ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.

ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.
MELTA CRISTINA PUTRI


__ADS_3

Pagi itu, ketika terbangun Zevania melihat saudara kembarnya masih betah di bawah selimut. Tak ada pergerakan apa pun.


" Mas.. sholat subuh dulu yuk.", ujar Zevania sambil menyentuh lengan Richie.


Richie pun perlahan membuka matanya mendengar suara dari adiknya tersebut.


" Ayo.. tapi kamu duluan. ", jawab Richie sambil kembali memejamkan matanya.


" Ya udah, aku ambil wudhu dulu.", jawab Zevania sambil berdiri menuju kamar mandi.


Setelah menggosok gigi, ia pun segera mengambil air wudhu. Keluar dari kamar mandi ia menuju walk in closed. Di ambil nya seperangkat alat sholat untuk dirinya dan juga untuk Richie.


Keluar dari walk in closed, ia pun segera mengejar sajadah dan memakai mukenah, lalu ia pun mulai menunaikan sholat subuh.


Rakat demi rakat ia lakukan dengan khusyuk. Setelah mengucapkan salam ia pun mulai berdoa. cukup lama ia mengangkat tangannya untuk berdoa, setelah itu ia pun mengucapkan aamiin dan mengusap kedua telapak tangannya di wajah.


Selesai ia berdoa dan hendak melipat kembali mukenanya, Richie ternyata telah selesai berwudhu bahkan udah siap hendak melakukan sholat subuh.


" Sajadah nya biarin dek.", ucap Richie lembut.


Zevania mengangguk, lalu ia pun berjalan meninggalkan sajadah tersebut. Ia kemudian melipat mukenanya dan menyimpannya kembali kedalam lemari.


Sambil menunggu Richie sholat, Zevania mengganti baju tidurnya dengan satu stel baju traning. Ia berencana untuk jalan-jalan ke pantai pagi ini.


Selesai sholat, Richie pun Menganti pakaiannya dengan satu stel training juga.


memakai sepatu olah raga, lalu ia pun menyusul adiknya yang telah berada di luar kamar.. sedang ngobrol bersama Neka sang om bodyguard.


" Mommy sama Daddy udah bangun blm om?", tanya Richie.


" Ibu udah, tapi bapak belum mas.", jawab Neka.


" Ibu? ibu siapa?", tanya Richie heran.


" Mulai sekarang, aku manggil mbak Ratu ibu, mas Alex bapak. Biar gak pusing.", jawab Neka sambil nyengir.


" Oh gitu. Ya udah deh terserah. asal jangan manggil den aja. Aku gak suka dengarnya.", jawab Richie.


Zevania hanya tertawa mendengar ucapan keduanya.


" Ayo kita turun om.", ujar Zevania sambil berdiri dari kursi dan melangkah menuju lift.


Ketika mereka sampai di lobby, ternyata Senja dan juga Jasmin udah bangun. Buka hanya itu Arkana Andreas udah bangun.


Arkana Andreas adalah anak Bu Aisyah dengan Wong Andreas yang berarti adik tiri dari Aqila.


Arkana umurnya sama dengan mereka, hanya beda satu bulan.


" Eh kalian juga ternyata udah pada bangun.", ujar Jasmin sambil tersenyum dan duduk di samping Arkana.


Mereka bertiga mengangguk mendengar ucapan Zevania.


" Kita jalan-jalan ke pantai yuk ..", ujar Zevania.


" Ayo..", jawab Jasmin .

__ADS_1


Mereka pun berdiri semua, dan berjalan menuju ke samping hotel.


Setiap karyawan dan karyawati hotel yang berpapasan dengan mereka slalu menundukkan kepala. Mereka tau, bahwa yang lewat adakah anak dari pemilik hotel ini.


" Tungguin aku dong..", teriak seseorang pada mereka.


Dan mereka pun menghentikan langkah mereka, lalu melihat ke asal suara.


" Zhafran.. kamu nginep juga ya?" tanya Zevania yang tak menyangka bila masih akan bertemu di sini.


" Iya, aku pengen jalan-jalan dulu pagi ini di sini.", jawab nya sambil tersenyum.


Mereka kembali melanjutkan langkah mereka untuk menuju pantai samping hotel. Neka dan beberapa orang bodyguard dengan setia mengikuti mereka.


Ke-enam anak tersebut mulai main kejar-kejaran di pantai. Bahkan mereka telah membuka sepatu dan alas kaki mereka yang lainnya.


Bahkan, Zevania dan Zhafran pun telah masuk kedalam air. Kejar-kejaran di dalam Air.


Biar pun sedang asik bermain, mata Richie tak lepas dari adiknya tersebut. Walau ia tau, adiknya pandai berenang. Begitu juga dengan para bodyguard, mereka juga terlihat siap siaga.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Sementara itu Ratu sedang menikmati semangkuk sup buntut di pagi hari ini. Entah lah, semenjak hamil ini.. ada-ada aja keinginannya.


Selesai menyantap sup nya, Ratu berencana hendak ke toilet. Di samping ngidam ingin makan yang aneh-aneh, Ratu pun jadi susah mengontrol keinginannya untuk buang air kencing.


Dengan langkah sedikit terburu-buru ia berjalan menuju toilet. Hingga tanpa sengaja ia menabrak seseorang yang hendak keluar dari kamar mandi tersebut.


" Maaf.. aku terburu-buru." ucap Ratu sambil menyentuh pundak orang yang di tabrak nya tersebut.


" Kamu tunggu di sini ya.. aku ke dalam sebentar ", ucap Ratu sambil berlalu menuju bilik toilet.


Orang itu pun berdiri sambil bersandar di depan wastafel menunggu Ratu menyelesaikan hajatnya.


Mendengar pintu bilik tempat Ratu buang hajat terbuka, orang tersebut segera berdiri dengan tegak.


" Maaf, lama.", ujar Ratu sambil membasuh tangannya di wastafel.


" Iya Bu, gak apa-apa.", jawab orang terbit dengan sopan.


" Kamu kerja di sini sebagai keamanan?", tanya Ratu pada orang tersebut.


" Iya Bu, saya keamanan di sini. Saya baru kerja dua bulan.", jawabnya lagi dengan, nada yang tetap sopan.


" Apa pendidikan terakhir mu?", tanya Ratu sambil menatap dalam ke manik orang yang ada di depannya.


" Administrasi perkantoran dan kesekretariatan Bu.", jawab orang tersebut.


" Ayo ikut aku.. kita berbincang sambil minum teh.", ujar Ratu sambil menepuk pundak orang tersebut dengan lembut.


Mereka jalan beriringan menuju tempat di mana Ratu tadi duduk. Ratu mempersilahkan orang tersebut duduk.


" Mau minum apa?", tanya Ratu setelah orang tersebut duduk.


" Teh aja Bu. Biar saya pesan sendiri." jawab orang tersebut sambil hendak berdiri.

__ADS_1


Ratu memberi tanda pada tangannya untuk menyuruh duduk. Tak lama kemudian, seorang waiters menghampiri mereka.


" Maaf Bu, mau tambah pesanan apa?", tanya waiters tersebut sopan.


" Silahkan pesan?", ujar Ratu pada orang tersebut. Orang itu pun mengangguk.


"Teh manis aja ya mbak ." ujar orang tersebut pada waiters .


" Makannya?", tanya Ratu.


" Gak bu.. saya minum aja.", jawabnya sambil tersenyum.


" Gimana kalau sup buntut aja.. ini enak loh.", tanya Ratu lagi.


Orang tersebut lalu melirik ke arah mangkok Ratu yang telah kosong.


" Gak bu, gak usah. Terima kasih.", ucapnya.


" Mbak.. sup buntut ya dua lagi ya.", ujar Ratu pada waiters tersebut.


Waiters tersebut segera mencatat pesanannya lalu ia pun mohon pamit. Sementara orang tersebut hanya tersenyum ia merasa tak enak hati.


" Nama mu siapa?", tanya Ratu.


" Melta Christina putri Bu..", jawab nya sambil tersenyum.


" Nama mu bagus, secantik orangnya.", ujar Ratu sambil memandang melta dari ujung rambut hingga ke kaki. Ia memiliki mata yang indah, kulit yang putih bersih.. serta badan yang proporsional. Rambutnya hanya sebahu, tapi tampak terawat dengan baik.


Melta hanya tersipu malu mendengar pujian dari pemilik hotel tersebut.


" Aku butuh seorang sekretaris untuk membantu segala kegiatan ku. Untuk terus mendampingi aku. Karena kamu tau sendiri, yang selama ini slalu mendampingi ku sedang tak bisa di ganggu gugat.", ucap Ratu sambil menatap tajam ke arah Melta.


Wajah Ratu kini berubah serius. Ucapannya pun kini menjadi tegas.


Melta terdiam, hawa di dekatnya berubah menjadi mencekam.


" Apa kamu mau menjadi sekretaris ku?", tanya Ratu tanpa tendang aling.


" Haaah..", ekspresi kaget tak bisa melta sembunyikan.


" Ma-maksud ibu saya jadi sekretaris ibu?" tanya Melta untuk meyakinkan pendengaran nya.


" Iya. Apa kamu bersedia?" tanya Ratu lagi.


" Tapi Bu.. Saya belum punya pengalaman Bu. Saya takut mengecewakan ibu.", jawab Melta dengan suara pelan.


" Aku sendiri yang akan membimbing mu.", jawab Ratu sambil menatap ke arah mangkok sup buntut yang baru saja di letakan oleh waiters.


" Mari kita makan dulu.. nanti kira baru lanjut kembali.", ujar Ratu sambil mengambil sendok lalu mulai mengaduk mangkok tersebut untuk sedikit mendinginkan sup nya yang masih mengepulkan asap panas.


Melta pun menuruti ucapan Ratu. Sambil sedikit mengaduk mangkuknya untuk mengurangi panas sup nya.


Tapi sebelum ia menyuapkan sendok ke dalam mulutnya, tak lupa ia berdoa terlebih dahulu.


Selesai berdoa, ia lalu mulai menyantap sup nya.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2