
Sindi sudah merasakan hawa dingin di kelas ... dia sekarang sudah paham dan tinggal membuktikan saja...
Memang diantara mereka berlima ...Yufika...Safani...Rahayu..., Mikhayla dan dirinya... Sindi lah .. yang palinhbpeka dengan keadaan....maka dari itu dia paham apa yang terjadi ..."
Saat jam pelajaran berlangsung... Yufika lebih banyak bicara kepada Risha dan Risha pun merespon dengan sangat baik..
Sedangkan Rahayu dan Mikhayla sudah merasakan ada yang berbeda dengan sahabtnya itu.
" Kok gue ngerasa ada yang aneh antara Yufika dan Safani .." gumam Mikhayla dan Rahayu.
Setelah jam istirahat Yufika benar-benar menghindari Rahayu , Sindi dan Mikhayla.
" Ris...aku ke toilet duluan ya... nantik ketemu di kantin..." seru Yufika dan dianggukan kepala oleh Risha. Lalu Yufika pergi dari kelas menuju toilet...
Sindi melihat Yufika terburu-buru langsung menyusul Yufika dan tak menghiraukan panggilan dari Mikhayla.
" Di toilet...." Yufika tau kalau dia sedang diikuti oleh Sindi lalu dia masuk toilet dan berpura-pira menelfon
__ADS_1
" Hallo... iya... gue lagi di toilet ini... hmmm gue mau mintak lo persiapkan segalah surat kepindahannya saja urusan yang lain biar gue..." seru Yufika berpura-pura menelfon
Lalu dia melanjutkan perkataan ya.
" Hm gak deh gue malas disini....gue gak nyaman sama teman-teman gue... semuanya hanya Berpura-pura berteman sama gue gak ada yanh tulus.... " sahut Yufika sontak saja membuat Sindi yang mendengarnya jadi marah dan ingin bertanya kepada Yufika dia tak ingin salah paham.
" Oh iya lah... oke gue tunggu kabar dari elu oke...yaudah gue mau ke kantin... kabarin gue kalau lo sudah selesai nhuria sirat pindah..." sahut Yufika.
Lalu Yufika keluar dari toilet dan bersikap pura-pura kaget saat melihat Sindi yang sudah bersidekap tangannya di dada.
" Sindi... sejak kapan kamu berdiri disitu..." tanya Yufika pura-pura todak tau.
" Oh..." sahit Yufika bar oh ria lalu dia pun pergi meninggalkan Sindi. Namun saat ingin melangkah tangan Yufika di cekal oleh Sindi.
" Gue butuh penjelasan dari elu..." sahut Sindi menatap wajah Yufika
" Penjelasan apaaannn...?" tanya Yufika pura-pura gak tau.
__ADS_1
" Lo tadi nelfon dan bilang semua teman lo gak tulus berteman dengan lo... itu maksudnya apaaannnnn haaa.... jadi selama ini lo ngira kita gak tulus gitu temenan sama elu... " seru Sindi emosi.
" Hmmm....." dehem Yufika
" Lo tega ya fik gue gak nyangka lo sejahat itu sama kita.... jahat banget lo... bisa aja lo buat kami ketipu sama sikap lo..." seru Sindi kecewa.
" Sekarang lo dah tau lalu apa lagi yanv lo permasalah kan..." sahut Yufika.
" GUE KECEWA SAMA ELU YUFIKA..." seru Sindi terisak lalu dia pergi meninggalkan. Yufika
" Maafin gue sindi... gue gak maksud nyakitin kalian mungkin ini yang terbaik dari pada gue harus hadapin mulut kasarnya Safani... lebih baik gue jauhin kalian dengan cara begini....maafin gue... gue sayang sama kalian..." seru Yufika pelan sambil nangis ..
Tanpa di sadari seseorang mendengar curahan hati Yufika dan melihat pertengkarannya dengan sindi... orang itu juga kaget saat Yufika menyebut nama Safani.
" Lo gak sendirian kok gue juga sayang sama elu gue itu udah anggap lo sebagai saudara gue... jadi apapun masalah elu sama Safani dan juga Sindi beri tau gue... sapa taubgie bisa bantu " seru orang itu membuat Yufika kagaet.
" Mikhayla...." gumam Yufika pelan.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁 BERSAMBUNG 🍁🍁🍁🍁