ARTI SAHABAT

ARTI SAHABAT
SADARKAN DIRI


__ADS_3

" Pah mah... aku pulang dulu ..." sahut Yulina dan dianggukan kepala oleh kedua orang tuanya.


Setelah kepergian Yulina ...kesua orang tuanya Yufika langsung menatap putri mereka itu


Tak lama dari itu pintu ruangan Yufika terbuka.


" Selamat sore semuanya...maaf saya dan suami baru datang..." seru seorang wanita paruh baya sambil memasuki ruangan Yufika.


" Tidak apa-apa nyonya Handoko..." seru papa Hardi


" Bagaimana keadaan calon mantuku .." sahut wanita paru baya yang tak lain adalah Nyonya. Maria mamanya Bagas.


" Dia belum sadarkan diri " seru Mama Milania masih menatap putrinya itu.


" Perasaan baru kemaren aku bertemu dengannya kenapa jadi begini ..." seru nyonya Maria


" Namanya juga musibah siapa yang tau..." sahut mama Milania.


" Hmmm oh ya nantik Bagas kesini dia sedang ada meeting hari ini.." seru nyonya Maria/ Handoko dan dianggukan kepala oleh mamanya Yufika


Sedangkan kedua pria paru baya itu sedang sibuk bicara bisnis.


Mereka berempat saling sibuk masing-masing


Hingga malam tiba barulah keluarga Handoko pamit pulang.


Setelah kedua paru baya itu pulang sekarang giliran Bagas yang datang.


" Kreakkkk" suara pintu ruangan Yufika terbuka


" Malam om tante..." sahut Bagas sopan sambil mencium punggung tangan kedua orang tua Yufika.


" Malam nak.." sahut keduanya sambil menerima tangan Bagas.


" Om tante bagaimana keadaan Yufika apakah sudah membaik om tante..." tanya Bagas khawatir.


" Hmmmm masih belum sadarkan diri..." seru mama Yufika.


" Hmmm kenapa bisa begini ya tante..." seru Bagas sambil me dekat ke arah Yufika...


" Tante dan om tidak tau .. jelasnya... biarkan Yufika sadar dulu nantik kami akan tanyakan..." seru Mama Milania

__ADS_1


" Dek... bangun lah... kamu gak kasihan sama mama dan papa kamu dek... abang disini loh... masa kamu gak bangun sih dek... apa perluh abang jagain kami disini..." seru Bagas sambil memperhatikan wajah Yufika.


" Gak usah nak Bagas... nak bagas bisa pulang dulu..." sahut pak Hardi.


" Enggak om... lebih baik om dan tante saja yang pulang kelihatannya tante dan om sangat lelah..." seru Bagas


" Benar pah...papa dan mama pulang saja dulu..." sahut seseorang sambil masuk kedalam ruangan Yufika.


" Yefan... kamu udah udah pulang nak..." tanya mama Milania kepada putra keduanya itu.


" Udah mah... benar kata tuan Bagas lebih baik papa dan mama istirahat di rumah biar aku disini jagain adek pah mah..." seru Yefandra.


" Hmmm baiklah nak... kalau begitu papa dan mama pulang dulu kalau ada apa-apa cepat kabari papa sama mama ya..." sahut papa Hardi sambil menepuk bahu Yefandra.


" Iya pah pasti..." seru Yefandra lalu kedua orang tua Yufika pun pergi dari ruangan Yufika


" Tuan Bagas lebih baik pulang lah kerumah..." seru Yefandra pada Bagas.


" Janagan panggil tuan lah... kak Yefan... panggil nama saja..." seru Bagas sopan.


" Hmmm baikalah Bagas...kamu lebih baik pulang..." seru Yefan tegas


" Hmmm terserah..." sahut Yefandra.


Lalu dia berjalan menuju sofa rumah sakit lalu dia duduk dan membaringkan tubuhnya di situ...


Sedangkan Bagas dia setia menjaga Yufika....


Tanpa di sadari Yufika mulai menggerakkan Tubuhnya.


Perlahan tapi pasti dia membuka matanya dan terlihat wajah Bagas.


" Dek kamu sudah bangun ..." seru Bagas bahagia


" Bang bagas..." seru Yufika lirih


" Iya dek ini abang...kamu udah sadar syukurlah... abang panggilkan dokter ya..." seru Bagas sambil berdiri namun langkah nya terhenti saat Yufika menyentuh pergelangan tangan Bagas lalu setelah itu dia melepaskan nya.


" Jangan bang... aku ma...mau mi...minum bang..." seru Yufika putus dan gugup.


Lalu dengan cepat Bagas membantu Yufika untuk duduk dan meminumkan air itu setelah Yufika meminumnya perlahan dia kembali di bantu untuk tiduran lagi...

__ADS_1


Lalu Bagas memanggil dokter ....


Tak lama dokter masuk dan memeriksa keadaan Yufika...


" Dokter bagaimana keadaannya....?" tanya Bagas.


" Sudah membaik tuan.... sepertinya lusa juga sudah bosa pulang..." seru dokter yang memeriksa Yufika.


" Terimakasih dokter..." sahut Bagas


" Sama - sama tuan kalau begitu saya permisi dulu..." izin dokter dan dianggukan kepala oleh Bagas.


Lalu bagas menatap Yufika...


" Dek ... cepat sembuh ya...." sahut Bagas dan dianggukan kepala oleh Yufika.


" Abang kenapa ada disini..."tanya Yufika.


" Iya abang dengar kabar dari tante kalau kamu masuk rumah sakit jadi tadi pulang kantor abang langsung kesini..." seri Bagas jujur


" Hmm. itu siapa yang tiduran disitu..." seru Yufika belum sadar jika itu saudaranya.


" Itu kak Yefan dia tertidur disitu... apa abang bangunin dia..." sahut Bagas


" Gak perluh bang biarkan saja bang Yefan istirahat kasihan dia...npasti lelah..." seru Yufika.


" Yaudah kamu istirahat lagi ya biar cepat sembuh..." seru Bagas.


" Terus abang bagaimana..." seru Yufika.


" Abang bisa kok disini saja.." seru Bagas


" Ya bang nantik punggung abang sakit dong..." seru Yufika.


" Gak apa-apa kok " sahut Bagas sambil tersenyum.


" Yaudah fika bobok dulu... abang juga ya.." seru Yufika dan dianggukan kepala oleh Bagas.


Lalu Yufika mulai memejamkan matanya dan Bagas membaringkan kepalanya di samping Yufika...


🌿🌿🌿🌿 BERSAMBUNG 🌿🌿🌿🌿

__ADS_1


__ADS_2