
Sesampai di tempat tujuan Yufika kaget ternyata mamanya janjian di THE FIK RESTO & CAFFE miliknya...
" Mayang melihat kehadiran mama sang kekasih langsung menyapa beliau.
" Selamat sore mah.." sapa Mayang.
" Selamat sore calon mantunya mama... gimana kuliah kamu nak.." tanya mama Yufika.
" Lancar mah...tinggal nunggu wisuda aja mah.." seru Mayang.
" Wah bagus dong..." seru mama Yufika.
" Iya mah.. mama jangan lupa datang ya..." seru Mayang
" Pasti ya udah mama tinggal dulu..." seru mama Yufika.
" Hmmm mah.." seru Mayang.
" Iya nak ada apa...?" tanya mama Mila.
" Aku boleh pinjam Yufika gak mah cuman satu setengah jam aja kok mah..boleh ya..." seru Mayang
" Ya sudah kalian ngobrol gih...mama sama yulina pergi dulu ya..." seru mama dan dianggukan kepala oleh Yufika dan Mayang.
Setelah kepergian sang mama..Yufika menggoda sang calon kakak ipar.. .." Cieeeee ekheemmm yang mau lulus kuliah eh bentar lagi mau dilamar ama ayang bebekkk". seru Yufika semakin jadi.
" Fika ih kamu godain kakak mulu sih..." seru Mayang yang malu.
Saat keduanya sedang asik seorang wanita parub baya datang bersama kedua putranya...
dan berdiri di depan kasir tepat di depan Mayang dan Yufika.
" Permisi... saya sudah memesan meja VVIP apa sudah tersedia..." seru wanita paru baya iru dengan lembut dan tersenyum.
" Sudah nyonya atas nama nyonya MARIA..." seru Mayang pada wanita paru baya tersebut.
" Baiklah terimakasih..." seru wanita paru baya yang bernama Maria itu.
Salah satu putra dari nyonya yang bernama Maria itu menatap Yufika sambil tersenyum namun Yufika menatap nya dengan tatapan datar saja.
Lalu wanita itu dan kedua anaknya mendekat le arah mama Yufika..
" Sore Mila..." sapa nyonya Maria itu.
" Kalian sudah datang rupanya...." seru mamanya Yufika.
" Tentu ...oh ya kalian berdua saja... mana putri mu yang bungsu..." tanya nyonya Maria.
" Oh Yufika sedang di tempat kasir di depan tadi kami bertemu dengan calon menantuku..." seru mama Yufika.
" Benarkah dia di depan tapi aku tak melihat siapa pun selain nona penjaga kasir itu...." seru Nya Maria itu.
" Bagaimana kamu bisa melihatnya kamu saja memakai kacamata yang terlalu gelap begitu..." ledek mama Yufika.
" Hahaha... oh ya perkenalkan ini putra pertamaku bernama BAGAS MARLINDO HANDOKO... dan ini putra keduaku bernama BAYU MARLINDO HANDOKO.
" Wak kedua putramu tampan sekali mirip dengan Lindo ya... hahahhahaa..." seru mama Yufika.
" Akh kau ini bisa aja...tentu dia kan bapak mereka..." seru tante maria.
__ADS_1
" Kenapa putri keduamu tidak bergabung disini. " sambung tante Maria dan bertanya.
" Mungkin dia betah ada di sana... " seru mama Yufika.
" Coba lah kau hubungi putri mu itu aku ingin kenalan dengannya. " seru tante Maria.
" Lebih baik kau kenalan lebih dulu dengan putriku yang satu ini..." seru mama Milania kepada tante Maria sambil menatap Yulina yanh sibuk dengan handphonenya.
" Hmmm baiklah..." seru tante Maria
" Sayang kenalan dulu gih sama teman mama..." seru mama Milania pada yulina lalu yulina berkenalan dengan tante Maria dan beralih ke arah kedua putranya... Bagas pun langsung memasang wajah datarnya... sedangkan Bayu memasang senyum termanisnya...
Setelah berkenalan itu mama Yufika menelfon putrinya untuk masuk.
📞 " Hallo sayangnya mama kamu kenapa lama sekali di sana nak..." seru mama pada Yufika di sebrang telfon..
📞 " Maaf mah... aku baru selesai dari toilet... hmmm yaudah aku harus nemuin mama dimana...?" tanya Yufika.
📞 " Di ruang VVIP karna teman mama sudah datang..." seru mama pada Yufika.
📞 " Baik lah mah aku akan kesana..." seru Yufika lalu mematikan handphonenya.
Setelah itu Yufika pergi menuju ruang VVIP... Sesampai di sana perasaannya tidak enak sekilas dia mendapatkan bayangan jika seorang pria akan melamar nya...namun dia tepis karna hanya bayangan kecil saja.
Tak lama pintu terbuka dan terlihatlah gadis cantik itu memasuki ruang VVIP
" Maaf menunggu lama..." seru Yufika pada semua..
Lalu semuanya menatap ke pintu.
" Tidak apa-apa nak..kemari lah..." seru mama Yufika lalu dia duduk di samping Yulina dan dia berbisik kepada Yulina hingga membuat yulina menatapnya.
" Kalian bisik-bisik kenapa...?" tanya mama Yufika.
" Hmmm itu mah aku nanya ke lina... kenapa mama ngajak aku kesini.." seru Yufika bohong
" Oh begini sayang kenalin dulu ini namanya tante Maria .. dan itu. kedua putranya..." seru mama Milan
" Hai nyonya ..salam kenal saya Yufika..." seru Yufika sambil mengulurkan tangannya lalu mencium punggung tangan tante Maria
" Salam kenal anak manis .. jangan panggil nyonya panggil tante Maria saja oke... oh ya kenalin ini anak -anak tante..." seru tante Maria
" Ah iya... saya Yufika kak.." seru Yufika pada Bagas sambil mengulurkan tangannya
" Bagas..." sahut bagas sambil tersenyum ke arah Yufika dan menerima uluran tangan Yufika dengan senang hati.
Lalu Yufika beralih menatap bayu.
" Saya Bayu adiknya kak bagas..." seru bayu sambil menerima ukuran tangan Yufika..
" Saya Yufika dan salam kenal buat kak Bagas dan kak Bayu..." seru Yufika lalu melepas jabat tangan tersebut
Tak lama pelayan datang membawa makanan mereka...
" Wah mah udah sore baru memesan makanan..." seru Yufika.
" Iya nak... karna mama dan tante Maria akan bicara serius kepada kalian..." seru mama Yufika.
Lalu mereka menikmati makanan mereka.
__ADS_1
Setelah acara makan selesai
Mereka pun akhirnya berbicara serius.
" Begini yulina Yufika... mama dan juga tante Maria ingin menjodohkan Yulina dengan anak tante maria..." seru mama kepada yulina membuat yulina menatap sang mama tak percaya.
" Mah aku gak mau di jodohkan aku bisa cari sendiri jodohku mah.." seru yulina protes.
" Kamu harusnya kenalan dulu sama nak Bagas..." seru mama Milan
Bagas yang dari tadi diam menyimak langsung bertanya kepada sang mama.
" Ma... mama benar mau menjodohkanku..." seru Bagas.
" Iya nak... mama menjodohkan kamu dengan anaknya tante Milania... kamu bersedia kan.." seru tante Maria
" Mohon maaf tante.... Yulina tidak bisa menerima perjodohan ini... dan mama jika mama ingin melanjutkan perjodohan ini mama bisa menyuruh Yufika ." seru Yulina lalu menatap Yufika dan memberi kode bahwa Yulina tak ingin di jodohkan Yufika pun paham dengan tatapan Yulina.
" Kalau gitu lina permisi pulang dulu..." seru yulina lalu dia pergi dari ruangan tersebut
Setelah kepergian Yulina secara mendadak mama yufika pun terduduk lemas...
" Maafkan anak perempuanku yang satu itu ya Maria..." seru mama Milan
" Tidak apa-apa Milan...mungkin bukan jodoh putraku..." seru tante Maria sambil mengelus lengan putra pertamanya.
Lalu tante Maria menatap Yufika yang juga kebetulan menatapnya dengan sendu.
" Aku rasa dia pantas jadi menantuku... hmmm kalau dia lihat dia sepertinya penurut dengan orang tua coba kita buktikan.." gumam tante Maria sambil menatap Yufika sekilas.
" Nak Yufika... " panggil tante Maria
" Hmmmm apakah nak Yufika mau dijodohkan dengan anak tante ini nak..." seru tante Maria sambil menatap Yufika lalu menatap Bagas....
Bagas pun menatap Yufika dengan intes...
Yufika pun menatap mamanya... mama pun menatap Yufika...
" Nak mama tidak memaksakan kamu untuk memilih jodohmu nak... tapi terserah kamu...." seru mama Milan pasrah.
" Hmmm tante... mohon maaf...-" seru Yufika terhenti.
" Tidak apa-apa nak jika kamu menolak.." seru tante Maria lalu dia menatap Bagas yang terlihat kecewa.
Yufika pun menatap Bagas yang sepertinya kecewa.
" Hmmm tante bukan aku maksud menolak hmmm bisakah dengarkan dulu penjelasan Yufika sampai selesai barulah tante berkata... karna kata papa jangan menyela omongan orang lain di saat seseorang berbicara kepadamu..." seru Yufika bijak.
" Baik lah nak.... kamu katakan saja..." seru tante Maria
" Saya BERSDIA menerima perjodohan itu.." seru Yufika terhenti karna mama dan tante Maria saling berpelukan dan mengucap syukur terlihat Bagas sangat bahagia.
" Hmmm satu lagi tante... biarkan kami menjalankan hubungan yang layaknya sepasang kekasih untuk saling mengenal..." seru Yufika
" Baik lah nak... kalau begitu keputusan kamu... tante senang dengar nya ... sepertinya kalian butuh waktu berdua berbicara... pergilah nak.." seru. tante Maria
Lalu Yufika menatap sang mama dan dianggukan kepala oleh mamanya... setelah itu Yufika dan Bagas begegas keluar dari ruangan VVIP itu.
🏵🏵🏵🏵 BERSAMBUNG 🏵🏵🏵🏵
__ADS_1