
Sementara itu, mendengar suara tawa dan obrolan kecil di pagi buta, membuat Ayu merasa penasaran. Tak biasanya orang di rumah ini telah bangun sepagi ini.
Ayu berjalan perlahan layaknya seorang pengintai. Tapi sepelan apa pun langkah Ayu, telinga Ratu yang telah terlatih mampu mendengarnya.
Ratu tersenyum, timbul niat untuk mengerjai Ayu. Ia mengambil satu buah jeruk Mandarin yang berada di depannya. Kemudian, ia melempar ke arah Ayu yang berdiri di belakang pintu pembatas antara ruang makan dan ruang tamu.
" Aduuhh..", terdengar teriakan Ayu.
Sontak Alex, Richie dan juga Zevania melihat ke arah asal suara.
Ayu keluar dari balik dinding sambil mengelus jidatnya. Melotot tajam ke arah Ratu yang sedang berusaha keras menahan ledakan tawanya.
" Luuu..tega banget ya..benjut ni jidat gue" seru Ayu sambil berjalan ke arah Ratu.
Ratu tak mampu lagi menahan ledakan tawanya. Richie, Zevania dan juga Alex ikut tertawa setelah mengerti apa yang menyebabkan Ayu menjerit.
" Lagian kamu ngapain sih nguping kayak gitu.. gak keren banget.", ujar Ratu sambil berusaha untuk berhenti tertawa.
Mendengar pertanyaan Ratu, Ayu tersenyum dengan gaya imut.
" Aku heran aja lihat kalian sepagi ini udah pada bangun dan sarapan." jawab Ayu sambil menyipit kan matanya.
Alex, Richie, Zevania dan juga Ratu saling berpandangan mendengar pertanyaan Ayu.
" Karena lapar Aunty. Kalau Aunty mau makan minta aja sama Irma.", jawab Zevania sambil melanjutkan makannya.
Richie pun ikut melanjutkan acara makan nya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
" Kalau kalian berdua?" tanya Ayu sambil menatap Alex dan Ratu dengan tatapan tajam.
" Mau tauuu aja.", jawab Ratu sambil melanjutkan makan.
Sementara Alex hanya tersenyum mendengar jawaban istrinya tersebut.
Ayu terdiam beberapa saat. Ia merasa kurang puas dengan jawaban Ratu. Tapi ia tak punya alasan untuk mendesak. Akhirnya ia pun bangkit menuju dapur, meminta Irma untuk membuat makanan yang sama. Setelah itu ia kembali ke meja makan.
Sambil menunggu makanan nya siap di masak, ia mengambil setangkai anggur di dalam keranjang buah lalu mulai memakannya.
" Ay..hari ini tolong handle semua urusan kantor ya.. aku libur.", ujar Ratu pada Ayu.
Ayu menghentikan kunyahan nya. Di pandangi nya wajah bos sekaligus sahabatnya tersebut dengan tatapan heran. Tak biasanya Ratu meninggalkan pekerjaannya bila tidak untuk hal yang benar-benar urgent.
" Kamu mau kemana?", tanya Ayu penuh selidik.
" Gak apa-apa, ingin istirahat aja. Anak-anak biar aku yang antarin ke sekolah.", jawab Ratu sambil tersenyum.
Ayu memandangi Alex dan Ratu bergantian. Dia baru sadar, rambut keduanya masih terlihat lembab.. belum begitu kering. Ia mulai mengerti, kenapa pagi-pagi mereka udah sarapan bersama dan kenapa Ratu minta ia untuk menghandle urusan kantor.
Ayu tersenyum-senyum sendiri.. sepertinya semalam telah terjadi pertempuran dahsyat. Hingga mengakibatkan tulang-tulang bosnya tersebut seperti habis di Gilas oleh container .
Melihat Ayu senyum-senyum sendiri, Zevania yang dari tadi kepo dengan percakapan Mommy nya dan Ayu menjadi heran.
" Aunty..kenapa senyum-senyum?", tanya Zevania sambil mengernyitkan dahinya.
__ADS_1
Ayu yang baru sadar menjadi perhatian anak asuhnya tersebut menjadi malu sendiri.
"Gak apa-apa sayang..cuma Aunty lagi senang aja.", jawab Ayu sambil tersenyum.
" Ooooo..", Zevania mengangguk-angguk kan kepalanya tanda mengerti.
Mereka kembali melanjutkan sarapannya. Hingga makanan yg berada di mangkok tersebut ludes tak bersisa.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Zevania dan Richie telah berdandan rapi. Mereka berdua duduk di ruang tamu menunggu Ratu untuk mengantar mereka ke sekolah.
Tak lama kemudian, Ratu telah siap. Mereka pun akhirnya berangkat ke sekolah.
Seperti biasa, mereka akan menjemput Senja terlebih dahulu.
Jalanan masih belum begitu ramai. Masih bisa berkendara dengan santai sambil menikmati segarnya udah pagi.
Tiba-tiba sebuah mobil melaju dengan cepat di samping mobil mereka. Mobil tersebut bahkan nyaris menyerempet mobil mereka.
Untung lah Ratu sempat membanting stir ke arah kiri. Hingga mereka bisa selamat dari pengendara ugal-ugalan tersebut.
Ratu mengehentikan kendaraan di pinggir jalan. Mobil para bodyguard langsung mengelilingi mobil mereka.
Leo segera menghampiri mobil Ratu. Ratu membuka kaca mobilnya.
" Mbak gak apa-apa? " tanya Leo dengan panik.
" Kami gak apa-apa", jawab Ratu sambil tersenyum.
Aksi kejar-kejaran di pagi buta tersebut tak bisa di hindarkan. Pengemudi ugal-ugalan tersebut ternyata cukup mahir berkendara. Ia bahkan dengan mudah menghilang dari pandangan dari para bodyguard yang mengejar mereka.
Karena gagal mengejar pengendara tersebut, para bodyguard akhirnya kembali bergabung sama yang lain.
Kini mereka telah berkumpul di depan Internasional School tempat Zevania dan Richie belajar.
" Kalian gak apa-apa?", tanya Ratu pada kedua anaknya.
Richie dan Zevania menggeleng bersamaan.
Ratu bangga pada kedua anaknya. Tak ada raut ketakutan atas insiden yang barusan terjadi. Sepertinya dengan banyak kejadian yang menimpa mereka, membuat mereka menjadi kuat dan gak cengeng.
" Mereka itu tadi siapa Mom?", tanya Richie.
" Entahlah.. Mommy pun gak tau.", jawab Ratu sambil tersenyum untuk menenangkan anaknya.
" Sebentar, Mommy mau telpon Aunty ayu dulu.. untuk antar Senja sekalian ke sekolah.
Ratu lalu mengambil handphone dari dalam tasnya, lalu mulai menelpon Ayu.
" Assalamualaikum Ay, bisa tolong antar sekalian senja ke sekolah?", ujar Ratu ketika panggilan telponnya telah tersambung.
" Wa'alaikum salam..Oke sayang.", jawab Ayu singkat.
__ADS_1
" Terima kasih.",ujar Ratu sambil menutup panggilan telponnya.
Ratu kemudian turun dari mobil. Di ikuti oleh kedua anaknya.
Para bodyguard segera menghampiri mereka.
" Maaf mbak..kami gagal mengejar nya.", ujar Neka Sembawa sambil menunduk.
" Ya udah gak apa-apa. Yang penting perketat penjagaan terhadap anak-anak. Mereka itu tadi sebenarnya tak berniat mencelakai kita. Mereka hanya mengingatkan untuk jangan terlalu lengah. Karena bahaya itu slalu mengancam di mana-mana.", jawab Ratu sambil tersenyum.
Neka mengangguk tanda mengerti. Neka lalu kembali berkumpul bersama teman-temannya.
Tak lama kemudian, mobil yg di kendarai ayu pun tiba. Ayu segera turun dari mobil, di ikuti oleh Bu Maria dan Senja. Bu Maria kini telah benar-benar menjelma menjadi perempuan cantik. Ratu tersenyum melihatnya. Ia senang, semangat Bu Maria telah bangkit kembali.
Senja segera menghampiri Ratu,lalu mencium tangan Ratu. Begitu juga dengan Richie dan Zevania. Mereka menghampiri Ayu dan Bu Maria.. lalu mencium tangan keduanya.
" Ada apa Mom?", tanya Ayu pada Ratu. Tak biasanya para bodyguard turun dari mobil, pasti ada sesuatu.
" Tadi mobil kami ada yang mau menyerempet. Untung aku cepat banting stir. Tapi pas di kejar sama bodyguard, mereka lepas.", terang Ratu sambil tersenyum. Ia tak mau membuat Ayu menjadi panik.
Mendengar penjelasan Ratu. Ayu segera menatap ke arah semua bodyguard.. di pandangi nya wajah para bodyguard dengan tatapan tajam.
" Perketat penjagaan pada anak-anak. Ini teguran buat kita, karena sepertinya kita telah lengah.", ujar Ayu dengan nada dingin.
Para bodyguard mengangguk. Mereka tau, gimana protektif nya Ayu pada kedua anak tersebut.
" Kalian Bertiga, pastikan slalu bersama-sama, jangan terpisah.", pesan Ayu pada Richie, Zevania dsn juga Senja.
Richie, Zevania dan juga Senja mengangguk tanda mengerti. Zevania lalu menghampiri Ayu. Di peluknya pinggang Ayu. Ayu lalu berjongkok dan balas memeluk Zevania.
" Aunty jangan khawatir, kami akan baik-baik saja.", ujar Zevania sambil mengelus pipi Ayu.
Ayu tersenyum sambil mengangguk. Mata nya berkaca-kaca. Ia benar-benar takut terjadi hal yang tidak di inginkan pada mereka.
Zevania lalu mencium kedua pipi Ayu, lalu ia melepaskan pelukan pada Ayu sambil tertawa.
Suasana yang tadinya tegang jadi mencair. mereka ikut tertawa melihat tingkah Zevania.
" Ya udah Mom..kami masuk ya..", ujar Richie berpamitan pada Ratu. Ratu mengangguk.
Richie lalu mencium tangan Ratu, Ayu dan juga Bu Maria. Di ikuti oleh Zevania dan juga Senja. Ketiga bocah tersebut telah masuk kedalam kelas.
" Udah.. kalian berangkat ke kantor. Aku mau pulang.", ujar Ratu pada Ayu dan Bu Maria.
Ayu dan Bu Maria mengangguk. Mereka berdua segera masuk ke dalam mobil.
" Aku pulang ya..", pamit Ratu pada para bodyguard. para bodyguard serentak membungkuk tubuhnya. Ratu tersenyum melihat hal tersebut.
Ia lalu masuk kedalam mobil. lalu tancap gas, mengikuti Ayu dan Bu Maria yang telah pergi beberapa saat yang lalu.
BERSAMBUNG.
BARU 7 HARI KEPERGIAN AYAH KU, TANTE KU ADIK DARI AYAH KU PUN IKUT MENYUSUL. JADI KESEDIHAN DAKAM KELUARGA KU BERTUBI-TUBI
__ADS_1
MOHON MAAF BILA BLM BISA UP SETIAP HARI.
TERIMA KASIH.. SALAM CINTA DARI KU.