
Setelah selesai pengajian dan ngobrol sebentar dengan Nek Aminah.. Ratu dan keluarganya segera berpamitan, dan langsung pulang ke rumah.
Selama di perjalanan tak ada yang mengeluarkan suara. Alex fokus menyetir dan memperhatikan jalan, sementara Ratu sedang mengecek email melalui smartphone nya.
Maklum lah, hari ini sang Ibu negara lebih banyak di luar dari pada di kantor. Semua kerjaan nya di handle oleh orang kepercayaannya.
" Mom... kalau Mama Ayu menikah siapa yang akan menjadi asisten Mommy?", tanya Zevania seraya mendekatkan tubuh mungil kursi Mommy nya.
" Jangan khawatir sayang.. Mommy masih punya om Aldi dan Om Bimo yang membantu Mommy.", jawab Ratu sambil memiringkan tubuhnya ke kanan agar bisa menatap wajah anak gadisnya tersebut.
" Gak.. tenang saja. Mommy bisa handle semuanya.", tegas Ratu agar Zevania percaya.
" Tapi kalau Mommy capek, Mommy kasih tau Zeze ya.."ujar Zevania sambil mengelus pipi Mommy nya.
" Emang Zeze mau bantuin Mommy?", goda Ratu sambil tersenyum.
" Gak sih.. Zeze mau suruh Daddy buat cari asisten buat Mommy.", jawab Zevania sambil tertawa nakal.
Semua orang di dalam mobil tersebut langsung tertawa mendengar ucapan polos Zevania.
" Kenapa gak mau bantuin Mommy..?", tanya Ratu lagi.
" Gak Mom..aku gak mau jadi orang sibuk kayak Mommy. ", jawabnya polos.
Ratu tersenyum haru mendengar jawaban anaknya.
" Maafin Mommy ya nak, Mommy terlalu sibuk kerja..terkadang jarang punya waktu buat kalian.", ujar Ratu penuh sesal.
" Bukan begitu Mom, mommy gak pernah mengabaikan kami.. tapi justru Mommy jadi jarang punya waktu untuk diri sendiri." jawab Zevania sambil berdiri lalu mencium pipi Mommy nya.
Ratu tersenyum mendengar jawaban anaknya. Ia tau anaknya tak mau ia merasa bersalah karena kurang memberikan perhatian buat mereka.
" Nanti kalau mas Richie udah selesai sekolah, mas yang akan gantiin Mommy.", timpal Richie sambil memejamkan matanya.
" Benaran Mas?" tanya Zevania sambil memandang ke arah Richie.
" Iya benaran.", jawab Richie sambil membuka matanya dan mengelus pipi Zevania lembut.
" Makasih Mas..", ucap Zevania sambil menjatuhkan tubuhnya kedalam pelukan kembarannya tersebut.
Richie tak menjawab, tapi ia hanya membalas pelukan adiknya dengan erat.
Ratu dan Alex saling berpandangan. Mereka berdua lalu tersenyum bersama. Jari mereka saling bertautan, seakan mengungkapkan rasa bahagia yang tak terhingga.
☘️☘️☘️☘️☘️
Sementara itu, sepulang dari yasinan di rumah Jasmin. Ayu mengajak Elang untuk pergi hangout. Tentu saja setelah mereka menyempatkan diri untuk ganti pakaian di sebuah mall.
Mereka berdua berkeliling kota impian malam itu, hingga mereka berhenti di sebuah Pub yang cukup terkenal.
Mereka berdua turun, lalu masuk kedalam Pub. Melihat kedatangan mereka, manager Pub tersebut segera menyambut dan menyalami keduanya.
Kedatangan keduanya menjadi perhatian pengunjung Pub tersebut. Jelas aja mereka menjadi pehatian, mereka berdua adalah asisten dari orang terkaya di kota Impian ini.Tapi keduanya tak ambil pusing.. mereka hanya ingin bersenang-senang untuk melepaskan penat.
__ADS_1
Ayu mengajak Elang untuk duduk di meja paling sudut. Agar tak terganggu oleh orang yang sedang berlalu lalang.
" Maaf nona dan tuan, jika merasa kurang nyaman di sini, kita punya ruang VVIP.", ujar manager mencoba merekomendasikan tempatnya.
" Gak Mas... kami di sini aja.", jawab Elang sambil tersenyum.
" Baiklah kalau begitu.. happy enjoy.", ucap sang manager tersebut sopan lalu ia pun berlalu.
Tak berapa lama kemudian, seorang waiters menghampiri mereka. Memberikan buku menu, setelah Ayu dan Elang menyebutkan apa yang akan mereka order, si waiters segera mencatat nya. Setelah selesai, waiters itu pun mohon pamit.
Sambil menunggu orderan mereka datang, Ayu dan Elang bersantai sambil menikmati live music.
" Yank, aku ingin ngomong serius.", ujar Ayu sambil membetulkan posisi duduknya.
Melihat gelagat serius Ayu, Elang pun membenarkan posisi nya. Yang tadi bersandar kini menegangkan punggungnya.
" Ngomong lah..", pinta Elang sambil tersenyum lembut.
" Aku ingin mengadopsi Jasmin.", ujar Ayu setelah menarik napas dan menguatkan hatinya.
Elang terdiam mendengar ucapan Ayu. Di tatapnya mata Ayu, seakan mencari kebohongan lewat tatap matanya. Tapi ia melihat kejujuran di sana.
" Boleh aku tau apa alasannya?", tanya Elang dengan hati-hati.
Setelah menarik nafas panjang, Ayu pun memulai mengemukakan alasannya untuk mengadopsi Jasmin.
" Jasmin yatim-piatu. Satu-satunya tempat ia dan Nenek Aminah bergantung telah di panggil Allah. Sekarang, mereka bingung apa yang akan mereka lakukan nanti. Dan lagian, melihat Jasmin mengingatkan aku akan nasib diri ku sendiri.. andai, nenek ku tak bekerja di rumah Nenek Ningsih. Andai Nenek Ningsih tak mempercayakan Ratu untuk ku jaga.. mungkin, kehidupan ku akan lebih miris lagi dari Jasmin." tutur Ayu dengan suara parau. Terlihat jelas kesedihan menyesakkan dadanya. Dan mata nya pun mulai berkaca-kaca.
" Maaf..maaf..maaf.. bukan maksud ku untuk mengungkit kembali pahitnya kehidupan mu dulu. Tapi aku hanya ingin memastikan tujuan mu.", ujar Elang menjelaskan maksudnya.
" Sekarang aku yakin sama keputusan mu..jadi lakukan lah. Tapi ada baiknya setelah kita menikah, agar dia bisa langsung masuk dalam kartu keluarga kita.", lanjut Elang sambil menangkup wajah Ayu dengan kedua telapak tangannya.
Ayu mengangguk sambil tersenyum.
" Makasih ya yank.. insya Allah kehidupan kita akan lebih bahagia dengan ada nya anak yatim-piatu di rumah kita.", ucap Ayu sambil tersenyum haru.
Elang mengangguk sambil tersenyum. Mereka berdua akhirnya tertawa bahagia.
Tak lama kemudian, waiters mengantarkan pesanan mereka. Setelah mempersilahkan Ayu dan Elang untuk menikmati pesanan mereka, waiters tersebut pun mohon pamit.
Ayu menyesap Smoothies Berry kesukaannya. Sambil mengigit buah berry segar yang menjadi topingnya. Sementara Elang hanya pesan Orange Juice.
Tiba-tiba handphone Ayu bergetar. Di ambil handphone tersebut dari dalam Sling Bag nya.
Tenyata panggilan telpon dari Ratu.
" Halo.. ada apa my lope-lope..", sapa Ayu ketika panggilannya tersambung.
" Kalian di mana?", tanya Ratu.
" Di Pub dekat Grand Mall..",jawab Ayu.
" Ya udah.. kami kesana sekarang.", ujar Ratu langsung mengakhiri panggilannya.
__ADS_1
Ayu hanya mengedikkan bahunya. Ia meletakkan kembali handphone nya ke dalam Sling Bag nya.
" Kenapa Ratu yank?", tanya Elang.
" Dia mau kesini katanya." jawab Ayu singkat.
" Aku mau telpon Dimas juga ach.", ujar Elang sambil mengambil handphone dari saku celananya.
Setelah ketemu nomer Dimas di handphone, Elang pun langsung melakukan panggilan.
" Haloo Broo..", sapa Dimas di seberang sana.
" Ya hallo bro.. Bro, kita ngumpul malam ini di Pub dekat Grand Mall ya. Kami udah di sini...Di tunggu.", jawab Elang langsung mengakhiri panggilannya tanpa menunggu jawaban dari Dimas.
Elang ketawa ngakak setelah mengakhiri panggilannya. Ia tau, Dimas bakalan ngoceh panjang pendek.
Ayu hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah calon suaminya tersebut.
Tak butuh waktu lama, satu persatu mereka mulai berdatangan. Di mulai dengan Ratu dan Alex, Dimas dan Eva yang terakhir Agus dan Cery.
Oh ya, Agus dan Cery udah menikah dan telah mempunyai seorang anak laki-laki yang sekarang berusia 4 tahun.
Malam itu, Pub tersebut bertabur orang cantik dan ganteng. Tak hanya itu, mereka adalah para pengusaha muda dan sukses semua.
Mereka bercerita dan tertawa dengan suara heboh dan berisik. Tapi para pengunjung tersebut tak ada yang merasa terganggu. justru ada sebagian membagikan momen tersebut di sosial media mereka.
" Kami mau nikah..", ujar Elang membuat Dimas dan Agus terbelalak di kaget.
" Serius bro?", tanya Dimas.
" Iya..", jawab Elang sambil tersenyum.
" Alhamdulillah..akhirnya nikah juga kalian ", ucap Agus senang.
" Ya Alhamdulillah bro.", jawab Elang sambil mengusap wajahnya.
" Yaaa..gw kapan dong?", ujar Dimas dengan muka cemberut.
" Ya udah.. kita nikah juga.", jawab Eva sambil tersenyum.
" Serius kamu mau?"tanya Elang dengan mimik tegang.
" Iya sayang.", jawab Eva sambil mencubit hidung Dimas.
" Yeeeyy..gw juga kawin.", seru Dimas sambil lompat dari kursinya.
Semua orang tertawa melihat kocaknya tingkah Dimas. Sebenarnya udah lama Dimas ingin menikahi Eva, tapi Eva masih sibuk mengelola perusahaan papa nya yang Palembang. Kini perusahaan tersebut telah berada di puncak aman. Jadi Eva hanya sesekali datang untung mengecek, sementara yang mengelolanya adalah papanya.
Alhamdulillah papanya bisa sehat kembali setelah sakit yang cukup lama.
Ratu dan Alex saling berpandangan. Mereka bahagia, karena teman-teman mereka pun telah menemukan kebahagiaan mereka masing-masing.
BERSAMBUNG.
__ADS_1