ARTI SAHABAT

ARTI SAHABAT
BELUM SADAR 2


__ADS_3

Setelah papa dan mama serta Yulina sampai dirumah sakit mereka langsung menanyakan ruangan Yufika... setelah mereka tau dimana letak ruangan Yufika mereka pun langsung menuju ruangan Yufika.....


Tak jauh dari itu mereka sudah melihat keberadaan Yohanda yang terduduk di lantai sambil menunduk dan menekuk kepalanya di kedua kakinya...


" Yohanda..." seru papa Hardi.


Yohanda pun menegakkan kepalanya lalu menatap sang papa dengan sendu...


" Nak adek kamu bagaimana nak...?" tanya mama Milania sedih.


" Bang... fika gimana...?" tanya Yulina sedih.


" Yufika.......adek....." seru yohanda bergetar.


" Adek kenapa... nak...?" tanya mama dan papa khawatir.


" Adek.... adek baik-baik aaja mah.." seru Yohanda bergetar


" Kamu serius nak.. kamu gak lagi bohong kan..." seru mama tak percaya.

__ADS_1


" Iya mah aku serius...." seru Yohanda semangat di sertai senyum kecilnya.


" Gak Lina yakin pasti abang nyembunyiin sesuatu dari kita bang katakan sejujurnya apa yang terjadi dengan Yufika bang..." seru Yulina suara agak meninggi.


Alfin yang berada di samping Yohanda mencoba menjelaskan.


" Maaf tuan.. nyonya dan nona...saya yang akan menjawab pertanyaan dari nona...begini... tadi dokter menjelaskan kalau nona Yufika mengalami luka yang begitu parah... jika saja terlambat membawanya kerumah sakit maka akan berakibat fatal dengan nona Yufika..." jelas Alfin membuat keluarga kaget dan histeris.


" Lalu bagaimana dengan Yufika sekarang...?" tanya papa Hardi


" Keadaan nona Yufika sekarang belum sadarkan diri dokter mengatakan kalau kita harus menunggu beberapa jam untuk nona sadar..."seru Alfin menjelaskan.


" Hiks... hiks hiks...ini gak mungkin... Yufika pasti kuat ... fika lo harus bangun...." seru Yulina saat masuk kedalam ruangan Yufika dia menangis tersedu-sedu.


" Enggak pah... yilina mau jagain fika pa..." seru Yulina


" Kamu harus pergi kesekolah besok papa gak mau tau..." seru papa Hardi dan Yulina pun alhirnya mengangguk patuh.


Lalu Yulina dan Yohanda pamit pulang begitupun dengan Alfin

__ADS_1


Setelah Yulina Dan Yohanda pergi tinggal lah papa dan mamanya Yufika di ruangan tersebut


" Pah...apakah Yufika akan sadar ya pah..." seru mama Milania pada sang papa.


" Pastih mah...dia akan sadar sebentar lagi...kita tunggu saja dulu..." seru papa Hardi sambil mengisap punggung mama Milania dengan lembut.


Di tempat lain


dalam mobil Yohanda terjadi keheningan hanya suara tangis yulina yang masih terdengar.


" Dek sudah lah jangan menangis begitu .. Yufika tidak meninggal sehingga kamu menangis seperti itu..." seru Yohanda membuat yulina menatap tajam sang abang....


" Kenapa abang berkata seperti itu... ucapan abang barusan seperti doa ... jika itu terjadi bagaiamana...." seru Yulina kesel... Yohanda pun baru tersadar dengan ucapannya. dia pun merutuki kebodohannya...


Yohanda pun terdiamm


Sedangkan Yulina dia sibuk dengan pemikirannya... hingga sampai di rumah keduanya menuju kamar mereka masing-masing...


Sesampai di kamar Yohanda memikirkan perkataannya barusan...

__ADS_1


" Aku gak mau kehilangan adik ....Yufika anak yang penurut... dia patuh sama orang tua dia juga sayang sama saudara dan saudarinya .. aku gak mungkin bisa hidup tanpa si cerewet itu . " seru Yohanda terbayang dengan sang adik yang selalu mengomentari apa saja yang Menurut nya tidak baik maka dia akan dengan santai mengomel dan mengomentari hal itu...itulah yang saat ini dirindukan oleh Yohanda pada sang adik nya itu yang selalu mengusik kehidupannya....


🏵🏵🏵🏵 BERSAMBUNG 🏵🏵🏵🏵


__ADS_2