
Waktu sudah menunjukan pukul 9 malam. Ratu dan Alex berpamitan pada teman-temannya untuk melihat anak-anak mereka dulu sebelum mereka tidur.
Ratu dan Alex mengetuk kamar Richie. Tak menunggu jawaban, Ratu dan Alex langsung masuk. Ternyata putrinya Zevania sedang berada di kamar Richie.
Mereka berdua sedang tiduran sambil bercerita. Melihat kedatangan Ratu dan Alex, sontak keduanya langsung bangun dan duduk di atas tempat tidur.
" Mommy... Daddy..", seru keduanya berbarengan.
Ratu dan Alex menghampiri Susi tempat tidur, lalu mencium kedua anaknya bergantian.
" Kemana aja kalian setelah pulang sekolah tadi.?", tanya Ratu sambil mengelus Rambut Richie. Karena Zevania lebih memilih bermanja di pelukan Daddy nya.
" Tadi kami main ke tempat Senja, habis itu Aunty ajak kami makan di The Beach Cafe.", terang Richie sambil merebahkan kepalanya di panggilan Ratu.
" Dad.. kasihan Senja. Papa nya jahat sama dia dan mamanya", ujar Zevania dengan wajah sedih.
Ratu dan Alex saling berpandangan. Tadi mereka berdua telah mendengar ceritanya dari Ayu.
" Apa Daddy sama Mommy bisa bantu mama Senja untuk kerja di perusahaan kita?", tanya Richie serius.
" Iya nak.. kita akan akan bantu.", ujar Ratu sambil tersenyum lembut.
" Tapi setelah kita pulang dari Batam. Besok kita berangkat ke Batam.", lanjut Ratu.
" Serius Mom? kita akan ketemu sama orang yang udah nyelamatin Daddy?", tanya Richie dengan mata terbelalak.
" Iya nak.. mereka udah menunggu di Batam. Grandfha telah mengatur semuanya.", jawab Ratu sambil mencium pipi Richie dengan gemas.
" Yeyyy.. besok kita ke Batam.", teriak Zevania sambil berdiri dan langsung lompat-lompat kegirangan.
" Mom..Dad..boleh ajak Senja juga gak?", tanya Richie dengan wajah penuh harap.
" Boleh aja kalau mama nya mengizinkan.", jawab Ratu.
" Aku akan minta tolong Aunty untuk telpon mamanya. Aku yakin mamanya pasti mengizinkan.
Ratu mengangguk lalu mengambil handphone dari dalam tas nya.
Ia mengirim pesan pada Ayu untuk menelpon Bu Maria.. meminta izin untuk membawa Senja ke Batam besok.
Richie membaca pesan Mommy pada Ayu. Wajahnya langsung terlihat senang.
" Makasih Mom.",Jawab Richie sambil mencium pipi Mommy nya.
" Mom.. Zhafran boleh ikut juga gak?", tanya Zevania sambil menunduk.
" Boleh.. Tapi apa orang tuanya mengizinkan?", tanya Ratu pada Zevania.
" Kenapa Mommy gak coba hubungi orang tuanya?", tanya Zevania penuh harap.
" Mommy gak punya nomor handphone nya.", jawab Ratu sambil menatap wajah putrinya.
Zevania terlihat kecewa, wajahnya yang tadi ceria jadi murung.
" Mom.. kenapa gak hubungi Miss Susan. Dia pasti tau nomor telpon orang tua Zhafran.", saran Richie. Ia gak tega melihat wajah adiknya sedih.
" Oh iya ya..", jawab Ratu sambil menepuk jidatnya. Alex tertawa melihat tingkah istrinya. Yang terkadang kocak gak ketulungan.
Ratu menghubungi Miss Susan. Setelah menunggu sebentar, panggilan nya tersambung.
" Assalamualaikum Bu..",sapa Miss Susan sopan.
" Wa'alaikum salam Miss. Miss maaf ya, aku mau tanya.. punya nomor handphone orang tuanya Zhafran Radisson?", tanya Ratu langsung.
" Punya Bu.. nanti akan saya kirimkan sama ibu.", jawab Miss Susan.
" Oke terima kasih ya Miss. Oh ya Miss, anak-anak minta izin untuk libur berapa hari..karena urusan keluarga. Begitu juga dengan Senja dan Zhafran. Mungkin mereka juga akan ikut.", ujar Ratu dengan lembut tapi tak menghilangkan kesan tegasnya.
" Oke siap Bu.", jawab Miss Susan.
" Terima kasih Miss. Assalamualaikum..",ujar Ratu sambil mengakhiri panggilan telponnya.
__ADS_1
Wajah Zevania yang tadinya sedih jadi kembali ceria. Senyum bahagia kembali terpancar dari wajah cantiknya.
" Oke... sekarang kalian bobok ya..udah malam. Daddy sama Mommy masih ada urusan.", ujar Alex sambil mengelus rambut panjang anak gadisnya tersebut.
" Zeze mau bobok di mana?", tanya Alex.
" Di kamar ku aja Dad. Ayo Dad gendong Zeze.", jawab Zeze dengan manjanya.
Setelah mencium kening Richie, Alex lalu mengangkat tubuh Zevania. Tapi tak lupa, Zevania minta di cium terlebih dahulu pada Ratu. Barulah setelah itu mereka keluar dari kamar Richie dan menuju kamar sang princess yang berada tepat di samping kamar Richie.
" Momm.. Setelah besar nanti, aku ingin menikahi Senja. Apa boleh Mom?", tanya Richie sambil menatap wajah cantik Mommy nya.
" Boleh.. Tapi itu masih lama banget nak. Segalanya masih bisa berubah.", jawab Ratu bijak.
" Semua nya boleh berubah Mom, tapi tidak dengan niat ku.", jawab Richie lugas.
Ratu terdiam. Ia sangat tau watak dari anak laki-laki nya tersebut. Anaknya tersebut tak pernah main-main dengan ucapannya.
Pernah pada suatu hari, Richie ikut ke kantor Ratu. Waktu itu mereka berada di Richie Company. Di teras kantor, ada seorang security sedang mengusir kakek-kakek tua. Kakek tersebut terlihat sangat sedih karena di usir oleh security tersebut.
Saat itu, Richie baru saja turun dari mobil. Ia langsung terpaku melihat kejadian tersebut.
Dengan berlari ia menghampiri kakek tersebut.
" Jangan usir kakek ini.", teriaknya pada security tersebut.
Si security tampak terkejut karena ada anak kecil yang berani berteriak padanya.
" Kamu siapa? kenapa anak kecil bisa berada perusahaan ini.?", tanya security tersebut dengan angkuhnya.
Melihat keributan yang terjadi di teras kantor, security yang lain berencana hendak Menegahi. Apa lagi setelah mereka sadar, bahwa yang sedang ribut dengan security tersebut adalah anak dari CEO perusahaan ini.
Ratu melarang security yang lain untuk men dekat. Ia ingin melihat, bagaimana cara anaknya mengatasi masalah ini.
Richie tak menggubris pertanyaan dari security tersebut. Ia malah membimbing tangan kakek tersebut, dan mendudukkan nya di bawah pohon Venus samping teras.
Security tersebut terlihat sangat marah, karena di abaikan oleh anak kecil. Ia berjalan mendekati Richie, entah apa yang akan ia lakukan.
Tapi sebelum ia melakukan sesuatu, Satu bentakan menghentikan langkah security tersebut.
Wajah security tersebut terlihat pucat melihat kemarahan Ayu.
" Maaf mbak.", jawabnya sambil menundukkan kepalanya.
" Kamu tau siapa dia?" tanya Ayu dengan wajah bengis.
Security tersebut menggelengkan kepalanya.
" Dia adalah Richie Andreas Mahardhika. putra dari CEO perusahaan ini.",terang Ayu dengan wajah marah.
" Maafkan saya den, saya gak tau.", ujarnya sambil menunduk takut.
" Dan den dan den.. kamu pikir aku pak raden..?", tanya Richie dengan ketus.
" Maafkan saya mas.. ", jawabnya dengan wajah semakin pucat.
" Aunty..pecat dia. Besok aku gak mau lagi dia kerja di sini. Dan satu lagi Aunty, tolong cari tau.. kakek ini mau bertemu siapa. Apa anaknya kerja di dini? Dan bagian apa.", ujar Richie sambil memandang wajah Ayu.
" Baiklah..", jawab Ayu singkat.
Mendengar keputusan Richie, si security terlihat pucat. Wajahnya penuh dengan keringat dingin. Hari ini hari pertama dia kerja. Ternyata ia telah melakukan kesalahan fatal.
" Kamu pergi ke HRD sekarang.", perintah Ayu pada security tersebut.
Security tersebut hanya mengangguk pasrah. Ia tau, kesalahannya sangat fatal.
" Kek.. kakek mau ketemu siapa?", tanya Richie lembut.
" Mau ketemu anak ku. Aku belum makan. Tadi dia gak ngasih aku duit karena uang kami udah habis", jawab Kakek terus dengan wajah sedih.
Richie terdiam mendengar penjelasan dari sang kakek.
__ADS_1
" Katanya dia mau kasbon hari ini. Jadi aku di suruh kesini siang ini.", lanjut kakek tersebut.
Richie tak mampu berucap apa-apa lagi. Ia lalu membimbing kakek tersebut untuk masuk kedalam kantor. Dengan di ikuti oleh Zevania dan Ayu.
Richie membawa kakek tersebut ke kantin perusahaan. Di bawanya kakek tersebut ke ruang VVIP. Ia meminta pelayan untuk menyediakan banyak makanan di atas meja.
Ayu dan Zevania pun ikut gabung di meja mereka. Tak lama kemudian, Ratu pun ikut bergabung.
" Siapa nama anak kakek?", tanya Richie.
" Namanya Metriana. Ia kerja di bagian cleaning servis. ", jawab Kakek tersebut.
Richie memberi isyarat pada Ayu untuk memanggil Metriana kesini.
Ayu terlihat mengetik pesan untuk seseorang. Setelah pesannya di jawab, ayu pun memberi isyarat pada Richie. Richie mengangguk tanda mengerti.
Tak lama kemudian, seorang perempuan cantik dan masih muda memasuki ruangan. Wajahnya terlihat pucat melihat kakek tersebut.
" Ayah.. kenapa Ayah bisa ada di sini?", tanya nya dengan wajah penuh rasa khawatir.
" Duduklah Metri. Ayah mu gak papa. Kamilah yang mengajak nya kesini.", ujar Ratu lembut.
" Maaf Bu.. ayah saya udah merepotkan.", jawab nya merasa tak enak hati pada bosnya tersebut.
" Udah tenang aja.", jawab Ratu lagi.
" Gimana mbak.. udah jadi kasbon nya sama HRD?", tanya Richie pada Metri.
" Belum mas.. aku takut ", jawab Metri sambil meremas ujung bajunya.
" Kenapa takut? Ada hak mbak di sana.", ujar Richie dengan tegas.
Metri hanya terdiam. Tak mampu menjawab apa pun.
Tak lama kemudian, semua makanan telah terhidang di atas meja. Ratu mempersilahkan kakek dan Metri untuk makan. Sementara mereka makan, Ratu, Zevania, Richie dan juga Ayu meninggalkan tempat tersebut.
" Mbak.. habis makan, tolong bawa kakek keruangan Mommy.", pesan Richie pada Metri.
" Baik mas.. ", jawab Metri sopan.
" Kek.. makan pelan-pelan ya. Aku tunggu di atas.", ujar Richie sambil tersenyum pada sang kakek.
Sang kakek hanya mampu mengangguk. Karena mulutnya penuh dengan makanan.
Richie, Ratu, Zevania dan Ayu menuju lift untuk keruangan mereka.
Ketika mereka hendak menuju lift khusus CEO dan tamu perusahan. Mereka bertemu dengan HRD, mbak Novi. Mbak Novi sepertinya akan menuju ruangannya.
" Mbak.. bayar security yang di pecat tadi dengan gaji sesuai kontrak kerjanya.", titah Richie pada mbak Novi.
Mbak Novi terdiam, ia melihat ke arah Ratu untuk meminta persetujuan.
Ratu mengangguk tanda menyetujui. Ia tau anaknya bukan membenci si security, tapi anaknya ingin si security belajar menghargai orang lain. Dan mau merenungi kesalahan nya.
Mereka kini telah berada di dalam ruangan CEO. Sekarang mereka sedang membahas masalah di kakek dan Metri.
" Mom..kenapa Mommy sampai gak tau, ada karyawan Mommy yang kekurangan?", tanya Richie.
" Maaf nak.. Metri baru kerja sekitar 3 Minggu. Jadi belum banyak yang tau tentang kehidupannya.", jawab Ratu lembut.
Richie terdiam mendengar alasan Mommy nya.
" Momm.. suruh orang untuk nyari tau tentang kehidupan mbak Metri dan Ayahnya. Bantu mereka Mom.", pinta Richie.
" Baiklah sayang.", jawab Ratu sambil mengelus rambut anaknya.
" Momm.. kok melamun?", tanya Richie tiba-tiba mengagetkan Ratu.
" Ach.. maaf nak ", jawab Ratu sambil tersenyum kecut.
" Baiklah nak.. Mommy setuju. Tapi setelah kamu mengambil alih Richie Company.", ujar Ratu mengajukan syarat...
__ADS_1
" Oke deal Mom.", jawab Richie dengan lega sambil mengulurkan tangannya.
Ratu menyambut uluran tangan Richie. Tanda perjanjiann itu di mulai hari hari ini.