
Setelah berpamitan pada Ayu, mobil Ratu segera meluncur menuju jalan raya. Tapi bukan menuju rumahnya, melainkan ke suatu tempat. Ada hal yang harus ia selesaikan. Sepertinya niatnya untuk istirahat akan ia tunda.
Mobil Ratu memasuki sebuah showroom mobil mewah. Melihat kedatangannya, security segera membungkukkan tubuhnya. Ratu membalasnya dengan anggukan dan juga senyuman.
Security tersebut berlari kecil mengikuti mobil Ratu. Setelah Ratu mematikan mesin mobilnya dan hendak membuka pintu mobil, dengan sigap security tersebut mendahului.
" Selamat pagi mbak.. ", sapanya sambil membukakan pintu mobil.
" Pagi juga pak. Pak Calvin udah ada datang?" tanya Ratu pada security tersebut.
" Udah mbak.. Pagi-pagi sekali pak Calvin udah datang."
Ratu mengangguk tanda mengerti. Ratu pun berjalan masuk kedalam showroom. Ketika ia melewati deretan mobil mewah keluaran terbaru, Matanya langsung tertuju pada mobil Lamborghini Aventador berwarna hijau daun. Mobil sport yang di bandrol dengan harga 7,8 M tersebut itu lah yang nyaris menyerempet mobilnya beberapa waktu yang lalu. Bibirnya langsung tersenyum dan ia pun melanjutkan langkahnya menuju ruangan Calvin.
Ratu mengetuk pintu ruangan Calvin. Dan lama kemudian, terdengar ucapan yang menyuruh ia masuk.
Ratu masuk kedalam ruangan tersebut sambil mengucapkan salam.
" Assalamualaikum..", sapa Ratu.
" Wa'alaikum salam..", jawab Calvin dan seseorang yang berada di ruangan tersebut bersamaan.
Melihat kedatangan Ratu, Calvin segera berdiri sambil membungkuk.
Ratu mengangguk sambil tersenyum dan mempersilahkan kembali Calvin untuk duduk.
" Anak nakal...", gumam seseorang yang bersama Calvin tersebut.
" Papa... makasih ya kejutan manisnya.", seru Ratu sambil memanyunkan bibirnya. Ternyata Ratu telah mengetahui bahwa pelaku dari insiden tadi itu adalah perbuatan papanya.
Tuan Diningrat tertawa mendengar ucapan anak kesayangan tersebut. Ia lalu berdiri sambil mengembangkan tangannya.
Ratu pun spontan menghambur kedalam pelukan laki-laki yang masih terlihat sangat tampan di usia lebih dari setengah abad.
Di usapnya lembut pundak anak kesayangannya tersebut.
" Kenapa papa gak ngabarin mau datang..? Terus kenapa gak pulang ke mansion?", tanya Ratu bertubi-tubi. Sambil membimbing tuan di ningrat untuk duduk di sofa.
__ADS_1
" Sebenarnya papa baru datang pagi ini. Terus papa langsung kesini pinjam mobil. Papa pengen jalan-jalan sambil ngasih kejutan dengan datang ke mansion mu. Tapi ketika papa mau masuk ke jalan rumah mu.. mobil mu lewat. Papa langsung mengikuti. Papa jadi ingin lihat, seberapa siaga bodyguard mu.. ternyata mereka tak waspada. Padahal mereka sedang mengemban tugas untuk menjaga penerus keluarga Diningrat." Jelas tuan Diningrat dengan wajah terlihat kesal dan tidak senang.
Ratu terdiam mendengar penuturan papanya. Ia mengakui, lemah nya pengawasan terhadap anak-anaknya.
" Tapi papa masih bersyukur, kewaspadaan mu tak menurun. Dengan cepatnya kamu menghindar ketika mobil papa hendak menyerempet mobil mu." lanjut tuan Diningrat sambil tersenyum.
" Iya pa.. seperti nya kita harus membekali mereka dengan keahlian khusus.
" Sebenarnya mereka udah ahli, tapi hanya sedikit kurang waspada. Itu yang harus perhatikan lagi.", jawab tuan Diningrat sambil menatap lurus ke langit-langit ruang kantor tersebut.
" Tapi ngomong-ngomong dari mana papa tau tentang showroom ini?", tanya Ratu sambil mengernyitkan alisnya.
Sambil menarik nafas tuan Diningrat menjawab.
" Udah lama papa tau, jauh sebelum kamu menikah. Tapi papa memang gak mau ikut campur. Karena papa lihat semuanya baik-baik saja dan prospek nya pun sangat menjanjikan. Bahkan, papa juga tau.. jika manager showroom ini namanya sama dengan asisten papa.", terang tuan Diningrat sambil tersenyum dan melirik ke arah Calvin.
Ratu balas tersenyum, ia melupakan satu hal..bahwa papanya punya banyak mata dan telinga.
" Ya udah.. kalo begitu ayo kita pulang ke mansion.", ujar Ratu sambil berdiri dari tempat duduknya.
Ratu lalu menggandeng tangan tuan Diningrat, mereka pun keluar dari ruangan tersebut.
Calvin mengantar kedua bos nya tersebut hingga ke parkiran. Setelah mereka pergi, barulah ia bisa menarik napas dengan lega. Meski pun kedua nya baik, tapi tetap saja.. keduanya bikin ia merasa tak nyaman.
🍀🍀🍀🍀🍀
Sementara itu, Ratu mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Setelah ia menikah, jarang-jarang ia bisa jalan-jalan bersama papa nya.
" Pa..Mama gimana gimana kabarnya?" tanya Ratu sambil matanya tetap fokus ke jalan raya.
" Alhamdulillah mama mu baik-baik saja. Dia sangat sibuk dengan kegiatan sosialnya.. bahkan, dia turun langsung ke tempat-tempat yang terkena bencana alam. Papa udah sering melarang.. tapi dia slalu punya alasan, bahwa di sisa usia nya ingin berguna untuk orang banyak. Karena itulah yang akan membantunya ketika di Padang Mahsyar nanti.", jawab tuan Diningrat sambil tersenyum. Setitik air mata jatuh di sudut pipinya. Ia terharu dan juga bangga bila mengingat akan niat tulus istrinya.
" Mama ada sosok malaikat tak bersayap. Aku bersyukur lahir dari rahim wanita yang begitu baik tersebut.", ucap Ratu sambil tersenyum. Ratu pun tak mampu menahan rasa haru dan bangganya.
Mereka berdua terus bercerita tentang banyak hal. Hingga tanpa terasa, kini mereka telah berada di parkiran mansion tempat Ratu tinggal.
Tuan Diningrat membuka pintu mobilnya,lalu ia pun turun. Senyum tak lepas dari wajah.
__ADS_1
Ratu pun begitu, ia keluar dari mobil lalu menutupnya kembali. di hampiri nya tuan Diningrat lalu di gandeng nya tangan laki-laki yang sangat mencintai dirinya tersebut..
" Assalamualaikum..", Ratu mengucapkan salam ketika masuk kedalam rumah.
" Wa'alaikum salam..", jawab Alex yang sedang bersantai di ruang tamu.
Alex segera berdiri ketika ia melihat Ratu datang bersama mertuanya.
Di hampiri nya tuan Diningrat, lalu di ciumnya punggung tangannya. Kemudian ia pun memeluk tubuh mertuanya yang telah di anggap orang tuanya sendiri.
" Papa gimana kabarnya ?", tanya Alex setelah ia menuntun mertuanya tersebut untuk duduk di sofa.
" Alhamdulillah baik nak. Kalian gimana kabarnya?", tuan Diningrat balik bertanya.
" Alhamdulillah juga pa, kami juga baik. Oh ya pa, mama kenapa gak di ajak?", tanya Alex heran karena mertua laki-lakinya datang sendirian.
" Mama mu sibuk dengan tugas sosial nya. Biarkan lah.. itu salah satu kebahagiaan nya.,", jawab tuan Diningrat sambil tertawa kecil.
Alex dan Ratu ikut tertawa mendengar jawaban tuan Diningrat.
" Oh ya..papa dengar perusahaan Richie Company melakukan investasi di perusahaan Mendung Sejati?", tanya tuan Diningrat sambil memandang wajah Ratu.
" Iya pa.. itu ada alasan besar di balik semua itu.", jawab Ratu sambil balas menatap papanya.
" Lanjutkan cerita mu..", pinta tuan Diningrat sambil menyandarkan tubuhnya di sofa.
" Sewaktu kami ke Batam.. ada insiden kecil yang terjadi pada Senja." Ratu memulai ceritanya.
" Senja? Siapa dia...?", potong tuan Diningrat heran.
Ratu pun mulai menceritakan dari awal hingga akhirnya, kenapa ia berinvestasi cukup besar di PT Mendung Sejati.
Tuan Diningrat manggut-manggut.. Tanda ia mengerti.
BERSAMBUNG.
JELEK BANGET JARINGANNYA DI KAMPUNG. MANA SERING MATI LAMPU. KALO MATI LAMPU JARINGAN INTERNET HILANG. YA ALLAH NGENES BANGETTT YAKK..
__ADS_1