
Ayu dan Ratu tersentak kaget, ketika menyadari Senja dan Zevania terpisah dari mereka.
Mungkin sewaktu mereka masuk kedalam boutique, Senja dan Zevania jalan lurus.
Ratu dan Ayu segera meninggalkan boutique tersebut sambil berlari keluar. Tak perduli barang yang telah mereka beli. Mereka berdua benar-benar panik, berharap hal buruk tak menimpa gadis kecil mereka.
Dari kejauhan Ratu melihat ada kerumunan. Perasaan nya jadi tak menentu. Apa lagi ketika ia mendengar suara perempuan yang sedang marah-marah.
Mata Ratu dan Ayu terbelalak kaget, ketika melihat Senja dan Zevania sedang menghadapi ibu-ibu yang bar-bar.
Beruntunglah, ketika hal buruk hampir terjadi.. Ratu dan Ayu terlihat bernapas lega, ketika bodyguard datang di saat perempuan bar-bar tersebut nyaris memukul Senja.
Mereka berdua segera menuju ke arah Senja dan Zevania.
Sementara itu, tampaknya perempuan tersebut sangat ingin memukul Senja. Walau ia tengah di Giring oleh security ke pos security.
Tiba-tiba wanita itu berbalik dan tangan siap memukul Senja. Zevania yang melihat hal tersebut, segera mendorong Senja hingga Senja terjatuh. Tapi malang Zevania hampir saja di tampar oleh perempuan tersebut.. kalau saja Ratu tak secepat kilat melompat ke arah perempuan tersebut.
Di tendang nya tubuh perempuan tersebut.. hingga ia terpental jatuh. Para bodyguard terkejut melihat hal tersebut. Begitu juga dengan security mall .. bahkan pengunjung mall pun di buat histeris.
" Udah ku bilang.. jangan sentuh anak-anak ku.", Bentak Ratu dengan wajah beringas.
Perempuan tersebut meringis kesakitan. Para security segera mengangkat tubuh perempuan itu, membawanya ke pos.. Sementara security yang lain mendekati Ratu.
Ratu tak perduli. Ia sedang memeluk Zevania, sementara Ayu memeluk Senja.
Belum lagi security tersebut mendekat, telah di halangi oleh para bodyguard.
" Pergilah..jangan ganggu bos kami.", ujar Rio sang bodyguard dengan nada pelan tapi menyeramkan.
Security tersebut segera ciut nyalinya ketika melihat para bodyguard memandang nya dengan tatapan marah. Tanpa mengatakan apapun, ia langsung pergi.
" Ay.. cari tau siapa perempuan itu.", titah Ratu pada Ayu.
Ayu mengangguk lalu mengirimkan photo perempuan tersebut pada Calvin asisten tuan Diningrat.
Ayu menyimpan photo perempuan tersebut ketika ia hendak memukul Senja di kolam renang.
Karena setelah kejadian tersebut, Ayu dan Elang segera meminta bukti rekaman CCTV-nya.
ππππ
Ayu segera menelpon Elang, meminta mereka untuk datang ke tempat kejadian. Saat itu, Elang, Richie, Zhafran dan juga Alex sedang menikmati segelas juice.
Tanpa bertanya, mereka langsung meninggal Starbucks dan menuju ke tempat Ayu berada.
__ADS_1
Alex dan Elang terlihat kaget ketika melihat ada kerumunan orang-orang.
Richie segera mendekati Zevania, di peluknya adiknya tersebut.
" Ada dek..apa yang terjadi?",tanya Richie sambil mengelus rambut Zevania.
" Ibu-ibu gila itu ketemu lagi sama Senja.. Dia hampir memukul Senja.", terang Zevania dengan suara pelan.
" Terus kalian gak apa-apa?" tanya Richie khawatir.
" Aku gak apa-apa, tapi Senja tampak nya kaget banget.", jawab Zevania.
Mendengar hal tersebut, Richie segera melepaskan pelukannya pada Zevania. Ia lalu mendekati Senja.
Di sentuhnya pundak Senja dengan lembut.
" Nja..", panggil Richie dengan suara lembut.
Senja menolehkan kepalanya. ia melihat Richie telah berdiri di sampingnya.
Senja melepaskan pelukannya pada Ayu, lalu ia segera memeluk Richie. Richie menyambut pelukan Senja. Dielusnya pundak Senja dengan lembut.
Tangis Senja meledak.
" Aku takut.. aku takut di menyakiti ku.", ujar Senja dengan nada terisak.
Senja masih menangis dan Richie sedang berusaha menenangkan nya.
Sementara Alex dan Elang terlihat sangat marah.. karena para bodyguard tersebut kecolongan.
" Kenapa bisa terjadi hal seperti ini?", tanya Elang.
" Maaf mas atas kelalaian kami.", jawab Tio dengan wajah menunduk.
" Kalian ingat baik-baik ya.. tugas kalian menjaga anak-anak ku.", ujar Alex dengan wajah terlihat sangat marah.
" Siap mas.. maafkan atas keteledoran kami.", kembali sang chief bodyguard tersebut menjawab.
" Ayo kita pulang.", ujar Ratu sambil menggandeng tangan Zevania. Sementara Senja berjalan bersama Richie sambil bergandengan tangan.
ππππ
Sementara itu, ibu-ibu tadi sedang tiduran di dalam pos security yang ternyata cukup luas. Sambil menunggu suaminya datang.
" Anak tersebut kenapa ada yang membela nya? Kelak bila tak di singkirkan, akan ia akan menyusahkan ku di kemudian hari.", sungut perempuan tersebut.
__ADS_1
Sang security hanya terdiam mendengar ocehan ibu-ibu tadi.
Tak lama kemudian, Seorang laki-laki masuk kedalam ruangan.
" Apa yang terjadi ma?", tanya laki-laki tersebut.
" Senja...anak dari perempuan kampung itu ada di Batam.", jawab ibu tersebut dengan bada kesal.
" Terus.. apa urusannya sama kita?",tanya laki-laki itu heran.
" Ya jelas adalah.. kalau sempat Abang ku berubah pikiran,semua harta di rumah itu akan menjadi miliknya.", jawabnya dengan nada tinggi.
" Ya Allah maaa..Udah cukup kalian menyakiti Senja dan Maria. hidup mereka udah sengsara.. Jangan di tambah lagi penderitaan nya.", teriak laki-laki tersebut kaget mendengar pengakuan istrinya.
" Senja jauh dari kata-kata susah. Baju yang ia pakai adalah pakaian branded semua. Jangan bersimpati pada mereka. Ibu nya pasti udah jual diri untuk beli pakaian tersebut.", sentak ibu tersebut semakin kalap.
" Lagian perempuan yang slalu melindungi nya sepertinya bukan orang biasa.", lanjutnya lagi.
" Kenapa mama bisa berpikiran seperti itu?"tanya laki-laki tersebut.
" Karena ia tidak hanya cantik.. tapi semua yang ia pakai branded semua.. sama seperti Senja.
" Kalau udah tau begitu.. kenapa kamu cari masalah?", tanya laki-laki tersebut heran.
" Aku gak perduli dia siapa. Tapi aku akan tetap membuat Senja dan ibu tak bisa hidup tenang.", jawab perempuan tersebut dengan wajah bengis.
" Terserahlah ma.. yang penting aku sudah mengingatkan mu.", ujar laki-laki tersebut pasrah.
Perempuan tersebut mendengus kesal mendengar jawaban suaminya. Suaminya memang terlalu baik. Tak pernah berharap mendapatkan harta dari keluarganya. Jadi dialah yang harus berusaha.
"Maaf pak.. berita tentang kejadian tadi telah beredar di dunia Maya. Wajah ibu terlihat dengan jelas.. tapi wajah anak-anak tersebut dan perempuan itu di bluur semua. Bahkan judul beritanya sangat tidak mengenakkan.", ujar salah satu security di sana sambil membara berita melalui smartphone nya
" Kenapa bisa seperti itu? Siapa yang udah berani menyebarkan beritanya.?", teriak perempuan tersebut terkejut.
" Kan mama sendiri yang bilang, kalau perempuan yang melindungi Senja bukan orang biasa. Berarti dia bisa lakuin apa pun, termasuk mengendalikan media.", jawab laki-laki tersebut dengan santai.
" Memang apa isi beritanya?", tanya laki-laki tersebut pada security penasaran.
" Tarzan betina mengamuk di mall.", jawab security tersebut dengan senyum kecut.ia takut mendapat amukan dari istri atasannya tersebut.
laki-laki tersebut tertawa terbahak-bahak.. entah mengapa, ia merasa lucu dengan judul berita tersebut. Tapi terkadang memang ia harus membenarkan bila istrinya sangat kasar dan bar-bar.
BERSAMBUNG.
BANTU AUTHOR UNTUK SEMANGAT YA..
__ADS_1
SALAM CINTAπππππ