
Setelah selesai diskusi dan sarapan bersama, Nenek Ningrum, Ayu dan juga Elang langsung berangkat ke Palembang untuk ziarah ke makam keluarga Ayu.
Sementara Ratu sama Alex ada janji sama Dimas dan Eva. Rencananya mereka akan kumpul lagi untuk membahas masalah pernikahan Ayu dan Elang.
Gimana pun juga, mereka itu sahabat yang harus di libatkan dalam acara sakral ini.
Setelah semua orang pergi, tinggal lah Baby Twins di rumah bersama para maid nya.
Karena gak tau mau ngapain aja, akhirnya kedua bocah tersebut punya ide untuk ngajak para bodyguard untuk latihan dengan menggunakan Samurai.
Awalnya mereka menolak, tapi Richie berhasil meyakinkan para bodyguard bahwa mereka telah terbiasa latihan dengan benda tajam.
Dulu mereka latihan menggunakan Samurai mainan...tapi setelah mereka mahir, akhirnya di kasih menggunakan Samurai benaran.
Jadilah sekarang mereka latihan melawan bodyguard satu lawan satu. Neka dan Rio yang menjadi lawan mereka berdua tersenyum kagum, badan mereka aja yang kecil.. tapi gerakan mereka gesit dan mematikan.
Sampai satu jam mereka bermain Samurai, sampai Zevania meminta berhenti..karena dia haus dan capek.
" Udahan dulu ya Om, aku haus banget." ujarnya pada Neka. Karena Neka yang menjadi lawannya.
" Oke..oke yuk, berhenti.", jawab Neka sambil mengambil samurai di tangan Zevania.
Melihat adiknya berhenti, Richie pun ikut berhenti dan menyerahkan samurainya pada Tio.
Di sini lah mereka sekarang, duduk di gazebo ambil menikmati Orange Juice dan camilan.
Mereka bercerita banyak hal, tak jarang cerita mereka di selingi dengan derai tawa.
Hinga tak terasa, jam sudah menunjukkan waktu tengah hari. Baby Twins berpamitan untuk masuk ke dalam, karena mau mandi. Sebentar lagi adzan shalat zhuhur berkumandang.
Sampai di kamar masing-masing, kedua nya langsung mandi. Selesai mandi, waktu sholat tiba, mereka pun langsung mengerjakan sholat zhuhur..
Selesai sholat zhuhur mereka langsung menuju meja makan, untuk makan siang.
Cukup banyak makanan yang terhidang di atas meja. Setelah mengambil nasi, dan mengisi piring mereka dengan lauk..mereka pun mulai makan dengan khidmat.
Tak ada percakapan apa pun, keduanya menyelesaikan makan nya dengan cepat.
" Dek.. tempat Jasmin yuk.", ajak Richie pada Zevania.
" Tapi bilang Mommy dulu.", jawab Zevania.
" Ayok kita ke kamar ngambil handphone.", ujar Richie sambil berdiri dari tempat duduknya.
Tanpa menjawab Zevania mengikuti langkah Richie untuk menuju kamar mereka.
Sesampainya di kamar, Richie langsung mengambil handphone nya yg tergeletak di atas Nakas.
Ia langsung melakukan panggilan pada Mommy nya.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya panggilannya tersambung.
" Assalamualaikum sayang..", sapa Ratu dari seberang sana.
", Wa'alaikum salam Mom..", jawab Richie.
"Mom..kami boleh ke tempat Jasmin gak?", lanjut Richie.
" Boleh..bawa baju ganti aja sekalian buat pengajian nanti malam. Nanti Mommy sama Daddy habis Maghrib langsung kesana. Ingat ya nak, jangan pergi kemana-mana tanpa bodyguard", jawab Ratu berikut wejangannya.
" Oke Mom, i love you.". jawab Richie dengan penuh semangat.
" Love you too Baby.", jawab Ratu.
Richie pun segera mengakhiri panggilannya.
__ADS_1
" Gimana Mas?", tanya Zevania penasaran.
" Mommy ngizinin, tapi kita di suruh bawa baju buat yang pengajian nanti malam.", jawab Richie sambil berjalan menuju Walk In Closed nya.
" Oke..aku ambil baju ku dulu.", ujar Zevania sambil berlari menuju kamarnya.
Setelah selesai keduanya langsung turun dan bejalan menuju teras.
Di teras Baby Twins langsung di sambut oleh para Bodyguard. Mereka mengambil paper bag yang ada di tangan Richie dan Zevania.
Sementara keduanya langsung masuk kedalam mobil, dan mobil tersebut pun langsung berangkat.
Neka yang menjadi sopir, sementara Rio duduk di sebelah kiri.
" Tadi Mommy yang telpon ya Om?",tanya Zevania.
" Ya princess..", jawab Neka sambil tersenyum.
" Ooohh..", jawab Zevania sambil manggut-manggut.
☘️☘️☘️☘️☘️
Tak memakan waktu lama, mereka kini telah berada di depan rumah Jasmin. Melihat kedatangan mereka, Jasmin yang tengah membantu orang-orang menyiapkan tempat pengajian nanti malam langsung berlari.
" Zeze..", ujar Jasmin langsung memeluk Zevania.
Zevania membalas pelukan Jasmin sambil tertawa.
Setelah itu, Jasmin melepaskan pelukannya pada Zevania. Ia lalu mendekati Richie, Richie yang tanggap langsung menarik Jasmin kedalam pelukannya.
" Gimana kabar mu hari ini?", tanya Richie lembut.
" Masih sedih, masih ingat Kakek.", jawab Jasmin sambil dengan nada sedih.
Richie mengeratkan pelukannya. kemudian dielusnya pundak Jasmin dengan lembut.
Mendengar ucapan Richie Jasmin mengurai pelukan nya pada Richie.
" Iya, aku gak boleh sedih.", ujar Jasmin sambil berusaha untuk tersenyum.
Melihat Jasmin tersenyum, Zevania dan Richie pun ikut tersenyum.
Jasmin lalu mengajak keduanya untuk masuk ke dalam rumah. Menghampiri Nenek Aminah yang sedang bersama beberapa orang yang takziah.
Nenek Aminah terlihat begitu senang melihat kedatangan Richie dan Zevania.
" Eh ada nak Richie sama nak Zevania.. kalian datang sama siapa?" tanya Nenek Aminah sambil menyambut uluran tangan keduanya.
" Kami berdua aja Nek.. Mommy sama Daddy masih ada urusan", jawab Zevania sambil tersenyum.
Richi menganggukkan kepalanya seakan mengamini ucapan Zevania.
" Ya udah, jangan main kemana-mana ya..di sini aja.", pesan Nenek Aminah sambil tersenyum.
Richie dan Zevania lalu beralih menyalami ibu-ibu yang sedang takziah tersebut. Ada sekitar lima orang.
Mata mereka terpana melihat rupa dari Baby Twins tersebut.
" Kalian kembar ya?" tanya salah satu ibu-ibu tersebut.
" Iya Bu..", jawab Zevania sambil tersenyum.
" Ya Allah..kalian cantik dan ganteng banget. Aku kok gak pernah lihat kalian di daerah sini ya ?", ujar ibu tersebut penasaran.
" Iya Bu, kami gak tinggal di daerah sini.", jawab Richie dengan nada datar.
__ADS_1
" Ooo..pantesan.", ujar ibu tersebut sambil manggut-manggut.
Wajahnya terlihat begitu sumringah, matanya tak lepas memandang Richie dan Zevania dari ujung rambut ke ujung kaki.
Sebenarnya ibu tersebut masih ingin berbicara dengan keduanya. Tapi mereka udah di tarik sama Jasmin.
Jasmin membawa keduanya duduk di kursi yang berada di bawah tenda.
" Orang sini emang kepo banget sama orang baru.', ujar Jasmin.
" Mungkin karena memang kami terlihat asing di mata mereka." jawab Richie berusaha untuk positif thinking.
" Sebenarnya aku gak kenal sama ibu tadi. Dia kayaknya orang baru di sini.", ujar Jasmin sambil mengernyitkan dahinya.
" Jadi kamu juga gak kenal dia?", tanya Zevania.
" Gak. Tadi juga sebenarnya dia ngajak aku untuk tinggal di rumahnya. Tapi yang anehnya Dia cuma ngajak aku.. gak boleh sama nenek.", terang Jasmin.
Richie dan Zevania tersentak kaget mendengar cerita Jasmin.
" Katanya kalau aku tinggal sama dia, aku akan di sekolahkan di sekolahan yang bagus dan bergengsi.", lanjut Jasmin.
" Terus kamu jawab apa?" tanya Zevania penasaran.
" Aku bilang, aku udah sekolah di sekolahan yang bagus dan favorit.", ujar Jasmin.
" Habis itu aku langsung pergi, gak mau dengar omongannya lagi ", lanjut Jasmin dengan wajah cemberut.
Zevania mengelus punggung Jasmin dengan lembut.
" Yang penting, kamu hati-hati. Jangan suka pergi sendiri. Jujur, banyak yang mengambil kesempatan dengan keadaan kamu sama nenek sekarang.", ujar Zevania sambil tersenyum sambil terus mengelus punggung Jasmin.
Jasmin mengangguk kepalanya mendengar ucapan Zevania.
" Kamu tu cantik Jessy, akan banyak orang yang mengincar mu.", lanjut Zevania sambil mengedipkan untuk menggoda Jasmin.
Jasmin tertawa mendengar ucapan Zevania.
☘️☘️☘️☘️☘️
Setelah selesai pengajian, mereka langsung pulang ke rumah. Biar nenek Aminah dan Jasmin bis langsung istirahat. Seperti ya keduanya benar-benar kurang istirahat dan kelelahan .
Tapi sebelum pulang, Richie meminta pada kedua orang tuanya untuk membiarkan beberapa orang bodyguard untuk tetap tinggal di sana. Berjaga-jaga di sana.
Walau sedikit heran, Ratu dan Alex pun akhirnya menuruti dengan membiarkan empat orang bodyguard untuk tetap tinggal di sana.
Nenek Aminah pun telah menyiapkan kasur dan bantal beserta selimut untuk para bodyguard tersebut istirahat.
Setelah sampai di rumah, Richie meminta kedua orang tuanya untuk duduk dulu di ruang tamu.
Walau heran, kembali Ratu dan Alex menuruti.
Setelah orang tuanya duduk, Richie pun mulai membuka percakapan.
Ia lalu menceritakan apa yang telah di sampaikan oleh Jasmin. Tanpa di kurang atau di lebihkan.
Alex dan Ratu tercenung mendengar cerita Richie. Ada rasa khawatirnya yang kini mulai menghampiri mereka.
" Tindakan kamu udah benar nak.. dengan meminta beberapa orang bodyguard untuk menjaga mereka.", ucap Ratu sambil tersenyum. Ia bangga pada jiwa melindungi dari anak laki-laki nya tersebut.
" Daddy akan menyuruh bodyguard untuk bergantian berjaga di rumah Jasmin.", sambung Alex sambil ikut tersenyum.
" Aaaahhh..terima kasih Mom, Dad.", ujar Richie sambil bernapas lega.
Zevania ikut tersenyum melihat saudara kembarnya yang kini bisa bernapas dengan lega. Tidak seperti tadi, mukanya terlihat gelisah dan sangat tertekan.
__ADS_1
BERSAMBUNG.