ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.

ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.
SURGA DUNIA.


__ADS_3

Sementara itu, sepeninggal Ayu dan Elang..Alex memasuki lobby perusahaan Richie Company.


Para karyawati mulai kasak kusuk. Alex tak memperdulikan hal tersebut, ia hanya akan menjawab sapaan dari karyawan atau karyawati yang menyapanya.


" Selamat siang mas Alex.", sapa Rani yang kebetulan ada di lobby perusahaan.


" Selamat siang juga Rani. Mbak Ratu ada di kantor?", tanya Alex.


" Ada mas.. beliau lagi istirahat.", jawab Rani sambil tersenyum.


" Ya udah, kalau begitu saya langsung ke atas aja.", ujar Alex sambil berlalu dari hadapan Rani.


Rani hanya tersenyum menatap langkah suami dari bos nya tersebut.


" Mbak..mas Alex ganteng banget ya.", ujar Viana sambil menatap tubuh Alex yang hampir menghilang.


" Iya... ganteng, kaya, baik dan juga setia. Tapi kalian jangan coba-coba kecentilan sama beliau.", jawab Rani setengah memperingatkan.


" Kami mana berani mbak.", jawab Viana buru-buru.


" Kecuali kalau dia yang mau sama aku.. aku mana tega menolak.", celetuk Bela.


" Emmm.. sama aja. Kamu udah bosan hidup ya berurusan sama bos sendiri?",jawab Viana ngegas.


Bela hanya nyengir sambil menggeleng. sementara Vivi hanya tersenyum melihat pertengkaran kedua temannya tersebut.


" Udah, kalian jangan macam-macam. Kerja yang baik, rajin dan tunjukan loyalitas pada perusahaan. Perusahaan udah banyak memberi untuk semua karyawan di perusahaan ini. Belajar bersyukur atas semua fasilitas yang udah kita dapat. Gak akan pernah kita temui di perusahaan lain, yang sangat memperhatikan kesejahteraan karyawannya.", Nasehat Rani panjang lebar.


Ketiga resepsionis tersebut mengangguk tanda mengerti.


" Ya udah.. aku kembali ke ruangan ku dulu.", pamit Rani ambil berlalu di tempat tersebut.


Ketiga resepsionis tersebut masih terdiam. Mereka sedang memikirkan apa yang telah di sampaikan oleh sekretaris bos mereka. Semuanya benar, tak ada yang di lebih-lebihkan. Mereka menikmati gaji di atas rata-rata upah karyawan. Ada bonus bulanan, tunjangan kesehatan di rumah sakit mewah, serta mendapatkan jatah tiga kali makan dalam sehari.


Bos mereka juga baik dan ramah pada semua karyawan. Bukan hanya bos mereka, tapi semua anggota keluarganya pun begitu.


Mereka bertiga akhirnya saling pandang lalu tersenyum bersama-sama.


" Semoga mbak Ratu dan keluarganya selalu diberikan kesehatan.", ujar Viana.


" Aamiin..", jawab Vivi dan Bela berbarengan.


Mereka bertiga akhirnya lanjut mengbrol santai sambil tetap standby di meja mereka. Yang berakhir dengan mereka tertawa kecil.


🍀🍀🍀🍀

__ADS_1


Sementara Alex masuk pelan-pelan ke dalam kamar yang ada di dalam ruangan kantor Ratu. Untuk masuk ke kamar tersebut menggunakan sensor finger print. Jadi hanya orang-orang tertentu saja yang bisa masuk.


Alex berdiri di samping tempat tidur, memperhatikan Ratu yang terlihat telah berlayar ke alam mimpi.


Di bukanya jas yang membungkus tubuh atletis nya.. setelah menggantungnya di dalam lemari, Ia pun segera membaringkan tubuhnya di samping Ratu.


Di peluknya tubuh indah istrinya tersebut. Ratu sepertinya tak menyadari kehadiran Alex, tapi ketika ada yang memeluk tubuhnya..reaksinya cukup cepat, ia balas memeluk. Sepertinya sang Ratu sedang bermimpi.


Alex mulai menciumi kening istrinya. Beralih ke pipinya yang putih dan mulus. Tangannya telah bergerak dengan sangat lihai. Sepertinya telah begitu hapal letak titik-titik yang dapat memberikan rangsangan pada sang pemilik tubuh.


Desahan mulai keluar dari bibir mungil Ratu. Tidurnya mulai tak tenang. Perlahan-lahan ia membuka matanya. Matanya langsung terbelalak ketika ia tau itu bukan mimpi tapi benar-benar nyata.


Alex tak memberikan kesempatan padanya untuk mengeluarkan sepatah kata pun. Bibirnya langsung di kecap tanpa henti. Ratu membatalkan niatnya untuk bertanya, ia malah balas mengecap dengan sangat agresif.


Tangan mereka saling meraba dengan liar. Lidah mereka saling melilit bagaikan Anaconda sedang bertarung. Hingga napas mereka tengah-tengah.


Mereka berdua benar-benar sedang di titik gairah yang membara. Ratu kemudian bangkit, ia mulai membuka blazer nya yang masih menutup tubuh indahnya. Alex segera membantu, di iringi dengan ciumannya yang menelusuri tulang selangka istrinya yang terlihat begitu indah.


Ratu benar-benar di buat mabuk gairah oleh Alex. Ratu pun tak ingin tinggal diam, ia pun mulai membuka baju kemeja yang masih menutup tubuh Alex yang atletis. Perut rata dengan dada kotak-kotak. Ratu pun menciumi tubuh bagian atas Alex. Alex mendesah dan mendesah. Ia benar-benar di buat gila oleh Ratu.


Akhirnya Alex merebahkan tubuh Ratu di tempat tidur.. di bukanya satu persatu pakaian yang masih menempel . Begitu juga dengannya, ia pun membuka semua pakaian nya yang masih tersisa.


Pergulatan pun di mulai. Awalnya Ratu yang memimpin, ia menciumi sekujur tubuh Alex Tanpa sejengkal pun terlewatkan. Alex hanya bisa mendesis menahan kenikmatan yang tiada Tara. Ratu semakin bersemangat melihat Alex benar-benar tak berdaya di bawah kendalinya.


Badan Alex melengkung menahan kenikmatan yang tiada bisa di ungkapkan dengan kata-kata.


Bibir mungil Ratu nyaris tak mampu mengulum semua kepala di Bram. Tapi dengan susah payah ia melakukannya.


Alex mendesah dan menggeliat. Ia benar-benar berada di puncak nafsu. Napas nya terengah-engah. Di tariknya tubuh Ratu ke atas. Kini giliran dia yang memanjakan Ratu. Di ciumnya bibir yang telah membuatnya melayang. Bibir yang slalu menjadi candu.


Ratu mengerang, merintih dan menggeliat kesana kemari. Ia benar-benar di buat mabuk oleh cumbuan suaminya tersebut.


Alex menelusuri leher jenjang nan putih. Seakan memanggil untuk di gigit. Beralih ke pundaknya, lalu mulai turun ke dada nya. Dua pucuk gunungnya telah membuat sempurna. Bibir Alex tersenyum.. ini adalah pemandangan yang sangat indah. Ketika Alex mulai mengecap pucuk bukit kembarnya, jeritan kecil lolos dari bibir ratu. Tubuhnya melengkung indah, kepalanya menengadah ke belakang, hingga pinggulnya pun ikut terangkat.


Alex semangkin menggila, mengecap dan mengigit kecil puncak bukitnya dengan sedikit kasar.


Napas Ratu terengah-engah.. matanya sampai berair karena tak mampu lagi menahan gelombang nafsu dari dalam tubuhnya.


" Yank..", desah Ratu. Matanya mengisyaratkan meminta lebih.


" Iya sayang.. udah siap?", tanya Alex setengah menggoda istrinya.


Tanpa malu-malu Ratu langsung mengangguk.


Sambil tersenyum Alex membetulkan posisinya. Lalu ia mulai mengarahkan si Bram menuju surga dunianya.

__ADS_1


Ratu menjerit tertahan, walau telah melahirkan.. tetap saja ia meringis sakit ketika melakukan penetrasi.


Alex menghentikan gerakannya. Di pandangi wajah istrinya yg sedang meringis menahan sakit.


Ratu membuka matanya, dia Herna karena Alex berhenti di tengah jalan.


" Kok berhenti?", tanya Ratu sambil mengernyitkan alisnya.


" Gak tega melihat ku kesakitan.", jawab Alex lembut.


" Ya ampun yankk..wajar sakit, kan baru dua kali kita melakukan setelah 6 tahun libur.", jawab Ratu sambil menepuk jidatnya.


" Ayo lanjutt...", sungut Ratu yang nampaknya kesal karena hasratnya terputus di tengah jalan.


Melihat istrinya kesal, timbul niat jahil dalam diri Alex. Ia langsung menghentak di Bram dengan keras..hingga si Bram langsung melesat masuk.


Ratu menjerit antara sakit dan kaget. Di pukulnya pundak Alex.


" Jiaahhh..gak gini juga yank.", teriak Ratu.


Alex tertawa terbahak-bahak. Sesungguhnya ia tak tega membuat istrinya sakit. Tapi tadi dia benar-benar menikmati saat menghentak kan si Bram hingga masuk kedalam. Rasanya tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.


Alex kemudian mencium bibir Ratu, mengecap dan menggigit nya. Agar Ratu lupa akan rasa kaget dan sakitnya.


Ratu mulai melupakan rasa sakitnya, kini mulai menikmati setiap gerakan yang di lakukan oleh Alex. Mereka terus bercinta, melepaskan semua gairah yang ada hingga Ratu telah beberapa kali mencapai puncaknya. Dan Alex baru satu kali, itu pun karena ia kasihan melihat istrinya telah kelelahan.


Azan magrib pelan-pelan terdengar, menyusup di sela-sela jendela. Tanpa mereka sadari, 3 jam sudah mereka bergulat.


Ratu tergeletak tak berdaya di sampingnya.


" Maaf ya sayang.. inilah hasil yang kudapat ketika jauh dari mu. Mampu mengontrol nafsu ku hingga bisa membuat mu mencapai puncak berkali-kali", bisik Alex sambil mencium kening Ratu.


Ratu mendengar ucapan Alex, tapi ia terlalu lelah untuk sekedar menjawab.


Alex menyelimuti tubuh istrinya. Lalu ia pun berlalu menuju kamar mandi.


Selesai mandi Alex segera menganti bajunya dengan baju Koko dan sarung. Itu adalah pakaian almarhum Richie. Ratu sengaja membiarkan itu tetap ada di sana . Agar bisa tetap bermanfaat.


Alex langsung menunaikan sholat magrib. Setelah selesai ia segera membangunkan Ratu.


" Yank.. mandi dulu yuk, habis sholat Maghrib.", ujar Alex sambil mengelus rambut Ratu. Ratu membuka matanya dengan malas.


" Gendong aku ke kamar mandi.", pinta Ratu dengan mata masih setengah terpejam.


Alex kemudian menggendong tubuh Ratu menuju kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2