
Malam itu, semua keluarga Diningrat dan Mahardhika kumpul di Mansion Ayu. Tujuannya untuk memperkenalkan keluarga baru Ayu.
Walau Jasmin belum di adopsi secara sah di mata hukum, tapi Ayu terlebih dahulu ingin orang terdekatnya tau tentang Jasmin.
Bu Maria pun turut hadir. Begitu juga sahabat-sahabat Ayu. Semuanya berkumpul.
Melihat sosok Jasmin, semua langsung jatuh cinta. Jasmin itu cantik, attitude nya bagus, dan juga sangat ceria. Sehingga senyum nya mampu membuat semua orang jatuh cinta.
" Kalau ada lagi yang kayak gini, aku juga mau.", ujar Cilla sambil mengelus rambut panjang Jasmin.
" Cari pasangan dulu, baru mikirin untuk punya anak.." celetuk Dimas.
" Yeeeyyy..selepeh kali sama aku. Jangan kaget aja kalau tiba-tiba aku kirim undangan ya..", jawab Cilla sambil mengerucutkan bibirnya.
Semua orang tertawa mendengar ucapan Cilla.
" Emang kapan Tante cantik mau nikah?", tanya Zevania.
Semua mata langsung menatap ke arah Cilla, menunggu jawaban dari Cilla. Cilla jadi grogi mendapat banyak tatapan mata.
" Ya secepatnya..", jawab Cilla sambil menundukkan kepalanya.
Mendengar jawaban Cilla, Zevania segera berdiri. Di sentuhnya pipi Cilla dengan lembut.
" Tante cantik..Tante cantik gak boleh sedih.", ucap Zevania.
Cilla mengangkat wajahnya. Di tatapnya pipi chubby milik Zevania. Dielusnya pipi tersebut, lalu.. Cupp..", Cilla mengecup pipi Zevania dengan lembut.
" Terima kasih cantik...Tante gak sedih.", jawab Cilla sambil tersenyum manis.
"Aku akan nemanin Tante cantik . Tante cantik gak usah khawatir.", ujar Zevania sambil memeluk tubuh Cilla.
Cilla mengangguk sambil tersenyum. Ia kehilangan Alex, tapi ia mendapatkan cinta dan kasih sayang yang begitu besar dari keluarga Alex. Sungguh, Allah itu maha baik..
☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Selesai makan malam.. mereka semua berkumpul di ruang tamu. Kembali membahas tentang pernikahan Ayu dan Elang.
Persiapan nya udah sembilan puluh lima persen. Lima persennya lagi kesiapan fisik dan mental dari calon pengantinnya sendiri.
Tuan Diningrat dan Nyonya Rara terlihat lega dan bahagia. Akhirnya semua anak-anak akan terlepas dari tanggung jawabnya.
Tinggal mereka menikmati masa tua sambil tetap memberikan kontribusi terhadap negara ini.
Dengan mengurangi tingkat pengangguran, membangun sekolah gratis. Memberikan beasiswa gratis bagi siswa yang berprestasi serta Memberikan pelayanan kesehatan gratis buat warga yang tak mampu.
Ayu menatap wajah kedua orang tua angkatnya tersebut dengan tatapan haru dan bahagia.
Ia merasa bersyukur, Allah memberikannya sebuah keluarga yang sangat mencintai dirinya. Memperlakukannya layaknya seorang anak. Menjaganya bagaikan emas permata.
" Ma...Pa..makasih ya, udah menyayangi aku selama ini. Terima kasih buat semua.", ucap Ayu sambil memandang dengan mata berkaca-kaca ke arah tuan Diningrat dan Nyonya Rara.
Nyonya Rara mendekati Ayu, di peluknya anak gadisnya tersebut. Dielusnya pundak Ayu dengan lembut.
" Sama-sama sayang. Udah kewajiban kami sebagai orang tua angkat mu.", jawab nyonya Rara dengan lembut.
Tuan Diningrat pun ikut mendekati Ayu dan ia mengelus rambut panjang Ayu dengan lembut.
" Setelah ini, jadilah istri yang bisa menjaga kehormatan dan nama baik suami. Sebelum melakukan sesuatu, pastikan untuk meminta izin dulu sama suami mu.", pesan tuan Diningrat.
" Iya pa..", jawab Ayu sambil tersenyum.
Dari tempat duduknya, Elang menatap Ayu dengan tatapan penuh cinta. Ia tak menyangka, akhirnya ia bisa menikahi perempuan yg udah tujuh tahun di pacarinya .
☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Setelah semua orang pulang, tinggallah Ayu, Jasmin, nenek Aminah, Elang dan juga para asisten rumah tangga yang tengah membereskan Mansion.
__ADS_1
" Yank.. aku pulang dulu ya, udah malam.. biar kalian bisa istirahat.", ucap Elang sambil berdiri.
Mendengar ucapan Elang, Ayu pun ikut berdiri.
" Ya udah.. hati-hati ya.", jawab Ayu sambil tersenyum.
Elang balas tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Ia lalu mengelus pucuk rambut Ayu dengan lembut.
Ia juga berpamitan dengan Nek Aminah sambil mencium tangannya. Tak lupa si cantik Jasmin yang mendapatkan ciuman gemes di pipi chubby nya.
" Hati-hati ya Pa..", ucap Jasmin sambil tertawa karena geli wajahnya di cium Elang.
" Iya sayang..", jawab Elang kembali mencium pipi Jasmin serta mengacak-acak rambut panjang Jasmin. Hingga rambutnya sedikit berantakan.
Elang tak menyangka, memiliki anak itu sangat menyenangkan.
" Peluk papa dulu.", ucap Elang sambil mengembangkan kedua tangannya.
Dengan senang hati Jasmin menghambur ke pelukan Elang.
" Papa menyayangi mu Nak.", ucap Elang pelan.
" Aku juga sayang sama Papa.", jawab Jasmin sambil mengeratkan pelukan nya di leher Elang.
Nek Aminah dan Ayu tak mampu menahan haru, hingga tanpa sadar air mata keduanya menetes.
" Ya udah.. papa pulang dulu ya, besok papa yang akan antar Jasmin ke sekolah.", ujar Elang sambil mengurai pelukan Jasmin.
" Beneran Pa?", tanya Jasmin dengan mata terbelalak.
" Iya sayang.", jawab Elang sambil tersenyum.
" Yeyyy...makasih pa..", ucap Jasmin sambil melompat karena kegirangan.
Elang, Nek Aminah dan Ayu tersenyum melihat wajah bahagia dari gadis kecil nan cantik tersebut.
Ketika Ayu masuk kembali kedalam Mansion, ia tak menemukan kembali gadis kecilnya dan Nek Aminah.. Ayu berpikir, mungkin keduanya udah masuk ke dalam kamar untuk istirahat.
Dan Ayu pun segera menuju kamarnya, untuk mengistirahatkan badannya, yang lumayan terasa sangat lelah.
☘️☘️☘️☘️☘️
" Yank... perut ku kenapa terasa begah ya..", ucap Ratu pada Alex.
Mendengar ucapan Ratu, Alex segera menghentikan kegiatannya yang sedang memainkan gamenya melalui smartphone nya.
" Kita ke Dokter yuk yank..", ujar Alex sambil ikut mengelus perut istrinya.
Ratu menggelengkan kepalanya. Ia merasa baik-baik saja hanya merasa sedikit tak nyaman saja.
" Aku gak apa-apa yank..", ucap Ratu sambil meminta Alex untuk memeluknya.
Alex pun membenarkan posisi tidurnya, lalu ia pun menjadikan lengan sebagai bantal istrinya.
Ratu menyamankan diri di dalam pelukan hangat suaminya. Perasaan tak enak yang ia rasakan perlahan menghilang, seiring dengan kantuk yang perlahan mulai menghampiri.
Alex tersenyum, sambil mencium pucuk kepala Ratu dengan lembut.
Ia sedikit lega, ketika Ratu udah mulai terlelap. Dengan kakinya ia menarik selimut, lalu setelah dapat ia pun menyelimuti tubuhnya dengan istrinya.
Tangan kirinya yang bebas menekan saklar lampu yang terletak di samping tempat tidur. Ia tak menyalakan lampu tidur, karena kamar mereka udah cukup terang oleh bias cahaya dari balkon kamar.
Tak menunggu lama, Alex pun ikut terlelap.
☘️☘️☘️☘️
Pagi-pagi sekali, Twins udah berada di meja makan. Mereka berdua tengah menikmati segelas susu coklat.
__ADS_1
Sambil menunggu kedua orang tua mereka untuk sarapan bareng.
Tak lama kemudian, terdengar suara langkah kaki mendekati mereka.
" Selamat pagi Twins..", sapa orang yang baru saja bergabung, yang ternyata adalah tuan Diningrat dan Nyonya Rara.
" Pagi juga Grandma, pagi juga Grandfha...", jawab Richie dan Zevania berbarengan.
Setelah mencium pipi Twins, Nyonya Rara dan tuan Diningrat segera duduk di kursi depan Richie dan Zevania.
"Mommy sama Daddy kalian belum turun untuk sarapan?" tanya nyonya Rara sambil mengambil roti dan mengolesnya dengan selai coklat.
" Belum Grandma..", jawab Richie.
" Iya, gak biasanya mereka telat. Apa aku bangunin aja ya? ", sambung Zevania sambil memandang Grandma dan Grandfha nya bergantian.
" Biar saja, mungkin mereka lelah.", jawab tuan Diningrat sambil tersenyum.
Zevania mengangguk tanda mengerti.
" Kalian mau roti juga?", tanya nyonya Rara.
"Mau..aku mau selai coklat dan juga kacang.", jawab Zevania antuasias.
" Aku juga sama." timpal Richie.
Tanpa menjawab, nyonya Rara melakukan apa yang di pinta oleh kedua cucunya.
Pagi itu, mereka sarapan sambil bercerita tentang banyak hal. Nyonya Rara dan tuan Diningrat sekali-kali tertawa mendengar ocehan lucu dari bibir Zevania
Selesai sarapan, Richie dan Zevania belum juga melihat kedua orang tuanya. Sepertinya Ratu dan Alex masih di dalam kamar.
" Grandma, Grandfha..kami sekolah di antar bodyguard aja ya..", ujar Richie sambil menatap tuan Diningrat dan Nyonya Rara bergantian.
" Grandfha yang akan antar.", ucap tuan Diningrat sambil berdiri.
" Grandma ikut ya..", ucap Nyonya Rara sambil ikut berdiri.
Zevania mengangguk senang, jarang-jarang kakek dan neneknya punya waktu untuk mengantar mereka ke sekolah.
" Kami pamitan sam Daddy dan Mommy dulu ya.."ujar Zevania sambil berlari, di ikuti oleh Richie di belakangnya.
Setelah mengetuk pintu, Twins segera masuk ke dalam kamar kedua orang tuanya tersebut.
Terlihat Mommy nya masih berbaring dan Daddy-nya sedang mengelus pucuk kepala Mommy nya dengan lembut.
" Mommy kenapa?", tanya Zevania khawatir.
" Mommy gak apa-apa, hanya sedikit pusing.", jawab Ratu sambil tersenyum.
" Dadd.. bawa mommy ke Dokter.", pinta Richie pada Alex.
" Iya Nak bentar lagi.", jawab Alex sambil mengubah posisi badannya menjadi duduk.
" Kalian mau berangkat sekolah?", tanya Ratu.
" Iya Mom, Grandfha yang antar." jawab Zevania.
Richie sama Zevania naik ke tempat tidur, untuk mencium tangan Mommy nya serta mencium kedua pipi perempuan cantik yang telah melahirkan mereka tersebut.
" Kami berangkat ya Mom..", pamit Zevania sambil turun dari tempat tidur.
" Istirahat yang cukup ya Mom.. mommy terlalu lelah.", ujar Richie sambil mengelus pipi ratu dengan lembut.
" Iya sayang, jangan khawatir. Mommy baik-baik saja.", jawab Ratu sambil mengelus tangan mungil anaknya yang masih berada di pipinya.
Setelah mencium tangan dan pipi Alex, kedua bocah mengemaskan tersebut segera keluar dari kamar... untuk berangkat ke sekolah.
__ADS_1