
Setelah mengantarkan anak-anak ke rumah serta mengantar Zhafran ke rumahnya..Ayu segera kembali ke kantor. Ada banyak pekerjaan yang menunggunya.
Sesampainya di kantor, ia langsung menuju ruangan CEO. Ratu sudah menunggunya. Setelah mengetuk pintu, tanpa menunggu jawaban ia langsung menerobos masuk.
Ia menghempaskan tubuhnya di atas sofa. Sambil menyandarkan tubuhnya. Ia memejamkan matanya. Sesungguhnya ia benar-benar lelah. Tapi untuk meminta para bodyguard yang menjemput anak asuhnya, ia masih kurang percaya.
Itulah sebabnya ia rela antar jemput Baby Twins di tengah kesibukannya menjadi tangan kanan Ratu.
Ratu bangkit dari kursinya, lalu duduk di hadapan Ayu. Di raihnya kaki Ayu, lalu mulai di pijitnya dengan lembut.
" Lelah Ay..?", tanya Ratu lembut.
" Lumayan Say..", jawab Ayu sambil memejamkan matanya menikmati pijitan Ratu.
" Biarlah para bodyguard yang jemput. Kamu jangan terlalu capek. Kerjaan kamu di kantor pun udah banyak banget.", nasehat Ratu lembut.
" Entahlah..aku takut terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Lagian dulu aku pernah berjanji.. akan menjaga mu dan seluruh keturunan mu.", ucap Ayu sambil tersenyum.
Ratu tersenyum haru. Tak usah di ragukan lagi kesetiaan Ayu. Nyawanya pun sanggup ia berikan. Itulah sebabnya, kesetiaan dan kasih sayang Ayu pada keluarga nya membuat ia menyayangi Ayu layaknya saudaranya sendiri.
" Udah bu.. makasih. Bentar lagi kita mau meeting. Orang dari Batam udah bersama Aldi menunggu di ruang meeting.", ujar Ayu sambil menarik kakinya.
Ratu lalu bangkit dari sofa, menuju wastafel untuk mencuci tangannya.
Setelah itu ia pun ia pun bersiap-siap menuju ruang meeting. Ayu pun telah siap dengan map di tangannya.
Ayu membukakan pintu buat Ratu. Ratu mengedipkan mata sebagai ucapan terima kasih. Ayu hanya menanggapi nya dengan senyuman.
Mereka berdua lalu melangkah berdampingan menuju ruang meeting.
Sampai di depan pintu ruang meeting, security yang sedang berjaga segera membuka pintu dan mempersilahkan Ratu dan Ayu masuk. Sambil mengangguk dan tersenyum Ratu dan Ayu pun segera masuk.
Melihat mereka datang, Aldi, tuan Alvarez dan satu orang laki-laki yang Ratu tidak kenal langsung berdiri.
Ratu mempersilahkan mereka semua duduk. Setelah itu barulah ia duduk. Begitulah cara Ratu menghormati orang lain.
" Bagaimana perjalanan kesini tuan Alvarez?", tanya Ratu berusaha untuk bersikap ramah.
" Alhamdulillah lancar Bu. Tadi dari bandara langsung ke sini. Takut telat.", jawab tuan Alvarez sambil tersenyum.
Ratu pun ikut tersenyum,begitu juga dengan Aldi dan Ayu.
Setelah selesai berbasa-basi, mereka mulai terlihat serius.
Tuan Alvarez memperkenalkan orang yang datang bersama nya, yang ternyata adalah pengacaranya...tuan Anjas.
__ADS_1
Tuan Alvarez pun segera memulai membahas masalah investasi dari Richie Company.
Ratu mendengarnya dengan seksama. Aldy dan Ayu mencatat apa pun yang di sampaikan oleh tuan Alvarez.
Ratu manggut-manggut mendengar penjelasan dari tuan Alvarez.
" Baiklah.. Dalam Minggu ini akan ada orang saya yang datang ke Batam. Untuk melihat langsung proyek yang sedang berjalan tersebut.", ujar Ratu setelah mendengarkan penjelasan dari tuan Alvarez.
" Baik Bu..terima kasih atas kepercayaan perusahaan ibu.", jawab tuan Alvarez dengan takzim.
" Untuk langkah selanjutnya, nanti pengacara saya akan bertemu langsung dengan pak Anjas.", ujar Ratu pada pengacara tuan Alvarez.
" Baik Bu.", jawab tuan Anjas dengan sopan.
" Mari tuan.. saya antar ke hotel perusahaan kami untuk beristirahat.", ujar Aldi.
Tuan Alvarez pun mengangguk sambil tersenyum. Mereka berjalan beriringan keluar dari ruang meeting . Ratu dan Ayu langsung kembali ye ruangan mereka dan tuan Alvarez, tuan Anjas serta Aldi menuju lift.
🍀🍀🍀🍀🍀
Ratu dan Ayu segera duduk di sofa. Tapi kemudian Ayu bangkit dan keluar dari ruangan tersebut.
Tak lama kemudian ia telah kembali dengan dua gelas teh bunga melati.
Sambil menyeruput teh yang baru di bikin oleh Ayu, Ratu bertanya tentang mama Senja.
" Ay.. bagaimana menurut mu Bu Maria?", tanya Ratu sambil memandang wajah Ayu.
" Emm..dia bagus banget. Dia itu ibarat mutiara yang tenggelam. Dia sangat cerdas ketika menjawab pertanyaan dari ku. Beruntung kita bisa menemukannya.", jawab Ayu dengan antusias.
Ratu mengangguk-angguk kepalanya. Sepertinya dia puas mendengarnya. Karena ia tau, Ayu adalah orang yang sangat perfeksionis dalam urusan pekerjaan.
" Baiklah.. berarti asisten projek manager itu cocok untuknya?", tanya Ratu lagi.
" Yupz ... dia akan lebih bersinergi ketika ia berkerjasama dengan mas Bimo.", jawab Ayu sambil tertawa kecil.
" Ya udah..kalau begitu aku mau istirahat dulu.", ujar Ratu sambil berjalan menuju kamar yang ada di dalam ruangan tersebut.
" Kalau begitu aku pulang ajalah...aku mau antar anak-anak ketempat latihan.
" Oke hati-hati Ay..jangan ngebut ya..", teriak Ratu dari dalam kamar.
" Oke..", Ayu balas berteriak.
Ayu mengambil tas dan kunci mobil yang tergeletak di atas meja. Kemudian ia pun berlalu.
__ADS_1
"Ran.. kalau ada yang datang mencari mbak Ratu, kamu telpon aku ya.. soalnya beliau lagi istirahat. Aku keluar dulu ya..", ujar Ayu ketika ia melewati meja sekretaris Ratu.
" Siap mbak.", jawab Rani sang sekretaris sambil tersenyum.
Ayu pun balas tersenyum, lalu ia pun melanjutkan langkahnya untuk menuju lift.
Tak lama kemudian ia telah sampai di lantai dasar, ia pun langsung keluar menuju tempat parkiran.
Security membukakan pintu buatnya sambil membungkukkan badannya. Ayu tersenyum sambil mengucapkan terima kasih.
" Yank...", seru seseorang seperti memanggilnya. Ayu pun refleks menoleh...ternyata Elang yang sedang berjalan mendekatinya.
" Hei..ada apa kesini??", tanya Ayu sambil menghentikan langkahnya.
" Yeyy.. jumpain pacar sendiri pun gak boleh?", Sungut Elang.
" Bukan gak boleh..tapi biasanya kamu telpon dulu.", jawab Ayu sambil memencet hidung Elang. Elang tak menjawab, tapi kemudian menarik Ayu kedalam pelukannya.
" Hei..ini di kantor.", bisik Ayu sambil berusaha untuk melepaskan pelukan Elang.
Elang tak bergeming, tetap memeluk Ayu dengan erat. Akhirnya ayu menyerah, membiarkan Elang memeluknya.
Mereka menjadi pusat perhatian seluruh karyawan yang sedang berlalu lalang di lobby perusahaan. Bahkan security yang membukakan pintu buat Ayu tadi pun tak berkedip menatap mereka.
Di dalam sana, di meja resepsionis.. tampak tiga orang cewek cantik yang menatap mereka dengan penuh rasa iri.
" Sempurna banget calon jodoh mbak Ayu. Udah ganteng, tinggi, pinter, punya karir bagus dan kaya lagi..", ujar Viana resepsionis paling centil.
" Wajarlah, mbak Ayu pun begitu. Udah cantik, gesit, pinter dan kaya juga.", jawab Vivi.
" Aku juga mau nyari yang gitu ach..", timpal Bela sambil menatap ke arah Ayu dan Elang.
" Mimpi loee..", sentak Vivi dan Viana nyaris berbarengan.
Bela terkejut, tapi kemudian ia tertawa. Vivi dan Viana pun tertawa.. akhirnya mereka hanya bisa menertawakan khayalan mereka.
Sementara itu, Elang telah melepaskan pelukannya pada Ayu. Ayu pun bernapas lega.
" Mau kemana?", tanya Elang.
" Mau antar anak latihan.", jawab Ayu.
" Ayolah.. aku ikut.", jawab Elang sambil menarik tangan Ayu.
Mereka berdua akhirnya hanya memakai satu mobil, mobil Elang di tinggalkan di parkiran perusahan.
__ADS_1