
Saat Yufika dan keempat sahabatnya sedang bersantai di kantin... tiba-tiba Yulina datang dan duduk tepat di kursi depan Yufika.
" Hai... kita boleh gabung gak disini bareng kalian...." seru Yulina...
" Boleh kok...." sahut Rahayu.
" Lin mereka siapa...?" tanya Yufika pura-pura gak tau Safani yang mendengar penuturan Yufika hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepalanya
" Oh ini fik... sahabatnya aku... kamu ingat kan mereka seminggu lalu datang kerumah sakit bezuk kamu..." seru Yulina.
" Oh...." Yufika ber oh ria saja.
" Oh doang...." sahut Raisa dan dapat anggukan kepala oleh Yufika.
" Tak lama mereka pun menikmati makanan mereka..."
Setelah bel berbunyi mereka kembali ke dalam kelas mereka masing-masing
Yufika berjalan bersama Rahayu dan lainnya.
" Eh Fik.... kamu pulang sama siapa nantik...?" tanya Safani.
" Sama Yulina... sama siapa lagi..." seru Yufika.
" Kamu bareng aku saja lah.." seru Safani.
" Lah bukannya rumah elu di jalan kebon jeruk..." seru Sindi.
" Gue dah pindah di komplek Anggrek..." seri Safani.
" Haaa komplek anggrek nomor berapa woi..." seru Yufika.
" No 45..." seru Safani singkat.
" Wah deketan tuh rumah kita... boleh lah aku nebeng sama kamu hahahhahaa...." seru Yufika dengan gelak tawanya.
" Yeeeee kan tadi aku nawarin gitu juga maemunirr..." seru Safani kesel.
" Ish.ish ish... jangan geplak kepala aku lah.... haaa..." seru Yufika sambil geleng-geleng kepalanya.
" Hahahahaha.... habis kepalamu enak di geplak..." seru Safani lalu dia berjalan menuju kursinya.
__ADS_1
" Udah.... ih kita fokus dulu itu..." seru Mikhayla menengahi...
" Okeyyy..." seru keempatnya bersamaan....
Di sisi lain seorang gadis menatap sendu ke arah keempat sahabat itu...
" Aku nyesal aku bersalah gara-gara aku kamu sampai ngalamin kecelakaan itu andaikan waktu itu aku menghentikan kamu pasti kamu baik-baik saja gak seperti saat ini kamu lupa sama aku... seakan aku ini hanya orang asing bagi kamu..." seru Risha dalam hatinya sendu.
Sepulang sekolah risha pun tak semangat dia hanya berjalan lurus tanpa memperdulikan pandangan orang lain terhadapnya
Sesampai di rumah dia merebahkan dirinya dan bergelut dengan pikirannya....
Di tempat lain di waktu yang sama
Yufika sedang fokus dengan laptonya entah apa yanh sedang gadis itu lakukan yang jelas dia sedang memandang layar laptopnya
" Tak lama lagi drama ini akn berakhir...." gumam Yufika dalam hati...
Lalu Yufika menutup laptopnya dan pergi ke dapur....
Di dapur dia melihat sang mama sedang sibuk memasak...
" Mah fika bantu masak ya.. " seru Yufika sambil mengaduk ayam dalam panci....
" Tak lama makan mereka masak... lalu mama dan Yufika menghidangkan masakan mereka di atas meja
Keluarga berkumpul dan mereka menikmati makan malam bersama....
S
K
I
P
Di ruang keluarga....
" Pah...mah... abang..." panggil Yufika lembut.
" Iya nak .... iya dek ada apa...?" seru papa mama dan kedua saudara Yufika.
__ADS_1
" Hmmm fika boleh mintak sesuatu gak sih pah mah bang..." seru Yufika ...yulina tau apa yang saudarinya pikirkan lalu...
" Fik... gue gak setuju kalau lo pengen bawah motor lagi ya... cukup kejadian kemaren buat gua hilang akal .." seru Yulina yang menebak pikiran saudarinya... seketika keluarga memandang kedua saudari kembar itu secara bergantian.
Yufika yang mendengar tebakan Yulina langsung menunduk dan terdiam
" Benar nak...kamu mau bawah motor lagi . " seru papa Hardi
" Iya pah..." seru Yufika singkat.
" Abang setuju sama Yulina dek..." seru Yohanda dan Yefandra bersamaan.
" Mama juga setuju nak..." seru mama Milania singkat.
Lalu Yufika memandang ke arah sang papa penuh harap...
" Kamu mau berkendaraan ke sekolah..." seru papa Hardi dan diaggukan kepala oleh Yufika.
" Boleh..." seru papa Hardi seketika semuanya anggota keluarga memandang ke arah sang papa dengan tatapan yang sulit di artikan.
" Pa...papa apa...apaaan sih bolehin fika bawah motor..." protes sang mama.
" Mah...tadi papa bilang apa sama Yufika..." seru papa Hardi
" Ya papa bilang boleh..." seru mama Milania
" Bukan yang itu tapi yang sebelumnya..." seru papa Hardi mama pun nyengir tanda dia gak tau apa maksud sang papa.
" Coba fika ulang apa kata papa tadi..." seru papa Hardi santai kepada Yufika.
" Tadi papa bilang ' kamu mau berkendara lagi kesekolah...'.. " seru Yufika mengulang kata sang papa dengan tegas.
" Nah dengar kan... berarti papa gak bilang boleh bawah motor...." seru papa Hardi
" Jadi fika... papa bolehin kamu berkendara lagi dengan mobil tidak dengan motor...kamu paham..." seru papa Hardi dengan tegas.
" Nah kalau begitu papa ku sayang... lebih baik fika naik bis aja atau angkot..." seru Yufika santai.
" Atau enggak Yufika nebeng sama temen ..." sambung Yufika.
" Nah itu jauh lebih baik kalau kamu gak mau bawah mobil..." seru papa Hardi
__ADS_1
" Ya sudah suda sekarang kalian istirahat...." seru mama Milania singkat lalu dengan segera Yufika dan ketiga saudaeanya bergegas menuju kamar mereka masing-masing
🍂🍂🍂🍂 BERSAMBUNG 🍂🍂🍂🍂