
Kedua bocah kembar tersebut baru saja selesai makan malam. Mereka sedang duduk di samping kolam ikan koi.
Richie sedang memperhatikan Zevania yang sedang memberi makan ikan-ikan cantik tersebut.
Ikan-ikan tersebut berlarian mengejar makanan yang akan terjatuh di dasar kolam.
" Mas.. Mommy lagi ngpain ya? Mommy udah makan apa belum ya? Kok Mommy gak ada telpon..?"tanya Zevania beruntun.
" Mungkin Mommy sibuk makanya gak sempat telpon. Mommy pasti jaga kesehatan nya, Kamu gak usah khawatir." jawab Richie sambil tersenyum.
" Mas.. mudah-mudahan Mommy pulang nanti bisa bawa Daddy. Aku pengen banget ngerasain di peluk Daddy.", ujar Zevania tersenyum dengan mata berkaca-kaca.
" Aamiin. Kita harus rajin berdoa, semoga Daddy bisa segera di ketemukan.", jawab Richie lembut.
Di rangkulnya pundak adiknya tersebut. Sama seperti yang adik nya rasakan, ia pun menginginkan kehadiran Daddy nya di tengah-tengah mereka. Sejuta doa slalu ia panjatkan untuk keselamatan dan kesehatan kedua orang tuanya. Tanpa Zevania tau, Richie pun menangis dalam diam nya.
Ayu berdiri di balik pilar samping kolam ikan. Di gigitnya bibirnya dengan keras, agar Isak tangisnya tak terdengar oleh kedua bocah tersebut. Hati nya benar-benar terasa sakit dan tercabik-cabik melihat kedua anak tersebut menangis karena merindukan pelukan daddy-nya. Bukan hanya sekali ia melihat kedua anak tersebut menangis. Tapi berkali-kali, bahkan tak terhitung lagi.
Pundak Ayu di sentuh dengan lembut. Ayu segera menoleh, Elang yang sedang berdiri di sampingnya sambil tersenyum. Di peluknya tubuh lelaki yang cintai tersebut dengan erat. Air matanya kini tumpah di dada bidang, lelaki yang slalu mengalah dan menuruti apa pun yang ia mau.
Ayu masih ingat satu tahun setelah kepergian Alex. Waktu itu Baby twins masih berusia sekitar 6 bulan. Elang melamarnya di sebuah Cafe dengan suasana romantis. Ia menangis haru pada saat itu. Ia bahagia, karena orang yang ia cintai telah melamarnya. Tapi beberapa saat kemudian, ia terdiam dan tertegun. Ingat akan satu hal. Ia pernah berjanji, bahwa ia akan bahagia bila Ratu telah bahagia. Karena ia telah berjanji akan menjaga Ratu hingga ada seseorang yang mengantikan nya. Tapi belum sempat ia bernapas dengan lega, Alex tiba-tiba hilang di SHAFIRE ISLAND. Kebahagiaan Ratu terenggut dengan cara yang sangat menyakitkan.
Berbulan-bulan lamanya Ratu terpuruk dalam diam. Dia bagaikan manusia tanpa jiwa. Tanpa senyum, tanpa canda, tanpa tawa. Yang ia lakukan hanya bekerja dan bekerja. Setelah lelah ia pulang ke rumah. Beruntunglah pada saat itu, walau Ratu tak ingin bicara dengan siapa pun.. tapi Ratu masih mau makan apa pun yang Ayu berikan untuknya. Sampai waktunya Ratu melahirkan. Kehadiran Baby Twins membuat ia berubah. Jiwa yang dulu mati kini mulai ceria kembali.
🍃🍃🍃🍃🍃
" Sayang...jangan menangis. Kamu pasti gak mau Baby Twins mu melihat diri mu sedang bersedih bukan?", Bisik Elang lembut.
Ayu kemudian menyusut air matanya. Ia tau, ia harus terlihat tegar di mata kedua anak asuhnya tersebut.
__ADS_1
" Nah gitu dunk..", ujar Elang sambil mencuri cium di pipi Ayu.
Ayu mengerucutkan bibirnya, ia sering kecolongan bibir.
" Kebiasaan... main sosor aja kakyak bebek." sungut Ayu sambil mendaratkan cubitannya di perut kekasihnya tersebut.
" Aaawwww... Sakit tauuu."jerit Elang keras.
Jeritan yang keras tersebut berhasil memancing perhatian Baby Twins. Mereka berdua langsung berlari ke arah Aunty dan Uncle . Kedua anak tersebut tertawa terbahak-bahak melihat Elang sedang meringis karena tangan Ayu masih betah mencubit perut Elang.
" Uncle nakal ya, makanya di cubit Aunty?", tanya Zevania penasaran.
" Ya sayang , Uncle Elang mesum.", jawab Ayu dengan wajah garang.
" Haaaah..masam? Emangnya Uncle Elang mangga muda ?", tanya Zevania kaget.
" Bukan masam nak, tapi mesum.?", terang Ayu sambil nyengir.
" Mesum itu nakal sayang.", jawab Ayu dengan gemas.
" Oooo...kayak temen Zeze di sekolah, ia suka sama mas Richie. Tapi mas Richie gak suka sama dia. Terus dia tu jahat gak mau Zeze ajak salaman. Berarti dia mesumkan Aunty?", ujar Zevania Dengan gaya polosnya.
Richie membelalakkan matanya mendengar ucapan Zevania, sementara Ayu tersenyum masam.
" Apa sih dek, kok mas di bawa-bawa!!", sungut Richie kesal.
" Ya maaf.", ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya.
Ayu dan Elang tertawa melihat kedua bocah tersebut kesal.
__ADS_1
" Udah.. siap-siap sana, bentar lagi Ustadzah datang.", ujar Ayu mengingat kedua bocah tersebut.
Richie dan Zevania segara berjalan masuk kedalam rumah.. dan menuju kamar mereka masing-masing. Mereka berdua berganti pakaian untuk mengaji dengan di bantu oleh Rima dan Neti. Setelah selesai mereka berdua turun kembali, menunggu Bu Ustadzah di ruang keluar. Tak lama setelah menunggu Bu Ustadzah pun datang. Seorang perempuan berwajah cantik, yang akan mengajari mereka mengaji. Bu Ustadzah mengajari mereka mengaji udah hampir 1 tahun. Anak-anak tersebut telah mulai lancar membaca Alqur'an. Mereka berdua tidak hanya di ajari mengaji dan doa-doa pendek, tapi juga petuah dan nasehat.
Bu Ustadzah Dyan adalah perempuan penyabar, usianya masih muda. Tapi ia lebih memilih mengajar mengaji dari pada kumpul bersama teman-temannya.
Setelah selesai belajar mengaji, kini saatnya mereka istirahat. Waktu di rumah mereka sudah menunjukan jam 8 malam lewat. Udah waktunya mereka masuk ke kamar mereka masing-masing. Tapi sebelum tidur, mereka telah menyiapkan buku untuk di bawa ke sekolah besok. Mereka berdua sangat mandiri, karena begitulah Ratu mendidik mereka berdua. Sebisa mungkin mereka melakukan sendiri, padahal kalau mau bisa aja mereka tinggal menyuruh Rima dan Neti, tapi mereka lebih memilih melakukannya sendiri. Setelah selesai, baru lah mereka tidur.
" Makasih mbak Rima." ujar Zevania sambil tersenyum.
" Sama-sama non.. selamat istirahat ya." jawab Rima sambil tersenyum.
" Iya mbak.. tapi aku mau ke kamar mas Richie dulu, kayaknya aku mau tidur sama dia." ujar Zevania sambil berjalan menuju pintu.
" Mas.. aku tidur sini ya." ujarnya pada Richie setelah ia berada di kamar Mas nya tersebut.
Richie memandang wajah adiknya tersebut. Ia menarik nafas panjang, lalu ia pun mengangguk.
" Yeyy.. makasih mas." ujar Zevania kegirangan. Ia langsung lompat ke atas tempat tidur Richie yang berukuran besar.
Richie hanya geleng-geleng kepala.
" Ya udah Mbak, makasih ya..", ujar Richie pada Neti yang langsung di sambut anggukan dari Neti.
" Selamat istirahat Den, selamat istirahat non.", ujar Neti sambil hendak menutup pintu.
" Mbak Neti.. udah ku bilang, jangan pangil aku den.. pangil aku Mas aja."protes Richie dengan wajah masam.
" Iya iya Mas.. maaf." jawab Neti sambil tersenyum geli. Ia tau, majikan kecilnya tersebut sangat kesal bila di panggil Den.
__ADS_1
Neti segera menutup pintu kamar Richie. Richie pun naik ke atas tempat tidur.
BERSAMBUNG...