ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.

ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.
JANGAN TINGGALKAN AKU.


__ADS_3

Makanan di atas meja kini telah kandas, sepertinya semua orang benar-benar kelaparan.


Punya nenek Aminah pun telah habis. Ratu segera membersihkan bekas makan nenek Aminah.


Sementara anak-anak membersihkan bekas mereka makan yang ada di atas meja makan.


Setelah selesai, anak-anak duduk di sofa depan televisi. Mereka menonton kartun sambil bercanda. Kini Jasmin tak merasa canggung lagi dengan Zevania, karena Zevania slalu mengeluarkan lelucon yang membuat Jasmin tertawa terpingkal-pingkal.


Sementara Richie hanya menonton televisi sambil memperhatikan Jasmin dan Zevania.


Wajahnya tetap datar dan tanpa ekspresi.


Jasmin sesekali mencuri pandang, mengagumi ketampanan wajah makhluk ciptaan Tuhan yang sempurna itu.


" Mas ku ganteng ya?", bisik Zevania sambil mengedipkan matanya dengan nakal.


Wajah Jasmin langsung memerah, ia benar-benar malu, karena ketahuan sedang curi-curi pandang.


" Kamu gak usah malu, aku akan merahasiakan nya. Kamu tenang saja.", bisik Zevania lagi.


Jasmin tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


" Makasih ya..", jawab Jasmin sambil tersenyum manis.


Zevania mengangkat jempolnya.


" Tapi kenapa wajahnya datar dan tanpa ekspresi gitu ya Ze?" tanya Jasmin penasaran.


" Entah Jassy..aku pun bingung.", jawab Zevania sambil mengerucutkan bibirnya.


" Jassy?", tanya Jasmin bingung.


" Eh iya.. aku panggil kamu Jassy ya, biar gampang.", ujar Zevania sambil tersenyum nakal.


" Oh boleh-boleh..senyaman mu saja", jawab Jasmin sambil mengedipkan matanya.


Kedua bocah tersebut terus bercerita, ada aja yang mereka bahas.


Jasmin ternyata juga udah sekolah, sama dengan mereka kelas satu juga. Jasmin sekolah di SD Negeri. Hanya di sekolah milik pemerintah ini dia bisa gratis.


" Kamu mau gak sekolah bareng kami", tanya Zevania antusias.


Sejenak Jasmin terdiam. Angan-angan melayang tinggi, membayangkan sekolah di sekolah favorit dan mewah. Pasti itu sangat menyenangkan. Apa lagi bisa bareng Zevania dan Richie.


Tapi ketika ia ingat status sosialnya, ia jadi menggelengkan kepalanya. Ia terlalu takut di bully dan di ejek karena kemiskinannya. Ia jadi minder.


Lagian, sekolah tersebut pasti biayanya sangat mahal. Kasihan nenek dan kakeknya harus bekerja lebih keras lagi. Sementara untuk mencukupi makan sehari-hari aja kakek dan neneknya harus kerja banting tulang.


" Gak Ze, aku udah betah di sekolah yang lama.", jawab Jasmin sambil tersenyum.


" Yaaa... sayang banget, padahal aku udah berharap dan juga senang banget kita akan bertemu setiap hari.", ujar Zevania dengan mimik wajah sedih.


" Jangan sedih ya..insya Allah kita akan slalu bertemu biar pun kita gak satu sekolahan.", ucap Jasmin untuk menghibur hati Zevania.

__ADS_1


" Janji ya..?", ujar Zevania sambil mengulurkan jari kelingkingnya.


Jasmin pun mengulurkan jari kelingkingnya. Jati kelingkingnya mereka saling bertautan.


" Iya, aku janji.", jawab Jasmin sambil tersenyum.


" Anak-anak kita pulang dulu yuk, udah malam. Nenek Aminah dan Jasmin pun mau istirahat.", ujar Ratu sambil mengelus rambut Jasmin dan Zevania.


" Jasmin bobok di rumah kita ya Mom?" pinta Zevania pada Mommy nya.


" Boleh saja kalau Jasmin mau.", jawab Ratu sambil tersenyum.


" Maaf Zeze, aku harus jagain nenek di sini.", jawab Jasmin sambil memandang ke wajah Zevania.


Zevania terdiam. Dia tau.. dia gak boleh egois, nenek Aminah jauh lebih membutuhkan Jasmin.


" Ya udah deh gak apa-apa.Tapi besok kamu sekolahkan?", tanya Zevania lagi.


" Ia Ze, aku sekolah. Kita ketemu lagi setelah pulang sekolah ya..", jawab Jasmin.


" Oke Jassy..Besok aku minta tolong Om Tio untuk antar dan jemput kamu sekolah.", Jawa Zevania sambil tersenyum.


" Boleh kan Mom?", tanya Zevania sama Ratu.


" Iya sayang.. boleh.", jawab Ratu sambil mencubit hidup anaknya yang mancung.


" Yeeyy.. thank you Mommy." ujar Zevania sambil memeluk tangan Mommy nya.


" Ya udah, kita pulang yuk...", ajak Ratu pada kedua anaknya.


Zevania pun berdiri. Sebelum pulang ia memeluk Jasmin, mereka berdua tertawa bahagia.


" Sayang.. kamu juga langsung istirahat ya nak. Nenek Aminah juga udah tidur, setelah minum obat yang di berikan oleh perawat barusan.", ujar Ratu pada Jasmin.


" Iya Tante, terima kasih. Tapi aku belum sholat isya. Setelah sholat aku langsung tidur", jawab Jasmin sambil mencium tangan Ratu.


Dan Ratu mengecup kening Jasmin dengan lembut. Bak ciuman seorang ibu. Jasmin sampai memejamkan matanya menikmati kecupan sayang dari Ratu.


Ratu sangat menyukai anak ini, ia begitu sopan. Nenek Aminah dan kakek Abdullah telah berhasil mendidik cucu mereka dengan baik.


Setelah mencium tangan Ratu dan mendapat kecupan sayang... kini Jasmin beralih menuju ke arah Alex, ia pun mencium tangan Alex. Alex mencium pucuk rambut Jasmin sambil mengelusnya.


" Selamat istirahat ya nak.. Om pulang dulu ya..", pamit Alex pada gadis kecil tersebut.


Jasmin mengangguk sambil berucap.", Hati-hati ya Om..", ujar nya mengingatkan Alex.


Alex mengangguk sambil tersenyum gemas.


Kemudian Jasmin mendekati Richie. Di luar dugaan, Richie malah mengusap surai Jasmin dengan lembut.


" Kami pulang dulu ya, besok kami kesini lagi. Kamu istirahatnya jangan malam-malam. Dan slalu jaga kesehatan mu.", pesan Richie sambil tersenyum pada Jasmin.


Jasmin tak menjawab ucapan Richie, karena ia terpukau. Terpukau ketika bibirnya yang tipis mengucapkan kata. Ia benar-benar sangat tampan.

__ADS_1


Richie tersenyum ketika ucapannya tak di tanggapi oleh Jasmin, karena ia tau Jasmin sibuk dengan pikirannya sendiri.


Richie kemudian mencubit pipi Jasmin, hingga memerah. Jasmin menjerit kaget, ketika ia menyadari bahwa pipinya terasa sakit.


" Kok aku di cubit?" tanya nya dengan wajah cemberut.


"Makanya kalau orang ngomong di dengarkan Bunga Melur, jangan di cuekin." jawab Richie sambil tertawa.


" Nama ku bukan Bunga Melur, tapi jasmine..inget tu, J A S M I N E..",ujar Jasmin sambil mengeja namanya. Ia benar-benar terlihat sedang kesal.


Semua orang tertawa melihat pertengkaran yang gak penting tersebut. Apa lagi bila nenek Aminah melihat, ia pasti senang banget akhirnya ada juga gak ikut memanggil cucu kesayangan nya dengan panggilan Bunga Melur.


Richie hanya tertawa mendengar omelan Jasmin. Karena gak ingin memperkeruh suasana, Richie pun nyelonong keluar dari kamar tersebut.


🍀🍀🍀🍀


Setelah keluarga Ratu pergi, kamar tempat nenek Aminah di rawat kembali sepi.


Jasmin sedang duduk di kursi samping Brankar nenek Aminah.


" Nek..cepat sembuh ya, aku sedih melihat nenek seperti ini?", ujar Jasmin sambil menangis.


" Aku tak akan sanggup untuk hidup andai kakek dan nenek juga pergi seperti papa dan mama yang telah terlebih dahulu pergi meninggalkan aku." lanjut Jasmin sambil mengusap air matanya yang terus berderai.


" Bukankah nenek sama kakek udah janji, akan mengantarkan Jasmin menjadi orang yang sukses. Agar tak ada lagi yang bisa menghina kita.", ratap Jasmin sambil sesenggukan. Ia benar-benar sedih, merasa sendirian.


Di cium nya wajah neneknya. hingga air mata nya ikut membasahi pipi neneknya.


" Cepat sembuh ya nek...aku sholat Isya dulu", ujarnya sambil bangkit dari tempat duduknya.


Di usapnya air matanya yang masih menetes di pipinya. Ia berjalan ke arah kamar mandi. Di siram nya wajahnya dengan air. Rasa dingin air membuat hatinya sedikit tenang.


Perlahan air matanya pun berhenti mengalir.


Sambil mengucapkan bismillah ia mulai kumur-kumur dan membersihkan hidungnya.


Setelah itu ia membaca doa wudhu. Dan mulailah ia membasuh anggota badannya satu persatu.


Setelah selesai wudhu, kini hatinya benar-benar tenang. Ia percaya pada qoda dan qodar. Ia percaya pada segala ketetapan Allah. Hatinya kembali menjadi tegar dan kuat.


Jasmin keluar dari kamar mandi dan menuju lemari pakaian. Ia mengeluarkan seperangkat alat sholat.


Lalu ia mulai menggelar sajadah dan memakai mukenah satu persatu.


Setelah itu ia mulai melakukan sholat Isya dengan khusyuk.


Di tengah khusuknya ia sholat, Tio masuk ke dalam kamar mereka. Meletakkan beberapa buah paper bag berisi pakaian untuk Jasmin. Karena melihat Jasmin sedang sholat dan nenek Aminah tertidur.. Tio lalu menulis sesuatu di paper bag tersebut. Setelah itu ia pun pergi.


Ternyata di perjalanan ketika mereka hendak pulang, Zevania meminta Ratu untuk membelikan pakaian tidur dan beberapa buah helai baju untuk Jasmin. Agar ia tak perlu membawa pakaian dari rumah.


Bahkan, Zevania dan Ratu pun membelikan Jasmin ****** *****, sendal dan juga sepatu. Jadi, Tio lah yang di minta untuk mengantarkan pakaian tersebut.. sementara mereka langsung pulang ke rumah.


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2