
Mereka meninggalkan mall tersebut dengan perasaan kacau. Terutama Ratu, darahnya masih terasa mendidih.. karena perempuan bar-bar tadi, nyaris menyakiti anaknya.
Untunglah ia datang tepat waktu, bila tidak.. dia tak tau apa yang akan ia lakukan pada perempuan tersebut.
Zhafran dan Zevania satu mobil sama dia, sementara Richie dan Senja ikut Ayu dan Elang
Zhafran duduk di samping kemudi, sementara Ratu duduk bersama Zevania. Zevania tertidur di pangkuan Ratu.
Sementara di mobil yang lain..Senja masih menyandarkan tubuhnya di bahu Richie. Ia masih shock dan juga sedih.
"Rich..Napa ya ibu itu benci banget sana aku?", tanya Senja dengan nada sedih.
" Entah lah Nja'.. nanti aku minta Mommy sama Daddy untuk nyari tau tentang mereka.", jawab Richie lembut.
" Makasih ya..", ujar Senja sambil memejamkan matanya.
" Iya sama-sama.", jawab Richie sambil tersenyum.
Dielus nya rambut Senja dengan lembut. Ada rasa yang sulit untuk di ungkapkan ketika ia melihat Senja menangis.
" Aunty..aku ingin tau tentang ibu-ibu yang udah dua kali nyaris menyakiti Senja. Aku merasa, ada hal lain yang membuat ibu tersebut berbuat begitu. Tolong bantu ya Aunty...", pinta Richie pada Ayu.
Ayu mengangguk sambil menyerahkan handphonenya pada Richie.
" Bacalah berita itu nak..!" ujar Ayu sambil tersenyum.
Richie mengambil handphone dari tangan Ayu. Lalu ia membaca sebuah Artikel isinya... Tarzan betina mengamuk di mall.
Richie tak bisa menahan tawanya.. lalu tawanya pun meledak. Senja yang keheranan membetulkan posisi duduknya.
" Ada apa Rich..?" tanya Senja heran.
" Baca ini Nja'..", jawab Richie sambil menyerahkan handphonenya.
Senja terkejut setengah mati ketika membaca berita tersebut. Apa lagi ketika videonya di klik, muka ibu itu tadi terlihat jelas.
Tapi wajah Ratu, Ayu, Senja, Zevania dan juga para bodyguard di bluur semua.
" Berarti ada yang menggunggah video itu ke sosial media.", tanya Senja sambil matanya fokus ke layar.
" Iya..", jawab Richie singkat.
" Siapa?", tanya Senja penasaran.
" Mungkin pengunjung mall yang merasa terganggu dengan kelakuan bar-bar perempuan itu." jawab Richie sambil menyeringai.
Senja mengangguk tanda ia mengerti.
__ADS_1
" Udah.. gak usah di pikirkan. Biar kami yang mengurusnya.", sela Ayu yang dari tadi hanya memperhatikan saja Richie dan Senja.
Senja dan Richie mengangguk tanda mengerti. Senja mengembalikan handphone milik Ayu. lalu ia kembali menyandarkan tubuhnya di bahu Richie.
Senja mulai menutup matanya, sepertinya ia benar-benar lelah. Richie membiarkan Senja tertidur.
Setelah hampir 45 menit perjalanan..mereka kini telah berada di depan gerbang Resort tempat mereka menginap.
Sesampainya di Resort... Elang di minta untuk mengangkat Senja oleh Richie, karena ia belum kuat untuk mengangkat Senja. Mau nyuruh Senja bangun, Richie gak tega.
Jadi Richie harus merelakan Senja di gendong oleh Elang.
Setelah Elang membaringkan Senja, Richie kemudian menyelimuti tubuh Senja hingga sebatas dada. Di amati nya wajah Senja yang sedang terlelap. Lalu ia pun pergi meninggalkan kamar itu.
🍀🍀🍀🍀
Setelah keluar dari kamar Senja, Richie bergegas menyusul Elang.
" Om Elang..!!", seru Richie sambil berlari mengejar Elang.
Elang menghentikan langkahnya.
" Ada apa sayang?", tanya Elang sambil mengelus rambut Richie ketika Richie mendekat.
" Om.. bisa kita bicara sebentar?", tanya Richie dengan wajah serius.
" Baiklah.. kita duduk di sana dulu", jawab Elang sambil menunjuk ke arah bangku taman.
kini mereka duduk berhadap-hadapan. Richie mulai membuka percakapan.
" Gini om.. seperti yang ku bilang di mobil tadi. Aku merasa kalau apa yang terjadi sama Senja bukan hanya semata-mata karena ibu itu bar-bar.. Tapi memang ada unsur lain. Aku merasa ibu itu mengenal Senja.", ujar Richie dengan wajah serius.
Elang terdiam mendengar ucapan Richie. Di pandangnya wajah Richie sambil tersenyum. Ia bangga, Richie punya mata setajam itu. Yang bisa merasakan sesuatu dengan cepat.
" Iya.. kamu benar. Perempuan itu adik dari papa nya Senja. Namanya Tina Abraham. Sebenarnya dia gak tinggal di kota impian lagi.. Udah pindah ke Batam sini setelah menikah dulu. Entah mengapa dia bisa tau dengan Senja.", terang Elang dengan kening berkerut.
" Suaminya kerja di perusahaan apa?", tanya Richie.
" Mall tempat kita pergi tadi. Suaminya mempunyai saham beberapa puluh persen di mall tersebut..", jawab Elang.
" Baiklah kalau begitu om. Tolong perketat penjagaan terhadap Senja dan Zevania. Seperti nya perempuan tersebut tak akan melewatkan kesempatan sedikit pun untuk mencelakai mereka.", titah Richie dengan mimik serius.
" Baik lah.. kamu jangan khawatir.,", jawab Elang sambil tersenyum.
Elang akhirnya mengajak Richie ke kamarnya. Ia ingin memperlihatkan data-data tentang keluarga dari papa Senja. Siapa saja yang berpotensi mencelakai Senja.
Richie dengan serius membaca setiap lampiran dan data yang di kirim oleh seseorang ke akun email Elang.
__ADS_1
Darah Richie benar-benar marah, setelah membaca semua email tersebut.
" Jadi penyebab mereka ingin menyingkirkan Senja, karena Senja mewarisi Sebuah villa dan juga perkebunan karet di daerah Lampung...?", tanya Richie marah.
" Iya.. ",jawab Elang.
" Siapa yang mewariskan itu sama Senja? Sementara semua keluarga Iwan Abraham membencinya!", tanya Richie heran.
" Kakek nyaa Senja.", jawab Elang lagi.
" Tapi bukannya keluarga tak menyukai mamanya dan Senja?", tanya Richie heran.
" Ia benar. Tapi tidak dengan kakeknya. Sayangnya kakeknya telah pergi.. jadi yang berkuasa sekarang neneknya Senja.", jelas Elang panjang lebar.
Richie manggut-manggut tanda mengerti.
" Aku tak akan membiarkan mereka menyakiti Senja.", desis Richie sambil menyeringai.
Elang menepuk pundak Richie dengan lembut.
" Jangan terlalu kamu pikirkan. Biar itu menjadi urusan kami.
Richie mengangguk sambil tersenyum. Ia bersyukur karena di kelilingi oleh orang-orang baik dan tulus.
" Oke om.. kalau begitu aku istirahat dulu ya." pamit Richie pada Elang.
"Ok sayang.", jawab Elang sambil tersenyum.
Richie langsung keluar dari kamar Elang. Tapi sebelum jam ia kembali ke kamarnya, ia mampir dulu ke kamar Senja... untuk melihat Senja masih tidur atau udah bangun.
Ternyata Senja masih tidur, bahkan Zevania pun udah di sana. Kedua gadis tersebut telah tidur dengan nyenyak.
Richie menutup kembali pintu kamar tersebut dengan perlahan. Lalu ia pun melanjutkan kembali langkah nya untuk kembali ke kamarnya.
🍀🍀🍀🍀🍀
Setelah Richie pergi, Handphone Elang berdering.. tenyata Alex yang memanggil. Ia meminta Elang untuk ke Cafe yang tak jauh dari kamarnya.
Elang pun bergegas pergi, untuk menjumpai Alex. Setelah ia sampai di sana, udah ada Ayu dan juga Ratu. Sepertinya mereka memang sedang menunggu dirinya.
" Richie udah tidur?" tanya Alex.
" Mungkin, soalnya dia baru saja keluar dari kamar ku.", jawab Elang yang langsung menyeruput segelas capuccino yang seperti memang di pesan untuk dia.
" Apa yang ia tanya Lang?", tanya Alex sambil memandang wajah Elang. Ayu dan Ratu pun kini turut melihat ke arahnya. Menunggu jawaban dari nya.
" Maaf.. aku udah ngasih tau semuanya sama dia. Rasa ingin tahunya sangat tinggi. Dan lagian, dia memang harus tau semuanya. Tapi anehnya dia gak kaget,cuma marah aja. Apa dia udah curiga dari awal?" ujar Elang heran.
__ADS_1
" Richie bukan anak kecil biasa. Dia bisa menangkap maksud seseorang hanya dengan memperhatikan gerak geriknya aja. Apa lagi Tina Abraham tersebut, yang udah benar-benar kelihatan ingin mencelakai Senja.", jawab Ayu dengan santai.
BERSAMBUNG.