ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.

ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.
MENYUKAI KEDUANYA.


__ADS_3

Di sinilah mereka sekarang, di rumah Jasmin.


Rumah sederhana tersebut telah ramai di kunjungi oleh warga yang takziah.


Di depan rumah tersebut di dirikan tenda dan juga ada kursi agar warga yang datang sebagian duduk di luar. Karena rumahnya sempit tak bisa menampung cukup banyak orang.


Suara lantunan ayat suci Alquran berkumandang sedari tadi malam ketika almarhum di bawa ke rumah.


Jasmin dan nenek Aminah masih menangis di samping jasad almarhum yang udah terbujur kaku.


Ratu dan anak-anaknya masih terus mendampingi Jasmin dan nenek Aminah.


Sementara Alex membantu warga untuk melakukan persiapan pemakaman kakek Abdullah.


Ratu mengelus rambut Jasmin dengan lembut.


" Sabar ya nak.. kakek udah tenang, udah gak merasakan sakit lagi. Ikhlaskan kakek ya sayang.", bujuk Ratu dengan lembut.


Kepala Jasmin terangkat mendengar ucapan wanita cantik di sebelahnya ini.


" Apa yang akan terjadi sama kami Tante, bila kakek yang menjadi tulang punggung kami tiba-tiba harus pergi.", tanya Jasmin dengan air mata yang merembes kembali dari kelopak mata indahnya.


Ratu menarik tubuh kecil Jasmin dalam pelukannya. Dikecupnya pucuk kepala Jasmin dengan lembut.


" Semuanya akan baik-baik saja. Tante Janji, mulai sekarang, Tante dan Om akan bertanggung jawab untuk kehidupan kalian selanjutnya.", ujar Ratu sambil mengelus kepala Jasmin dengan lembut.


" Terima kasih Tante.", jawab Jasmin pelan.


🍀🍀🍀🍀🍀


Setelah selesai acara pemakaman kakek Abdullah. Mereka langsung pulang ke rumah. Karena di rumah masih banyak banget tetangga yang takziah.


Jasmin dan nenek Aminah melangkah dengan gontai. Mereka berdua telah kehilangan tempat bergantung.


Setelah mengucapkan salam, mereka langsung mendudukkan diri di lantai yang beralaskan tikar.


Ratu dan keluarganya pun mengikuti duduk di lantai juga. Ratu udah berkali-kali menyuruh kedua anak kembarnya untuk pulang, tapi mereka slalu menolak. Mereka bilang ingin menemani Jasmin, agar dia tak terlalu sedih.


" Assalamualaikum..", seseorang yang baru datang mengucapkan salam.


" Wa'alaikum salam.." jawab semua orang di dalam rumah tersebut.


Ternyata yang datang pak RT dan seorang laki-laki dan juga anak kecil seumuran Jasmin.


Melihat kedatangan mereka, Jasmin langsung berdiri. Ia segera menyalami laki-laki dewasa bersama pak RT tersebut.


" Om.. kakek ku udah pergi" ujar Jasmin sambil mencium tangan laki-laki tersebut.


" Iya nak, om tau. Turut berduka cita ya.. kamu yang kuat dan sabar.", jawab laki-laki tersebut dengan lembut.


Hati laki-laki tersebut terenyuh melihat musibah gadis kecil ini. Semua orang yang ia sayangi telah pergi meninggalkan dirinya. Kini hanya tersisa neneknya lagi.


Jasmin mengangguk sambil menyusut air matanya.

__ADS_1


" Gibran..", cicit Jasmin sambil menatap anak kecil di samping laki-laki dewasa tersebut dengan air mata yang mulai berjatuhan kembali.


Gibran lalu mendekati Jasmin. Di tariknya tubuh Jasmin kedalam peluknya. Bahu jasmin kembali terguncang karena terisak.


" Cupp.. diam lah, jangan menangis lagi. Kakek udah tenang di alam sana.", bisik Gibran lembut.


Jasmin masih terus terisak-isak, tangisannya semakin kencang. Seakan ingin meluapkan semua kepedihan nya


Dengan sabar Gibran mengelus pundak Jasmin. Membiarkan Jasmin melepaskan semua kesedihannya.


Tangis Jasmin pun perlahan mulai mereda. Setelah melepaskan pelukannya pada Jasmin, Gibran menghapus air mata Jasmin dengan ujung jarinya sambil tersenyum.


" Hidung mu sudah kayak badut nangis terus .", goda Gibran sambil tersenyum.


Jasmin memukul pundak Gibran sambil manyun. Gibran tersenyum ketika melihat Jasmin udah bisa menguasai kesedihannya.


Tanpa Jasmin dan Gibran sadari, tatapan mata Twins yang terlihat memperhatikan mereka berdua tanpa berkedip.


" Mas.. Gibran ternyata ganteng juga ya..", bisik Zevania.


" Ganteng juga aku.", sahut Richie ketus.


" Kalau itu tak terbantahkan, mas Richie ku yang paling ganteng.", jawab Zevania sedikit keras.


Semua orang langsung menatap kearah keduanya. Termasuk Jasmin dan Gibran. Zevania segera menutup mulutnya, karena sadar akan perbuatannya. Sementara Richie hanya menanggapi nya dengan sikap acuh tak acuh.


Jasmin langsung menarik tangan Gibran, lalu membawa nya duduk di depan Twins.


" Hai.. aku Gibran.", sapa Gibran sambil mengulurkan tangannya pada Zevania.


Zevania menyambut tangan Gibran dengan senyum ramah.


" Hai juga.. aku Zevania, panggil saja Zeze.", jawab Zevania sambil tersenyum manis.


" Wah.. kamu cantik banget.", puji Gibran sambil menatap wajah Zevania.


Zevania tertunduk malu mendengar pujian Gibran.


" Terima kasih..", cicit Zevania sambil tertunduk.


Gibran hanya mengangguk, sambil matanya tak lepas dari wajah cantik Zevania.


" Ini Richie saudara kembar Zevania.", suara Jasmin menyadarkan keduanya.


" Hai Richie.." sapa Gibran sambil mengulurkan tangannya pada Richie.


Richie menyambut tangan Gibran, tapi wajahnya tetap datar dan dingin.


Gibran sedikit terkejut dengan sambutan Richie yang terlihat kurang bersahabat. Tapi kemudian Gibran tersenyum sambil menarik tangannya. Ia berusaha memaklumi walau ia tak tau alasannya.


Di luar dugaan, ternyata papa Gibran, Tanu Wijaya adalah teman Alex.


Semasa SMA mereka sempat satu kelas. Walau pada akhirnya, Tanu Wijaya pindah ke Cilegon Banten.

__ADS_1


Setelah itu mereka tak pernah bertemu lagi. Walau tak bisa di pungkiri, pernikahan Alex dan Ratu menjadi buah bibir di media sosial dan juga kalangan pengusaha. Jadi tak mungkin, bila Tanu Wijaya tak pernah tau kabar Alex lagi.


🍀🍀🍀🍀


" Jasmin.. kami pulang dulu ya, nanti kami kesini lagi.", ucap Ratu sambil merengkuh Jasmin kedalam pelukannya.


Jasmin mengangguk sambil berusaha untuk tersenyum.


" Makasih Tante..", jawab Jasmin sambil membalas pelukan Ratu.


Setelah melepaskan pelukannya dari Ratu, kini Jasmin di peluk oleh Zevania.


" Aku pulang dulu ya.. nanti aku datang lagi.", ucap Zevania.


" Iya Zeze.. tapi kamu juga harus istirahat ya.", jawab Jasmin sambil tersenyum manis.


" Kamu juga ya.." ujar Zevania sambil balas tersenyum.


Jasmin menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Ia lalu berjalan menuju ke arah Alex, di ciumnya tangan Alex. Alex lalu mengelus rambutnya sambil tersenyum.


" Makasih ya Om udah membantu mengurus kakek hingga ke peristirahatan terakhir nya.", ujar Jasmin tulus.


" Sama-sama cantik." jawab Alex sambil tersenyum.


Kini giliran Richie yang mendekati Jasmin. Di tariknya pelan tubuh Jasmin kedalam pelukannya.


" Aku pulang dulu ya. kamu juga harus jaga kesehatan. Jangan lupa makan dan istirahat. Nanti aku kesini lagi.", ujar Richie lembut.


Jasmin mengangguk tanda mengerti. Richie lalu melepaskan pelukannya. Di rapikan nya anak rambut Jasmin yg menutupi matanya.


Di tatapnya mata Jasmin dengan lembut. Jasmin tertunduk karena malu. Melihat Jasmin malu-malu Richie pun tersenyum-senyum sendiri. Ia tak menyangka, bahwa ia bisa bersikap hangat dan lembut pada orang lain.


Setelah itu Richie pun menyusul Mommy, Daddy dan juga adiknya yang telah terlebih dahulu masuk kedalam mobil.


"Mas..aku bingung deh sama kamu. Kamu sebenarnya suka sama Jasmin apa Senja sih?", tanya Zevania sambil berbisik ketika mereka udah di mobil.


" Suka dua-duanya.", jawab Richie sambil menarik turun kan sebelah alisnya.


" Eh..mana boleh gitu.", sungut Zevania kesal dengan suara sedikit keras.


"Lah.. kenapa emangnya?", tanya Richie sambil mengernyitkan dahinya.


" Mas bakalan nyakitin hati mereka.", jawab Zevania dengan mimik kesal.


" Mas menyayangi keduanya. Masalah siapa yang menjadi jodoh mas kelak, itu biar Allah yang mengatur.", Jawab Richie sambil mengelus rambut Zevania.


" Tapi kan tetap aja akan ada yang tersakiti.", jawab Zevania dengan bibir manyun.


" Tenang aja.. waktu untuk milih itu masih begitu lama. Segalanya masih bisa terjadi. Tugas mas hanya menjaga dan menyayangi mereka.", jawab Richie kembali yang langsung membuat Zevania terdiam.


Sementara Alex dan Ratu hanya senyum-senyum mendengar perdebatan kedua anaknya.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2