
Ratu mendekati nenek Aminah sambil tersenyum.
" Nek, gak usah mikirin apa apa pun... yang penting nenek cepat sembuh", ujar Ratu sambil tersenyum.
Nenek Aminah pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
" Oh ya nek, apa gak ngasih kabar sama yang di rumah.. biar mereka gak khawatir?", lanjut Ratu lagi.
" Ya Allah.. Jasmin di rumah sendiri.", seru nenek Aminah dengan wajah panik.
" Jasmin.. siapa itu nek? Anak nenek ya?", tanya Ratu sambil memegang tangan nenek Aminah.
" Bukan nak bukan.. Dia cucu ku. umurnya baru masih 6 tahun. Dia sendirian di rumah.", jawab nenek Aminah mulai menangis.
" Udah nek jangan nangis.. kami akan menjemputnya, membawanya kesini. Bisa minta alamatnya?", tanya Ratu sambil memandang wajah Bu Aminah.
Nenek Aminah menyebutkan alamatnya dengan nada terbata-bata.
" Ruli kampung air, gang delima no 5. Pas di bawah tower Telkomsel. Kalo bingung, tanya saja sama warga sana rumah nenek Aminah dan kakek Abdullah.", jelas nenek Aminah sambil menyusut air matanya.
Ratu mengangguk. Ia lalu menelpon Tio, meminta Tio untuk menjemput Jasmin cucunya nenek Aminah. Setelah memastikan bahwa Tio mengetahui alamat tersebut, Ratu pun segera mengakhiri panggilannya.
" Udah nek, orang ku udah berangkat untuk menjemput cucu nenek.", ujar Ratu sambil tersenyum hangat pada nenek Aminah.
" Makasih nak.. makasih banyak. Mohon maaf, nenek dan keluarga nenek udah merepotkan nak Ratu dan keluarga.", jawab nenek Aminah dengan suara sendu.
" Sudahlah nenek.. udah kewajiban kita untuk saling tolong menolong. Aku dan keluargaku menolong nenek dari musibah, dan nenek menolong kami sekeluarga dari hisab harta di akhirat kelak.", ujar Ratu dengan bijak.
Dengan Aminah tersenyum haru..haru akan kebaikan yang tulus dari keluarga penolongnya.
🍀🍀🍀🍀
Sementara itu, Tio dan beberapa orang anggota nya kini telah berada di sebuah perkampungan Ruli alias rumah liar.
Rumah-rumah di sana sangat padat. Akan memakan waktu yang cukup lama bila harus mencari satu persatu.
Untuk mempersingkat waktu, akhirnya Tio menemui RT setempat untuk menanyakan di mana rumah nenek Aminah dan kakek Abdullah.
Awalnya pak RT terlihat ragu untuk memberitahukan di mana rumah nenek Aminah.
" Saya tau pak RT ragu pada pada saya, saya bisa maklumi itu. Tapi saya bisa menelpon seseorang untuk membuat bapak yakin.", ujar Tio sambil tersenyum.
Pak RT tersebut hanya terdiam. Ia hanya menunggu tindakan yang akan di lakukan oleh Tio.
Tio mengeluarkan smartphone dari dalam saku celananya. Ia menghubungi Ratu.
" Assalamualaikum mbak.. saya udah di rumah pak RT di mana nenek Aminah tinggal. Beliau ingin bicara dengan nenek Aminah.. bisa mbak?", ujar Tio ketika panggilannya telah tersambung.
" Wa'alaikum salam.. oh boleh-boleh, bentar ya..", jawab Ratu sambil berjalan ke Brankar tempat nenek Aminah yang sedang terbaring.
" Nek.. pak RT tempat nenek tinggal mau bicara.", ujar Ratu pada nenek Aminah.
Ratu menyerahkan Smartphone nya pada nenek Aminah sambil merubah panggilannya dengan panggilan video.
__ADS_1
" Assalamualaikum nek...", sapa pak RT ketika ia telah bertatap muka dengan nenek Aminah melalui video call.
" Wa'alaikum salam nak.. ", jawab nenek Aminah sambil tersenyum.
" Nek Aminah gimana keadaan nya..? Kenapa bisa berada di rumah sakit? ", tanya pak RT beruntun.
" Nenek baik-baik aja, tapi kakek sekarang masih koma.", jawab nenek Aminah dengan nada sedih.
" Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un.. apa yang udah terjadi nek? ", tanya pak RT kaget.
" Motor kami di senggol mobil cukup keras, hingga terlempar ke sisi jalan. Dan kakek kepalanya terbentur, hingga mengakibatkan ia belum sadar sampai sekarang. Tapi nenek Alhamdulillah gak apa-apa.", terang nenek Aminah dengan air mata berlinang.
" Alhamdulillah ada keluarga nak Ratu yang membantu kami... hingga kami sekarang bisa di rawat di rumah sakit.", lanjut nek Aminah.
" Ya Allah nek... yang sabar ya nek.", jawab pak RT dengan wajah sedih.
" Iya nak.. makasih ya.", ujar nenek Aminah .
" Iya nek, sama-sama. Oh ya nek, mas-mas ini mau jemput jasmin, boleh?", tanya pak RT.
" Iya nak, mereka memang menjemput cucu nenek. Gak apa-apa, antar aja mereka ke rumah.", jawab nenek Aminah sambil tersenyum.
" Baik nek, aku antar mereka dulu ya..?", ujar pak RT.
" Baik lah nak.. terima kasih ya..", jawab nenek Aminah .
Pak RT mengakhiri panggilannya, setelah itu ia menyerahkan handphone tersebut pada Tio lagi.
Begitu juga dengan Nenek Aminah ia pun menyerahkan handphone itu kembali pada Ratu.
Sampai di sebuah rumah kecil dan sederhana, Pak RT segera mengetuk pintu.
" Assalamualaikum..", ujar pak RT.
" Wa'alaikum salam..", jawab suara anak kecil dari dalam rumah.
Pintu rumah tersebut di buka. Kini di pintu rumah tersebut berdiri seorang gadis kecil, seusia Zevania. Wajahnya cantik, dengan rambut panjangnya. Seindah Namanya, jasmine Malaika Putri.
Melihat pak RT, ia segera mengulurkan tangan dan menciumnya. Begitu juga dengan Tio dan anggotanya.
" Jasmine, Oom ini mau jemput Jasmine. Nek Aminah dan kakek Abdullah sekarang ada di rumah sakit.", terang pak RT pada gadis tersebut.
Jasmin tak bisa menutupi keterkejutannya , dan ia langsung menangis.
" Nenek sama kakek ku kenapa? Kenapa mereka ada di rumah sakit?", tanya nya pada pak RT sambil menangis.
Pak RT kemudian berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya dengan Jasmine.
"Nenek sama kakek mu jatuh dari motor, tapi mereka gak apa-apa.. cuma, tetap harus di rawat dulu di rumah sakit.", terang pak RT pada Jasmin.
" Beneran Om gak apa-apa?", tanya Jasmin sambil memandang ke arah Tio.
" Iya Jasmin, nenek sama kakek mu gak apa-apa.", jawab Tio sambil tersenyum.
__ADS_1
" Ya udah, kalau begitu ayo Om kita pergi. Tapi aku ganti baju sebentar ya..", ujar Jasmin sambil berlari masuk ke dalam rumah.
Pak RT dan Tio hanya tersenyum melihat tingkah Jasmin.
Sambil menunggu Jasmin, pak RT dan Tio mengobrol ringan. Pak RT berjanji ia akan menjenguk nenek Aminah dan kakek Abdullah di rumah sakit.
Tak lama kemudian, Jasmin telah selesai berganti pakaian. Kini ia pakai celana jeans, baju kaos putih polos dan jaket warna pink. Rambutnya yang panjang ia biarkan tergerai lepas. Sedangkan alas kaki nya ia hanya memakai sendal jepit dengan motif Hello Kitty.
Pakaian nya yang sederhana, tak bisa menutupi kecantikannya. Ia benar-benar cantik.
Melihat Jasmin telah siap, Tio pun segera mengajaknya untuk segera ke mobil dan berangkat ke rumah sakit.
🍀🍀🍀🍀
Di sepanjang jalan, Jasmin hanya diam. Hanya matanya yang memandang ke kiri dan ke kanan.
Tio sengaja membawa Jasmin duduk di depan, agar ia bisa melihat jalanan dengan bebas.
Tak sampai 30 menit, mereka telah sampai di rumah sakit. Ketika sampai di parkiran rumah sakit, mereka segera turun. Dan Tio membantu Jasmin untuk turun dari mobil.
Mereka segera menuju ke lantai 2 di mana tempat nenek Aminah di rawat.
Di depan pintu kamar ruang inap nenek Aminah, Tio mengetuk pintu.. tanpa menunggu jawaban ia langsung masuk.
Jasmin mengikuti langkah Tio masuk kedalam.
Nenek Aminah hanya tersenyum ketika melihat Tio, tapi ia langsung menangis begitu melihat Jasmin perlahan muncul di belakang tubuh Tio.
Jasmin langsung menghambur ke Brankar tempat nenek nya terbaring sambil menangis.
" Nekk...", seru nya sambil memeluk tubuh neneknya dari samping.
" Cupp..jangan menangis, nenek gak apa-apa.", ujar nenek Aminah sambil mengelus rambut cucunya tersebut dengan lembut.
Nenek Aminah berusah untuk duduk.. melihat hal tersebut, Tio segera membantunya.
" Terima kasih nak..", ujar nenek Aminah pada Tio.
" Sama-sama nek.. ya udah kalau begitu kami duduk di luar dulu ya..", pamit Tio pada nek Aminah.
Nek Aminah pun mengangguk.
Kini tinggallah mereka berdua di kamar tersebut.
" Nek..kakek mana?", tanya Jasmin sambil menyusut air matanya.
" Kakek mu masih di obati dokter.. ", jawab nenek Aminah sambil tersenyum.
" Nek, apa yang nabrak udah tertangkap??", tanya Jasmin sambil memandang wajah neneknya.
" Udah.. sekarang mereka udah di kantor polisi.", Jawab nenek Aminah.
" Syukurlah.. mereka harus dapat ganjaran yang setimpal.", ujar Jasmin dengan mimik marah.
__ADS_1
Nenek Aminah hanya mengangguk sambil tersenyum. Ia sangat mengerti, biar pun cucunya ini masih kecil.. tapi ia sangat berani. Tak pernah takut pada apa pun dan siapa pun.
BERSAMBUNG.