
Ratu dan Alex sedang duduk di taman belakang rumah mereka, sambil memandang Baby Twins yang sedang bermain pedang-pedangan.
Biar mereka berdua sedang main-main, tapi gerakan mereka cukup gesit dan bertenaga. Alex terlihat mengernyitkan dahinya.
" Yank.. gerakan kedua anak tersebut bukan sedang main-main, lebih tempatnya sedang latihan.", ujar Alex sambil matanya terus mengawasi pergerakan kedua anaknya.
Ratu menarik nafas panjang lalu melepaskannya dengan sedikit kasar.
" Iya mas.. anak-anak tersebut telah belajar ilmu beladiri dari umur 3 tahun. Mereka di latih oleh para ahlinya. Tau sendiri lah kalau ahlinya beladiri, mereka tak pernah main-main.. Selalu serius dalam melakukan apa pun. ", jawab Ratu sambil tersenyum tipis.
" Apa alasan mu menyuruh mereka belajar ilmu beladiri?", tanya Alex dengan mimik serius sambil memutar tubuhnya menghadap ke arah Ratu.
" Aku gak pernah menyuruh mereka belajar ilmu beladiri, Tapi mereka sendirilah yang ingin belajar. Kata mereka... mereka ingin melindungi aku dari orang-orang jahat dan juga bisa menjaga diri saat dalam keadaaan tersulit sekalipun.", jawab Ratu tegas. Ia tak mau Alex salah paham dan berfikiran kalau dia udah memaksakan kehendak pada anak-anaknya.
Alex tersenyum sambil menggenggam lembut tangan Ratu.
" Maaf sayang, jangan marah...mas cuma bertanya, gak ada maksud apa pun.", ujar Alex lembut.
Ratu menarik napas panjang, lalu menghempaskan nya dengan kasar.
" Iya mas, aku minta maaf. Aku cuma gak mau aja mas salah paham dan mengira aku memaksa mereka. Toh bodyguard buat mereka udah bisa menjaga mereka. Mereka standby slama 24 jam.", jawab Ratu sambil tersenyum.
Ratu menyandarkan tubuhnya di pundak suaminya. Achh..rasanya dunianya sekarang benar-benar sempurna. Nikmat mana lagi yang hendak di dustakan..!!!.
🍃🍃🍃🍃🍃
Hari ini, Alex akan memulai menjadi pemimpin di perusahaan nya kembali. Setelah 6 tahun lebih ia tinggalkan. Beruntunglah ia mempunyai asisten sehebat Elang, yang bisa menghandle semuanya. Elang memang benar-benar bisa di andalkan.
" Mas... hari ini ke kantornya naik mobil sendiri atau mau bareng? tanya Ratu saat mereka sedang sarapan.
" Kayaknya bareng aja. Biar mas yang antar kamu ke kantor. Tapi sebelumnya kita antar Baby Twins ke sekolah terlebih dahulu." jawab Alex sambil tersenyum seraya memandang ke wajah kedua buah hatinya.
" Serius Daddy mau antar kita?" tanya Zevania dengan mata terbelalak.
" Iya sayang.. kenapa?", tanya Alex sambil menatap wajah Zevania.
" Yeyy.. akhirnyaaaaaaa. Thank you Daddy..we love youuu.", jawab Zevania sambil lompat dari kursinya dan berlari memutari meja dan langsung memeluk tubuh Alex. Alex menyambut pelukan anaknya sambil tertawa.
" Zeze seneng?", Tanya Alex sambil memeluk dan mencium pipi bidadari kecilnya tersebut..
" Ya Dad..Kami senang banget. Iya kan mas??", tanya Zevania pada Richie. Richie pun mengangguk sambil mengajar jempolnya.
__ADS_1
" Ya Dad, kami bahagia.. bahagia banget. Akhirnya Kami ngerasain di antar oleh orang tua yang lengkap.", jawab Richie dengan mata berkaca-kaca.
" Mulai hari ini, Mommy dan Daddy akan antar kalian ke sekolah tiap hari. Barulah setelah itu Mom and Dadd berangkat ke kantor."ujar Alex sambil mengelus rambut Zevania dengan lembut.
Zevania tak mampu lagi berucap. Pelukan erat langsung ia berikan sebagai ungkapan bahagia.
" Ayo sekarang lanjut sarapannya.", ujar Ratu pada Zevania. Dan Zevania segera kembali tempat duduknya.
Mereka kembali melanjutkan sarapannya yang sempat tertunda.
" Selamat pagi semua..!!", seru Ayu sambil memberikan kecupan sayang buat kedua anak asuhnya...
" Pagi juga Aunty ...", jawab Zevania dan Richie berbarengan.
Alex melemparkan senyum pada Ayu. Ayu pun membalas senyum Alex.
" Pagi juga Ay...Ayo Ay sarapan dulu." ujar Ratu pada Ayu.
Ayu mengangguk sambil memberikan ciuman di pipi Ratu. Lalu ia pun duduk di samping Ratu.
Ayu mengambil Roti tawar lalu mengolesnya dengan selai kacang.
" Ay.. hari ini, aku sama Alex yang antar anak-anak.. kamu langsung ke kantor aja. Kalau ada meeting pagi ini, tolong kamu handle dulu. Mungkin aku ke kantornya agak siangan dikit
" Siap Bu.", jawab Ayu sambil memasukan potongan roti kedalam mulutnya.
Ratu hanya tersenyum mendengar jawaban Ayu.
Selesai sarapan mereka segera keluar dari rumah dan menuju ke mobil yang telah di siapkan di teras rumah.
Baby Twins juga telah siap dengan ransel sekolah mereka. Setelah berpamitan dengan Ayu, Baby Twins segera masuk kedalam mobil. Mobil mereka pun berangkat menuju ke sekolah.
Perjalanan ke sekolah terasa sangat menyenangkan bagi kedua bocah kembar tersebut.
Sepanjang jalan, Zevania berceletoh tentang banyak hal. Dan Alex dengan senang hati menimpali apa pun yang di katakan oleh bidadari kecilnya.
Mobil Alex telah memasuki parkiran sekolah. Lalu Alex pun segera memarkirkan kendaraannya. Di ikuti oleh mobil para bodyguard.
Zevania turun dari mobil setelah pintu mobilnya di buka oleh bodyguard, begitu juga dengan Richie. Tak lupa mereka berdua mengucapkan terima kasih.
Sementara bodyguard yang lain membuka pintu mobil buat Alex dan Ratu. Richie dan Zevania menunggu kedua orang tua mereka turun dari mobil.
__ADS_1
" Zeze.. Richie..", panggil seseorang.
Kedua bocah kembar tersebut langsung menoleh ke arah suara. Ternyata yang memanggil Senja dan Zhafran.
" Hai Senja..hai Zhafran.." Sapa Zevania sambil melambaikan tangan ke arah temannya.
Zhafran hanya tersenyum tanpa menjawab. Begitu juga Richie, dia tak menjawab sapaan dari Senja... Tapi matanya tak lepas dari wajah senja.
" Senja.. Zhafran..kenalin, ini Daddy ku.", ujar Zevania kepada kedua sahabatnya tersebut.
Senja dan Zhafran langsung menghampiri Alex dan Ratu, lalu mereka segera mencium tangannya.
" Nama ku Senja om.", ucap senja memperkenalkan diri pada Alex.
" Nama mu cantik..secantik orangnya.", puji Alex sambil mengelus rambut Senja dengan lembut.
" Aku Zhafran..om, Tante."ujar Zhafran.
" Kamu ganteng banget nak..", ujar Ratu sambil mengelus rambut Zhafran. Zhafran tersipu malu mendapat pujian dari Ratu.
" Iya..oom setuju." ujar Alex menimpali.
Wajah Zhafran memerah Karena malu.
" Ayo anak-anak masuk ke kelas..", titah Ratu pada anak-anak tersebut.
Mereka pun segera kabur menuju ke kelas mereka sambil bercanda. Terdengar suara Senja dan Zevania yang tertawa kecil.
Baru saja mereka berempat tiba di kelas, kaki Senja di hadang oleh Dora. Hampir saja Senja terjatuh kalau tidak tangan Richie sigap menangkapnya.
Mata Richie menatap tajam ke arah Dora. Sementara Senja telah di bawa duduk oleh Zevania.
Zhafran berdiri di samping Richie sambil matanya pun menatap tajam ke arah Dora.
" Kenapa kamu slalu mengganggu Senja?", tanya Richie dengan marah.
" A-aku gak se-sengaja.", jawabnya gugup. Sungguh tatapan Richie seperti hendak menguliti tubuh Dora.
" Sekali lagi kamu ganggu Senja, kau akan tau akibatnya!!" ancam Richie dengan marah.
" Iya maaf..", jawab dari takut-takut.
__ADS_1
BERSAMBUNG.