
Sementara para bodyguard mengurus Bu Evi dan teman-temannya. Mereka berempat langsung kembali ke hotel. Untuk menjemput Twins dan juga Jasmin.
Jasmin sedang asik bercerita ketika Elang membuka pintu kamar tersebut. Melihat kedatangan mereka, Jasmin langsung berlari menyabut Ayu.
" Mama dari mana? kenapa lama?", tanyanya bertubi-tubi.
Ayu tertawa sambil mencium pipi Jasmin gemes.
" Tadi mama ada urusan sebentar. Ayolah anak-anak kita pulang.", ujar Ayu sambil menggandeng tangan Jasmin.
Ketika melihat Zevania cemberut, Ayu pun segera menggandeng tangan Zevania.
" Ma.. kenapa Jasmin panggil Mama Ayu mama juga?", tanya Zevania sambil mengikuti langkah Ayu.
" Karena mulai sekarang, Jasmin akan menjadi anak Mama . Jadi mulai malam ini, Jasmin dan nenek Aminah pindah ke Mansion mama.", terang Ayu sambil tetap mengayunkan kakinya.
" Achhhh..beneran ma",seru Zevania sambil menghentikan langkahnya.
Karena tangan mereka sedang bergandengan, ketika Zevania menghentikan langkahnya serta merta langkah Ayu dan Jasmin pun ikut terhenti.
" Benaran sayang.. ", jawab Ayu kembali harus menahan gemes melihat tingkah Zevania.
" Tapi Mansion Mama jauh dari rumah ku. jadi ya sama aja ", ujar Zevania sambil mengerucutkan bibirnya.
" Atau Jessy tinggal di mansion ku aja..gimana ma?", lanjut Zevania sambil melanjutkan langkahnya.
" Mama juga punya mansion dekat tempat Zeze.." jawab Ayu enteng.
" Serius ma.. kok aku gak tau.", ujar Zevania sambil mengernyitkan keningnya.
" Dek, udahlah..dimana pun Jasmin tinggal..itu yang terbaik buatnya.", Richie yang mulai gerah dengan banyaknya pertanyaan Zevania akhirnya menyela.
" Ya deh, maaf.", ucap Zevania sambil mengerucutkan bibirnya.
Ratu dan Alex hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya.
☘️☘️☘️☘️☘️
Di sini mereka sekarang, di rumah nenek Aminah. Nek Aminah menangis histeris ketika melihat Jasmin.
Wajah Jasmin dihujani dengan ciuman. Jasmin pun ikut menangis. Ia bisa merasakan ketakutan yang neneknya rasakan.
" Nek.. udah, jangan nangis lagi. Aku baik-baik aja.", ucap Jasmin sambil memutar tubuhnya di depan nek Aminah.
Nek Aminah meneliti tubuh Jasmin sedemikian rupa. Takutnya ada hal buruk yang cucunya dapatkan.
" Apa mereka melakukan hal buruk pada mu nak?", tanya Nek Aminah.
" Gak nek, ibu-ibu itu hanya menampar ku.", ujar Jasmin sambil memperlihatkan pipinya pada Nek Aminah.
Tangis nek Aminah kembali pecah. Ia sangat mengutuk manusia yang tega menyakiti cucunya.
" Tega sekali mereka menyakiti mu nak.. apa salah kita?", ucap nek Aminah sambil menyusut air matanya.
__ADS_1
" Aku udah membalas perbuatan perempuan itu nek..", jawab Ayu yang dari tadi hanya terdiam.
" Maaf, aku terlalu senang Jasmin udah kembali. Terima kasih udah membawa Jasmin ku kembali.", ucap nek Aminah merasa tak enak hati karena dari tadi tak memperdulikan orang telah menolong cucunya.
" Iya nek, sama-sama", jawab Ratu.
" Oh ya nek, gimana kalau malam ini kalian berdua langsung pindah ke rumah ku. Aku khawatir hal kayak gini terjadi lagi.", usul Ayu sambil menyentuh lengan nek Aminah.
Nek Aminah terdiam beberapa saat.Sebelum kemudian ia menjawab.
" Maaf nak, untuk dua atau tiga hari ke depan.. biarkan kami di sini dulu. Aku masih merindukan kakeknya Jasmin.
" Baiklah nek.. tapi tolong di awasi Jasmin ya nek. Jangan biarkan dia keluyuran sendirian. Terlalu berbahaya.", ujar Ayu sambil tersenyum manis.
" Oh ya nek.. kami pulang dulu ya.. udah cukup malam juga. Kasihan anak-anak besok sekolah.", ucap Ratu sambil berdiri.
" Iya nak, terima kasih banyak ya untuk semuanya. Semoga Allah membalas semua kebaikan nak Ratu dan keluarga... Aamiinn.", ucap nek Aminah dengan tulus.
" Iya nek, sama-sama.", jawab Ratu sambil tersenyum.
" Nek .. besok aku gak kesini ya, soalnya kerjaan ku menumpuk. Dan lagian, kami sedang mempersiapkan pesta pernikahan ku.", ucap Ayu sambil menatap kedalam manik mata perempuan yang masih terlihat cantik di usia senja.
" Ya nak gak apa-apa. Nenek cuma bisa bantu doa aja ya.", jawab Nek Aminah sambil mengelus rambut Ayu.
" Terima kasih nek, doa itu lebih dari segalanya.', jawab Ayu sambil tersenyum manis.
Sebelum pergi, Ayu mengambil uang lima juta dari dalam tasnya.
" Nek, ini ada uang belanja Kalian. Untuk mencukupi kebutuhan kalian beberapa hari ini.", ujar Ayu sambil meletakan uang tersebut di tangan Nek Aminah.
" Ambil lah nek, ini sebagai rasa tanggung jawab ku pada Jasmin.", Ayu menatap nek Aminah dengan tatapan memohon.
" Baiklah, terima kasih ya nak..", jawab Nek Aminah sambil menerima uang tersebut.
" Gak perlu berterima kasih nek, itu udah jadi tanggung jawab ku.", jawab Ayu sambil berdiri.
Melihat Ayu berdiri, Jasmin pun ikut berdiri. Seakan mengerti, Ayu kemudian mencium pipi kiri dan kanan Jasmin dengan gemes.
Setelah itu Jasmin mencium tangan Ratu, Alex, dan juga Elang.
Lalu kemudian ia beralih memeluk Zevania dan juga Richie.
" Langsung tidur ya.. jangan lupa ganti baju dulu.", ucap Richie sambil mengelus rambut Jasmin dengan penuh rasa sayang.
Jasmin mengangguk sambil tersenyum.
Akhirnya setelah selesai berpamitan, mereka pun pulang.
Seluruh bodyguard juga pulang, karena itu permintaan nek Aminah. Ia merasa risih bila ada laki-laki di rumahnya..walau pun mereka berjaga di luar.
Karena tak ingin berdebat, Ayu pun menyetujui nya.
Richie dan Zevania udah tertidur ketika mereka sampai di rumah.
__ADS_1
Karena tak ingin menganggu, akhirnya Zevania di Gendong Alex sementara Richie di gendong Neka.
Tanpa mengganti baju keduanya, Ratu membiarkan kedua anak tidur dengan lelap.
☘️☘️☘️☘️☘️
" Yank, mandi dulu.. habis itu langsung tidur.", ujar Alex ketika melihat Ratu langsung merebahkan tubuhnya di sofa kamar mereka.
" Bentar yank, perut ku kram rasanya.", jawab Ratu sambil memejamkan matanya. Sementara sebelah tangannya mengelus perutnya yang rata.
Alex membiarkan Ratu istirahat terlebih dahulu, sementara dia membersihkan tubuhnya. Badannya benar-benar terasa lengket.
Sepuluh menit kemudian, Alex telah kelihatan segar dengan kaos oblong dan juga celana pendek.
Ia lihat Ratu masih memejamkan matanya sambil mengelus perutnya.
Alex lalu mengangkat tubuhnya istri ala bridal. Ratu tersentak kaget, tapi ia tidak membantah.
Alex mendudukkan tubuhnya istrinya di atas wastafel. Kemudian, ia membuka kancing blouse yang di pakai oleh istrinya.
Satu persatu kain yang menempel di tubuh istrinya di lepas. kini Ratu hanya memakai underwear.
"Bersihkan dulu wajah mu, sikat gigi lalu cuci kaki.", ucap Alex lembut.
Ratu menganggukkan kepalanya, ia lalu turun di atas wastafel. mengambil sikat dan pasta gigi. Setelah selesai sikat gigi, ia lalu ia membersihkan wajahnya. Dan yang terakhir ia mencuci kakinya.
Alex memberikan handuk yang tadi sempat ia ambil ketika Ratu menyikat gigi.
Sebelum memakai handuknya, Ratu melepaskan underwear yang masih tersisa melekat di tubuhnya.
Kini pemilik tubuh indah tersebut telah full naked di depan Alex.
Alex meneguk air ludahnya. Biar pun setiap hari melihat tubuh istrinya, tetap saja ia sulit untuk mengendalikan nafsunya.
Tubuh yang tetap terlihat indah meski pun telah melahirkan Twins.
Alex perlahan menahan handuk yang hendak membalut tubuh istrinya.
Tangan Alex melingkar di pinggang ramping Ratu. Tubuh Ratu tersentak kita tubuh naked nya menempel di tubuh Alex.
Apa lagi ketika Alex mencium pundaknya dan tengkuknya. ******* manis tanpa sadar lolos dari bibir seksinya
Hal tersebut semakin meningkat kan libido Alex. Apa lagi ketika tangan Alex mengelus puncak gunung kembar yang terlihat telah mengacung dengan sempurna.
Bibir Alex melumatt telinga Ratu dengan lembut. Ratu semakin menggila, desahannya kini tak mampu ia tahan lagi.
" Aku menginginkan ku malam ini.", bisik Alex.
Ratu langsung mengangguk sambil menenggadahkan kepalanya ke atas. Memberi akses Alex agar mencumbu lehernya.
Dengan senang hati Alex mencumbu setiap inci tubuh istrinya.
Alex kemudian menggendong istrinya Seperti koala, membaringkan istrinya tersebut dengan lembut.
__ADS_1
Lalu ia Mulai mencumbunya
BERSAMBUNG.