
Pernikahan Ayu dan Elang telah selesai di laksanakan. Tinggal melakukan resepsi nya lagi. Resepsi nya akan di adakan keesokan hari nya. Semua tamu undangan yang tinggal di luar kota dan luar negeri telah di persiapkan hotel untuk mereka menginap. Mereka menginap di hotel milik keluarga Diningrat dan Mahardhika.
Resepsinya sendiri akan di adakan di The Beach Hotel. Hotel tersebut dan tempat acara resepsinya telah di hias sedemikian rupa. Pihak keamanan pun telah di kerahkan untuk mengamankan pesta tersebut. Mereka tak mau, kejadian pada Ratu dan Alex dulu terulang kembali.
Semua tamu yang masuk wajib untuk di periksa sampai dua tahap. Tuan Diningrat turun tangan ke lokasi pesta untuk mengecek kesiapan dan keamanan pesta tersebut.
Ia juga mengerahkan seluruh anggotanya untuk mengamankan acara tersebut. Sebagian berjaga di luar dan sebagian lagi akan berbaur dengan tamu undangan.
Masalahnya bukan hanya karena pernikahan Ayu dan Elang, tapi juga karena sekarang ada generasi penerus Mahardhika dan Diningrat. Yang bisa saja hal tersebut akan mengancam keselamatan mereka. Apa lagi sekarang, Ratu juga tengah hamil. Ia tak mau terjadi hal buruk pada keturunannya.
☘️☘️☘️☘️
Malam pesta itu pun tiba, tamu-tamu mulai berdatangan. Ayu terlihat sangat cantik dengan gaun pesta bertabur berlian.
Tuan Diningrat dan Nyonya Rara benar-benar mewujudkan mimpi Ayu untuk menjadi ratu sehari. Ia benar-benar cantik.
" Mamaku cantik banget..", celetuk Jasmin sambil memandang ke arah Ayu dan Elang dengan wajah takjub.
" Iya bener. Mama Ayu seperti princess.", jawab Zevania sambil memangku kedua pipi chubby dengan dua tangan.
Sementara Richie dan Senja hanya terdiam, tak ada kata yang terucap.. tapi mata mereka mengungkapkan kekaguman yang sama.
Pestanya a benar-benar meriah. Tak hanya kedua mempelai yang berbahagia, para tamu undangan pun begitu. maklum lah, kapan lagi para tamu undangan tersebut dapat berinteraksi langsung dengan tuan rumah yang terkenal akan raja bisnis tapi sangat tertutup dari media.
Tak ada yang bisa di Kulik dari media massa tentang latar belakang dan kehidupan dari keluarga Diningrat. Semuanya terkunci.
Tanpa terasa, malam pesta tersebut telah berakhir. Tak ada masalah apapun, semua aman dan terkendali.
Anak-anak telah berada di kamar mereka masing-masing dari jam sepuluh malam. Sementara orang dewasa masih tetap berada di pesta untuk melayani para tamu yang datang. Sekedar untuk menyapa.
Tepat jam dua belas malam, acara pun berakhir. Para tamu telah pulang dan tuan rumah pun telah berada di kamar mereka masing-masing.
Begitu juga dengan kedua mempelai, keduanya langsung masuk ke kamar yang telah di siapkan oleh Ratu dan Alex.
Kamar yang indah yang telah di taburi dengan kelopak bunga mawar.
Ayu tak mampu menahan air matanya ketika melihat kejutan demi kejutan yang ia terima dari keluarga nya.
Elang membimbing Ayu yang kini telah sah menjadi istrinya ke tempat tidur.
Ada sebuah amplop berwarna jingga yang di ikat dengan pita berwarna putih.
" Amplop apa ini yank?", tanya Ayu pada Elang.
" Gak tau yank, coba buka aja." jawab Elang sambil ikut melihat ke arah amplop tersebut.
Ayu mengangguk sambil membuka ikatan pita di amplop tersebut.
Mata Ayu terbelalak ketika melihat isi dari amplop tersebut.
__ADS_1
" Tiket bulan madu ke Maldives selama satu bulan yank..", ucap Ayu sambil melompat kegirangan.
Elang pun kaget mendengar ucapan Ayu. Bagaimana mungkin ia melupakan tanggung jawabnya sebagai tangan kanan dari Alex.
Saat mereka masih terkaget-kaget dengan kado yang mereka dapat, pintu kamar mereka di ketuk dari luar.
Elang pun beranjak menuju pintu. Ketika pintu di buka, terlihat Dewa sang pilot nenek Ningsih berdiri di depan pintu.
' Maaf mengganggu acaranya, silahkan ikutan aku.", ucap Dewa sambil memandang ke arah Elang dan juga Ayu bergantian.
" Kemana?" tanya Ayu sambil mengkerut kan dahinya.
" Ikut aja Ayu.. gak usah ganti baju.", jawab Dewa sambil tersenyum.
Ayu dan Elang mengangguk sambil mengikuti langkah Dewa. Tanpa ia sadar, ia membawa tiket untuk bulan madunya.
Sampai di lobby, sebuah mobil telah standby menunggu mereka. Setelah mereka masuk kedalam mobil, mobil tersebut pun melesat meninggalkan The Beach Hotel.
Dewa duduk di depan bersama sang sopir, sementara Elang dan Ayu duduk di belakang. Tak ada percakapan apa pun selama di perjalanan.
Tak terasa mereka telah berada di parkiran khusus bandara. Ayu dan Elang tau, ini menuju ke pesawat milik keluarga Diningrat.
Mereka berdua terus mengikuti Dewa tanpa membantah. Bahkan, ketika mereka telah berada dalam pesawat pun mereka masih diam.
" Aku akan ngantar kalian ke Maldives malam ini juga atas perintah Ratu dan Alex." ucap Dewa ketika melihat tak ada pertanyaan apa pun dari kedua orang tersebut.
" Tenang pengantin baru, semua telah di siap kan oleh Nyonya Rara dan juga Ratu.", jawab Dewa sambil tersenyum.
Elang dan Ayu terkejut mendengar ucapan Dewa. Mereka berdua saling berpandangan.
" Tu koper kalian." ucap Dewa sambil menunjuk ke arah empat koper besar di sudut salah satu kursi di pesawat tersebut.
Ayu dan Elang tertawa bersama melihat semua telah di persiapkan dengan matang.
" Oke.. terima kasih mas Dewa.", ujar Ayu sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya.
" Oke cantik... ", jawab Dewa sambil beranjak menuju Kokfit pesawat.
Setelah Dewa pergi menuju Kokfit, seorang pramugari mendekati mereka.
" Selamat ya Mbak, semoga samawa.", ucap pramugari bernama Morena tersebut pada Ayu dan Elang.
" Iya Morena, sama-sama." jawab Ayu sambil tersenyum.
Sementara Elang hanya menanggapinya dengan Menangkupkan kedua tangannya di depan dada sebagai ucapan terima kasih.
Morena adalah pramugari yang telah cukup lama bekerja di pesawat milik keluarga Diningrat ini. Jadi semua anggota keluarga Diningrat telah mengenalnya dengan baik.
" Kalau mau istirahat silahkan masuk ke dalam kamar Mbak. Koper nya udah di pindahkan kedalam kamar.", ucap Morena sambil tersenyum.
__ADS_1
" Baiklah, sepertinya aku udah ribet banget sama gaun ini.", jawab Ayu sambil tersenyum.
" Gaunnya indah banget Mbak.", ujar Morena sambil menyentuh gaun yang di kenakan oleh Ayu.
" Kamu suka?", tanya Ayu
" Iya Mbak suka banget.", jawab Morena dengan mata yang berbinar.
" Gaun ini ku hadiahkan untuk mu.", ujar Ayu sambil tersenyum.
" Haaah.. be- benaran mbak?", tanya nya dengan mata yang melotot.
" Iya benaran.", jawab Ayu dengan mimik santai.
" Ya Allah.. terima kasih Mbak.", ucap Morena sambil menangis.
" Kapan kamu menikah?", tanya Ayu.
" Tiga bulan lagi Mbak." Jawab Morena dengan air mata masih mengalir di pipi mulusnya.
" Dan Tuxedo ini ku hadiahkan buat calon suami mu.", timpal Elang tak mau kalah.
" Benaran Mas...? " tanya Morena.
Elang menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
" Ya Allah.. makasih Mas, Mbak.", ujar Morena sambil menyalami tangan keduanya.
Ayu kemudian menarik tubuh Morena kedalam pelukannya.
" Kabarin aku ya kalau kalian menikah.", ucap Ayu sambil mengelus pundak Morena yang sedang menangis di pelukannya.
" Iya Mbak.. pasti.", jawab Morena sambil menyusut air matanya.
" Ehem... udah selesai? pesawat mau take-off.", ujar Dewa yang tengah berdiri di pintu Kokfit.
" Oya iya ... maaf mas Dewa.", jawab Morena dengan malu-malu.
Ayu dan Elang hanya tertawa melihat interaksi keduanya .
Ayu dan Elang pun segera duduk, memakai sabuk pengaman lalu mengencangkannya. Setelah itu pesawat pun mulai take-off.
Setelah pesawat terbang dengan tenang, Elang pun segera mengajak Ayu untuk ke kamar.
Dengan tidak sabaran, Elang segera memagut bibir Ayu yang telah menggodanya selama ini. Ia slalu berusaha menahan nafsu syahwat nya ketika sedang bersama Ayu.
Iya hanya ingin, menikmati semuanya ketika telah menikah. Walau pun mereka pernah hampir kebablasan saat itu. Tapi beruntung mereka bisa saling mengingatkan.
BERSAMBUNG.
__ADS_1