
Ratu membawa Senja dan Richie ke kamar. Ia lalu menyuruh Senja untuk mandi, karena pakaian Senja udah basah kuyup.
Sambil menunggu Senja mandi, Ratu mengambil pakaian yang ada di dalam koper yang Senja bawa.
Saat itu Richie hanya terdiam sambil memandangi kesibukan Mommy nya.
Melihat hal tersebut, Ratu segera menggamit tangan anaknya. Di ciumnya pucuk kepala anaknya.
" Maafin Mommy ya nak.. nyaris saja tangan perempuan tersebut menyentuh mu. Kalau terlambat sedikit aja mommy datang.", ujar Ratu dengan lembut.
" Makasih ya Momm.. Mommy adalah wanita terhebat yang Allah kasih buat kami.", jawab Richie sambil memeluk erat tubuh Ratu.
Ratu mengangguk sambil tertawa kecil.
" Itu kewajiban Mommy nak.. menjaga, melindungi dan menyayangi kalian.", jawab Ratu sambil memencet hidung Richie yang bangir.
Richie tersenyum mendengar jawaban Mommy nya. Richie kembali memeluk tubuh Mommy nya dengan erat.
Tiba-tiba pintu kamar di buka dari luar. Alex masuk ke kamar dengar terburu-buru.
" Nak.. kamu gak apa-apa?", tanya Alex panik sambil menarik tangan Richie. Di putarnya tubuh Richie sedemikian rupa.
" Aku gak apa-apa Dadd.. Daddy tenang aja. Selagi Mommy masih ada, insya Allah aku baik-baik saja.", jawab Richie sambil tersenyum geli.
"Achh.. syukurlah sayang.", ujar Alex sambil menghembuskan napasnya dengan keras.
Di peluknya tubuh Richie dengan erat. Sambil di cium pipi nya bertubi-tubi.
Richie tertawa cekikikan karena geli dicium oleh Daddy nya.
" Uhuk..", Ratu pura-pura batuk untuk menarik perhatian kedua laki-laki hebat yang sedikit melupakannya.
" Eh ada mommy..", ujar Alex sambil nyengir.
Ratu melengos pura-pura marah. Richie kembali tertawa melihat tingkah Mommy nya. Sementara Alex segera merayu Ratu, agar ia tak jadi merajuk.
" Kriyek.....", suara pintu kamar mandi di buka dari dalam.
Senja melangkah keluar dari kamar mandi dengan handuk besar membalut tubuhnya.
Melihat hal tersebut, Alex mengajak Richie keluar agar Senja bisa ganti pakaian.
Ratu pun segera menyerahkan seperangkat pakaian buat Senja. Senja lalu menerimanya. Ia mulai memakai pakaiannya satu persatu.
Setelah selesai berpakaian, Rambut Senja di keringkan oleh Ratu menggunakan hairdryer. Senja terlihat sangat bahagia mendapat perlakuan penuh kasih sayang dari Ratu.
" Tante.. terima kasih udah belain aku dari ibu itu tadi.", ujar Senja sambil memandang wajah Ratu lewat cermin yang ada di depannya.
Ratu tersenyum sambil mengangguk.
" Sama-sama sayang. Tadi kebetulan, Tante melihat dari kamar ini saat kamu membantu anak laki-laki yang tenggelam itu tadi. Tadi Tante lagi sama Richie disini.", jawab Ratu sambil melanjutkan untuk mengeringkan rambut Senja.
" Pantesan Richie tiba-tiba ada di belakang ku.", gumam Senja.
__ADS_1
" Tante kenal sama ibu itu tadi?" tanya Senja dengan polosnya.
Ratu menggeleng sambil berucap.
" Gak.. Tante gak kenal dia.
Senja manggut-manggut mendengar jawaban Ratu.
" Senjaaaa..", tiba-tiba terdengar teriakan Zevania yang membuka pintu kamar dan langsung memeluk Senja.
" Iyaa Ze.. ada apa?", tanya Senja sambil membalas pelukan Zevania.
" Kamu gak papa kan?", tanya Zevania dengan suara terdengar sangat khawatir.
" Aku gak apa-apa Zeze.. ada Tante sama Richie yang membantu ku", jawab Senja sambil mencubit pipi Zevania dengan gemas.
" Ach syukurlah.. seharusnya aku memang gak membiarkan kamu pergi sendirian. Maafkan aku ya Nja'.." ujar Zevania dengan wajah penuh penyesalan.
" Aku gak papa Ze, benaran.", jawab Senja sambil tersenyum lembut.
Zevania dan Senja kemudian berpelukan. Ratu ikut tersenyum melihat persahabatan kedua anak tersebut.
Ratu jadi teringat dengan Ayu. Ayu mendampingi Ratu udah puluhan tahun. Bahkan saat mereka masih di bangku sekolah dasar.
" Terima kasih Ay, Atas semua cinta dan pengorbanan mu untuk ku..", bisik Ratu .
Hatinya terasa menghangat bila ingat semua jalan yang telah lalui bersama Ayu.
" Ayo anak-anak.. kita keluar, kita ke rumah Atuk Soleh.", ujar Ratu pada kedua gadis kecil tersebut.
Senja dan Ratu hanya tertawa melihat tingkah manja Zevania.
Umur Senja dan Zevania hanya berbeda bulan, tapi Senja begitu dewasa. Beda dengan Zevania yah masih terlihat sangat kekanak-kanakan.
Mereka bertiga keluar dari kamar. Dan ternyata di depan pintu kamar udah menunggu Alex, Richie dan juga Zhafran.
Tak mau membuang waktu lagi, mereka langsung berangkat ke pulau tempat Atuk Soleh dan Nek Siti tinggal.
Ayu dan Elang telah menunggu di Speedboat milik Resort tempat mereka menginap.
Sementara para pengawal memakai speed boat yang lain.
Tak terasa, Speedboat yang membawa mereka telah bersandar di pelabuhan tempat Atuk Soleh dan Nek Siti tinggal.
Mereka di sambut dengan suka cita oleh Atuk Soleh dan juga semua warga di pulau itu.
Mata Atuk Soleh menatap ke arah Richie dan Zevania bergantian. Walau pada saat itu yang di gandeng Richie adalah Senja.
"Assalamualaikum..",sapa Ratu dan Alex berbarengan.. di ikutin oleh anak-anak.
" Wa'alaikum salam..", jawab Atuk Soleh dsn juga semua warga.
Warga berebutan ingin bersalaman dengan Ratu dan Alex. Alex dan Ratu menanggapinya dengan senyum ramah.
__ADS_1
Anak-anak menyalami Atuk Soleh, Nek Siti dan juga semua warga.
Semua orang gemas melihat ketampanan dan juga kecantikan anak-anak tersebut.
Pipi Richie tak luput dari cubitan sayang dari warga. Richie hanya diam tanpa berkata-kata. Andai Mommy nya belum mengingatkan untuk berlaku sopan, mungkin yang menarik pipi nya akan mendapatkan tatapan marah dari nya.
" Udah.. jangan ganggu mereka lagi.", seru atuk Soleh pada semua warganya.
Warga nya pun pergi meninggalkan Rumah Atuk Soleh.
Atuk Soleh lalu menggandengkan tangan Richie dan mengajak masuk ke dalam rumah.
Rumah Atuk Soleh kini telah menjadi rumah beton. Rumahnya besar dengan banyak kamar di dalamnya.
" Malam ini menginap di sini?" tawar Atuk Soleh pada Richie.
Sambil membawa Richie untuk duduk di sofa yang bagus dan empuk.
Richie tak menjawab, tapi ia tersenyum manis.
" Atuk... makasih ya udah nyelamatin Daddy ku.", ujar Richie sambil menyentuh tangan Atuk Soleh.
Atuk Soleh Tersenyum sambil mengangguk.
Ia lalu mengelus tangan Richie yang sedang menyentuh tangannya.
" Nak.. Daddy mu adalah orang yang baik. Maka, siapa pun akan dengan senang hati membantu nya.
Richie tersenyum haru mendengar jawaban dari Atuk Soleh.
Pandangan Richie beralih ke arah Alex dan Ratu. Ia bersyukur mempunyai kedua orang tua yang berhati malaikat.
" Assalamualaikum..", terdengar suara salam dari depan pintu.
" Wa'alaikum salam..", jawab orang dari dalam serentak. Serentak juga mereka menatap ke arah pintu.
Di depan pintu, berdiri pak Najib, Bu Sutini dan juga Zamiri.
Alex segera berdiri untuk menyambut mereka, begitu juga dengan Ratu. Alex segera mencium tangan pak Najib sambil memeluknya.
Sementara Ratu mencium tangan Bu Sutini sambil memeluknya.
Zamiri hanya terdiam melihat orang tuanya di sambut seperti itu.
Richie segera berdiri, di hampiri nya Zamiri yang masih terbengong-bengong.
" Mas.. kenalin, nama ku Richie dan ini adik ku Zevania.", ujar Richie sambil memperkenalkan diri.
" Oh ya tuan.. nama ku Zamiri.", jawab nya terlihat gugup.
" Panggil aku Richie mas.. aku lebih muda jauh dari mas.
Zamiri mengangguk mendengar ucapan Richie.
__ADS_1
" Ayo duduk dulu..", titah Atuk Soleh pada orang yang lagi kangen-kangenan.
Semua orang tertawa mendengar ucapan Atuk Soleh. Mereka baru menyadari kalau mereka masih berdiri.