
Mereka sekarang duduk bersama di ruang tamu. Untunglah, ruang tamu rumah Atuk Soleh cukup luas. Hingga mampu menampung banyak orang ketika lagi ramai begini.
" Maaf pak, Bu.. aku baru sempat datang kesini sekarang. Cukup lama aku baru bisa beradaptasi dengan dunia luar lagi.", Alex memulai pembicaraan.
" Iya gak apa-apa nak, kami bisa mengerti.", jawab pak Najib sambil tersenyum, di ikuti oleh Bu Sutini.
" Lagian tuan Diningrat telah melakukan segalanya buat kami dan juga semua warga di pulau itu.", sambung pak Najib.
" Maksud nya?", tanya Alex tak begitu paham.
" Itu hari tuan Diningrat datang ke pulau ujung bersama pemerintah setempat. Berkat tuan Diningrat, pemerintah kembali memperhatikan pulau tersebut. Udah ada Kantor Polisi, Puskesmas dan juga Sekolahan. Di bangunkan rumah untuk masing-masing kepala keluarga. Dan bahkan nelayan di belikan perahu motor untuk mencari nafkah.", terang pak Najib panjang lebar.
Alex sangat gembira mendengarnya. Karena nian hatinya telah di wujudkan oleh mertuanya.
" Syukurlah pak, aku lega mendengarnya.", jawab Alex sambil tersenyum.
" Terus mas Zam sekolah di mana?", sela Richie.
" Aku sekolah di Batam.", jawab Zamiri.
" Nanti kalau udah selesai sekolah, bantu aku di perusahaan ya mas...",pinta Richie pada Zamiri.
Zamiri memandang ke arah Kedua orang tuanya. Seolah-olah meminta pendapat. Pak Najib dan Bu Sutini yang seakan mengerti arti dari tatapan anaknya..segera menganggukkan kepala nyaris berbarengan.
Zamiri tersenyum seraya menarik napas lega.
" Insya Allah mas Richie.", jawab Zamiri dengan penuh keyakinan.
🍀🍀🍀🍀🍀
Sementara orang-orang tua asik berbincang, Zamiri mengajak Richie, Senja , Zhafran dan Zevania untuk keluar bermain di pantai.
Melihat anak-anak meninggalkan rumah, bodyguard segera mengikuti mereka dari belakang. Karena ada banyak bahaya tak terduga di luar sana.
Zamiri mengajak anak-anak tersebut untuk bermain pasir di bawa pohon yang ada di pinggir pantai.
Pohon tersebut sangat rindang, hingga anak-anak tersebut tak kepanasan.
Richie mulai membangun istana dari pasar. Istana yang ada kolam renangnya, taman bermain anak, kolam ikan dan juga taman bunga.
Senja yang tadinya hendak membuat istana juga, menghentikan kegiatan nya. Ia lalu fokus melihat Richie membangun istana.
Ia sangat tahajud melihat istana indah yang di bangun oleh Richie.
" Cantik banget Rich...", ujar Senja dengan mata berbinar.
Richie tersenyum mendengar pujian Senja.
"Aku akan membangun istana seperti ini buat mu nanti.. kamu mau?", tanya Richie sambil menatap Senja.
" Aku mau..", jawab Senja dengan wajah berbinar bahagia.
__ADS_1
" Aku juga mau ..", celetuk Zevania yang tiba-tiba telah berada di belakang Richie.
Bibir Zevania mengerucut karena Richie tak memperhatikan dia.
Richie tertawa sambil menarik tangan kembarannya itu agar duduk di sampingnya.
" Iya..nanti aku bikin 2.", jawab Richie sambil tersenyum.
Wajah Zevania langsung berubah, yang tadinya cemberut sekarang jadi tersenyum bahagia.
" Yeyyy..", teriak Zevania sambil mengangkat kedua tangannya ke atas.
Teriakan Zevania yang cukup keras membuat Zhafran dan Zamiri menghentikan kegiatannya lalu ikut duduk mengelilingi istana pasir Richie.
" Wooowwww..Bangus banget Rich..", seru Zhafran dengan mata terbelalak.
Richie hanya tersenyum simpul mendapat pujian dari sahabatnya tersebut.
" Iya mas Richie.. istananya bagus banget.", timpal Zamiri.
" Terima kasih mas..", jawab Richie sambil kembali tersenyum.
" Aku mau bikin juga istana yang kayak gitu.", ujar Zhafran.
" Emang bisa?", tanya Zevania.
" Bisa dong.", jawab Zhafran sombong.
Melihat hal tersebut, Richie dan Senja tertawa. Sementara Zamiri hanya terdiam. Ia merasa di tempat yang salah.. ia merasa sendirian, padahal ada 4 orang temannya.
Nasib menjadi jomblo...
🍀🍀🍀🍀🍀
Richie membuat istana pasir dengan Senja, Zhafran dengan Zevania.. Akhir salah seorang bodyguard di tarik oleh Zamiri untuk bermain pasir bersamanya.
Awalnya sang bodyguard tersebut terlihat enggan. Tapi ketika ia melihat tatapan Rio sang chief.. Sang bodyguard akhirnya menuruti permintaan Zamiri. Ia ikutan duduk di pasir di samping Zamiri. Membantu Zamiri mendirikan istana pasir.
Lama-lama sang bodyguard terlihat menikmati momen bermain pasirnya. Ia membangun istana bersama Zamiri.
Tanpa mereka sadari, Ratu dan Alex telah menyusul mereka. Di ikuti oleh Ayu dan Elang.
" Mommy..", teriak Zevania yang menyadari kehadiran kedua orang tuanya.
Zevania segera berlari ke pelukann Mommy nya. Ratu menyambut pelukan Zevania dengan erat. Di ciumnya pucuk kepala anak gadisnya tersebut.
Melihat kedatangan Ratu dan Alex, sang bodyguard tersebut terlihat panik. Ia langsung berdiri sambil membungkukkan tubuhnya. Ia sangat takut Alex dan Ratu marah. Karena ia bukannya menjaga keselamatan anak-anak tersebut tapi malah bermain-main dengan mereka.
Melihat hal tersebut Alex hanya tersenyum sambil mengangguk.
Sang bodyguard terlihat lega, ia kembali duduk di dekat Zamiri.. kembali melanjutkan membangun istana pasir nya.
__ADS_1
" Kalian udah pada lapar belum?", seru Ratu pada anak-anak yang sedang bermain tersebut.
" Aku lapar Tante..", jawab Zhafran sambil mengacungkan jari telunjuk nya ke atas.
Ratu tertawa mendengar ucapan Zhafran.
" Baiklah.. kita suruh orang bawa kemari aja makanannya.
Ratu meminta salah satu bodyguard untuk pulang ke rumah Atuk Soleh. Untuk meminta warga yang sedang masak Mengantar makanan tempat anak-anak yang sedang bermain istana pasir.
Tak lama kemudian, Sang bodyguard telah datang kembali bersama beberapa orang warga. Dengan membawa bermacam-macam olahan seafood.
Setelah menggelar tikar, makan tersebut di tata di atas tikar.
Karena tempatnya terbatas, para bodyguard menggelar tikar sendiri dan mengambil lagi makanan di rumah Atuk Soleh.
Anak-anak mencuci tangan dengan air yang di bawa berbarengan dengan makanan. Setelah selesai, mereka semua duduk melingkar, mulai menikmati makanan nya.
Udang yang di steam, sotong yang di bakar, rajungan masak saos, dan juga ada bermacam-macam kerang-kerangan.
Senja ingin makan gong-gong, tapi ia tak tau gimana cara mengambil isinya. Dengan sigap Richie membantu mengambil isinya dengan mencongkel pakai lidi yang telah di sediakan.
Richie tersenyum melihat Senja sangat menyukai gong-gong.
" Rich.. ini namanya apa?", tanya Senja sambil mengunyah makanannya.
' Ini namanya gong-gong. Kalau yang berbentuk kipas itu namanya kapis. Masih saudaraan sama gong-gong.. karena sama-sama kerang.", jawab Richie sambil tersenyum.
Senja manggut-manggut mendengar jawaban Richie.
Sementara itu Zevania sedang makan udang yang di kupas oleh Zamiri. Zamiri mengupas udang dengan cepat dan tangkas.. mungkin karena ia orang pulau, yang akrab dengan segala macam seafood.
Muka Zhafran terlihat kesal, Karena Zevania mendapat perlakuan manis dari Zamiri.
Ingin membantu Zevania, tapi ia sendiri aja kesulitan. Akhirnya ia hanya bisa menahan kesalnya sendirian.
Ayu yang melihat Zhafran kesal hanya bisa senyum-senyum. Merasa geli dan lucu melihat tingkah anak-anak tersebut.
" Rich.. kamu makan lah, aku udah kenyang.", ujar Senja ketika melihat Richie yang tak ada makan apa pun dari tadi.
" serius?", tanya Richie.
" Iya beneran...", jawab Senja sambil tertawa.
Setelah yakin dengan jawaban Senja, Richie pun mulai makan. Ia makan dengan lahap. Sebenarnya ia tadi udah sangat lapar, tapi karena ingin senja makan terlebih dahulu.. ia rela menahan lapar demi Senja.
Ratu menarik napas panjang ketika Richie rela menahan lapar demi Senja. Tapi ia tak marah, ia malah bangga Richie bisa belajar bertanggung jawab dari sekecil ini.
Richie benar-benar menyayangi Senja. Memperlakukan dia layaknya seorang Puteri.
Hanya doa yang mampu Ratu panjatkan, agar semua mimpi anaknya dan Senja menjadi kenyataan.
__ADS_1
BERSAMBUNG.