
Cukup lama Ratu, Alex dan juga tuan Diningrat berbincang-bincang santai sambil sesekali membahas masalah pekerjaan. Hingga waktu makan siang. Mereka pun menikmati momen langka bisa makan siang dengan suasana santai dan menyenangkan.
Selesai makan siang, mereka lalu duduk santai di taman samping rumah. Taman yang di tumbuhi oleh berbagai macam bunga anggrek dan juga mawar. Bahkan bunga anggrek termahal di dunia salah satunya Anggrek Shenzhen Nongke berwarna kuning kehijauan dengan bagian lidah berwarna merah hati bercampur putih. Seperti anggrek pada umumnya, anggrek ini memiliki 5 kelopak bunga.
Para peneliti memerlukan waktu 8 tahun untuk membudidayakannya. Perlu waktu 5 tahun untuk melihat anggrek ini berbunga. Anggrek ini sangat langka. Pada tahun 2005, anggrek Shenzhen Nongke pernah terjual dalam lelang dengan harga 1,68 juta yuan atau sekitar 2 miliar rupiah.
" Papa pikir setelah menikah dan punya anak, kamu tak menggilai bunga anggrek lagi.", celetuk tuan Diningrat sambil mengelus kelopak bunga anggrek kesayangan putrinya tersebut.
Ratu dan Alex tertawa mendengar ucapan tuan Diningrat.
" Koleksi nya makin banyak pa.. itu ada yang di dalam ruangan khusus.", ujar Alex sambil mengarahkan ibu jari nya ke dalam rumah kaca.
" Ya ampun...", tuan Diningrat menepuk kepalanya ketika matanya mengikuti arah ibu jari Alex.
" Namanya hobby pa..", jawab Ratu sambil tertawa malu.
" Ya ya ya.. Atur ajalah nak.", jawab tuan Diningrat sambil berjalan kembali ke arah kursi tempat duduknya semula.
" Tenang pa..gak akan bikin bangkrut.", jawab Ratu sambil tertawa.
Tuan Diningrat dan Alex tertawa mendengar ucapan Ratu.
" Oh ya pa.. aku pamit mau jemput anak-anak dulu ya..", ujar Alex sambil berdiri.
Tuan Diningrat mengangguk. Ia melirik ke arah jam tangannya.. Hampir jam 2 siang.
Setelah Alex pergi meninggalkan mereka, tuan Diningrat pun berencana untuk pulang ke Jakarta.. alasan nya karena ia mendadak merindukan Rara istrinya.
Ratu hanya tersenyum mendengar alasan papanya. Ia bangga pada kedua orang tuanya, tetap saling mencintai hingga hari ini.
" Ayo Pa ku antar ke bandara...", Ratu pun bangkit dari tempat duduknya.
" Tapi apa Papa gak pengen ketemu sama Twins terlebih dahulu?", tanya Ratu sambil memandang wajah papanya.
Tuan Diningrat pun terdiam. Sejujurnya ia masih ingin berlama di sini, tapi ada satu urusan yang harus ia selesaikan.
" Antar papa ke sekolahan Twins terlebih dahulu.", jawab tuan Diningrat sambil tersenyum.
Ratu pun balas tersenyum. Di gandengannya tangan laki-laki cinta pertama nya tersebut. Mereka berdua berjalan menuju garasi. Memilih mobil yang akan mereka gunakan.
__ADS_1
🍀🍀🍀🍀
Alex baru saja tiba di parkiran Internasional School, ketika sebuah mobil juga parkir di sebelahnya.
Jidatnya berkerut ketika menyadari, yang parkir di sebelahnya adalah istri dan mertuanya.
" Papa pengen ketemu Twins dulu sebelum kembali Jakarta.", jelas tuan Diningrat tanpa di tanya. Ia sangat mengerti akan arti tatapan menantunya tersebut.
Alex akhirnya tersenyum malu-malu karena pikirannya bisa kebaca oleh mertuanya.
" Kok cepat banget pa? Napa gak nginep dulu, anak-anak pasti senang.", ujar Alex sambil turun dari mobil dan menghampiri mertuanya tersebut.
Tuan Diningrat hanya tersenyum mendengar pertanyaan menantu nya tersebut.
Sementara itu, melihat kedatangan tuan Diningrat.. para bodyguard yang di tugaskan menjaga Twins langsung turun semua dari mobil dan memberikan salam.
Tuan Diningrat membalas salam mereka. Setelah membalas salam mereka, tuan Diningrat memandang para bodyguard satu persatu. Tatapan matanya tajam dan menusuk. Membuat siapa pun yang memandangnya mereka tertekan dan takut.
" Jaga keturunan ku dengan baik. Pastikan kejadian di Batam tak pernah terulang lagi. Tingkatkan kewaspadaan kalian . .", pesan tuan Diningrat pada semua para bodyguard.
" Siap tuan. Maafkan atas kelalaian kami.", jawab Rio sebagai chief bodyguard.
" Grandfhaaa...", teriakan Zevania membuat semua orang memandang ke arah nya.
Wajah tuan Diningrat yang tadinya terlihat datar dan dingin langsung berubah jadi penuh senyum .
Tuan Diningrat berjongkok sambil mengembangkan kedua tangannya. Dan Zevania pun langsung menabrakkan tubuhnya kedalam pelukannya
Tuan Diningrat langsung mengangkat tubuh mungil Zevania. Di ciumnya wajah cantik Zevania menyeluruh. Hingga Zevania tertawa karena merasa geli.
" Stoppp Grandfa..geli.", protes Zevania sambil berusaha turun dari gendongan tuan Diningrat. Tuan Diningrat pun menuruti dengan menurunkan tubuh mungil Zevania.
Ratu, Alex, dan juga para bodyguard tertawa melihat Zevania dan tuan Diningrat. Sungguh suatu pemandangan yang langka, melihat beliau tertawa begitu bahagia.
Wajah tuan Diningrat biasanya slalu datar dan dingin bila bukan bersama keluarganya.
Tuan Diningrat kemudian menghampiri Richie yang dari tadi hanya memandanginya tanpa senyum sedikit pun.
Di gendongnya Richie sambil di ciumnya pipi kiri dan kanannya berulang kali.
__ADS_1
Dengan cemberut Richie berkata " Kirain Grandfha lupa kalau cucu Grandfa bukan hanya Zeze!!!
" Maaf...maaf..maaf.. mana lah mungkin Grandfa lupa.", jawab tuan Diningrat sambil mencium pucuk kepala Richie.
Tuan Diningrat memandangi wajah Richie. Yang dari hari ke hari semakin mirip dengan almarhum Richie. Tak hanya nama mereka yang sama, tapi juga wajah mereka. Bahkan wataknya pun sama.
Di peluknya tubuh Richie dengan erat. Rasa haru tak mampu ia tahan. Setitik air mata jatuh di sudut pipinya.
" Kamu benar-benar mirip almarhum. Sepertinya ia benar-benar menepati janjinya akan menjaga Mommy mu sampai kapan pun.", bisik tuan Diningrat di telinga Richie.
Richie hanya terdiam, tapi ia semakin mengeratkan pelukannya pada tuan Diningrat. Seakan ia mengerti ucapan tuan Diningrat.
Tuan Diningrat menurunkan tubuh Richie dari gendongannya. Lalu ia dengan cepat menyusut air matanya dengan ujung jarinya.
Secepat apa pun gerakan tuan Diningrat, tapi masih bisa di lihat oleh Ratu dan Alex. Mereka berdua saling berpandangan. Mereka seakan mengerti apa yang telah membuat air mata papanya menetes.
" Grandfha... kok sendirian, Grandma mana?" tanya Zevania memecah kesedihan mendadak menyeruak di tengah-tengah mereka.
" Grandma sibuk melakukan kegiatan amal. Nanti kalau Grandma gak sibuk, Grandfa antar kesini untuk bertemu Zeze.", jawab tuan Diningrat sambil mengelus rambut panjang cucu perempuan nya tersebut.
Zevania lalu mengenalkan Senja dan Zhafran pada tuan Diningrat. Tuan Diningrat menyambut dengan hangat uluran tangan dari teman-teman cucunya tersebut.
Setelah itu mereka semua masuk ke mobil. Alex yang mengantar Senja dan Zhafran. Sementara Zevania dan Richie ikut mengantar tuan Diningrat ke bandara.
Di perjalanan Zevania tak berhenti berceloteh. Cerita tentang sekolahnya. Latihan beladiri nya, mengajinya semua dua ceritakan.
Bahkan Zevania pun bercerita kalau ia dan Richie sepakat untuk meminta adik pada Mommy dan Daddy nya.
Mendengar celoteh Zevania tuan Diningrat dan Ratu tertawa.
Sungguh hal yang sangat membahagiakan. Berada di antara anak dan cucunya.
" Sepertinya Papa pengen cepat pensiun. pengen di rumah saja jagain cucu.", seloroh tuan Diningrat pada Ratu.
Ratu tertawa mendengar candaan papa nya.
" Tunggu 10 tahun lagi Grandfa.. aku akan mengurus semua perusahaan kita.", ujar Richie dengan wajah serius.
" Baiklah.. Grandfa akan menunggu nya.", jawab tuan Diningrat sambil tersenyum.
__ADS_1
Richie mengalihkan pandangannya kearah jendela mobil. Ia berjanji dalam hati, ia akan menyelesaikan sekolahnya secepat mungkin. Setelah itu.. ia akan menghandle semua perusahaan keluarganya. Dengan begitu.. tuan Grandfa nya bisa beristirahat dengan tenang.