ia akan slalu membuat putrinya tersebut bangga.


Ia akan memberikan kehidupan yang layak untuk putrinya tersebut.


" Ayo nak.. sarapan nya di habisin. Bentar lagi sepertinya Aunty Ayu akan datang.", ujar Bu Maria sambil melanjutkan sarapannya.


" Iya Ma..", jawab Senja sambil memasukkan nasi goreng kedalam mulutnya.


10 menit kemudian, mereka berdua telah menyelesaikan sarapan nya. Senja dan mamanya telah duduk di bangku depan rumah. Semua pintu dan jendela telah di kunci.


" Bu.. mau kemana pagi-pagi udah rapi?", seru ibu-ibu samping rumah mereka.


" Mau kerja Bu.", jawab Bu Maria sambil tersenyum.


" Ach.. nanti kayak kemarin-kemarin, di tolak perusahaan lagi.", jawab ibu-ibu tersebut dengan sinis.


" Insya Allah hari ini gak Bu. Karena hari ini aku bukan mau melamar, tapi langsung kerja.", jawab Bu Maria sedikit ketus.


Ibu-ibu tersebut langsung masuk kedalam rumah, Sambil membanting pintu rumahnya.


Bu Maria hanya mengelus dada. Ia tau, tetangga nya tersebut yang bernama Bu Pipin memang slalu senang melihat ia dan Senja menderita. Entahlah apa sebabnya.


" Biarkan saja ma.. aku yakin, kali ini keluarga papa tak akan mampu menyentuh mama.", ucap Senja sambil mengelus tangan mamanya.

__ADS_1


Bu Maria mengangguk, ia pun yakin begitu. Karena hingga hari ini.. keluarga Diningrat dan Mahardhika tetap menjadi orang-orang yang kekayaannya tak bisa dihitung oleh media. Karena biasanya media dengan mudah bisa mendapatkan informasi tentang segala sesuatu. Tapi tidak dengan keluarga Diningrat dan Mahardhika. Seperti ada tembok tinggi yang sulit di jangkau oleh orang luar.


__ADS_2